Home Cari

video pertempuran di suriah - Hasil Pencarian

Jika Anda merasa hasil pencarian kurang akurat, coba deh cari dengan kata kunci yang berbeda :)

Video Pertempuran Di Suriah


We provide another result for Video Pertempuran Di Suriah at other webs or blogs around the world. This page powered by Google, Yahoo and Bing. You can search anything or different keyword using our powerful Search Form below:


Article Video Pertempuran Di Suriah on other source:

0 14
Tentara UNDOF yang disandera oleh Jabhah Nushrah

QUNAITIRAH (Arrahmah.com) – Murasil Al-Manarah Al-Baidha’ melaporkan mujahidin Jabhah Nushrah bekerja sama dengan kelompok-kelompok jihad lokal di propinsi Qunaitirah, Suriah selatan melakukan operasi gabungan pada hari Rabu (27/8/2014). Mujahidin menggempur posko militer Rawadhi, kota Qunaitirah lama dan jalur penyeberangan Qunaitirah yang memisahkan antara dataran tinggi Jaulan [Golan] yang dikontrol oleh rezim Suriah dan dataran tinggi Jaulan yang dijajah oleh “Israel”.

Melalui pertempuran sengit, mujahidin berhasil menguasai kota Qunaitirah lama dan jalur penyeberangan Qunaitirah. Dalam peristiwa tersebut Jabhah Nushrah juga menyandera 45 tentara UNDOF (United Nations Disengagement Observer Force). UNDOF adalah pasukan PBB yang dibentuk pada 31 Mei 1974, dengan tugas mengawasi proses gencatan senjata dataran tinggi Golan antara penjajah “Israel” dan rezim Nushairiyah Suriah.

Dataran tinggi Golan sendiri jatuh ke tangan pasukan “Israel” pada perang Yom Kippur 1973 secara gratis, karena pengkhianatan rezim Nushairiyah yang menarik mundur pasukan Suriah dari dataran tinggi Golan tanpa menembakkan sebutir peluru pun kepada pasukan “Israel”. Atas pengkhianatan tersebut, Hafizh Assad akhirnya naik ke tampuk kekuasaan tertinggi Suriah atas dukungan “Israel’ dan Barat.

Jabhah Nushrah dalam pernyataan resminya pada hari Sabtu (30/8/2014) menjelaskan alasan penyanderaan 45 tentara UNDOF.

“Maka sebagai reaksi atas kejahatan-kejahatan PBB tersebut dan konspirasi PBB terhadap negeri Syam dan penduduk Syam, Jabhah Nushrah menyandera 45 tentara Pasukan Pengawas PBB untuk Penyelesaian Konflik Bersenjata (UNDOF), pasukan yang dipaksakan oleh PBB terhadap penduduk Syam sejak tahun 1974, untuk menjamin keamanan dan mengamankan perbatasan negara zionis “Israel” yang menjajah negeri kaum muslimin.

Sementara pada saat yang bersamaan, Pasukan UNDOF berpura-pura tidak mengetahui sama sekali darah kaum muslimin yang ditumpahkan setiap hari di wilayah perbatasan yang berseberangan dengan wilayah perbatasan zionis “Israel” tersebut. Bahkan Pasukan UNDOF berkomplot dengan pasukan Nushairiyah, dan berulang kali memberikan kemudahan ruang kepada pasukan Nushairiyah untuk bergerak dan beroperasi menyerang kaum muslimin yang tertindas, melalui apa yang mereka namakan “kawasan netral”.”

Berikut ini terjemahan pernyataan resmi Jabhah Nushrah terkait penyanderaan 45 tentara UNDOF, sebagaimana dirilis oleh Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Penjelasan tentang penyanderaan 45 tentara Pasukan PBB untuk Pengawas Penyelesaian Konflik Bersenjata (UNDOF)

Segala puji bagi Allah Yang telah memerintahkan kepada kita untuk memutuskan perkara diantara manusia secara adil, dan mensyariatkan kepada kita perlawanan yang semisal terhadap agresi. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada rasul yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, nabi kita Muhammad, keluarganya dan seluruh sahabatnya yang baik lagi suci. Amma ba’du.

Telah berlangsung lebih dari tiga tahun jihad penduduk negeri Syam yang diberkahi melawan rezim Nushairiyah yang menyerang nyawa dan harta kaum muslimin negeri Syam. Selama masa jihad tersebut, penduduk Syam telah dan masih terus mempersembahkan pengorbanan-pengorbanan besar, untuk melawan agresi biadab rezim Nushairiyah; meskipun sedikit sekali penolong, dan pihak Timur maupun Barat menelantarkan penduduk Syam. Cukuplah Allah sebagai penolong kita dan Dialah sebaik-baik pelindung.

Selama lebih dari tiga tahun berlangsungnya jihad, PBB berlagak seolah-olah mendukung revolusi dan perlawanan penduduk Syam terhadap rezim kriminal Nushairiyah. Meskipun begitu selama masa tersebut penduduk Syam tidak mendapatkan dari PBB selain pernyataan-pernyataan ompong dan kalimat-kalimat kosong. PBB berpura-pura tidak tahu sepenuhnya terhadap kebiadaban-kebiadaban dan pembantaian demi pembantaian yang telah dan masih terus dilakukan oleh rezim kriminal Nushairiyah terhadap kaum muslimin penduduk negeri Syam yang tak bersenjata, dari kalangan anak-anak, wanita dan orang tua.

Senjata kimia yang dipergunakan oleh rezim Nushairiyah tidak sedikit pun menggerakkan keputusan-keputusan PBB. Demikian pula bom-bom barel kematian yang membantai ribuan penduduk yang tak berdosa, foto-foto dan video-video penyiksaan keji dalam penjara-penjara rezim, puluhan pembantaian massal terhadap anak-anak dan wanita, jutaan warga yang terusir dan mengungsi tanpa mendapatkan tempat berteduh dan makanan; semua hal itu sedikit pun tidak menggerakkan PBB mengeluarkan satu pun keputusan yang membawa manfaat, yang bisa menghentikan kejahatan demi kejahatan rezim kriminal Nushairiyah terhadap penduduk negeri Syam.

Sebaliknya, PBB justru secara sepakat mengambil sejumlah keputusan terhadap mujahidin yang menghadang kejahatan-kejahatan rezim Nushairiyah Suriah dengan nyawa, harta dan segala hal yang mereka miliki. PBB menerapkan sejumlah hukuman terhadap Jabhah Nushrah. Lalu PBB menempatkan Jabhah Nushrah dalam daftar kelompok teroris. PBB tidak menghukum Jabhah Nushrah melainkan karena Jabhah Nushrah berjihad melawan kebiadaban rezim agresor Nushairiyah, Jabhah Nushrah melawan pasukan rezim Nushairiyah dan milisi-milisi loyalisnya, dan Jabhah Nushrah membebaskan rakyat Syam dan bumi Syam dari kamp-kamp militer, posko-posko militer dan penjara-penjara rezim Nushairiyah. Maka barangsiapa membela rakyat yang dizalimi dan melindungi rakyat yang tak berdosa, dalam pandangan PBB adalah para teroris: “Sungguh buruk sekali vonis yang mereka jatuhkan.”

Bahkan baru-baru ini PBB memasukkan Jabhah Nushrah dalam pasal ketujuh, yang merupakan langkah operasional PBB untuk melakukan intervensi militer secara langsung dan mengaborsi jihad penduduk negeri Syam. PBB mulai melakukan persiapan-persiapan operasional dan menggalang aliansi internasional untuk menyerang penduduk negeri Syam dan mengaborsi proyek islami [penegakan daulah Islamiyah dan penerapan syariat Islam, edt] yang sedang diperjuangkan oleh mujahidin dan menjadi harapan seluruh kaum muslimin.

Semua langkah itu dilakukan PBB untuk memantapkan kekuasaan rezim kriminal Nushairiyah yang sampai saat ini bercokol dan melakukan tragedi pembantaian baru terhadap penduduk negeri Syam untuk mencerai-beraikan usaha-usaha dan pengorbanan-pengorbanan yang telah dicurahkan oleh penduduk Syam, bahkan oleh seluruh umat Islam, selama tiga tahun lebih ini.

Sepanjang sejarah kontemporer, kami tidak melihat pasal ketujuh diterapkan PBB kecuali terhadap kaum muslimin. Kejahatan pembantaian terhadap umat Islam di Republik Afrika Tengah dan Burma [Rohingnya] telah didengar dan disaksikan oleh seluruh penduduk dunia, namun PBB sedikit pun tidak bergerak. Bombardir zionis “Israel” terhadap Gaza dan pembantaian-pembantaian mereka terhadap rakyat Gaza masih terus berlanjut, namun kita sedikit pun tidak mendengar pasal ketujuh [diterapkan oleh PBB terhadap "Israel", edt]!

Kebiadaban dan kejahatan rezim Nushairiyah Suriah dan sekutunya seperti milisi Syiah “Hizbu Iran” dan lain-lain terjadi setiap hari, menurut pengakuan PBB sendiri dan organisasi-organisasi internasional lainnya, namun sedikit pun kita tidak mendengar pasal ketujuh!

Hal itu agar kaum muslimin mengetahui bahwa keputusan-keputusan internasional seperti itu tidak diterapkan kecuali untuk melawan kaum muslimin dan melawan jihad kaum muslimin, agar kaum muslimin tetap lemah, hina dan mengekor kepada kekuatan negara-negara besar yang merampok kekayaan alam mereka dan mengatur kehidupan mereka menurut kemauan negara-negara besar tersebut.

Maka sebagai reaksi atas kejahatan-kejahatan PBB tersebut dan konspirasi PBB terhadap negeri Syam dan penduduk Syam, Jabhah Nushrah menyandera 45 tentara Pasukan Pengawas PBB untuk Penyelesaian Konflik Bersenjata (UNDOF), pasukan yang dipaksakan oleh PBB terhadap penduduk Syam sejak tahun 1974, untuk menjamin keamanan dan mengamankan perbatasan negara zionis “Israel” yang menjajah negeri kaum muslimin.

Sementara pada saat yang bersamaan, Pasukan UNDOF berpura-pura tidak mengetahui sama sekali darah kaum muslimin yang ditumpahkan setiap hari di wilayah perbatasan yang berseberangan dengan wilayah perbatasan zionis “Israel” tersebut. Bahkan Pasukan UNDOF berkomplot dengan pasukan Nushairiyah, dan berulang kali memberikan kemudahan ruang kepada pasukan Nushairiyah untuk bergerak dan beroperasi menyerang kaum muslimin yang tertindas, melalui apa yang mereka namakan “kawasan netral”.

Kami menegaskan bahwa para tentara Pasukan UNDOF yang disandera berada di tempat yang aman, dalam kondisi kesehatan yang sangat baik, dan kepada mereka diberikan layanan makanan dan medis yang mereka butuhkan. Sebab agama kami, Islam, memerintahkan kepada kami untuk memperlakukan para tawanan secara baik. Allah Ta’ala berfirman:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا * إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.

