Home Cari

sejarah taliban melawan as - Hasil Pencarian

Jika Anda merasa hasil pencarian kurang akurat, coba deh cari dengan kata kunci yang berbeda :)

Sejarah Taliban Melawan As


We provide another result for Sejarah Taliban Melawan As at other webs or blogs around the world. This page powered by Google, Yahoo and Bing. You can search anything or different keyword using our powerful Search Form below:


Article Sejarah Taliban Melawan As on other source:

0 77
aqap statement

SHAN’A (Arrahmah.com) – Mujahidin Al-Qaeda in Arabic Peninsula (AQAP) atau Al-Qaeda di Semenanjuang Arab, dalam sebuah peryataan resmi dmengucapkan bela sungkawa atas gugurnya pemimpin Tehrik-e- Taliban Pakistan (TTP) Syaikh Hakimullah Mehsud. AQAP dan sudaranya. Dalam ungkapan bela sungkawa tersebut, AQAP juga menyerukan kepada rakyat muslim Pakistan untuk terus melawan pelanggaran kedaulatan wilayah Pakistan oleh penjajah salibis Amerika. AQAP juga menyeru rakyat muslim Pakistan untuk menggulingkan pemerintahan boneka Pakistan. Berikut terjemahan pernyataannya:

***

Tanzhim Al-Qaeda di Semenanjung Arab.

Penjelasan no. 71 Ungkapan belasungkawa atas gugurnya komandan Hakimullah Mahsud rahimahullah

Segala puji bagi Allah Yang telah berfirman:

وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Dan janganlah kamu sekali-kali menyangka bahwa orang yang terbunuh di jalan Alalh itu adalah orang yang telah mati, justru mereka adalah orang-orang yang hidup dan mendapat limpahan rizki [di sisi Allah].” (QS. Ali Imran [3]: 169)

Shalawat dan salamsenantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah yang telah bersabda:

لَوَدِدْتُ أَنِّي أَغْزُو فِي سَبِيلِ اللهِ فَأُقْتَلُ، ثُمَّ أَغْزُو فَأُقْتَلُ، ثُمَّ أَغْزُو فَأُقْتَلُ

“Sungguh aku ingin berperang di jalan Allah, kemudian aku terbunuh, kemudian aku hidup dan berperang lagi, kemudian aku terbunuh, kemudian aku hidup dan berperang lagi, kemudian aku terbunuh.” (HR. Bukhari no. 7227 dan Muslim no. 1867), Amma ba’du.

Kami telah menerima dengan perasaan sedih dan kehilangan, berita gugurnya komandan Hakimullah Mahsud dan beberapa ikhwan yang bersamanya oleh serangan udara Amerika yang pengecut. Kami memohon kepada Allah semoga menerima orang-orang yang gugur tersebut dalam golongan syuhada’ dan meninggikan derajat mereka di dalam surga. Maka kami menyampaikan ungkapan bela sungkawa kepada seluruh kaum muslimin atas gugurnya sang komandan mujahidin yang perwira ini, yang bersama saudara-saudaranya suku-suku di Waziristan telah memerankan peranan bersejarah dalam berjihad dan melawan invasi salibis Amerika terhadap Afghanistan. Mereka membuka hati dan rumah mereka lebar-lebar bagi saudara-saudara mereka, kaum muhajirin, dan mereka telah mempersembahkan pengorbanan paling agung dengan darah putra-putra mereka.

Secara khusus kami menyampaikan ungkapan bela sungkawa kepada bangsa muslim Pakistan yang gigih lagi mulia, di mana kami memandang mereka dengan segenap penghormatan dan penghargaan. Dalam kesempatan ini kami menghasung mereka untuk melanjutkan perlawanan mereka terhadap salibis Amerika yang terang-terangan melanggar kedaulatan negeri-negeri muslimin. Hendaknya mereka berusaha untuk menyingkirkan pemerintah boneka yang silih-berganti memperjual belikan darah kaum muslimin demi mendapatkan sedikit harta haram, sebuah pemerintahan yang memperdagangkan penderitaan kaum muslimin dan meraih makanan dari luka-luka mereka.

Di akhir ungkapan bela sungkawa ini, kami mengingatkan seluruh kaum muslimin bahwa gugurnya para komandan dan pemimpin mujahidin akan menambah besarnya kobaran api jihad dan memenuhi hati kaum muslimin dengan rasa kemarahan kepada musuh-musuh Islam. Perjalan jihad akan terus berlanjut, dengan izin Allah Ta’ala semata, sampai para penjajah kafir keluar dari negeri-negeri kaum muslimin dan [syariat] Islam berkuasa di seluruh penjuru dunia. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Akhir dari seruan kami adalah segala puji bagi Allah semata, Rabb seluruh alam
Doakanlah saudara-saudara kalian mujahidin

Saudara-saudara kalian pada Tanzhim Al-Qaeda Semenanjung Arabia

Sumber: Al-Fajr Media Center

(siraaj/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/jihad/belasungkawa-gugurnya-hakimullah-mehsud-aqap-serukan-rakyat-rakyat-pakistan-melawan-pemerintah-boneka.html

0 10
Pesan audio terbaru Amir Jabhah Nushrah Syaikh Al Fatih Abu MUhammad Al Jaulani (hafizahullah)

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Yayasan Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media mujahidin Jabhah Nushrah, pada hari Ahad, 4 Dzulhijah 1435 H bertepatan dengan 28 September 2014 M merilis pesan audio Amir Jabhah Nushrah, Asy-Syaikh Al-Fatih Abu Muhammad Al-Jaulani hafizhahullah. Pesan audio tersebut berdurasi 25 menit 54 detik dan diberi judul “Bagi orang-orang yang memenuhi janji, berkorban adalah perkara ringan“.

Pesan audio tersebut dirilis sebagai respon atas invasi militer aliansi salibis Amerika – Arab terhadap kaum muslimin dan mujahidin di Suriah. Penjajah salibis Amerika Serikat dan lima boneka Arabnya telah membombardir kaum muslimin dan mujahidin di Suriah sejak Senin (22/9/2014) malam. Serangan militer biadab tersebut telah membunuh puluhan mujahidin, termasuk dari kelompok Jabhah Nushrah, dan penduduk sipil muslim di propinsi Aleppo, Idlib, dan Raqqah.

Dalam pesan audio tersebut, Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani memberikan beberapa peringatan dan nasehat penting. Beliau memulai peringatan dan nasehat tersebut kepada rakyat Amerika Serikat dan Eropa, dengan harapan mereka berperan aktif untuk menghentikan serangan militer biadab pemerintah mereka di Suriah. Peringatan dan nasehat untuk rakyat Amerika dan Eropa tersebut berdurasi 11 menit 49 detik, merupakan bagian terpanjang dari pesan audio Syaikh Al-Jaulani.

Berikut ini adalah terjemahan dari peringatan dan nasehat Syaikh Al-Jaulani kepada rakyat Amerika Serikat dan Eropa tersebut.

YAYASAN MEDIA AL-MANARATUL BAIDHA’

Mempersembahkan:

BAGI ORANG-ORANG YANG MEMENUHI JANJI, BERKORBAN ADALAH PERKARA RINGAN

Oleh: Syaikh Al-Fatih Abu Muhammad Al Jaulani – Hafizhahullah –

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasul-Nya yang terpercaya, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du

Dalam suasana aliansi salibis baru terhadap kaum muslimin di negeri Syam dibawah pimpinan panji Amerika Serikat, maka harus ada beberapa renungan yang kami sebutkan sebagai bentuk nasehat kepada kaum muslimin dan ancaman peringatan kepada orang-orang kafir. Dengan meminta taufik Allah, kami katakan:

Sejak terjadinya demonstrasi-demonstrasi di negeri Syam, munculnya panji jihad dan diangkatnya senjata melawan rezim Nushairiyah Suriah, Amerika Serikat telah berupaya dengan sangat jelas untuk mengaborsi amal jihad melalui beragam sarana. Dimulai dengan menempatkan Jabha Nushrah dalam daftar kelompok internasional, jauh sebelum Jabhah Nushrah mengumumkan keterikatannya dengan tanzhim Qa’idatul Jihad. Lalu dilanjutkan dengan upaya-upaya “menciptakan” pimpinan-pimpinan politik melalui apa yang dinamakan dengan “Aliansi Nasional Suriah” untuk menjadikan mereka sebagai para pemimpin bagi rakyat Syam.

