Home Cari

tsunami di sulawesi 2014 - Hasil Pencarian

Jika Anda merasa hasil pencarian kurang akurat, coba deh cari dengan kata kunci yang berbeda :)

Tsunami Di Sulawesi 2014


We provide another result for Tsunami Di Sulawesi 2014 at other webs or blogs around the world. This page powered by Google, Yahoo and Bing. You can search anything or different keyword using our powerful Search Form below:


Article Tsunami Di Sulawesi 2014 on other source:

0 34
Pantai Balekambang, Kabupaten Malang

MALANG (Arrahmah.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyiarkan waspada tsunami, pasca dikeluarkannya peringatan dini dari Indonesia Tsunami Early Warning Center (InaTEWS) oleh BMKG.

Kepala BPBD, Hafie Lutfie menjelaskan, pihaknya sudah menyebarkan himbauan kepada para camat yang lokasinya dekat pantai agar waspada bahaya tsunami Rabu (2/4/2014) malam.

“Imbauan waspada tsunami sudah kami kirimkan malam ini,” tegasnya, tulis Beritajatim.com malam ini.

Masyarakat dipesisir pantai selatan Malang, kata Hafie, dihimbau meningkatkan kewaspadaannya. Saat ini terdapat enam kawasan pantai wisata yang banyak di kunjungi oleh wisatawan serta berdekatan dengan pemukiman warga.

Perkampungan nelayan yang dekat dengan Samudera Indonesia itu antara lain, Pantai Gua China, Tamban, Sendang Biru, dan daerah pesisir pantai selatan seperti toko wisata di Pantai Balekambang dan Ngliyep.

“Surat himbauan juga kami alamatkan kepada Dinas Pariwisata, supaya wisatawan yang mengunjungi pantai tersebut agar waspada,” tuturnya.

Lutfie melanjutkan, gelombang tsunami bisa saja terjadi dan berpotensi datang pada malam hingga dini hari. Hanya saja, prediksi tersebut tidak selalu benar karena pihaknya tidak bisa menduga lempengan laut mana yang bisa saja patah sewaktu-waktu dan menyebabkan naiknya gelombang ombak.

“Yang kami khawatirkan justru pemukiman warga yang dekat dengan pantai, seperti di pantai Tamban, Sumbermanjing Wetan,” tegasnya.

Meski potensi tsunami di kawasan Kabupaten Malang tidak terlalu besar seperti di Banyuwangi dan daerah pantai utara lainnya, kewaspadaan tetap dilakukan.

“Waspada tetap, karena kita tidak bisa menduga kapan tsunami akan datang. Selain itu cuaca buruk seperti angin kencang ini patut diwaspadai,” bebernya.

Sementara itu, Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sekitar 115 lokasi di kabupaten/kota dari 19 provinsi di Indonesia akan berpotensi terjadi tsunami.

Tinggi potensi tsunami 0 – 0,5 meter. Waktu kedatangan tsunami pada Kamis (3/4) pukul 05.11 wib hingga 19.44 Wib. Status peringatan adalah WASPADA.

Daerah pesisir seperti Provinsi Papua Kota Jayapura, Jayapura, Sarmi, Waropen, Biak Numfor, dan Supiori diperkirakan akan berpotensi terjadi tsunami pada pukul 05.11 hingga 05.51 Wib.

Demikian pula daerah lain seperti di Malut, Maluku, Papua Barat, Banten, Jatim, DIY, Jateng, Jabar, Lampung, NTB, NTT, Bali, Sulawesi dan Kaltim juga berpotensi tsunami dengan tinggi 0 – 0,5 meter dengan waktu bervariasi.

(azm/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/02/waspada-tsunami-untuk-warga-pesisir-selatan-malang.html

0 179
Banjir bandang Manado. Beberapa petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Sulut membantu warga menyeberangai banjir di Kelurahan Wenang, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (15/1). Akibat hujan deras mengakibatkan sedikitnya delapan kecamatan di Manado terendam banjir. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)

MANADO (Arrahmah.com) – Banjir bandang mirip Tsunami telah meluluh lantahkan kota Manado, Rabu pagi hingga siang hari ini. Begitu kuatnya arus air bah, menghanyutkan golondongan kayu dan material rumah hingga mobil minibus.

Berita berjalan sebuah stasiun televisi menulis korban banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara, hingga malam ini pukul 23.00 mencapai 15 orang yang tewas.

Sementara, sedikitnya 40 ribu jiwa mengungsi akibat banjir bandang yang melanda Manado, Sulawesi Utara. Ribuan orang itu mengisi kantung-kantung pengungsian yang menyebar di 10 titik setiap kecamatan.

Kepala BPBD Kota Manado Maximilian Tatahede mengatakan warga yang rumahnya terendam banjir telah berada di pengungsian.

Pihaknya mengevakuasi warga yang terjebak banjir di dalam rumahnya dan membantu untuk pindah ke lokasi yang lebih aman.

“Jumlah pengungsi memang mencapai 40 ribu, itu seluruh Manado, sementara mereka lebih aman berada di lokasi pengungsian yang tidak terdampak banjir,” jelas Maximilian kepada media Rabu (15/1/2014).

Seperti telah diberitakan, banjir bandang menerjang ibu kota Sulut ini, 75 % wilayah Manado habis disapu air bah, membuat warganya lumpuh.. Warga terisolasi, jalan terputus, beberapa rumah hanyut. Musibah itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. (azm/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/01/15/tsunami-manado-15-tewas-dan-40-ribu-mengungsi.html