Sesungguhnya kami memberi makanan kepada kalian hanyalah untuk mengharapkan wajah Allah. Kami tidak menghendaki balasan dari kalian dan tidak pula ucapan terima kasih. (QS. Al-Insan [76]: 8-9)

Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabatnya

Tentara UNDOF yang disandera oleh Jabhah Nushrah

Tentara UNDOF yang disandera oleh Jabhah Nushrah

Kartu identitas ke-45 tentara UNDOF yang disandera oleh Jabhah Nushrah

Kartu identitas ke-45 tentara UNDOF yang disandera oleh Jabhah Nushrah

Allah Maha Menguasai urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya

Jabhah Nushrah

Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’

Janganlah melupakan kami dalam doa kebaikan kalian

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam

Sabtu, 4 Dzulaq’dah 1435 H / 30 Agustus 2014 M

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/jihad/inilah-alasan-jabhah-nushrah-menyandera-45-tentara-pbb-di-dataran-tinggi-golan.html

Category: berita

0 8
kun lengkap

QUNAITIRAH (Arrahmah.com) – Murasil Al-Manarah Al-Baidha’ pada hari Kamis (27/8/2014) merilis video operasi gabungan mujahidin Jabhah Nushrah dan kelompok-kelompok jihad lokal lainnya dalam membebaskan jalur penyeberangan Qunaitirah dan kota Qunaitirah lama dari pasukan rezim Nushairiyah Suriah.

“Kami menyampaikan berita gembira kepada umat Islam atas pembebasan jalur penyeberangan Qunaitirah, yang merupakan jalur penyeberangan wilayah Suriah – zionis, melalui tangan para singa tauhid mujahidin Jabhah Nushrah, tanzhim Al-Qaeda di negeri Syam, bersama dengan saudara-saudara mereka mujahidin dari kelompok-kelompok Islam lainnya. Allah telah mengaruniakan kepada kami kemenangan dan pembebasan atas kota Qunaitirah lama yang telah hancur lebur, dan kami akan melanjutkan operasi ini hingga kami membebaskan Damaskus dan dua Ghautahnya [Ghautah timur dan Ghautah barat], dengan izin Allah,” kata Amir Jabhah Nushrah wilayah Suriah selatan dalam video berdurasi 3 menit tersebut.

Mujahidin Jabhah Nushrah bekerja sama dengan kelompok-kelompok jihad lokal di propinsi Qunaitirah, Suriah selatan melakukan operasi gabungan pada hari Rabu (27/8/2014). Mujahidin menggempur posko militer Rawadhi, kota Qunaitirah lama dan jalur penyeberangan Qunaitirah yang memisahkan antara dataran tinggi Jaulan [Golan] Suriah dan dataran tinggi Jaulan “Israel”.

Murasil Al-Manarah Al-Baidha’ melaporkan mujahidin Jabhah Nushrah dan kelompok-kelompok jihad lokal mengerahkan persenjataan menengah dan berat dalam operasi tersebut. Mereka menyerang pasukan Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah loyalisnya yang mempertahankan ketiga wilayah tersebut.

Mujahidin merangsek maju dan memberikan tekanan berat terhadap pasukan Nushairiyah dan milisi Syiah. Pesawat-pesawat tempur rezim Nushairiyah mencoba menghentikan pergerakan mujahidin dengan melakukan bombadir massif. Namun dengan izin dan pertolongan Allah semata, mujahidin berhasil merebut ketiga sasaran operasi mereka. Pasukan Nushairiyah dan milisi Syiah melarikan diri dari posisis-posisi mereka setelah mendapatkan serangan gencar mujahidin.

Hal yang menarik dari operasi pembebasan jalur penyeberangan Qunaitirah dan kota Qunaitirah lama adalah keikut sertaan langsung Amir Jabhah Nushrah wilayah selatan dalam pertempuran.

Jalur penyeberangan Qunaitirah di kota Qunaitirah selatan, propinsi Qunaitirah merupakan jalur penyeberangan yang memisahkan antara dataran tinggi Jaulan yang berada dalam kontrol rezim Nushairiyah Suriah dan dataran tinggi Jaulan yang dijajah oleh “Israel”. PBB menempatkan “Pasukan Penjaga Keamanan PBB” di wilayah tersebut untuk mencegah konflik bersenjata di antara “Israel” dan Suriah.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/video/video-operasi-mujahidin-membebaskan-jalur-penyeberangan-qunaitirah-dan-kota-qunaitirah-lama.html

Category: berita

0 3
ummu 2

HOMS (Arrahmah.com) – Pertempuran sengit antara pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan mujahidin Islam di desa Ummu Syarsaruh, pinggiran Homs utara sampai hari Rabu (4/6/2014) telah berlangsung selama lima hari berturut-turut, Masar Press melaporkan.

Mujahidin Jabhah Nushrah, Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah, Kataib Al-Anshar dan Liwa’ 313 melakukan operasi gabungan “Perang Menolong Orang-orang yang Tertindas” di propinsi Homs dan pinggiran Homs.

Keempat kelompok jihad tersebut menyerang markas pasukan Nushairiyah dan milisi-milisi Syiah bayarannya di desa Ummu Syarsaruh sejak hari Sabtu (31/5/2014). Mujahidin telah berhasil menguasai sebagian besar wilayah desa Ummu Syarsaruh dan sedang dalam upaya merebut sisa wilayah desa tersebut.

Koresponden Masar Press di Homs melaporkan bahwa mujahidin menyerang sisa wilayah dalam desa Ummu Syarsaruh. Mujahidin mengepung secara ketat benteng lama yang sangat strategis dalam desa tersebut. Namun sampai hari Rabu mujahidin belum mampu merebutnya karena ladang ranjau yang ditanam di sekitarnya oleh pasukan Nushairiyah. Dalam pertempuran tersebut tiga tentara Nushairiyah dilaporkan tewas dan dua mujahidin gugur.

Pada hari Sabtu (31/5) mujahidin telah berhasil menguasai sebagian besar bagian desa Ummu Syarsaruh. Mujahidin memutuskan jalur pengiriman bantuan militer rezim yang menghubungkan desa Ummu Syarsaruh dan desa Jaburin.

Dalam pertempuran sengit pada hari Selasa (3/6/2014) Masar Press melaporkan mujahidin berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tempur rezim di sekitar bandara milite Sya’irat. Bandara itu selama ini menjadi pangkalan serangan udara rezim terhadap desa-desa muslim di pinggiran Homs utara.

Dari pinggiran Homs timur, Masar Press melaporkan sebuah bom mobil menghantam pasukan Bashar Asad di desa Nushairiyah, Al-Hiraqi. Serangan itu menewaskan 11 tentara Nushairiyah.

Sementara itu serangan artileri berat pasukan Nushairiyah menewaskan dua orang warga sipil di kota Talbisah, Homs.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/video/video-pertempuran-mujahidin-dan-pasukan-nushairiyah-di-desa-ummu-syarsaruh-homs.html

Category: berita

0 34
Abu Assad

Oleh Martin Chulov di Aleppo

Orang yang paling dicari saat ini di Aleppo merasa puas. Kurang dari seminggu sebelumnya, dia telah membantu membawa satu karung terakhir dari 25 ton bahan peledak ke dalam sebuah terowongan yang digali di bawah hotel dan dipenuhi tentara Suriah.

“Saya sedang duduk di ruangan ini, ” kata Abu Assad, pemimpin pasukan pejuang yang membuat terowongan di Aleppo,di garis depan pertempuran lain di kota itu. Sambil tersenyum, dia menutup telinganya dan menambahkan, “Kami mendengar ledakan dari sini.Itu membuat kami sangat bahagia.”

Ledakan yang menghancurkan Carlton Citadel Hotel di pusat kota Aleppo itu terjadi pada tanggal 8 Mei. Suara gemuruh terdengar hingga lebih dari 15km dari tempat ledakan bom ke tempat komandan pasukan pejuang duduk mengingat ledakan di hari itu. Kekuatan destruktif bom itu mengirimkan gelombang kejut melalui sumur yang digali ke arah komando militer Suriah di barat hingga menembus kota, dan mendorong kembali semangat juang pihak oposisi yang sudah agak menurun.
Debu-debu raksasa beterbangan ke angkasa. Puing-puing menggelembung terbang beberapa ratus meter ke langit saat hotel itu runtuh. Aebanyak 30 hingga 50 tentara Suriah. Semua ini telah menjadi salah satu gambar yang menimbulkan kekaguman dalam perang di Suriah. Dalam tiga tahun ada serangan udara, rudal scud, serangan kimia dan bom bunuh diri. Namun, serangan terakhir ini adalah sedikit yang lain,yang begitu spektakuler yang telah berhasil ditangkap video secara real time.

(Link video: Pejuang Suriah Menghancurkan Alepp Hotel dengan LedakanBom

“Itu adalah salah satu hal terbaik tentang operasi ini, kata Abu Assad. “Efek ledakannya langsung memberikan semangat. Sejak saat itu para pejuang ingin berjuang lebih kuat dari sebelumnya. Kita menyebut ini sebagai “Operasi Gempa Aleppo”.

Dia mengatakan, Carlton Hotel saat itu sedang digunakan sebagai barak oleh polisi Suriah dan paramiliter yang dikenal dengan nama Shabiha. Para pejabat Suriah yang marah mengecam serangan dan bom terowongan itu. Mereka menyebut para pejuang telah membunuh dan melukai orang tanpa pandang bulu dan menghancurkan nyawa dan identitas kota.

Terdorong oleh keberhasilan bom itu, Abu Assad memilih untuk mengungkapkan identitas dirinya kepada Guardian sebagai pemimpin para penggali bom terowongan Aleppo itu. Dia mengaku tidak terganggu oleh fakta dengan menunjukkan wajahnya akan menyebabkan militer yang sudah marah lebih banyak alasan untuk memburu dirinya. “Aku ingin mereka menjadi takut padaku,” katanya. “Mereka perlu tahu, akudatang untuk mereka.”
Sekelompok pejuang bawah tanah, berkekuatan sekitar 100 orang, berjasa melakukan lebih banyak upaya dalam waktu kurang dari yang dilakukan kelompok lain dalam perang yang sudah berlangsung selama 38 bulan itu. Mereka melakukan serangan ke pihak militer, dengan bantuan pendukung mereka, dan telah mulai meraih kembali kota-kota yang hilang selama tahun lalu.

Untuk mendapatkan keberhasilan itu, para penggali terowongan telah menggali dibawahnya sedikitnya sembilan kali dalam enam bulan terakhir saja. “Setiap suara aneh, setiap pergeseran tanah, mereka akan berpikir bahwa itu adalah kami,” kata Assad. Assad menambahkan bahwa dia mendapat ide untuk mulai menggali tanah dari seorang Palestina yang mengunjungi dirinya di Suriah utara tahun lalu.