Para pemimpin politik dalam Aliansi Nasional Suriah agenda-agenda Barat dengan penuh kerelaan dan ketaatan. Hal itu dilakukan setelah kemenangan demi kemenangan yang berhasil diraih oleh mujahidin. Para pemimpin politik tersebut menampakkan dirinya seolah-olah membantu kita, padahal sebenarnya mereka adalah penyakit dan pembawa virus kematian bagi kita. Makar tersebut bertujuan mengeluarkan negeri Syam dari hegemoni Iran agar jatuh ke bawah hegemoni Barat.

Namun makar tersebut mendapatkan beberapa hambatan, diantaranya yang paling menonjol adalah:

Pertama, munculnya panji Islam yang sangat terang, seluruh kaum muslimin bangga mengusungnya dan berkumpul di sekitarnya, lalu sikap kaum muslimin dan seluruh rakyat Syam yang berdiri di pihak mujahidin.

Kaum muslimin dan rakyat Syam telah mengetahui bahwa tidak ada jalan bagi mereka untuk terepas dari kezaliman dan penindasan rezim Nushairiyah, kecuali dengan berpegang teguh dengan mujahidin. Diantara penghalang yang mencegah Barat untuk melakukan intervensi militer adalah ketiadaan alasan pembenaran bagi intervensi tersebut, yang tentu saja alasan pembenaran kini telah disediakan secara lengkap untuk mereka oleh tandzim Daulah (ISIS).

Kedua, kemunduran militer yang dialami oleh Barat setelah peperangan di Afghanistan dan Irak. hal itu adalah pengalaman yang penuh dengan pelajaran, bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Nampak bagi kita bahwa Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya memiliki pemahaman yang dangkal. Mereka tidak mampu memahami pelajaran tersebut secara sempurna, seakan-akan mereka masih melihat kawasan [Timur Tengah] ini seperti kawasan saat belum munculnya panji jihad di sana.

Disini ada baiknya kami menjelaskan kepada mereka beberapa pelajaran yang mereka lalai memahaminya, semoga mereka kembali mengevaluasi kesadaran mereka sebelum mereka bertindak membabi-buta. Sebab mereka akan berdiri di pinggir kawah gunung berapi, yang hanya sejarak satu anak panah atau dua anak panah lagi akan meletus.

Kawasan yang disebut Timur Tengah adalah kawasan gunung-gunung berapi, dan sampai hari ini keadaannya masih seperti itu. Tiada seorang pun yang meletakkan salah satu tangannya atau salah satu kakinya di dalam gunung berapi tersebut, melainkan ia telah mempertaruhkan eksistensi imperiumnya atau kerajaannya, berapapun besarnya imperium tersebut atau berapapun bertambah kuatnya imperium tersebut.

Hal itu karena dua faktor:

Faktor pertama adalah karena Barat masih saja memandang bangsa-bangsa muslim dari sudut pandang para penguasa bangsa-bangsa muslim. Sudah tentu para penguasa bangsa-bangsa muslim tersebut telah kehilangan kekuasaannya atas rakyat-rakyat mereka. Rezim-rezim di negeri-negeri muslim tersebut tidak mampu lagi mengendalikan rakyatnya, bahkan rezim-rezim tersebut takut dan khawatir terhadap rakyatnya sendiri.

Dengan susah payah sebagian rezim tersebut mampu mempertahankan kursi kekuasannya, namun telah terbongkar ke”boneka”annya dan pengkhianatannya oleh setiap anak kecil maupun orang dewasa. Setiap rezim tersebut takut akan kehilangan tali kendali terakhir atas rakyatnya sendiri.

Inilah yang tepatnya akan terjadi pasca invasi aliansi terbaru Barat terhadap kawasan Timur Tengah. Telah lenyap era berkuasanya media massa palsu yang mampu meyakinkan rakyat terhadap para penguasanya yang menjadi “boneka” Barat, kafir dan bobrok dan kafir. Lembaga-lembaga keamanan dan intelijen negara tidak mampu lagi meneror rakyat, membungkam mulut mereka dan mencegah mereka dari memanggul senjata. Tentara-tentara yang telah terbongkar kelemahannya tersebut sudah tidak mampu lagi menghadapi serangan-serangan mujahidin. Fatwa para ulama penguasa yang menambal-nambal [menutup-nutupi kekafiran, pengkhianatan dan kebobrokan] para menguasa, menghalalkan hal yang haram serta mengharamkan hal yang halal sesuai kepentingan para penguasa, sudah tidak berguna lagi.

Faktor kedua adalah kalimat [pengaruh dan dominasi] di kawasan Timur Tengah pada hari ini adalah milik Islam yang benar, yang diucapkan oleh rakyat, dan barisan terdepan rakyat adalah mujahidin yang tulus. Itulah Islam Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum. Islam yang bermula dari kelemahan, kemudian Allah menambah kekuatannya sampai umat Islam mampu mengalahkan imperium Timur dan Barat.

Bangsa-bangsa Islam pada hari ini semakin memahami tabiat konflik dan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, konflik bersejarah yang sudah sangat tua namun senantiasa baru, konflik antara imperium Romawi, imperium Persia dan Yahudi di satu pihak melawan umat Islam di pihak lainnya. Apa yang saat ini dan dalam waktu dekat mendatang akan terjadi tidak lain hanyalah bagian dari potret konflik tersebut, yang akan dimenangkan oleh pihak kaum muslimin atas pertolongan Allah Ta’ala.

Kebenaran akan meninggi dan kebatilan-kebatilan merendah

Allah tidak ditanya atas hukum-hukum yang ditetapkan-Nya

Sebuah kondisi bisa mustahil dan berubah-ubah

Namun Allah ‘Azza wa Jalla tidak berubah-ubah

Kemudahan setelah kesusahan itu sudah dijanjikan Allah

Pun kemenangan yang dekat dikaitkan dengan kesabaran

Peta kawasan Timur Tengah dibagi-bagi diantara beberapa kekuatan besar ini, satu sama lainnya saling memperebutkan dominasi atas kawasan ini selama lebih dari 3000 tahun. Rasa kesakitan kekuatan-kekuatan besar ini tidak menyatu kecuali setelah mereka semua dikalahkan oleh agama Islam.

Maka inilah pada hari ini kekuatan-kekuatan besar tersebut kembali untuk menorehkan peta baru konflik. Irak, Suriah dan Lebanon saat ini berada di tangan orang-orang yang mencita-citakan untuk mengembalikan kejayaan imperium Majusi Persia. Demikian pula yang mereka lakukan di Yaman.

Negara-negara Teluk dan Mesir saat ini berada dalam tangan imperium Romawi, dengan perantaraan para penguasa pengkhianat. Sementara Palestina dan Yordania berada di tangan Yahudi. Masing-masing pihak berambisi untuk melebarkan sayap dan memperkuat pengaruhnya di kawasan Timur Tengah. Adapun pihak yang membuyarkan mimpi-mimpi mereka dan menghadang ambisi mereka adalah mujahidin. Bagaimana tidak, sedangkan mujahidin saat ini telah menjadi kelompok yang memiliki kekuatan dan ketegasan, dan mereka memiliki banyak pengikut dari kalangan kaum muslimin.

Dari pemaparan ini, menjadi jelas bahwa intervensi militer apapun terhadap kaum muslimin akan menimbulkan letusan gunung berapi dari kalangan bangsa-bangsa kawasan Timut Tengah di wilayah Lebanon, Yordania, Palestina, Jazirah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, Yaman negeri pendukung, Mesir bumi Kinanah, rakyat Maghrib dan Asia belahan timur. Bukti-bukti dalam sejarah kontemporer menunjukkan hal tersebut.

Saya ingin mengingatkan bangsa-bangsa Barat akan kebodohan para pemimpin mereka yang memilih untuk memerangi kaum muslimin. Dahulu [2001] Goerge W. Bush muncul dan memberikan ucapan selamat kepada rakyat Amerika atas tumbangnya pemerintahan Taliban Afghanistan. Sepuluh tahun kemudian Barack Obama muncul menenangkan rakyat Amerika bahwa ia sedang berupaya membuka jalur komunikasi – perundingan damai dengan Taliban Afghanistan.

Perlu diketahui bahwa jama’ah Qa’idatul Jihad pada saat tersebut [2001] terkepung di Afghanistan. Namun setelah dibombardir oleh aliansi salibis Amerika – Barat justru berkembang dan melebarkan sayapnya ke Pakistan, Yaman, Somalia, Mali, Al-Jazair, dan Irak, kemudian Syam, dan yang terbaru namun yang terakhir di Anak Benua India.

Peperangan pun melebar dan, segala puji bagi Allah, mujahidin senantiasa mampu memetik buah dengan baik dari kebodohan para pemimpin bangsa-bangsa Barat. Jika tanzhim Qa’idatul Jihad mampu berkembang luas dan melebarkan sayapnya seluas itu setelah dibombardir di Afghanistan, padahal Afghanistan tidak bisa menandingi negeri Syam dari aspek letak geografis dan sejarahnya, maka bayangkanlah bagaimana keadaan tanzhim Qa’idatul Jihad setelah Amerika menginvasi Syam?