“Mereka mengatakan mereka mendapatkan beberapa keberhasilan di Palestina, jadi saya memutuskan untuk mencobanya. Tidak sulit untuk menemukan bahan peledak. Saya secara pribadi telah mengawasi sembilan terowongan.”

Juga tidak sulit untuk menemukan para relawan yang siap untuk menggali menembus batu-batu karang dan tanah berbatuan di bawah jantung kota kuno Aleppo, dengan lengkungan rumahnya yang berusia ribuan tahun dan masjid-masjid yang memisahkan rezim itu dan pasukan oposisi di beberapa tempat hanya beberapa puluh meter saja.

Abu Assad, yang sebelum perang adalah seorang tukang kayu di desa, mengatakan terowongan hotel itu panjangnya 107 meter dan perlu 33 hari untuk menggalinya. Penggalian bawah tanah lainnya telah membentang sepanjang 860 meter dan butuh waktu berbulan-bulan. “Kami memiliki lebih banyak kejutan untuk mereka, Insya Allah, ” katanya. “Penggalian terowongan butuh waktu sedikit lebih lama.”

Ia mengatakan banyak tentang konflik yang berlangsung tanpa henti bahwa satu-satunya perubahan nyata dalam medan perang yang stagnan ini bisa dilakukan kembali dengan bentuk perang di masa lalu.

Bahan kimia yang digunakan dalam perang dunia pertama, namun tidak dilarang, telah membantu rezim untuk mengamankan Damaskus. Rudal-rudal Scud, yang merupakan senjata penangkis tiran seperempat abad yang lalu, telah melumatkan wilayah utara. Sekarang bom terowongan, yang pertama kali digunakan padaAbad Pertengahan, lalu oleh Romawi, Ivan the Terrible, pasukan Inggris di front barat, dan kelompok militan Palestina di Gaza, telah memberikan keuntungan saat serangan konvensional telah gagal.

Kebiadaban Abad Pertengahan telah identik dengan Suriah. Di Suriah lebih dari 162.000 orang telah tewas sejak revolusi yang berubah menjadi perang terbuka, dan hampir setengah penduduk negara itu telah mengungsi.

Abu Assad khawatir tidak akan ada perubahan segera di utara negara itu, yang sekarang kurang jelas dan jika ada yang mengetahui bentangan wilayah itu akhirnya akan menang.

“Kami berpikir sangat keras sebelum kami memutuskan untuk berperang dengan cara ini,” katanya. “Tapi kami tidak punya pilihan. Kami perlu melakukan banyak hal dengan cara ini untuk membantu kami dan untuk membantu rakyat.”

“Terowongan pertama yang kita gali adalah yang digali pada hari ke-20 Ramadhan tahun lalu. Panjangnya hanya 17 meter dan tidak butuh waktu lama. Ada 11 tentara dan seorang perwira Alawit yang kejam dan tidak ada cara lain untuk menyingkirkan mereka.”

Terowongan itu, seperti delapan terowongan lainnya, digali oleh unit pasukannya, yang merupakan bagian dari unit pejuang utama di utara, Liwa at-Tauhid, yang mengukir jalan melalui kota Aleppo yang bersejarah itu.

Kedua belah pihak berhadapan satu sama lain di dekat benteng yang masuk dalam daftar bangunan yang dilindungi Unesco yang telah berdiri kokoh melewati hampir 3.000 tahun invasi. Perang ini mungkin memberikan ancaman yang paling serius pada dinding-dinding batu yang kokoh itu, yang ikut meledak oleh pasukan Abu Assad dengan bom terowongan mereka.

Dari sudut pandang dekat pintu masuk terowongan yang digunakan untuk menghancurkan hotel, benteng itu tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Dindingnya berdiri tegar terlihat dari tanah tidak bertuan dengan jarak sekitar 200 meter. Kertas-kertas dan tumpukkan sampah bercampur di dalam pusaran dekat gundukan tanah di mana benteng berdiri. Namun, tidak ada orang yang bergerak melewati bangunan kosong dan batu-batu di dekatnya. Lalu, Carlton Hotel menjadi tumpukan bata-bata.

“Jika mereka ingin berbicara tentang situs bersejarah,” kata Abu Assad mengenai para pejabat Suriah, “mari kita lihat apa yang mereka lakukan. Mereka membakar pasar lama (di sekitarnya). Sebagian besar masjid lama telah dirusak oleh mereka.”

“Kami telah melakukan apa yang kami bisa lakukan untuk tidak menyentuh tempat-tempat penting. Kami menyadari betapa pentingnya tempat-tempat itu.”

Senjata berat meraung-raungdari dalam benteng, namun para pejuang berjaga di garis depan tidak terusik. Melalui pipa plastik yang berfungsi sebagai posisi untuk sniper, mereka tidak melihat seorang tentara rezim pun setidaknya dalam tiga bulan dan penembakan terus-menerus dari dalam benteng hanyalah ancaman kecil. “Kami berada di depan kaki benteng itu, di sini, “kata Omar Sarkan, seorang pejuang tua yang mengenakan jubah dishdasha warna coklat. “Mereka tidak bisa maju, namun terowongan bekerja. ”

Kembali ke garis depan kedua di kawasan industri utara – timur kota, Abu Assad mengatakan dia memiliki sebuah pesan bagi musuhnya. “Apakah masih ada tentara yang berjuang untuk Bashar? Belumkah tentara Suriah mendelegasikan kewenangannya kepada pasukan Iran, Irak dan Lebanon [Hizbullah]? Kami memiliki lebih banyak bom seperti itu untuk siapa pun yang ada di sisi lain. Mereka akan membutuhkan lebih banyak kuburan.”(rz/ Guardian, 20/5/2014)

Source: http://hizbut-tahrir.or.id/2014/05/24/pemimpin-pejuang-di-balik-bom-terowongan-pria-paling-dicari-di-balik-bom-terowongan-di-hotel-allepo/

Category: berita

0 39
lagi aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) – Jabhah Nushrah propinsi Aleppo pada hari Ahad (11/5/2014) merilis video pendek berdurasi 3 menit 10 detik. Video itu memperlihatkan ketegaran, kesabaran dan pengorbanan mujahidin Jabhah Nushrah dalam pertempuran sengit di kota Aleppo.

Jabhah Nushrah bersama Jabhah Islamiyah, Harakah Fajr Asy-Syam Al-Islamiyah dan Jaisyul Mujahidin di propinsi Aleppo dan pinggiran Aleppo tergabung dalam Kamar Operasi Gabungan Penduduk Syam. Keempat kelompok jihad tersebut merupakan kelompok pejuang yang paling aktif dalam peperangan melawan pasukan Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah di kedua propinsi Suriah utara tersebut.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/video/video-keteguhan-dan-kesabaran-mujahidin-jabhah-nushrah-dalam-peperangan-di-front-aleppo.html

Category: berita

0 60
malih ya 2

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Mujahidin Jaisyul Islam, salah satu unsur dalam Jabhah Islamiyah, pada hari Kamis (15/5/2014) merilis video pertempuran yang mereka terjuni di front kota Malihah, distrik Ghautah timur, propinsi pinggiran Damaskus. Video singkat tersebut berdurasi 6 menit 48 detik.

Sampai hari Kamis (15/5) mujahidin Jaisyul Islam telah terlibat pertempuran sengit selama 45 hari penuh di kota Malihah. Mujahidin Jaisyul Islam terlibat pertempuran sengit untuk mempertahankan kota Malihah dari gempuran besar-besaran pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah.

Pasukan Nushairiyah dan milisi-milisi Syiah sempat merebut beberapa bangunan dan posisi dari kota Malihah. Namun mujahidin Jaisyul Islam berhasil merebut kembali beberapa bangunan dan posisi tersebut. Kalah menang silih berganti dialami mujahidin dan pasukan rezim Nushairiyah.

Akun resmi Jabhah Islamiyah melaporkan bahwa sampai hari saat ini pertempuran sengit masih berlanjut di kota Malihah. Belasan tank dan puluhan tentara Nushairiyah tewas dalam pertempuran tersebut. Di pihak mujahidin sendiri belasan mujahidin gugur sebagai syuhada’. Video tersebut memperlihatkan kegigihan, ketabahan dan keberanian mujahidin Jaisyul Islam dan kelompok-kelompok jihad lainnya dalam pertempuran di front Malihah.

Selain Jaisyul Islam dan unsur-unsur Jabhah Islamiyah lainnya, kelompok jihad yang gigih bertempur dalam front Ghautah timur adalah Jabhah Nushrah, Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam, Katibah Shuqur Al-Izz, Jaisy Asy-Syam dan beberapa kelompok jihad lokal lainnya.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/video/video-jaisyul-islam-pertempuran-45-hari-mempertahankan-kota-malihah.html

Category: berita

0 18
Jaisyul Islam terlibat baku tembak sengit dengan pasukan Nushairiyah di kota Malihah

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Mujahidin Jaisyul Islam, salah satu unsur dalam Jabhah Islamiyah, pada hari Senin (12/5/2014) merilis video singkat pertempuran yang mereka terjuni di front kota Malihah, distrik Ghautah timur, propinsi pinggiran Damaskus.

Sampai hari Senin (12/5) mujahidin Jaisyul Islam telah terlibat pertempuran sengit selama 42 hari penuh di kota Malihah. Mujahidin Jaisyul Islam terlibat pertempuran sengit untuk mempertahankan kota Malihah dari gempuran besar-besaran pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah.

Dalam pertempuran pada hari Ahad (11/5) mujahidin Jaisyul Islam berhasil merebut beberapa bangunan markas pertahanan pertahanan pasukan Nushairiyah di wilayah pertanian kota Malihah. Pertempuran sengit itu terjadi di tengah guyuran hujan deras di kota Malihah.

Pasukan Nushairiyah dan milisi-milisi Syiah sempat merebut beberapa bangunan dan posisi dari kota Malihah. Namun mujahidin Jaisyul Islam berhasil merebut kembali beberapa bangunan dan posisi tersebut. Kalah menang silih berganti dialami mujahidin dan pasukan rezim Nushairiyah.

Sampai hari Jum’at (16/5/2014) ini pertempuran sengit di kota Malihah telah berlangsung selama 46 hari. Belasan tank dan puluhan tentara Nushairiyah tewas dalam pertempuran tersebut. Di pihak mujahidin sendiri belasan mujahidin gugur sebagai syuhada’.

Selain Jaisyul Islam dan unsur-unsur Jabhah Islamiyah lainnya, kelompok jihad yang gigih bertempur dalam front Ghautah timur adalah Jabhah Nushrah, Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam, Katibah Shuqur Al-Izz, Jaisy Asy-Syam dan beberapa kelompok jihad lokal lainnya.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/video/video-pertempuran-jaisyul-islam-merebut-markas-pasukan-nushairiyah-di-kota-malihah.html

Category: berita

0 21
Mujahidin Jaisyul Islam berangkat untuk menyerang markas pasukan Nushairiyah di kota Malihah

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Mujahidin Jaisyul Islam, salah satu unsur dalam Jabhah Islamiyah, pada hari Senin (12/5/2014) merilis video singkat pertempuran yang mereka terjuni di front kota Malihah, distrik Ghautah timur, propinsi pinggiran Damaskus.

Sampai hari Senin (12/5) mujahidin Jaisyul Islam telah terlibat pertempuran sengit selama 42 hari penuh di kota Malihah. Mujahidin Jaisyul Islam terlibat pertempuran sengit untuk mempertahankan kota Malihah dari gempuran besar-besaran pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah.

Dalam pertempuran pada hari Ahad (11/5) mujahidin Jaisyul Islam berhasil merebut beberapa bangunan markas pertahanan pertahanan pasukan Nushairiyah di wilayah pertanian kota Malihah. Pertempuran sengit itu terjadi di tengah guyuran hujan deras di kota Malihah.

Mujahidin Jaisyul Islam berangkat untuk menyerang markas pasukan Nushairiyah di kota Malihah

Jaisyul Islam terlibat baku tembak sengit dengan pasukan Nushairiyah di kota Malihah

Jaisyul Islam terlibat baku tembak sengit dengan pasukan Nushairiyah di kota Malihah

Pertempuran sengit di luar tembok markas pasukan Nushairiyah di kota Malihah

Pertempuran sengit di luar tembok markas pasukan Nushairiyah di kota Malihah

Pasukan Nushairiyah dan milisi-milisi Syiah sempat merebut beberapa bangunan dan posisi dari kota Malihah. Namun mujahidin Jaisyul Islam berhasil merebut kembali beberapa bangunan dan posisi tersebut. Kalah menang silih berganti dialami mujahidin dan pasukan rezim Nushairiyah.

Sampai hari Jum’at (16/5/2014) ini pertempuran sengit di kota Malihah telah berlangsung selama 46 hari. Belasan tank dan puluhan tentara Nushairiyah tewas dalam pertempuran tersebut. Di pihak mujahidin sendiri belasan mujahidin gugur sebagai syuhada’.

Selain Jaisyul Islam dan unsur-unsur Jabhah Islamiyah lainnya, kelompok jihad yang gigih bertempur dalam front Ghautah timur adalah Jabhah Nushrah, Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam, Katibah Shuqur Al-Izz, Jaisy Asy-Syam dan beberapa kelompok jihad lokal lainnya.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/05/16/mujahidin-merebut-beberapa-markas-pasukan-nushairiyah-di-kota-malihah.html

Category: berita

0 12
ya nawa2

DARA’A (Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media mujahidin Jabhah Nushrah, pada hari Selasa (13/5/2014) merilis video “Membersihkan Tal Jabiyah dan Mematahkan Pengepungan terhadap Kota Nawa – Dara’a”.

Video berdurasi 14 menit tersebut mendokumentasikan pertempuran sengit membebaskan Tal Jabiyah dan mematahkan pengepungan rezim Nushairiyah terhadap kota imam An-Nawawi di propinsi Dara’a. Peperangan itu mengawali kesuksesan mujahidin membebaskan kota Nawa dari cengkeraman pasukan rezim Nushairiyah Suriah.

Bagian awal dan akhir video memperlihatkan konvoi mujahidin Jabhah Nushrah memasuki kota Nawa. Di sepanjang jalan penduduk kota Nawa mengelu-elukan dan menyambut gembira keberhasilan mujahidin Jabhah Nushrah membebaskan kota mereka dari pengepungan rezim Nushairiyah Suriah. Pada bagian tersebut video disertai ceramah Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah.

Peperangan Tal Jabiyah

Pada Kamis pagi (24/4/2014) mujahidin Jabhah Nushrah, Liwa’ Al-Muhajirin wal Anshar, Jabhah Islamiyah, Liwa’ Al-Ummah dan kelompok-kelompok jihad lokal lainnya melakukan operasi gabungan untuk membebaskan wilayah Tal Jabiyah, propinsi Dara’a.

Melalui pertempuran sengit selama beberapa jam, mujahidin dengan izin Allah berhasil merebut dataran tinggi strategis yang selama ini menjadi markas Brigade 61 rezim Nushairiyah Suriah. Mujahidin merebut sejumlah besar meriam, senjata dan amunisi beragam jenis. Stasiun mata-mata Rusia dan Iran, beserta peralatan-peralatan komunikasi-telekomunikasi yang sangat canggih juga jatuh ke tangan mujahidin.

Dalam pertempuran sengit ini mujahidin berhasil menewaskan sejumlah besar tentara Nushairiyah dan sisanya melarikan diri. Segala puji bagi Allah semata.

Mujahidin berhasil merebut sejumlah meriam lapangan, meriam 57, meriam Shilka, sejumlah roket, dan sejumlah besar senjata dan amunisi beragam jenis.

Menggagalkan serangan pasukan Nushairiyah

Pada Jum’at pagi, 25 Jumadil Akhir 1435 H/25 April 2014 M satu pasukan rezim Nushairiyah Suriah berkekuatan sekitar 40 tentara melakukan serangan dalam upaya merebut kembali dataran tinggi Jabiyah. Namun pasukan Nushairiyah tersebut terperangkap dalam operasi penyergapan yang sangat matang dari pihak mujahidin, sehingga semua tentara Nushairiyah tersebut tewas.

Dalam peperangan yang penuh berkah ini beberapa mujahidin gugur sebagai syuhada’. Demikian persangkaan kami kepada mereka dan Allah-lah Yang kelak akan menghisab mereka. Kita memohon semoga Allah menerima mereka di sisi-Nya dan meninggikan derajat mereka.

Urgensi perang pembebasan Tal Jabiyah

Dataran tinggi Jabiyah merupakan wilayah yang sangat urgen bagi rezim Nushairiyah Suriah, dimana di dataran tinggi inilah berada markas Brigade 61, yang merupakan brigade terbesar rezim Nushairiyah di wilayah itu.

Dataran tinggi Jabiyah juga merupakan tempat pengoperasian stasiun mata-mata yang sangat penting, yaitu stasiun mata-mata Rusia dan stasiun mata-mata Iran. Di dataran tinggi Jabiyah juga terdapat stasiun perusak sinyal dan peralatan komunikasi-telekomunikasi yang sangat canggih.

Hal inilah yang mendorong rezim Nushairiyah Suriah untuk membombardir dataran tinggi Jabiyah, setelah dibebaskan mujahidin, dengan tembakan rudal-rudal guna menghancurkan peralatan canggih tersebut.

Dengan dibebaskannya dataran tinggi Jabiyah, mujahidin telah berhasil menghancurkan basis pertahanan terakhir Brigade 61 rezim Nushairiyah Suriah, sehingga kedudukan Brigade 61 sudah tamat riwayatnya. Segala puji bagi Allah.

Arti penting lainnya dari perang pembebasan dataran tinggi Jabiyah adalah membuka jalan guna membebaskan kota Nawa. Dataran tinggi Jabiyah terletak di sebelah barat kota Nawa yang dikepung oleh rezim Nushairiyah. Pengepungan itu telah menyebabkan penderitaan berat bagi penduduk muslim kota Nawa dan kawasan sekitarnya, baik desa-desa yang dekat maupun desa-desa yang jauh dari kota Nawa, seperti wilayah Nashiriyah, Sukariyah, Ghudair, Ma’laqah, Rufaid, Ashbah, Hajjah, Shaida, desa-desa dalam distrik Hauran barat dan lain-lain.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/video/video-perang-jabhah-nushrah-membebaskan-tal-jabiyah-dan-kota-imam-nawawi.html

Category: berita

0 36
ya nawa2

DARA’A (Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media mujahidin Jabhah Nushrah, pada hari Selasa (13/5/2014) merilis video “Membersihkan Tal Jabiyah dan Mematahkan Pengepungan terhadap Kota Nawa – Dara’a”.

Video berdurasi 14 menit tersebut mendokumentasikan pertempuran sengit membebaskan Tal Jabiyah dan mematahkan pengepungan rezim Nushairiyah terhadap kota imam An-Nawawi di propinsi Dara’a. Peperangan itu mengawali kesuksesan mujahidin membebaskan kota Nawa dari cengkeraman pasukan rezim Nushairiyah Suriah.

Bagian awal video memperlihatkan konvoi mujahidin Jabhah Nushrah memasuki kota Nawa. Di sepanjang jalan penduduk kota Nawa mengelu-elukan dan menyambut gembira keberhasilan mujahidin Jabhah Nushrah membebaskan kota mereka dari pengepungan rezim Nushairiyah Suriah. Pada bagian tersebut video disertai ceramah Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah.

Peperangan Tal Jabiyah

Pada Kamis pagi (24/4/2014) mujahidin Jabhah Nushrah, Liwa’ Al-Muhajirin wal Anshar, Jabhah Islamiyah, Liwa’ Al-Ummah dan kelompok-kelompok jihad lokal lainnya melakukan operasi gabungan untuk membebaskan wilayah Tal Jabiyah, propinsi Dara’a.

Melalui pertempuran sengit selama beberapa jam, mujahidin dengan izin Allah berhasil merebut dataran tinggi strategis yang selama ini menjadi markas Brigade 61 rezim Nushairiyah Suriah. Mujahidin merebut sejumlah besar meriam, senjata dan amunisi beragam jenis. Stasiun mata-mata Rusia dan Iran, beserta peralatan-peralatan komunikasi-telekomunikasi yang sangat canggih juga jatuh ke tangan mujahidin.

Dalam pertempuran sengit ini mujahidin berhasil menewaskan sejumlah besar tentara Nushairiyah dan sisanya melarikan diri. Segala puji bagi Allah semata.

Mujahidin berhasil merebut sejumlah meriam lapangan, meriam 57, meriam Shilka, sejumlah roket, dan sejumlah besar senjata dan amunisi beragam jenis.

Menggagalkan serangan pasukan Nushairiyah

Pada Jum’at pagi, 25 Jumadil Akhir 1435 H/25 April 2014 M satu pasukan rezim Nushairiyah Suriah berkekuatan sekitar 40 tentara melakukan serangan dalam upaya merebut kembali dataran tinggi Jabiyah. Namun pasukan Nushairiyah tersebut terperangkap dalam operasi penyergapan yang sangat matang dari pihak mujahidin, sehingga semua tentara Nushairiyah tersebut tewas.

Dalam peperangan yang penuh berkah ini beberapa mujahidin gugur sebagai syuhada’. Demikian persangkaan kami kepada mereka dan Allah-lah Yang kelak akan menghisab mereka. Kita memohon semoga Allah menerima mereka di sisi-Nya dan meninggikan derajat mereka.