Maka peperangan yang diterjuni oleh Barat di negeri, tidak diragukan lagi, adalah kerugian bagi mereka dan keuntungan bagi kita, insya Allah, meskipun kita merasakan sebagian kepedihan dari serangan Barat tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Jika kalian menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan pula, sebagaimana kalian menderitanya. Namun kalian mengharap dari Allah apa [ridha Allah dan surga-Nya] yang tidak mereka harapkan. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa’ [4]: 104)

Bagaimanapun Barat berusaha untuk memerangi kita dari jarak jauh atau melalui perantaraan para rezim Arab yang menjadi agen-agen Barat dan menyangka bisa menghindari peperangan yang menguras energinya; kita sepenuhnya yakin bahwa anggaran peperangan ini akan sangat besar dan barangkali akan mengembalikan Barat mundur 100 tahun ke belakang. Hari-hari mendatang akan membuktikan hal itu.

Wahai rakyat Amerika dan Eropa…

Apa yang kalian petik dari peperangan kalian terhadap kaum muslimin dan mujahidin, selain tambahan bencana dan kesedihan bagi negeri kalian dan anak-anak kalian. Sudahkah kalian lupa “biaya” dari intervensi kalian terhadap urusan kaum muslimin, hegemoni paksa kalian terhadap mereka dan negeri mereka, perampokan kalian terhadap kekayaan alam mereka, dan dukungan kalian kepada Yahudi [penjajah "Israel"] di kawasan Timur Tengah?

Sudahkah kalian lupa jumlah tentara kalian yang tewas dan cedera di Irak, Afghanistan, dan Somalia? Sudahkah kalian lupa kengerian serangan 11 September, serangan terhadap kapal perusak USS Cole, dan ancaman terhadap kepentingan-kepentingan kalian yang tersebar di seluruh kawasan Timur Tengah? Luputkah dari benak kalian wahai bangsa-bangsa Barat, berapa harta yang telah dan akan terus kalian bayarkan untuk membiayai peperangan yang ngawur ini? Yang telah menyebabkan krisis-krisis ekonomi yang parah bagi kalian.

Berhati-hatilah, jangan sampai para pemimpin kalian menipu kalian dengan mengatakan bahwa tenara-tentara kalian tidak akan menerjuni peperangan darat, tentara kalian akan membombardir [kaum muslimin dan mujahidin], dan bahwa anak-anak kalian [tentara AS dan Barat] akan aman dari serangan-serangan mujahidin.

Justru hal inilah yang akan memindahkan peperangan ke jantung negara kalian. Kaum muslimin tidak akan tinggal diam sebagai mayoritas penonton, yang hanya melihat anak-anak mereka dibombardir dan dibantai di negeri-negeri mereka sendiri sementara kalian [bangsa AS dan Eropa] aman-aman saja di negeri kalian.

“Biaya” peperangan kalian tidak akan dibayar oleh para pemimpin kalian saja, justru kalianlah yang akan membayar biaya terbesar dari peperangan ini. Oleh karena itu kalian harus melindungi diri kalian dari peperangan ini dengan menentang keputusan pemerintah kalian dan mencegah pemerintah kalian dari menyeret bencana demi bencana kepada kalian dan negara kalian, dengan berbagai macam sarana. Janganlah para pemimpin kalian itu menipu kalian dan menggambarkan kepada kalian bahwa peperangan ini bertujuan melindungi kalian. Mustahil, mustahil.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلِلَّهِ الْمَكْرُ جَمِيعًا يَعْلَمُ مَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ وَسَيَعْلَمُ الْكُفَّارُ لِمَنْ عُقْبَى الدَّارِ

Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap jiwa, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu. (QS. Ar-Ra’du [13]: 42)

Sebelumnya Syaikh Usamah bin Ladin —semoga Allah menerima beliau— beberapa kali telah menyampaikan kepada kalian bahwa satu-satunya solusi untuk menghindari peperangan dengan mujahidin adalah kalian [bangsa AS dan Eropa] harus mengangkat secara total tangan kalian dari kawasan Timur Tengah, kalian tidak lagi mendukung dan melindungi penjajah Yahudi “Israel”, kalian tidak lagi merampok kekayaan alam kaum muslimin, dan kalian membiarkan kami menyelesaikan urusan kami dan perhitungan kami dengan para rezim boneka Timur Tengah. Apa urusan kalian dengan kami?

Jika kalian melakukan hal itu, saya yakin kalian akan aman dari serangan mujahidin dan kaum muslimin, seandainya kalian mau mengurusi urusan kalian sendiri. Namun jika kalian tidak melakukan hal itu, maka sesungguhnya kalian dengan perantaraan tangan para pemerintah kalian telah menaburkan benih-benih kebencian terhadap kalian dalam hati kaum muslimin, yang cukup menjamin rahim para wanita muslimah untuk melahirkan ribuan komandan semisal Khalid bin Walid, Shalahuddin Al-Ayyubi dan Usamah bin Ladin rahimahumullah.

Sesungguhnya peperangan-peperangan di kawasan Timur Tengah telah melahirkan ribuan generasi muda muslim yang tidak gentar dengan kematian! Mereka telah terbiasa dengan bombardir pesawat tempur, tembakan tank-tank, panser-panser dan artileri berat. Mereka adalah generasi yang merindukan kematian dan puncak cita-cita mereka adalah mengorbankan nyawa mereka secara murah dalam jihad di jalan Allah.

Kalian telah berulang kali berhadapan dengan pasukan kaum muslimin dan kalian mengetahui bahwa pasukan Islam memerangi kalian sambil berdoa kepada Rabb mereka agar terbunuh di tangan kalian, sementara kondisi mereka mendendangkan sebait syair:

فَشُقَّ الدُجَـى يَا أُخَيَّ وَانْدَفـِـعْ *** إِلَــى مُلْتَـقَى الـنُّـــورِ وَ السُّــؤْدَدِ

وَلاَقِي ا لـرَّدَى طَـالِـبـًا لِلرَّدَى*** وَمُتْ فِي اْلعُلاَ مَوْتَ مُستَشْـهِـدِ

فَمَنْ لَمْ يَمُتْ فِي الْجِـهَادِ النَّبِيلِ *** يَمُتْ رَاغِمَ اْلأَنْـفِ فِي اْلمَرْقـَدِ

Terjanglah kegelapan wahai saudaraku dan majulah

menuju sumber cahaya dan kepemimpinan

hadapilah kematian tuk mengejar kematian

matilah secara mulia sebagai kematian seorang syahid

siapa tidak mati dalam jihad yang mulia

niscaya akan mati secara hina di atas ranjangnya

Sesungguhnya kami, dengan keimanan ini yang kalian tidak memilikinya, telah mengalahkan imperium Romawi; demikian pula kami mengalahkan lawan kalian, imperium Persia; kami telah mengusir orang-orang Yahudi dari jazirah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, dan kami telah menjejakkan kaki kami di pintu gerbang kota Paris, bahkan Moskow harus membayar jizyah [pajak keselamatan nyawa] kepada kaum muslimin selama 80 tahun.

فَـلاتُـغَـرْ بِحَالِهِمْ وَ مَا لَهُمْ*** فَاللهُ مَوْلانَا وَ لامَوْلَى لَهُمْ

Janganlah kau tertipu oleh mereka dan apa yang mereka miliki

Sebab Allah pelindung kita, dan mereka tak memiliki pelindung

Wahai keluarga kami di Syam: Sesungguhnya dunia tertegun dengan kesabaran dan perlawanan kalian terhadap kebatilan, serta pertarungan kalian melawan pasukan Assad, karena sejak 30 tahun yang lalu sampai sekarang kalian dibombardir, rumah kalian diruntuhkan, anak-anak kalian dibunuhi, dan kalian sedang berada di tengah peperangan yang menuntut agar kalian banyak membunuh musuh kalian, dan agar kalian membuat mereka mengerti bagaimana rasanya memerangi ahlus sunnah. Sesungguhnya kalian telah melukis sebuah gambar bersejarah di dalam lembaran-lembaran sejarah yang akan dikenang oleh generasi-generasi selanjutnya, kalian tengah memikul beban peperangan yang jikalau beban itu dibagi-bagikan kepada penduduk bumi, niscaya mereka semua akan merasa berat, maka bekal kalian hanyalah kesabaran dan keyakinan.