Urgensi perang pembebasan Tal Jabiyah

Dataran tinggi Jabiyah merupakan wilayah yang sangat urgen bagi rezim Nushairiyah Suriah, dimana di dataran tinggi inilah berada markas Brigade 61, yang merupakan brigade terbesar rezim Nushairiyah di wilayah itu.

Dataran tinggi Jabiyah juga merupakan tempat pengoperasian stasiun mata-mata yang sangat penting, yaitu stasiun mata-mata Rusia dan stasiun mata-mata Iran. Di dataran tinggi Jabiyah juga terdapat stasiun perusak sinyal dan peralatan komunikasi-telekomunikasi yang sangat canggih.

Hal inilah yang mendorong rezim Nushairiyah Suriah untuk membombardir dataran tinggi Jabiyah, setelah dibebaskan mujahidin, dengan tembakan rudal-rudal guna menghancurkan peralatan canggih tersebut.

Dengan dibebaskannya dataran tinggi Jabiyah, mujahidin telah berhasil menghancurkan basis pertahanan terakhir Brigade 61 rezim Nushairiyah Suriah, sehingga kedudukan Brigade 61 sudah tamat riwayatnya. Segala puji bagi Allah.

Arti penting lainnya dari perang pembebasan dataran tinggi Jabiyah adalah membuka jalan guna membebaskan kota Nawa. Dataran tinggi Jabiyah terletak di sebelah barat kota Nawa yang dikepung oleh rezim Nushairiyah. Pengepungan itu telah menyebabkan penderitaan berat bagi penduduk muslim kota Nawa dan kawasan sekitarnya, baik desa-desa yang dekat maupun desa-desa yang jauh dari kota Nawa, seperti wilayah Nashiriyah, Sukariyah, Ghudair, Ma’laqah, Rufaid, Ashbah, Hajjah, Shaida, desa-desa dalam distrik Hauran barat dan lain-lain.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/05/16/jabhah-nushrah-merilis-video-perang-pembebasan-tal-jabiyah-dan-kota-imam-nawawi.html

Category: berita

0 13
Mujahidin Haralah Syam Al-Islam menguasai Tal Nasr

LATTAKIA (Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-’Uqaab, sayap media Mujahidin Harakah Syam Al-Islam, pada hari Kamis (17/4/2014) merilis video “Peperangan Al-Anfal”. Video yang berdurasi 9 menit 31 detik tersebut mendokumentasikan pertempuran sengit membebaskan markas pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah “Hizbullah” Lebanon di atas Tal [dataran tinggi] Nasr, Lattakia.

Mujahidin Kataib Anshar Asy-Syam, Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah [kedua kelompok jihad tersebut adalah unsur dalam Jabhah Islamiyah], Jabhah Nushrah, dan Harakah Syam Al-Islam sejak hari Kamis (20/3/2014) mengumumkan dimulainya operasi gabungan “Perang Al-Anfal di Pesisir” atau “Perang Harta Rampasan Perang di Pesisir” di propinsi Lattakia.

Operasi gabungan tersebut bertujuan untuk membebaskan kota Kasab, jalur penyeberangan Kasab [Suriah – Turki], pegunungan di sekitar kota Kasab, menara militer 45, dan desa Samrah yang berada di atas Laut Mediterania serta memiliki jalur menuju pantai Laut Mediterania.

Semua target yang telah disepakati tersebut berhasil diraih oleh mujahidin dalam fase pertama dari operasi “Peperangan Al-Anfal di Pesisir”. Diantara hasil dari operasi tersebut adalah menewaskan sejumlah besar pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah “Hizbullah” Lebanon, menewaskan komandan Pasukan Pertahanan Nasional Hilal Asad, dan menghancurkan tiga tank dan beberapa kendaraan militer rezim. Mujahidin juga merebut dua buah tank, beberapa meriam beragam kaliber dan sejumlah besar senjata ringan dan menengah.

Pada hari Senin (28/3/2014) keempat kelompok mujahidin tersebut kembali mengumumkan dimulainya tahap kedua operasi gabungan “Perang Al-Anfal di Pesisir”. Operasi tahap kedua tersebut semakin menyudutkan pasukan rezim Nushairiyah dan milisi-milisi Syiah bayarannya, dimana roket-roket dan mortar-mortar mujahidin mulai mencapai Qardahah, kota kelahiran Bashar Asad.

Dalam video ini diperlihatkan Amir Harakah Syam Al-Islam, Syaikh Abu Ahmad Al-Maghribi, memimpin langsung pengintaian dan penyerangan markas pasukan Nushairiyah di Tal [dataran tinggi] Nasr. Syaikh Abu Ahmad Al-Maghribi sendiri gugur dalam operasi gabungan mujahidin di Lattakia ini. Semoga Allah menerima-Nya dengan ridha-Nya dan menempatkannya dalam surga yang tertinggi Al-Firdaus.

Melalui pertempuran sengit mujahidin akhirnya berhasil merebut markas militer rezim Nushairiyah di atas Tal Nasr. Mayat-mayat tentara Nushairiyah bertebaran di lokasi pertempuran. Mujahidin menguasai gudang senjata dan amunisi. Beberapa buah tank, kendaraan, meriam, roket dan senjata ringan dalam jumlah besar berhasil dirampas oleh mujahidin dari atas Tal Nasr. Segala puji bagi Allah semata.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/video/video-harakah-syam-al-islam-perang-pembebasan-tal-nasr-di-lattakia.html

Category: berita

0 15
Mujahidin Haralah Syam Al-Islam bersiap sebelum berangkat melakukan serangan

LATTAKIA (Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-’Uqaab, sayap media Mujahidin Harakah Syam Al-Islam, pada hari Kamis (17/4/2014) merilis video “Peperangan Al-Anfal”. Video yang berdurasi 9 menit 31 detik tersebut mendokumentasikan pertempuran sengit membebaskan markas pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah “Hizbullah” Lebanon di atas Tal [dataran tinggi] Nasr, Lattakia.

Mujahidin Haralah Syam Al-Islam bersiap sebelum berangkat melakukan serangan

Mujahidin Kataib Anshar Asy-Syam, Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah [kedua kelompok jihad tersebut adalah unsur dalam Jabhah Islamiyah], Jabhah Nushrah, dan Harakah Syam Al-Islam sejak hari Kamis (20/3/2014) mengumumkan dimulainya operasi gabungan “Perang Al-Anfal di Pesisir” atau “Perang Harta Rampasan Perang di Pesisir” di propinsi Lattakia.

Operasi gabungan tersebut bertujuan untuk membebaskan kota Kasab, jalur penyeberangan Kasab [Suriah – Turki], pegunungan di sekitar kota Kasab, menara militer 45, dan desa Samrah yang berada di atas Laut Mediterania serta memiliki jalur menuju pantai Laut Mediterania.

Semua target yang telah disepakati tersebut berhasil diraih oleh mujahidin dalam fase pertama dari operasi “Peperangan Al-Anfal di Pesisir”. Diantara hasil dari operasi tersebut adalah menewaskan sejumlah besar pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah “Hizbullah” Lebanon, menewaskan komandan Pasukan Pertahanan Nasional Hilal Asad, dan menghancurkan tiga tank dan beberapa kendaraan militer rezim. Mujahidin juga merebut dua buah tank, beberapa meriam beragam kaliber dan sejumlah besar senjata ringan dan menengah.

Pada hari Senin (28/3/2014) keempat kelompok mujahidin tersebut kembali mengumumkan dimulainya tahap kedua operasi gabungan “Perang Al-Anfal di Pesisir”. Operasi tahap kedua tersebut semakin menyudutkan pasukan rezim Nushairiyah dan milisi-milisi Syiah bayarannya, dimana roket-roket dan mortar-mortar mujahidin mulai mencapai Qardahah, kota kelahiran Bashar Asad.

Dalam video ini diperlihatkan Amir Harakah Syam Al-Islam, Syaikh Abu Ahmad Al-Maghribi, memimpin langsung pengintaian dan penyerangan markas pasukan Nushairiyah di Tal [dataran tinggi] Nasr. Syaikh Abu Ahmad Al-Maghribi sendiri gugur dalam operasi gabungan mujahidin di Lattakia ini. Semoga Allah menerima-Nya dengan ridha-Nya dan menempatkannya dalam surga yang tertinggi Al-Firdaus.

Amir Mujahidin Haralah Syam Al-Islam memimpin langsung pengintaian dan penyerangan Tal Nasr

Amir Mujahidin Haralah Syam Al-Islam memimpin langsung pengintaian dan penyerangan Tal Nasr

Melalui pertempuran sengit mujahidin akhirnya berhasil merebut markas militer rezim Nushairiyah di atas Tal Nasr. Mayat-mayat tentara Nushairiyah bertebaran di lokasi pertempuran. Mujahidin menguasai gudang senjata dan amunisi. Beberapa buah tank, kendaraan, meriam, roket dan senjata ringan dalam jumlah besar berhasil dirampas oleh mujahidin dari atas Tal Nasr. Segala puji bagi Allah semata.

Mayat-mayat tentara Nushairiyah di atas Tal Nasr

Mayat-mayat tentara Nushairiyah di atas Tal Nasr

Mujahidin Haralah Syam Al-Islam menguasai Tal Nasr

Mujahidin Haralah Syam Al-Islam menguasai Tal Nasr

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/jihad/harakah-syam-al-islam-merilis-video-perang-pembebasan-tal-nasr-di-lattakia.html

Category: berita

0 34
buka11

DARA’A (Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media mujahidin Jabhah Nushrah, pada hari Kamis (24/4/2014) merilis video “Perang Membuka Jalan Pembebasan Kota Nawa yang Terkepung”. Video tersebut berdurasi 9 menit 46 detik tersebut mendokumentasikan operasi gabungan mujahidin di propinsi Dara’a untuk membuka jalan bagi membebaskan kota imam An-Nawawi yang terkepung.

Mujahidin Jabhah Nushrah bersama mujahidin Liwa’ Al-Muhajirin wal Anshar, Jabhah Islamiyah, Liwa’ Al-Ummah dan kelompok-kelompok jihad lokal lainnya menggelar operasi gabungan di propinsi Dara’a.

Bagian awal video memperlihatkan komandan mujahidin memberikan khutbah penggugah semangat jihad. Ia meminta kepada mujahidin untuk mengikhlaskan niat, sabar, teguh di medan perang dan yakin akan pertolongan Allah Ta’ala. Video kemudian memperlihatkan mujahidin melakukan pengamatan dan pengintaian yang cermat terhadap markas musuh yang menjadi target operasi gabungan.