Sesungguhnya koalisi salibis ini telah mendatangi kalian ingin merebut kemenangan kalian melawan rezim, serta berupaya untuk mengembalikan kalian ke bawah cengkeraman Basyar, dan tidaklah ia menyiksa kalian kecuali karena kalian mengetahui jalan yang benar untuk membebaskan kalian dari perbudakan. Mereka menginginkan agar nasib kalian menjadi seperti drama Mursi dan As Sisi di Mesir serta Abdu Rabbuh Mansur di Yaman. Maka berkat karunia dari Allah kemudian berkat kesabaran dan ketabahan kalian dalam menghadapi tekanan kebatilan beserta pengikutnya, dan jihad kalian yang mulia yang menjadikan tujuan-tujuan barat yang hina gagal menaklukannya, telah menjadikan barat berusaha keras untuk menggagalkan jihad kalian sepanjang 30 tahun melalui kerjasama dengan pemerintahan lokal serta koalisi pengkhianat untuk menumpahkan darah kalian dan darah kaum muslimin, dan sebagian faksi bayaran yang dibeli oleh barat dengan sebagian harta dan amunisi agar faksi itu menjadi alat di dalam kawasan internal, untuk melaksanakan proyek salibis baru.

Drama pemberian tenggat waktu berkali-kali, perjanjian-perjanjian damai, perundingan Jenewa Pertama dan Kedua, tawar-menawar terhadap kejahatan pengeboman menggunakan senjata kimia, dan mengirimkan utusan PBB, kemudian ketidak mampuan faksi-faksi bayaran untuk melaksanakan tugas busuk di negeri ini, setelah semua kegagalan yang mengerikan ini, maka koalisi barat memutuskan untuk melaksanakan sendiri tugasnya dan mulai menyerang putra-putra kalian yang berada di Jabhah Nushrah, begitu juga anak-anak serta para wanita, rumah-rumah mereka diratakan dengan tanah. Kalian masih memiliki Allah wahai penduduk Syam.

Sesungguhnya serangan yang ditimpakan oleh koalisi salibis terhadap kita akan melemahkan garis ribath kami dan pertempuran kami melawan rezim Nushariyyah. Sesungguhnya pengeboman mereka yang berhasil menargetkan pasukan kami berdampak langsung kepada medan ribath dan medan perang yang laksanakan di Aleppo, dan dampak dari kerugian mereka akan dialami oleh medan perang secara keseluruhan bukan hanya oleh Jabhah Nushrah saja. Maka wahai penduduk Syam ambillah sikap terhadap permasalahan ini, seranglah siapa saja yang berkoalisi dengan para budak salib dari kalangan anak keturunan kita. Dan sesungguhnya demi Allah kami akan berkorban demi kalian, nilai darah kami menjadi murah demi membela kalian dan kami tidak segan-segan memberi kepada orang-orang yang memenuhi janji, tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah.

Dan kami berjanji bahwa Jabhah Nushrah akan terus berjuang dengan segala kekuatan yang diberikan kepadanya, akan terus ber-ribath di perbatasan, dan berjihad melawan musuh-musuh Allah dari kalangan rezim Nushairiyah serta para sekutunya dengan izin Allah Ta’ala. Dan kami akan terus bertahan dengan segala yang apa yang kami miliki untuk menahan operasi salibis terhadap Syam dan penduduknya serta para muhajirin yang ada di dalamnya, kami akan menggunakan segala sarana yang memungkinkan untuk mewujudkannya.

Saya juga menasehatkan dan mengingatkan kepada seluruh faksi-faksi perlawanan yang tulus di bumi Syam untuk tidak mengambil keuntungan dari barat dan Amerika terhadap kezhaliman Jamaah Daulah terhadap kalian yang meliputi pembunuhan terhadap para pimpinan dan perampasan terhadap aset-aset. Jamaah Daulah telah bergegas melakukan kejahatan terhadap Syam, sehingga kita yang menanggung akibatnya, ia enggan untuk tunduk di bawah mahkamah syariat agar hak-hak dapat dikembalikan dan kezhaliman dapat dibalaskan, baik yang mereka lakukan, maupun yang mereka alami. Semua ini dan tak peduli sebesar apapun kezhaliman itu, sekali-kali jangan sampai menjadikan seorang pun dari kalian tunduk terhadap barat dan bekerjasama dengan menjadi koalisinya yang berupaya untuk memadamkan bara api jihad, dan memanfaatkan kalian demi proyek sekuler atau mempecundangi kalian di hadapan rezim Nushairiyah melalui penyelesaian politik setelah berakhirnya tahapan pertama dari tujuan operasi (salibis) ini.

Dan barangsiapa yang tidak mampu membela diri dari serangan Jamaah Daulah atau serangan dari pihak lain, maka ia harus mengambil langkah untuk tidak menjadi loyalis dalam koalisi salibis, Allah Ta’ala berfirman:

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٥١

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” [Qs. Al Maidah: 51].

Jangan sampai ada yang mengira bahwa barat dan Amerika datang untuk membebaskan kaum muslimin dari kezhaliman. Lihatlah Basyar yang sejak 30 tahun yang lalu sudah membunuh, menyembelih, memenjarakan, menyiksa, melepaskan zat kimia mematikan terhadap para penduduk awam dari kalangan ahlus sunnah. Jumlah korbannya telah mencapai 1 juta jiwa, ada yang meninggal dunia dan ada pula yang terluka, namun Amerika tidak mengeluarkan ancaman terhadap kedamaian dan keamanan menurut yang mereka klaim, bukankah mereka yang telah membunuh keluarga kita di Iraq dan Afghanistan?! Serta mempersilahkan yahudi untuk membunuh kaum muslimin di Palestina melalui bantuan harta, senjata dan kekuatan terhadap yahudi?! Bukankah mereka yang telah mengebom orang-orang tak bersalah di Yaman, Somalia dan Waziristan?!

Wahai faksi-faksi perlawanan yang ada di bumi Syam, sesungguhnya hati nurani, syariat dan fakta sejarah menolak untuk menyebut pihak yang membantu musuh di negeri dan tanahnya kecuali dengan sebutan yang sejelek-jeleknya. Ada sebagian pihak yang terkena godaan iblis kemudian ia mengira bahwa pihaknya lah yang akan menggunakan barat dan mengambil keuntungan dari mereka untuk meraih tujuan, atau dengan dalih untuk menghindari gangguan mereka (Basyar – red.), Allah Ta’ala berfirman:

فَتَرَى ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ يُسَٰرِعُونَ فِيهِمۡ يَقُولُونَ نَخۡشَىٰٓ أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةٞۚ فَعَسَى ٱللَّهُ أَن يَأۡتِيَ بِٱلۡفَتۡحِ أَوۡ أَمۡرٖ مِّنۡ عِندِهِۦ فَيُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَآ أَسَرُّواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ نَٰدِمِينَ ٥٢

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka” [Qs. Al Maidah: 52].

Lihatlah pengkhianat Makkah yang bernama Asy Syarif Husain, ia bekerjasama dengan orang-orang Inggris dan Prancis dengan alasan untuk melawan kezhaliman Daulah Utsmaniyyah dan dengan tujuan untuk melepaskan diri darinya, ia mengira bahwa (orang-orang kafir – red.) itu akan berlaku baik, namun sejarah akan mengingat sampai hari kiamat akan kejelekan sifatnya yang paling jelek, karena ia telah menggantikan kezhaliman yang dilakukan oleh Daulah Utsmaniyyah di akhir-akhir eranya, dengan kezhaliman yahudi dan Perjanjian Balfour yang kami memohon kepada Allah agar suatu hari nanti kami dapat menggantikannya. Kemudian orang-orang Inggris mencampakkannya setelah ia melakukan perbuatan kotornya, dan ia hampir tidak bisa memenuhi kebutuhan perutnya sehari-hari (fakir – red.), sedangkan kita sampai hari ini masih terus merasakan dampak dari pengkhianatannya, karena orang-orang Inggris berhasil menguasai Iraq, dan orang-orang Prancis berhasil menguasai Syam, lalu kini nasibnya berakhir di bawah dominasi Amerika. Generasi-generasi mendatang akan menanggung kehinaan dan kerendahan yang telah kami rasakan pahitnya sejak seratus tahun yang lalu.

Apakah setelah kita baru melangkah sebentar untuk menghapus sejarah yang kelam ini kita justru kembali ke kondisi kita yang terdahulu? Maka kami dan orang-orang yang tulus tidak akan membiarkan penderitaan Palestina terulang kembali dan proyek Islam yang demi memperjuangkannya kita dan generasi-generasi muslim pilihan dari kalangan ahlus sunnah dan para mujahidin yang tulus rela mengorbankan segala apa kita miliki, mengalami kehancuran.

Sesungguhnya bangsa muslim dari kalangan ahlus sunnah pada hari ini tengah menunggu detik-detik bersejarah yang menegangkan untuk mencabut selimut kehinaan dari dirinya, serta menghancurkan belenggu-belenggu yang melumpuhkannya melalui tangan-tangan para mujahidin yang tulus dan jauh dari orang-orang yag bermimpi bahwa kemenangan ada di tangan barat, karena kita adalah kaum yang tidak akan menanggalkan identitas kita, sejarah kita, dan prinsip kita, meskipun keadaan melarang kita dan marabahaya akan menimpa kita. Kita hidup di atasnya, mati demi membelanya, dan kita dibangkitkan pada hari kiamat dengannya. Allah Ta’ala berfirman:

قُلۡ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِيۖ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ١٠٨

“Katakanlah: ‘Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik’ “ [Qs. Yusuf: 108].

Kami juga menyerukan kepada para ulama, para da’i, para pelajar, para pemikir, para seniman, para penyair, dan seluruh para pemegang pena yang mulia, agar mereka menolong penduduk Syam untuk melawan operasi salibis, agar mereka mendukung moril putra-putra mereka para mujahidin, dan agar mereka memiliki andil yang signifikan dalam menyemangati, mengarahkan dan menyadarkan para pemuda umat ini.

Wahai ahlus sunnah di Lebanon, sudah saatnya kalian mengikuti jejak saudara-saudara kalian di Syam, lawanlah musuh kalian yaitu Hizbu Syaithan yang selalu menjalankan makar terhadap kalian siang dan malam, yang berlaku kejam dan membunuhi anak-anak, para lansia dan para wanita sunni di Syam, maka jangan sampai kalian memberikan kesempatan kepadanya, karena ketika ia memiliki kesempatan, ia akan melakukan hal yang serupa terhadap ahlus sunnah di Lebanon sebagaimana yang mereka lakukan terhadap penduduk Syam. Ia mulai berani menampakkan taringnya setelah peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, karena kaum tersebut benci terhadap ahlus sunnah dan menganggap ahlus sunnah sebagai musuh utama mereka, dan mereka berkeyakinan bahwa mereka harus membalaskan dendam atas kematian HusainRadhiyallahu Anhuma putra dari sang putri Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang dibunuh 1400 tahun yang lalu. Sebagian besar dari agama mereka dibangun di atas dasar ini, mereka membenarkan diri mereka untuk membunuh ahlus sunnah dengan tuntutan ini, ia hanyalah kuda hitam yang digunakan oleh Iran untuk mengembalikan kejayaan imperium mereka yang pernah dirusak oleh Umar Radhiyallahu Anhu.

Dan pada hari ini Hizbullat telah terseret ke dalam konflik internal, padahal kalangan inteleknya selalu mewanti-wanti mereka. Hasan Al Miskin (Hassan Nasrullat) tidak mengambil pelajaran dari apa yang menimpa rezim Nushairiyah, ia tidak mengambil pelajaran dari ratusan mayat tentaranya yang terbunuh di tangan para mujahidin di Syam, ia tidak mengambil pelajaran dari peledakan-peledakan yang terjadi di pusat negara mereka yaitu di wilayah pinggiran Selatan, ia tidak mengambil pelajaran dari kaum Rafidhah Iraq, dan ia tidak mengambil pelajaran dari apa yang terjadi pada orang-orang yang memudahkan dirinya untuk menindas ahlus sunnah. Ia masih saja terus ngotot dengan sombong walaupun ia tengah terluka untuk meneruskan operasi militernya melawan ahlus sunnah di Syam. Semua orang sudah mengerti setelah kejadian di Arsal dan kejadian yang sebelum-sebelumnya bahwa pasukan Lebanon tunduk di bawah dominasi Hizbullat dan mematuhi perintahnya, Hizbullat menggunakannya untuk melayani proyek Rafidhah di Lebanon.

Maka wahai ahlus sunnah, jauhkanlah putra-putra kalian dari pasukan yang menyediakan dirinya agar dapat digunakan untuk melayani musuh kalian, dan masukkanlah putra-putra kalian ke dalam barisan para mujahidin, karena mereka adalah para penjaga aqidah dan agama, dan mereka adalah solusi untuk menghilangkan kezhaliman dari kaum muslimin.

Wahai para pejuang Jabhah Nushrah, kalian telah melakukan perbuatan yang dengannya semoga kalian diridhai oleh Allah Azza wa Jalla, kalian telah meninggalkan jejak yang baik, maka inilah pintu-pintu surga telah dibukakan untuk kalian. Wahai sekalian mujahidin, tolonglah agama Allah, maka Allah akan menolong kalian, berperanglah di jalan Allah dan korbankanlah nyawa kalian di jalan-Nya,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah” [Qs. Ali Imran: 200].

Ketahuilah bahwa kalian tidak akan berhadapan dengan musuh yang serupa dengan musuh yang sekarang ini setelah ini, kini antara kita dengan mereka hanya tersisa satu putaran lagi kemudian mari kita akan membiarkan mereka menemui ajal dengan izin Allah. Jangan sampai kalian mundur ke belakang, karena Allah menjadikan kalian kalah. Koalisi salibis telah sengaja memerangi kalian dan berupaya untuk menjauhkan kalian dari agama kalian, mereka berupaya untuk mencampakkan apa yang telah kalian dan penduduk Syam korbankan dalam memerangi Nushairiyah, para pemuda dan para pejuang kita yang terbaik telah berguguran. Tidaklah koalisi salibis menyerang kalian kecuali karena kalian membela ahlus sunnah dan karena banyak orang simpati kepada kalian. Telah tiba masanya bagi kalian untuk berhadap-hadapan dengan para penyembah salib beserta para sekutu mereka yaitu para sampah arab, dan demi Allah kalian akan menang dan tidak akan kalah. Sedangkan pada hari ini..

Pada hari ini orang yang jujur akan beruntung…
Ku tak kan takut terhadap kematian, ketika kematian itu datang…

Aku pasti akan menceritakan kepada tombak mengenai para ahli penembak…
Aku pasti akan memecahkan baju besi dan perisai…

Moga-moga esok ku dapat melihat kedudukan orang yang membenarkan kebenaran…
Di dalam surga abadi dan aku akan bertemu dengan orang yang mendahuluiku…

Wahai para pejuang Islam, jangan sekali-kali kalian takut dengan pesawat-pesawat mereka, karena mereka takut untuk berhadap-hadapan dengan kalian, dan sesungguhnya Allah yang ada di atas kalian itu lebih agung dan lebih tinggi. Wahai para pemilik iman dan wahai para pemangku Al-Quran, sesungguhnya orang yang terbunuh dari kalangan kalian akan berada di surga dan musuh kalian yang terbunuh akan berada di neraka, dan sesungguhnya orang yang membangkang akan merasakan kecil hati. Dan bergembiralah kalian, karena sesungguhnya ini adalah awal dari kemenangan insya Allah,

وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَٰكِرِينَ ٥٤

“orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” [Qs. Ali Imran: 54].

Wahai bala tentara Jabhah Nushrah, bersikaplah lemah lembut terhadap masyarakat, janganlah kalian membebankan mereka dengan apa yang tidak sanggup mereka pikul, berusaha keraslah untuk melayani mereka, lindungilah mereka, sayangilah mereka yang ada di bumi maka kalian akan disayang oleh para penghuni langit. Kasihanilah mereka yang muda dan hormatilah mereka yang tua, tunjukkanlah rasa hormat kalian kepada pemuka-pemuka mereka, dengarkanlah pendapat mereka dan kunjungilah rumah-rumah mereka, didiklah mereka yang tidak tahu, dan orang-orang yang tidak pernah mempelarajari kebenaran selama bertahun-tahun. Janganlah kalian mengabaikan masyarakat padahal mereka telah berada di pihak kalian, teruskanlah menjaga kehormatan dan darah mereka, jagalah para muhajirin serta keluarga mereka, setiap seorang anshar harus menjadikan seorang muhajir saudaranya, menempatkannya di rumahnya, dan melindungi jiwanya. Hormatilah para ahli ilmu dan para ulama, jagalah para sesepuh yang bijak, dengarkan dan taatilah para pemimpin kalian jika itu dalam hal yang kebaikan. Jauhilah kezhaliman karena kezhaliman merupakan kegelapan pada hari kiamat. Tunaikanlah amanah yang diberikan kepada kalian, janganlah kalian mengkhianati orang yang mengkhianati kalian, kembalikanlah hak-hak kepada yang berhak dan berlaku adillah kalian, janganlah karena kebencian kalian terhadap suatu kaum menjadikan kalian tidak berlaku adil. Pegang teguhlah kebenaran dan jangan takut terhadap ejekan mereka yang suka mengejek. Bertaubatlah kepada Allah dari segala dosa yang telah kalian lakukan. Janganlah merespon kebatilan dengan kebatilan juga, akan tetapi kebatilan itu harus dilawan dengan kebenaran. Bekerjasamalah dalam segala kebaikan dengan faksi-faksi yang tulus dalam berjuang, jadikanlah ikatan Islam dan Tauhid sebagai ikatan yang kokoh di antara kalian, di atasnya kalian memberikan loyalitas, demi membelanya kalian memusuhi, dan di bawah hukum Islam kalian bersatu, dan berhati-hatilah terhadap faksi-faksi bayaran yang berkoalisi dengan para neo salibis.