Di pagi buta setelah melaksanakan shalat Shubuh berjama’ah mujahidin berangkat menuju sasaran. Regu-regu serbu mujahidin semakin mendekat menuju sasaran. Tank-tank Jabhah Nushrah dan kelompok mujahidin lainnya turut ambil bagian dalam serangan tersebut.

Serangan diawali dengan tembakan tank-tank, mortar, roket dan senjata mesin berat mujahidin. Selain mengguncangkan pasukan Nushairiyah, serangan berat tersebut memberikan perlindungan bagi regu-regu serbu mujahidin yang merangsek maju menuju sasaran.

buka4
buka6

Regu-regu serbu mujahidin kemudian terlibat dalam baku tembak sengit melawan pasukan Nushairiyah. Selain senjata ringan dan menengah, regu-regu serbu mujahidin juga menembakkan sejumlah roket anti tank. Video dengan jelas memperlihatkan mujahidin mengevakuasi seorang mujahid yang terluka saat baku tembak sengit.

Pertempuran sengit baru berjalan beberapa jam, Allah Ta’ala telah mengaruniakan kemenangan kepada mujahidin. Mayat tentara-tentara Nushairiyah bertebaran di lokasi pertempuran.

Mujahidin menguasai sepenuhnya markas Kompi Kendaraan rezim Nushairiyah Suriah. Dari dalam markas tersebut mujahidin memperoleh belasan tank, panser, truk militer dan kendaraan lainnya. Sejumlah besar senjata dan belasan peti amunisi beragam jenis juga menjadi harta rampasan perang mujahidin. Allahu akbar walhamdulillah.

buka9
buka10
buka11

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/05/14/jabhah-nushrha-merilis-video-perang-membuka-jalan-pembebasan-kota-imam-nawawi.html

Category: berita

0 14
burj 45

LATTAKIA (Arrahmah.com) – Mujahidin Kataib Anshar Asy-Syam, salah satu unsur dalam Jabhah Islamiyah, pada hari Rabu (16/4/2014) merilis bagian kedua dari video “Peperangan Al-Anfal: Saat-saat Paling Indah”. Video yang berdurasi 16 menit 46 detik tersebut mendokumentasikan pertempuran sengit melawan pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah “Hizbullah” Lebanon di Lattakia. Video itu disebar luaskan oleh akun resmi Jabhah Islamiyah, induk dari Kataib Anshar Asy-Syam, dan sejumlah situs pendukung revolusi Suriah.

Mujahidin Kataib Anshar Asy-Syam, Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah [kedua kelompok jihad tersebut adalah unsur dalam Jabhah Islamiyah], Jabhah Nushrah, dan Harakah Syam Al-Islam sejak hari Kamis (20/3/2014) mengumumkan dimulainya operasi gabungan “Perang Al-Anfal di Pesisir” atau “Perang Harta Rampasan Perang di Pesisir” di propinsi Lattakia.

Operasi gabungan tersebut bertujuan untuk membebaskan kota Kasab, jalur penyeberangan Kasab [Suriah – Turki], pegunungan di sekitar kota Kasab, menara militer 45, dan desa Samrah yang berada di atas Laut Mediterania serta memiliki jalur menuju pantai Laut Mediterania.

Semua target yang telah disepakati tersebut berhasil diraih oleh mujahidin dalam fase pertama dari operasi “Peperangan Al-Anfal di Pesisir”. Diantara hasil dari operasi tersebut adalah menewaskan sejumlah besar pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah “Hizbullah” Lebanon, menewaskan komandan Pasukan Pertahanan Nasional Hilal Asad, dan menghancurkan tiga tank dan beberapa kendaraan militer rezim. Mujahidin juga merebut dua buah tank, beberapa meriam beragam kaliber dan sejumlah besar senjata ringan dan menengah.

Pada hari Senin (28/3/2014) keempat kelompok mujahidin tersebut kembali mengumumkan dimulainya tahap kedua operasi gabungan “Perang Al-Anfal di Pesisir”. Operasi tahap kedua tersebut semakin menyudutkan pasukan rezim Nushairiyah dan milisi-milisi Syiah bayarannya, dimana roket-roket dan mortar-mortar mujahidin mulai mencapai Qardahah, kota kelahiran Bashar Asad.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/video/video-pertempuran-dahsyat-al-anfal-di-lattakia-bagian-2.html

Category: berita

0 16
silah10

DARA’A (Arrahmah.com) – Yayasan Al-Manarah Al-Baidha’m sayap media Mujahidin Jabhah Nushrah, pada hari Senin (21/4/2014) merilis video “Pembebasan Brigade Persenjataan – Dara’a”. Video berdurasi 16 menit 54 detik tersebut mendokumentasikan operasi gabungan Jabhah Nushrah dan beberapa kelompok jihad lokal Suriah lainnya dalam menyerang dan membebaskan markas Brigade Persenjataan rezim Nushairiyah di Dara’a utara.

Pada hari Jum’at, 26 Muharram 1435 H/29 November 2013 M setelah berserah diri kepada Allah semata dan melakukan persiapan serta perencanaan, para singa mujahidin Jabhah Nushrah bersama dengan beberapa brigade Islam lainnya melakukan penyerangan terhadap Brigade Persenjataan yang terletak di sebelah timur kota Bushra, Dara’a Utara.

Setelah melakukan pengepungan dan pertempuran sengit selama tiga hari, pada hari Ahad malam, 29 Muharram 1435 H/1 Desember 2013 M atas karunia Allah semata mujahidin berhasil memasuki markas Brigade Persenjataan dan menguasainya sepenuhnya. Mujahidin menembak mati komandan Brigade dan sejumlah tentara Nushairiyah yang berada di dalam Brigade.

Mujahidin juga menguasai semua gudang senjata milik Brigade, beserta sebuah tank, sebuah meriam kaliber 23 mm dan beberapa kendaraan. Segala puji bagi Allah semata.

Pengintaian dan pengamatan sasaran

Mujahidin melakukan pengintaian dan pengamatan dalam waktu yang lama terhadap Markas Brigade Persenjataan rezim Nushairiyah di sebelah timur kota Bushra, Dara’a Utara. Setelah data berhasil dihimpun secara cermat dan lengkap, mujahidin pun membuat rencana dan menentukan taktik serangan.

Shalat jama’ah sebelum serangan

Sebelum operasi serangan dilaksanakan, mujahidin melaksanakan shalat berjama’ah. Mereka memohon pertolongan dan kemenangan kepada Allah semata. Setelah itu komandan mujahidin memberikan ceramah penggugah semangat. Komandan menyitir firman Allah Ta’ala dalam surat Ash-Shaf tentang keutamaan iman dan jihad. Ia mengingatkan mujahidin untuk mengikhlaskan niat jihad mereka semata-mata demi menegakkan syariat Allah di muka bumi, bukan hanya di negeri Syam, dan membela kaum muslimin yang tertindas.

Jalannya pertempuran

Mujahidin kemudian berangkat menuju sasaran serangan. Mereka berjalan kaki melewati padang rumput, semak belukar, perbukitan dan medan yang berat untuk bisa mencapai markas Brigade Persenjataan. Tank, meriam dan persenjataan berat lainnya dikerahkan mujahidin untuk menyukseskan operasi gabungan ini.

Serangan mujahidin dimulai dengan persenjataan berat. Tank-tank mujahidin menghantam sasaran-sasaran berat di dalam kompleks markas Brigade Persenjataan. Saat tank-tank mujahidin menghancurkan sasaran-sasaran dalam markas Brigade Persenjataan, video memperlihatkan cuplikan khutbah jihad Syaikh Khalid Al-Husainan rahimahullah, ulama Al-Qaeda dari Kuwait yang gugur oleh serangan drone AS di Pakistan.

Mujahidin juga menembakkan meriam-meriam beragam kaliber. Mortar-mortar mujahidin mengguncangkan pasukan Nushairiyah dalam markas Brigade Persenjataan. Sementara itu senjata mesin menengah dan senjata mesin berat mujahidin terus memberondong pasukan Nushairiyah. Ledakan-ledakan keras dan asap tebal membumbung dari dalam markas Brigade Persenjataan.

Serangan persenjataan berat itu mengguncangkan mental dan menyibukkan pasukan Nushairiyah. Regu-regu serbu mujahidin kemudian merangsek maju dan melakukan tembakan gencar. Regu-regu mujahidin menyerbu maju dari beberapa arah. Tank-tank pasukan Nushairiyah di dalam markas Brigade Persenjataan berupaya keras menghalau serangan mujahidin, namun persenjataan berat mujahidin membalas tembakan tank-tank Nushairiyah tersebut.

Regu-regu serbu mujahidin akhirnya mencapai pinggiran pagar luas Brigade Persenjataan. Mereka terlibat baku tembak sengit dari jarak dekat. Sedikit demi sedikit mereka mampu mendesak pasukan Nushairiyah. Regu-regu serbu mujahidin akhirnya berhasil memasuki bagian luar kompleks Brigade Persenjataan.

Sebuah regu serbu mujahidin mencapai gerbang utama Brigade Persenjataan. Baku tembak semakin sengit dalam jarak puluhan meter saat mereka mencoba masuk ke dalam kompleks. Mereka akhirnya berhasil menerobos pagar kawat berduri di bagian luar dan memasuki halaman Brigade Persenjataan.

Kesuksesan regu pertama menguasai pintu gerbang utama disambut pekik takbir regu-regu serbu mujahidin lainnya. Mereka merangsek masuk ke dalam halaman Brigade Persenjataan dengan melewati pagar kawat berduri.

Dari berbagai arah regu-regu serbu mujahidin menghambur dan menembak dengan gencar Pasukan Nushairiyah. Peti-peti amunisi pasukan Nushairiyah berserakan dalam kompleks Brigade Persenjataan, karena pasukan Nushairiyah terus terdesak mundur tanpa sempat menyelamatkannya.

Mujahidin terus memburu pasukan Nushairiyah. Bivak-bivak, tenda-tenda dan bangunan-bangunan pertahanan mereka dalam kompleks Brigade Persenjataan dihujani tembakan senapan dan granat oleh mujahidin. Mujahidin menguasai sebagian besar bagian dari Brigade Persenjataan dan terus mendesak pasukan Nushairiyah.

Semua bangunan dalam markas Brigade Persenjataan akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya oleh mujahidin. Mayat tentara-tentara Nushairiyah berceceran dimana-mana. Sisa-sisa tentara Nushairiyah mencoba melarikan diri, namun mujahidin mengejar dan menembaki mereka dengan gencar hingga mereka bertumbangan. Mujahidin memekikkan takbir dan bersujud syukur setelah mereka sukses menguasai sepenuhnya Brigade Persenjataan.