Janganlah kalian memusuhi orang yang jujur dan orang yang netral, hadapilah musuh kalian, janganlah kalian kasihani para mata-mata dan orang yang membantu para penyembah salib atau kaum yang fasis, taatlah kalian kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesama kalian, karena kehancuran itu masuk melalui perselisihan. Jauhilah orang-orang yang suka menggunjing dan suka mengadu domba, karena seorang pengadu domba dapat merusak sesuatu dalam satu jam yang mana seorang penyihir baru dapat merusaknya setelah satu tahun. Jauhilah sikap ghuluw, karena tidaklah seseorang mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agama melainkan ia akan dikalahkan, berdirilah di tengah-tengah pemikiran khawarij dan murjiah. Jika kalian menutuskan hukum di tengah-tengah manusia, maka putuskanlah dengan adil, perhatikanlah fiqh waqi’, kondisi, dan keadaan masyarakat, fahamilah batasan-batasan syubhat, janganlah kalian mengerjakan sesuatu yang tidak kalian ketahui, janganlah kalian melibatkan diri kalian untuk berfatwa terhadap suatu permasalahan, dan serahkanlah apa yang samar-samar kepada para ahli ilmu dan para ulama.

Kemenangan itu datang setelah kesabaran, yang ada setelah kesulitan itu hanyalah kemudahan, dan sesungguhnya Allah telah berjanji kepada kalian di dalam kitabnya:

إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ ٧

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” [Qs. Muhammad: 7].

Demi Allah sesungguhnya saya melihat ada kebaikan di dalam diri kalian dan Allah telah mengkhususkan karunia yang agung bagi kalian.

Ya Allah rahmatilah mereka yang gugur di antara kami, tempatkan mereka di posisi para syuhada’, bangkitkanlah mereka bersama orang-orang yang Allah beri kenikmatan dari kalangan para nabi, shiddiqin, para syuhada dan para shalihin, karena mereka adalah teman yang baik.

Ya Allah gantikanlah saudara mereka dengan orang-orang yang lebih baik dalam beramal, tautkanlah hati mereka, teguhkanlah langkah mereka, dan tolonglah mereka dari orang-orang kafir, karena Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, Aamiin

Jabhah Nushrah

Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’

Jangan melupakan kami dalam doa baik Anda

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam

Ahad: 4 Dzul Hijjah 1435 H | 28 September 2014 M

(aliakram/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/10/01/pesan-audio-terbaru-amir-jabhah-nushrah-syaikh-al-fatih-abu-muhammad-al-jaulani-hafizhahullah-2.html

Category: berita

0 39
Syaikh Muhammad Yunus Khalis rahimahullah

KHURASAN (Arrahmah.com) – Yayasan As-Sahab, sayap media Mujahidin Al-Qaeda, pada hari Jum’at (2/5/2014) merilis video keempat dari serial “Hari-hari Bersama Al-Imam”. Serial video tersebut merupakan ceramah Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri hafizhahullah yang menceritakan kenangan-kenangan beliau selama menyertai Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah.

Video keempat “Hari-hari Bersama Al-Imam” berdurasi 39 menit 28 detik. Dalam video tersebut Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri banyak bercerita tentang pertempuran heroik di pegunungan Tora-Bora, Jalalabad, Afghanistan saat terjadi invasi zionis-salibis pada akhir tahun 2001. Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri menceritakan beberapa tokoh Afghanistan yang berjasa besar kepada Syaikh Usamah bin Ladin dan mujahidin Al-Qaeda sehingga mereka berhasil keluar dari Tora-Bora dengan selamat.

Mengingat durasi video tersebut cukup panjang, arrahmah.com insya Allah Ta’ala akan menurunkan terjemahannya dalam beberapa bagian. Berikut ini adalah bagian ketiga dari terjemahan video seri keempat “Hari-hari Bersama Al-Imam” tersebut.

Hari-hari bersama sang Imam

Seperti yang sebelumnya telah saya janjikan kepada kalian, saya ingin membicarakan tentang Syaikh Usamah bin Ladin di pegunungan Tora Bora, dimana ia merupakan fenomena yang menunjukkan keistimewaan Syaikh Usamah bin Ladin dalam aspek berserah diri kepada Allah Ta’ala semata, yakin kepada pertolongan-Nya dan ketegaran dalam menghadapi musuh-musuh-Nya; lebih dari itu kepiawaian politik dan militer Syaikh Usamah dalam memanage peperangan yang berat lagi sulit dimana 300 singa Islam menghadapi pasukan Amerika dan sekutu-sekutunya, antek-anteknya dan orang-orang munafik.

Pada saat tersebut, wahai ikhwan-ikhwan, pada pertempuran Tora bora yang secara riil dimulai tepat pada tanggal 17 Ramadhan [1422 H/2002 M]. Pada saat itu ikhwan-ikhwan, apa ya istilahnya, saya katakan para ikhwan pada saat itu mengingat-ingat posisi Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma di hadapan musuh-musuhnya. Saat itu mereka terkucilkan, tercerai-beraikan, bantuan dan dana terputus dari mereka, dan mereka dikepung dari seluruh arah oleh orang-orang munafik. Sementara itu pasukan Amerika dan sekuru-sekutunya negara-negara Barat telah selesai dari peperangan di Afghanistan [menjatuhkan pemerintahan Taliban, red], sehingga mereka mengerahkan seluruh kekuatannya ke Tora Bora.

Dalam peperangan yang dicatat oleh sejarah tersebut dengan pengorbanan dan darah ikhwan-ikhwan, dengan penderitaan dan kesabaran mereka, nampak jelas beberapa makna yang sangat urgen, yang hendak saya biacarakan.

Hal pertama yang hendak saya bicarakan dalam peperangan Tora Bora adalah saya ingin mengenalkan dan menyampaikan penghargaan kepada para pendukung, teman dekat, dan pembela yang menolong mujahidin di Tora Bora. Sebaliknya, saya ingin menyebutkan sebagian contoh dari para pengkhianat, antek dan orang munafik yang bergabung di bawah bendera aliansi pasukan salibis Amerika dalam menghadapi sekelompok kecil orang yang berimana ini.

Syaikh Yunus Khalis rahimahullah

Orang pertama yang hendak saya bicarakan dari kalangan para pendukung, teman dekat, pembela dan pecinta adalah Syaikh al-jihad, ulama, mujahid, orang yang sabar, orang yang teguh di atas kebenaran, yang saya berdoa kepada Allah semoga menerimanya dalam surga yang tertinggi, fadhilah asy-syaikh al-mujahid Syaikh Muhammad Yunus Khalis rahimahullah, semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas.

Syaikh Muhammad Yunus Khalis rahimahullah

Syaikh Muhammad Yunus Khalis rahimahullah

Saya telah membicarakan tentang beliau dalam serial video sebelumnya, saya telah membicarakan tentang ketegaran dan jihad beliau, rasa cinta beliau kepada Syaikh Usamah dan hubungannya yang erat dengan Syaikh Usamah rahimahullah.

Namun di sini saya hendak menyebutkan sebuah sikap beliau yang agung dalam peristiwa perang Tora Bora. Saat itu pasukan Amerika yang dibagian terdepannya diperkuat oleh orang-orang munafik telah bergerak maju menuju Jalalabad dan wilayah sekitarnya. Syaikh Muhammad Yunus Khalis rahimahullah membuka pintu rumahnya lebar-lebar untuk menerima istri-istri dan anak-anak mujahidin Arab. Beliau melindungi mereka sehingga orang-orang munafik tidak bisa memperjual belikan mereka. Beliau menjaga mereka sampai beliau berhasil mengantarkan mereka dengan selamat ke tempat yang aman. Semoga Allah membalas beliau dengan sebaik-baik balasan atas sikap yang mulia ini.