Video kemudian memperlihatkan cuplikan khutbah jihad Syaikh Abu Yahya Al-Libi rahimahullah, salah seorang ulama dan komandan Al-Qaeda yang gugur oleh serangan drone salibis AS di Pakistan. Beliau mengingatkan mujahidin bahwa mereka berada di garis pertahanan terdepan umat Islam. Kemenangan mereka adalah kemenangan umat Islam dan kekalahan mereka adalah kekalahan umat Islam. Oleh karenanya beliau menyerukan kepada mujahidin untuk tetap teguh dan sabar.

Video kemudian memperlihatkan mujahidin melakukan penyisiran dan pemeriksaan dalam kompleks Brigade Persenjataan. Mayat-mayat tentara Nushairiyah berceceran dimana-mana dalam lokasi pertempuran.

Mujahidin menguasai gudang-gudang senjata dalam kompleks Brigade Persenjataan. Ratusan peti berisi amunisi beragam jenis diangkut mujahidin. Beberapa tank, panser, meriam, roket da mortar beragam jenis juga menjadi harta rampasan perang mujahidin. Mujahidin mengibarkan panji tauhid di atas bangunan markas Brigade Persenjataan. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/video/video-jabhah-nushrah-perang-pembebasan-brigade-persenjataan-di-daraa.html

Category: berita

0 23
silah6

DARA’A (Arrahmah.com) – Yayasan Al-Manarah Al-Baidha’m sayap media Mujahidin Jabhah Nushrah, pada hari Senin (21/4/2014) merilis video “Pembebasan Brigade Persenjataan – Dara’a”. Video berdurasi 16 menit 54 detik tersebut mendokumentasikan operasi gabungan Jabhah Nushrah dan beberapa kelompok jihad lokal Suriah lainnya dalam menyerang dan membebaskan markas Brigade Persenjataan rezim Nushairiyah di Dara’a utara.

Pada hari Jum’at, 26 Muharram 1435 H/29 November 2013 M setelah berserah diri kepada Allah semata dan melakukan persiapan serta perencanaan, para singa mujahidin Jabhah Nushrah bersama dengan beberapa brigade Islam lainnya melakukan penyerangan terhadap Brigade Persenjataan yang terletak di sebelah timur kota Bushra, Dara’a Utara.

Setelah melakukan pengepungan dan pertempuran sengit selama tiga hari, pada hari Ahad malam, 29 Muharram 1435 H/1 Desember 2013 M atas karunia Allah semata mujahidin berhasil memasuki markas Brigade Persenjataan dan menguasainya sepenuhnya. Mujahidin menembak mati komandan Brigade dan sejumlah tentara Nushairiyah yang berada di dalam Brigade.

Mujahidin juga menguasai semua gudang senjata milik Brigade, beserta sebuah tank, sebuah meriam kaliber 23 mm dan beberapa kendaraan. Segala puji bagi Allah semata.

Pengintaian dan pengamatan sasaran

Mujahidin melakukan pengintaian dan pengamatan dalam waktu yang lama terhadap Markas Brigade Persenjataan rezim Nushairiyah di sebelah timur kota Bushra, Dara’a Utara. Setelah data berhasil dihimpun secara cermat dan lengkap, mujahidin pun membuat rencana dan menentukan taktik serangan.

silah2b

Shalat jama’ah sebelum serangan

Sebelum operasi serangan dilaksanakan, mujahidin melaksanakan shalat berjama’ah. Mereka memohon pertolongan dan kemenangan kepada Allah semata. Setelah itu komandan mujahidin memberikan ceramah penggugah semangat. Komandan menyitir firman Allah Ta’ala dalam surat Ash-Shaf tentang keutamaan iman dan jihad. Ia mengingatkan mujahidin untuk mengikhlaskan niat jihad mereka semata-mata demi menegakkan syariat Allah di muka bumi, bukan hanya di negeri Syam, dan membela kaum muslimin yang tertindas.

silah3

Jalannya pertempuran

Mujahidin kemudian berangkat menuju sasaran serangan. Mereka berjalan kaki melewati padang rumput, semak belukar, perbukitan dan medan yang berat untuk bisa mencapai markas Brigade Persenjataan. Tank, meriam dan persenjataan berat lainnya dikerahkan mujahidin untuk menyukseskan operasi gabungan ini.

silah4

Serangan mujahidin dimulai dengan persenjataan berat. Tank-tank mujahidin menghantam sasaran-sasaran berat di dalam kompleks markas Brigade Persenjataan. Saat tank-tank mujahidin menghancurkan sasaran-sasaran dalam markas Brigade Persenjataan, video memperlihatkan cuplikan khutbah jihad Syaikh Khalid Al-Husainan rahimahullah, ulama Al-Qaeda dari Kuwait yang gugur oleh serangan drone AS di Pakistan.

Mujahidin juga menembakkan meriam-meriam beragam kaliber. Mortar-mortar mujahidin mengguncangkan pasukan Nushairiyah dalam markas Brigade Persenjataan. Sementara itu senjata mesin menengah dan senjata mesin berat mujahidin terus memberondong pasukan Nushairiyah. Ledakan-ledakan keras dan asap tebal membumbung dari dalam markas Brigade Persenjataan.

silah6
silah7

Serangan persenjataan berat itu mengguncangkan mental dan menyibukkan pasukan Nushairiyah. Regu-regu serbu mujahidin kemudian merangsek maju dan melakukan tembakan gencar. Regu-regu mujahidin menyerbu maju dari beberapa arah. Tank-tank pasukan Nushairiyah di dalam markas Brigade Persenjataan berupaya keras menghalau serangan mujahidin, namun persenjataan berat mujahidin membalas tembakan tank-tank Nushairiyah tersebut.

silah8
silah9

Regu-regu serbu mujahidin akhirnya mencapai pinggiran pagar luas Brigade Persenjataan. Mereka terlibat baku tembak sengit dari jarak dekat. Sedikit demi sedikit mereka mampu mendesak pasukan Nushairiyah. Regu-regu serbu mujahidin akhirnya berhasil memasuki bagian luar kompleks Brigade Persenjataan.

silah10

Sebuah regu serbu mujahidin mencapai gerbang utama Brigade Persenjataan. Baku tembak semakin sengit dalam jarak puluhan meter saat mereka mencoba masuk ke dalam kompleks. Mereka akhirnya berhasil menerobos pagar kawat berduri di bagian luar dan memasuki halaman Brigade Persenjataan.

silah11

Kesuksesan regu pertama menguasai pintu gerbang utama disambut pekik takbir regu-regu serbu mujahidin lainnya. Mereka merangsek masuk ke dalam halaman Brigade Persenjataan dengan melewati pagar kawat berduri.

Dari berbagai arah regu-regu serbu mujahidin menghambur dan menembak dengan gencar Pasukan Nushairiyah. Peti-peti amunisi pasukan Nushairiyah berserakan dalam kompleks Brigade Persenjataan, karena pasukan Nushairiyah terus terdesak mundur tanpa sempat menyelamatkannya.

Mujahidin terus memburu pasukan Nushairiyah. Bivak-bivak, tenda-tenda dan bangunan-bangunan pertahanan mereka dalam kompleks Brigade Persenjataan dihujani tembakan senapan dan granat oleh mujahidin. Mujahidin menguasai sebagian besar bagian dari Brigade Persenjataan dan terus mendesak pasukan Nushairiyah.

Semua bangunan dalam markas Brigade Persenjataan akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya oleh mujahidin. Mayat tentara-tentara Nushairiyah berceceran dimana-mana. Sisa-sisa tentara Nushairiyah mencoba melarikan diri, namun mujahidin mengejar dan menembaki mereka dengan gencar hingga mereka bertumbangan. Mujahidin memekikkan takbir dan bersujud syukur setelah mereka sukses menguasai sepenuhnya Brigade Persenjataan.

silah12
silah13

Video kemudian memperlihatkan cuplikan khutbah jihad Syaikh Abu Yahya Al-Libi rahimahullah, salah seorang ulama dan komandan Al-Qaeda yang gugur oleh serangan drone salibis AS di Pakistan. Beliau mengingatkan mujahidin bahwa mereka berada di garis pertahanan terdepan umat Islam. Kemenangan mereka adalah kemenangan umat Islam dan kekalahan mereka adalah kekalahan umat Islam. Oleh karenanya beliau menyerukan kepada mujahidin untuk tetap teguh dan sabar.

Video kemudian memperlihatkan mujahidin melakukan penyisiran dan pemeriksaan dalam kompleks Brigade Persenjataan. Mayat-mayat tentara Nushairiyah berceceran dimana-mana dalam lokasi pertempuran.

Mujahidin menguasai gudang-gudang senjata dalam kompleks Brigade Persenjataan. Ratusan peti berisi amunisi beragam jenis diangkut mujahidin. Beberapa tank, panser, meriam, roket da mortar beragam jenis juga menjadi harta rampasan perang mujahidin. Mujahidin mengibarkan panji tauhid di atas bangunan markas Brigade Persenjataan. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.

silah15
silah16
silah17

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/05/12/jabhah-nushrah-merilis-video-perang-pembebasan-brigade-persenjataan-daraa.html

Category: berita

0 50
Ledakan 40 ton bom meluluh lantakkan posko militer Shahabah

IDLIB (Arrahmah.com) – Menggali terowongan panjang menuju markas pasukan Nushairiyah, kemudian memasang bom dan meledakkannya kini menjadi tren baru operasi mujahidin Suriah. Jabhah Nushrah pertama kali memakai taktik militer tersebut saat meluluh lantakkan markas pasukan rezim Nushairiyah pada Justice Palace di kota Aleppo Lama. Taktik militer yang brilian itu diulangi oleh Jabhah Nushrah dalam pertempuran di Homs.

Setelah itu mujahidin Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah, salah satu unsur dalam Jabhah Islamiyah, melakukan taktik serupa saat meluluh lantakkan asrama militer pasukan Nushairiyah Suriah pada Hotel Carlton, juga di kota Aleppo Lama pada Kamis (8/5/2014).

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada hari Senin (5/5/2014), mujahidin Liwa’ Shuqur Asy-Syam, salah satu unsur dalam Jabhah Islamiyah, bekerjasama dengan mujahidin Hai’ah Duru’ Ats-Tsaurah menggunakan taktik yang sama di kota Ma’arrah An-Nu’man, propinsi Idlib.

Kedua kelompok jihad itu menggelar operasi gabungan “Kawah Api Kebenaran” di kota Ma’arrah An-Nu’man. Target mereka adalah meluluh lantakkan posko militer Shahabah milik pasukan rezim Nushairiyah Suriah. Posko militer Shahabah terletak di sebelah barat kamp militer Wadi Dhaif, kota Ma’arrah An-Nu’man. Posko militer Shahabah merupakan pintu gerbang pertama dan garis pertahanan terdepan untuk bisa menyerang masuk ke dalam kamp militer Wadi Dhaif.

Mujahidin Liwa’ Shuqur Asy-Syam dan Hai’ah Duru’ Ats-Tsaurah melakukan kerja luar biasa berat untuk menyukseskan operasi ini. Mereka harus menggali terowongan menuju posko militer Shahabah yang terdiri dari tiga bangunan. Proses penggalian terowongan hingga sampai di bagian dalam posko militer Shahabah memakan waktu lebih dari 45 hari.

Setelah terowongan panjang itu siap, mujahidin memasang lebih dari 40 ton bom di dalam terowongan tepat di bawah ketiga bangunan posko militer Shahabah. Sebagian bom tersebut adalah TNT yang berdaya ledak sangat tinggi.

“Kita saat ini tepat berada di bawah posko militer Shahabah, di sebelah barat kamp militer Wadi Dhaif. Dengan izin Allah, kami akan meluluh lantakkan posko militer Shahabah. Kami akan menyerang mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka,” kata seorang mujahid dari dalam terowongan di bawah posko militer Shahabah.

Seorang komandan Liwa’ Shuqur Asy-Syam berkumpul bersama beberapa orang mujahid sebelum rangkaian peledakan 40 ton bom itu dilakukan.

“Dengan nama Allah, sebentar lagi kita akan meledakkan dan meluluh lantakkan posko militer Shahabah, sebuah posko militer di sebelah barat laut kamp militer Wadi Dhaif,” katanya kepada wartawan Jabhah Islamiyah.

Ledakan 40 ton bom itu sukses meluluh lantakkan posko militer Shahabah. Akun resmi Jabhah Islamiyah menyebutkan bahwa berdasar data awal yang berhasil dihimpun, sedikitnya 40 tentara Nushairiyah tewas dalam serangan heroik tersebut. Video yang dirilis oleh Jabhah Islamiyah memperlihatkan tubuh tentara-tentara Nushairiyah berceceran di udara saat ledakan dahsyat itu terjadi. Mujahidin kemudian menghujani sisa-sisa pasukan Nushairiyah dengan tembakan senjata mesin DShK.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/video/video-mujahidin-meluluh-lantakkan-posko-militer-rezim-di-kota-maarah-an-nukman-dengan-40-ton-bom-lewat-terowongan.html

0 43
Komandan mujahidin menerangkan rencana dan taktik operasi gabungan

IDLIB (Arrahmah.com) – Menggali terowongan panjang menuju markas pasukan Nushairiyah, kemudian memasang bom dan meledakkannya kini menjadi tren baru operasi mujahidin Suriah. Jabhah Nushrah pertama kali memakai taktik militer tersebut saat meluluh lantakkan markas pasukan rezim Nushairiyah pada Justice Palace di kota Aleppo Lama. Taktik militer yang brilian itu diulangi oleh Jabhah Nushrah dalam pertempuran di Homs.

Setelah itu mujahidin Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah, salah satu unsur dalam Jabhah Islamiyah, melakukan taktik serupa saat meluluh lantakkan asrama militer pasukan Nushairiyah Suriah pada Hotel Carlton, juga di kota Aleppo Lama pada Kamis (8/5/2014).

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada hari Senin (5/5/2014), mujahidin Liwa’ Shuqur Asy-Syam, salah satu unsur dalam Jabhah Islamiyah, bekerjasama dengan mujahidin Hai’ah Duru’ Ats-Tsaurah menggunakan taktik yang sama di kota Ma’arrah An-Nu’man, propinsi Idlib.

Kedua kelompok jihad itu menggelar operasi gabungan “Kawah Api Kebenaran” di kota Ma’arrah An-Nu’man. Target mereka adalah meluluh lantakkan posko militer Shahabah milik pasukan rezim Nushairiyah Suriah. Posko militer Shahabah terletak di sebelah barat kamp militer Wadi Dhaif, kota Ma’arrah An-Nu’man. Posko militer Shahabah merupakan pintu gerbang pertama dan garis pertahanan terdepan untuk bisa menyerang masuk ke dalam kamp militer Wadi Dhaif.

Komandan mujahidin menerangkan rencana dan taktik operasi gabungan

Mujahidin Liwa’ Shuqur Asy-Syam dan Hai’ah Duru’ Ats-Tsaurah melakukan kerja luar biasa berat untuk menyukseskan operasi ini. Mereka harus menggali terowongan menuju posko militer Shahabah yang terdiri dari tiga bangunan. Proses penggalian terowongan hingga sampai di bagian dalam posko militer Shahabah memakan waktu lebih dari 45 hari.

Setelah terowongan panjang itu siap, mujahidin memasang lebih dari 40 ton bom di dalam terowongan tepat di bawah ketiga bangunan posko militer Shahabah. Sebagian bom tersebut adalah TNT yang berdaya ledak sangat tinggi.

Mujahidin tepat berada dalam terowongan tepat di bawah bangunan posko militer Shahabah

Mujahidin tepat berada dalam terowongan tepat di bawah bangunan posko militer Shahabah

“Kita saat ini tepat berada di bawah posko militer Shahabah, di sebelah barat kamp militer Wadi Dhaif. Dengan izin Allah, kami akan meluluh lantakkan posko militer Shahabah. Kami akan menyerang mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka,” kata seorang mujahid dari dalam terowongan di bawah posko militer Shahabah.

Seorang komandan Liwa’ Shuqur Asy-Syam berkumpul bersama beberapa orang mujahid sebelum rangkaian peledakan 40 ton bom itu dilakukan.

Komandan mujahidin Liwa' Shuqur Asy-Syam bersiap memimpin peledakan 40 ton bom dalam terowongan

Komandan mujahidin Liwa’ Shuqur Asy-Syam bersiap memimpin peledakan 40 ton bom dalam terowongan

“Dengan nama Allah, sebentar lagi kita akan meledakkan dan meluluh lantakkan posko militer Shahabah, sebuah posko militer di sebelah barat laut kamp militer Wadi Dhaif,” katanya kepada wartawan Jabhah Islamiyah.

Ledakan 40 ton bom itu sukses meluluh lantakkan posko militer Shahabah. Akun resmi Jabhah Islamiyah menyebutkan bahwa berdasar data awal yang berhasil dihimpun, sedikitnya 40 tentara Nushairiyah tewas dalam serangan heroik tersebut. Video yang dirilis oleh Jabhah Islamiyah memperlihatkan tubuh tentara-tentara Nushairiyah berceceran di udara saat ledakan dahsyat itu terjadi.

Ledakan 40 ton bom meluluh lantakkan posko militer Shahabah

Ledakan 40 ton bom meluluh lantakkan posko militer Shahabah

Ledakan 40 ton bom meluluh lantakkan posko militer Shahabah

Ledakan 40 ton bom meluluh lantakkan posko militer Shahabah

Ledakan 40 ton bom meluluh lantakkan posko militer Shahabah

Ledakan 40 ton bom meluluh lantakkan posko militer Shahabah

Mujahidin kemudian menghujani sisa-sisa pasukan Nushairiyah dengan tembakan senjata mesin DShK.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/jihad/taktik-baru-mujahidin-suriah-gali-terowongan-dan-ledakkan-puluhan-bom-di-bawah-markas-militer.html

0 44
Salah satu tank pasukan Nushairiyah yang direbut mujahidin dari gudang senjata 559 di Qalamoun timur

QALAMOUN (Arrahmah.com) – Mujahidin Jabhah Islamiyah, berhasil merebut gudang senjata dan amunisi 559 di kota Qalamoun timur, distrik Qalamoun, propinsi pinggiran Damaskus.

Akun resmi Jabhah Islamiyah melaporkan bahwa mujahidin Jaisyul Islam pada hari Ahad (4/5/2014) berhasil merebut gudang senjata dan amunisi 559 dari tangan pasukan rezim Nushairiyah Suriah di kota Qalamoun timur. Gudang senjata 559 merupakan gudang senjata milik Angkatan Udara rezim Suriah dan terletak di dekat bandara militer Seen, kota Qalamoun.

Kesuksesan itu diraih setelah mujahidin melakukan pertempuran sengit dengan pasukan Nushairiyah dan milisi Syiah di kota Qalamoun timur. Dalam pertempuran sengit di sekitar gudang senjata 559, mujahidin Jaisyul Islam atas karunia Allah semata berhasil menghancurkan meriam kaliber 23 mm dan beberapa buah tank milik pasukan Nushairiyah. Puluhan tentara Nushairiyah tewas dalam pertempuran sengit tersebut.

youtu.be/WczK5hndS2c

youtu.be/eth4upIV4bM

Video singkat yang dirilis Jabhah Islamiyah memperlihatkan beberapa buah tank yang berhasil direbut mujahidin. Kebakaran dan asap tebal masih terlihat dari bekas lokasi pertempuran.

Pada hari Senin (5/5/2014) pasukan Nushairiyah melakukan serangan untuk merebut kembali gudang senjata 559. Serangan itu dilakukan dari lima arah secara serentak. Namun mujahidin berhasil mengagalkan serangan tersebut. Sedikitnya tiga buah tank pasukan penyerang berhasil dihancurkan oleh mujahidin. Puluhan tentara Nushairiyah juga tewas dalam usaha yang gagal tersebut.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/05/09/jabhah-islamiyah-merebut-gudang-senjata-rezim-nushairiyah-di-kota-qalamoun-timur.html

0 21
Mujahidin Jabhah Islamiyah menghancurkan markas pasukan Nushairiyah dalam Hotel Carlton - Aleppo Lama

ALEPPO (Arrahmah.com) – Dalam lanjutan pertempuran sengit di Aleppo mujahidin Jabhah Islamiyah memberikan pukulan berat kepada pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah. Mujahidin Jabhah Islamiyah berhasil meluluh lantakkan Hotel Carlton yang telah dialih fungsikan menjadi markas pasukan Nushairiyah di kota Aleppo Lama, propinsi Aleppo.

Akun resmi Jabhah Islamiyah merilis video singkat pertempuran sengit pada hari Kamis (8/5/2014) di kota Aleppo Lama. Mujahidin Jabhah Islamiyah berhasil menghancurkan Hotel Carlton dengan bom-bom, roket dan mortar. Ledakan keras disusul oleh asap tebal memenuhi lokasi sekitar runtuhnya bangunan Hotel Carlton.

Pasca ledakan tersebut, baku tembak sengit berlanjut. Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti jumlah tentara Nushairiyah yang tewas dan cedera akibat peledakan Hotel Carlton tersebut.

Mujahidin Jabhah Nushrah, Jabhah Islamiyah, Harakah Fajr Asy-Syam Al-Islamiyah dan Jaisyul Mujahidin di propinsi Aleppo dan pinggiran Aleppo bergabung dalam Kamar Operasi Gabungan Penduduk Syam sejak beberapa bulan terakhir. Operasi gabungan mereka berhasil mendesak kembali pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah di kedua propinsi Suriah utara tersebut.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/05/09/jabhah-islamiyah-meledakkan-markas-pasukan-rezim-di-hotel-carlton-aleppo.html