Sebelumnya saya telah menceritakan bahwa meskipun Syaikh Muhammad Yunus Khalis rahimahullah saat itu sedang sakit keras sampai beliau lumpuh, beliau bersikeras untuk memberikan penjelasan dalam bentuk video dimana di dalamnya beliau mengajak umat Islam di Afghanistan untuk berjihad melawan Amerika yang telah menjajah negeri mereka sehingga jihad telah menjadi fardhu ‘ain. Padahal saat itu beliau dalam kondisi lemah, dalam cengkeraman mereka [telah tertangkap, red], lumpuh dan tidak memiliki kebebasan apapun. Semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas.

Komandan Moalim Awal Gol

Pahlawan kedua yang ingin saya puji dan sebutkan adalah sang pahlawan, sang komandan, Moalim Awal Gol, semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas. Moalim Awal Gol berasal dari propinsi Laghman, propinsi yang bersebelahan dengan wilayah Jalalabad. Ia adalah seorang pendukung Syaikh Muhammad Yunus Khalis dan perwira militer dalam tanzhim jihad Syaikh Yunus Khalis. Kemudian saat Imarah Islamiyah [Taliban] berdiri di Afghanistan, ia menjadi pejabat Imarah Islamiyah Afghanistan dan menjadi komandan Brigade Tank di Jalalabad.

Hubungan sang pahlawan, sang komandan, Moalim Awal Gol, dengan Syaikh Usamah bin Ladin sudah terbina sejak lama sekali, sejak zaman jihad [melawan komunis Uni Soviet]. Komandan Moalim Awal Gol adalah tetangga Syaikh Usamah dan ikhwan-ikhwan di Jalalabad, mereka tinggal di desa Najmul Jihad yang didirikan oleh Syaikh Yunus Khalis dan rekan-rekannya para mujahidin di Jalalabad.

Syaikh Usamah sering berhubungan dan mengunjungi rumah komandan Moalim Awal Gol. Bahkan setelah Syaikh Usamah berpindah dari Jalalabad ke Kandahar, jika Syaikh Usamah berkunjung ke Jalalabad, beliau pasti berkunjung ke rumah Komandan Syaikh Moalim Awal Gol. Semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas.

Syaikh Moalim Awal Gol, semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas, memiliki sebuah sikap, bahkan banyak sikap yang agung lagi heroik dalam peperangan di Tora Bora. Ketika pasukan Amerika dan orang-orang munafik masuk ke Jalalabad, mereka menyangka sikap Komandan Moalim Awal Gol tidak memusuhi mereka, setidaknya pada periode pertama. Oleh karenanya mereka tidak melengserkan Komandan Moalim Awal Gol dari jabatannya sebagai Komandan Brigade Tank di Jalalabad.

Syaikh Moalim Awal Gol mengirim utusan kepada Syaikh Usamah bin Ladin dan menyatakan: “Saya berada di bawah perintah Anda. Saya berada di bawah perintah Anda. Silahkan, Anda bisa memerintahkan saya untuk meninggalkan tempat ini dan jabatan saya, lalu saya akan berhijrah ke luar Afghanistan. Atau Anda bisa juga memerintahkan saya tetap memegang jabatan saya saat ini, maka saya akan menjadi mata-mata, pembantu dan penolong bagi Anda. Saya akan mengirimkan informasi-informasi dan perkembangan-perkembangan terbaru secepat mungkin.”

Dan memang akhirnya Syaikh Moalim Awal Gol, semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas, mengirimkan informasi-informasi dan perkembangan-perkembangan terbaru secepat mungkin kepada Syaikh Usamah. Beliau menyampaikan berita-berita mengenai apa yang direncanakan oleh orang-orang munafik, kapan mereka berkumpul, apa yang mereka katakan, dan apa yang mereka persiapkan. Syaikh Moalim Awal Gol mengirimkan berita-berita tersebut kepada ikhwan-ikhwan di Tora Bora.

Kemudian Amerika memutuskan untuk menyerang ikhwan-ikhwan di pegunungan Tora Bora. Tentu saja Amerika tidak pernah berani melakukan serangan langsung secara berhadap-hadapan dengan mujahidin. Ini merupakan sebagian pelajaran yang akan saya sebutkan dan pelajaran yang bisa diambil dari peperangan Tora Bora, yaitu bahwa pasukan salibis – Barat pimpinan Amerika sangatlah pengecut, penakut dan berambisi kepada kenikmatan dunia. Mereka tidak pernah berani berperang berhadap-hadapan secara langsung kecuali ketika mereka telah mampu mengerahkan pasukan sangat besar melawan lawannya. Mereka senantiasa mendorong orang-orang munafik untuk berperang di bagian depan mereka, seperti terjadi di Irak, Vietnam dan banyak peperangan mereka di tempat-tempat lain.

Amerika memutuskan untuk menempatkan pasukan orang-orang munafik untuk mengepung Tora Bora. Di antara kesatuan yang mereka putuskan untuk mengepung dan menyerang Tora Bora adalah Brigade Tank di Jalalabad. Pasukan salibis – Barat tetap mengepung dan membombardir dari udara, sehingga mereka aman dari penyerbuan mujahidin, seperti yang akan saya sebutkan nanti.

Saat surat perintah datang kepada Komandan Moalim Awal Gol untuk bergerak dengan Brigade Tanknya dan berperan aktif dalam pengepungan terhadap Tora Bora, maka Moalim Awal Gol mengirim utusan kepada Syaikh Usamah bin Ladin dan meminta pendapat beliau. Moalim Awal Gol mengatakan: “Menurut pendapat Anda, apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus melepaskan jabatan saya, berhijrah dan meninggalkan Afghanistan, ataukah saya tetap memimpi Brigade Tank dalam mengepung Tora Bora, namun saya berjanji kepada Anda bahwa semua tembakan pasukan tank saya akan saya arahkan ke gunung-gunung kosong yang jauh dari posisi-posisi mujahidin?”

Berita ini sampai kepada kami saat kami berada di Tora Bora. Maka saya dan seorang ikhwan, karena dorongan emosi, mengatakan: “Bagaimana Moalim Awal Gol rela berada dalam pasukan orang-orang murtad, padahal ia adalah seorang mujahid?” Kami tersulut emosi.

Namun Syaikh Usamah bin Ladin, dan ini saya sebutkan sebagai bagian dari kepiawaian politik beliau, mengatakan: “Orang ini adalah pendukung kita dan pecinta kita, ia menembakkan tank-tanknya ke gunung-gunung kosong yang jauh dari posisi kita, adalah lebih baik daripada posisinya digantikan oleh setan lainnya yang mengarahkan tembakan tank-tanknya tepat ke arah kita dan membombardir kita.”

Syaikh Aiman Az-Zhawahiri tertawa saat menceritakan peristiwa serangan Brigade Tank Jalalabad di Tora Bora

Syaikh Aiman Az-Zhawahiri tertawa saat menceritakan peristiwa serangan Brigade Tank Jalalabad di Tora Bora

Syaikh Aiman Az-Zhawahiri tertawa saat menceritakan peristiwa serangan Brigade Tank Jalalabad di Tora Bora

Syaikh Aiman Az-Zhawahiri tertawa saat menceritakan peristiwa serangan Brigade Tank Jalalabad di Tora Bora

Kami katakan: “Ya, benar. Kembalilah kepada Moalim Awal Gol dan katakan kepadanya baik, yaitu berserah dirilah kepada Allah dan laksanakanlah rencana ini.”

Dan memang benar, tidak satu pun tembakan tank pasukan Moalim Awal Gol mengenai kami. Kami melihat tembakan-tembakan itu menghantam gunung-gunung di sekitar kami.

Kemudian sikap heroik lainnya dari Komandan Moalim Awal Gol adalah saat Syaikh Usamah bin Ladin memutuskan untuk menyingkir dari pegunungan Tora Bora, ini juga sebuah kisah tersendiri —yang akan saya ceritakan dalam kesempatan yang lain insya Allah— tentang kepiawaian politik Syaikh Usamah dan bagaimana beliau bisa membebaskan diri dan menyelamatkan sebagian besar pasukan beliau dari Tora Bora serta menyiapkannya untuk peperangan jangka panjang setelah itu.

Syaikh Usamah menyusun, sebagaimana yang akan saya ceritakan secara rinci insya Allah, rencana untuk keluar dari Tora Bora. Beliau dan sekelompok ikhwan yang menyertainya berpindah dari Tora Bora ke sebuah tempat transit. Dari tempat transit tersebut melalui beberapa kali perpindahan sampai bisa keluar sepenuhnya dari wilayah Jalalabad.

Siapakah yang mengeluarkan Syaikh Usamah dari Jalalabad? Orang yang mengeluarkan Syaikh Usamah dari Jalalabad adalah sang pahlawan, Komandan Asy-Syahid Moalim Awal Gol, semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas, dalam mobilnya sendiri dan dengan pengawalannya secara langsung. Ia mengeluarkan Syaikh Usamah dari Jalalabad dengan mempergunakan wewenang, posisi dan jabatannya sebagai Komandan Brigade Tank di Jalalabad.

Sikap heroiknya ini merupakan pertama kalinya saya menceritakan kepahlawanan Komandan Asy-Syahid Moalim Awal Gol. Amerika setelah itu meragukan Moalim Awal Gol. Lalu mereka menangkap Moalim Awal Gol. Mereka lalu memindahkannya ke penjara militer Bagram. Mereka lalu memindahkannya ke penjara Guantanamo. Mereka lalu mengklaim bahwa Komandan Moalim Awal Gol meninggal dalam penjara Guantanamo akibat serangan jantung.

Saya sangat meragukan klaim mereka ini. Saya menduga mereka telah membunuhnya, atau berupaya untuk membunuhnya, atau menjadi sebab pembunuhan terhadapnya, sebagai pembalasan mereka kepadanya atas sikap heroiknya [menyelamatkan Syaikh Usamah], yang saya tidak tahu apakah mereka telah mengetahuinya atau mereka belum mengetahuinya. Minimal mereka telah mengetahui sejarah panjang pertemanan dan hubungan erat antara Komandan Moalim Awal Gol dan Syaikh Usamah, semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas.

Saya juga menyebutkan sebuah sikap yang agung dari Komandan Moalim Awal Gol sebelum dimulainya bombardir massif pesawat tempur [pasukan salibis-Barat] terhadap Afghanistan. Saat itu Komandan Moalim Awal Gol mengatakan kepada Syaikh Usamah, semoga Allah merahmati keduanya dengan rahmat yang luas: “Saya siap mengumpulkan untuk Anda para mujahidin terbaik di Afghanistan dan mereka telah siap [menaati perintah Anda]. Mereka hanya memerlukan sedikit dukungan dana, sehingga mereka telah siap bertempur saat pasukan Amerika masuk ke Afghanistan. Saya siap memimpin mereka.”

Semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas. Syaikh Usamah bin Ladin senantiasa menyebut-nyebut kebaikannya dan mendoakannya, semoga Allah membalasnya dengan sebaik-baik balasan atas sikap-sikap mulia dan heroiknya.

Sikap-sikap mulia dan heroik ini tidak dilakukan oleh Komandan Moalim Awal Gol saja. Hal itu juga dilakukan oleh banyak sekali penduduk Jalalabad dan wilayah-wilayah di sekitarnya. Namun sebagaimana telah saya katakan, saya meminta maaf kepada ikhwan-ikhwan bahwa saya tidak akan menyebutkan nama orang-orang yang masih hidup, para pahlawan yang telah membantu kami, menyertai kami, mendukung kami dan menunjukkan kwalitas keislaman dan jihad mereka yang sesungguhnya, menampakkan wajah yang sesungguhnya dari umat Islam Afghanistan yang telah mengalahkan Rusia dan kemudian mengalahkan Amerika dengan karunia Allah Ta’ala.

Saya mengajak kepada para pecinta Moalim Awal Gol, para putra Moalim Awal Gol, suku Moalim Awal Gol, penduduk Jalalabad dan umat Islam di Afghanistan untuk melakukan pembalasan atas dibunuhnya Sang Singa, Mujahid, Moalim Awal Gol. [Saya mengajak mereka] untuk melakukan pembalasan terhadap Amerika yang telah membunuhnya atau menjadi sebab atas pembunuhan terhadapnya; juga melakukan pembalasan terhadap para pengkhianat yang melaporkan Moalim Awal Gol dan menyerahkannya kepada Amerika, salah seorang diantara mereka akan saya sebutkan namanya insya Allah.

Melakukan pembalasan atas dibunuhnya Moalim Awal Gol adalah amanat di pundak setiap mereka, setiap mujahid dan setiap muslim di Afghanistan. Mereka wajib melakukan pembalasan untuk Al-Mujahid, sang singa Moalim Awal Gol, yang telah melakukan pembelaan heroik [kepada Syaikh Usamah dan mujahidin Al-Qaeda] pada saat yang paling genting. Sampai-sampai salah seorang utusan Moalim Awal Gol pada suatu kesempatan datang kepada kami dan menceritakan bahwa Moalim Awal Gol menutup pintu rumahnya sambil menangis dan mengatakan: “Apa yang bisa aku lakukan untuk Syaikh Usamah bin Ladin dan ikhwan-ikhwannya?” Al-Akh utusan inilah yang menenangkan Moalim Awal Gol dan mengatakan: “Beginilah sejarah para nabi, para rasul dan orang-orang shalih, mereka pasti diuji.” Semoga Allah merahmati Moalim Awal Gol dengan rahmat yang luas.

Saya ceritakan juga peristiwa yang berkenaan dengan Moalim Awal Gol, semoga Allah merahmatinya, bahwa ada seorang ikhwan datang kepada Syaikh Usamah bin Ladin dan bercerita: “Kami telah berhasil menyingkap salah seorang yang telah melaporkan Moalim Awal Gol [kepada Amerika] dan kami sedang menyusun rencana untuk membunuhnya.”

Syaikh Usamah bin Ladin berkata kepadanya: “Wahai ikhwan-ikhwan, janganlah kalian menghukum orang atas dasar syubhat [dugaan-dugaan yang belum ada buktinya yang kuat]! Takutlah kepada Allah dalam urusan darah dan janganlah membunuh seorang pun atas dasar syubhat, kecuali jika ada bukti secara yakin bahwa ia betul-betul terlibat dalam pengkhianatan dan kerjasama dengan Amerika.”

Bersambung insya Allah

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/jihad/the-life-of-syaikh-usamah-bin-ladin-momen-momen-kritis-yang-dialami-syaikh-usamah-bin-ladin-pasca-invasi-zionis-salibis-2001-bagian-3.html

0 92

Blora (voa-islam.com) Satu lagi situs Islam hadir di Indonesia, ikhwah dari Pati ini berkomitmen menjadi ‘Referensi Umat Dalam Dunia Islam & Jihad’ dan siap memandu Jihad yang tak akan pernah padam. Tulisan berikut kami unggah sebagai ‘salam kenal’ dari Islamlagi.com untuk umat Islam di Indonesia.

Berikut tulisan tentang ’10 Ulama Jihad Karismatik di Indonesia’

Jalan ini akan selalu dipenuhi oleh para perindu surge, maka kekecewaan yang mendalam selalu menghantui musuh musuh islam, karena para penyeru kebenaran meski mengenggam bara api di tangan tak akan pernah surut mundur ke belakang.

Hadistnya yang shahih dan masyhur :

“Akan senantiasa ada sekelompok dari ummatku yang tegak di atas kebenaran, mereka tidak peduli dengan orang-orang yang menyelisihi dan mentelantarkan mereka hingga terjadi kiamat, dan dalam riwayat muslim berbunyi “akan senantiasa ada ahlul grorb” (orang-orang barat) (Majmu’ Fatawa XIII/531)

bumi nusantara ini telah menjadi saksi, para pembela tauhid dan jihad selalu hadir dari masa ke masa sejak islam masuk di bumi persada ini. Kerajaan islam Samudra Pasai menjadi saksi sejarah bahwa hukum islam layak untuk dilaksanakan di nusantara ini, kekhalifahan kerajaan demak bintaro menjadi bukti tak terbantahkan kalau orang jawa pun bisa diajak untuk melaksanakan hukum ilahi yang suci ini.

Akan tetapi, karena antek-antek penjajah kafir belanda seakan akan telah mengakar di otak para munafik, hal itu selalu diturunkan ke anak cucunya, bahwa Indonesia tak mungkin bisa ditegakan syariat islam.

Akan tetapi Allah akan selalu menetapkan hati kaum mukminin yang dipilihnya untuk menjadi punggawa kebenaran, meneriakan jihad dan mengobarkan semangat perjuangan melawan tirani thogut yang berkuasa.

Kali ini redaksi islamlagi mencoba menghadirkan 10 ulama jihadis karismatik di Indonesia, meskipun kami juga sadar masih banyak ulama jihadis lainnya. Namun tiada mungkin kami mencatat semuanya. Semoga bisa menjadi motivasi untuk lebih mengenal ulama pewaris nabi yang selalu istiqomah di dalam memperjuangkan kebenaran di dunia,yang tak pernah lapuk oleh panasnya cobaan dan rintangan dan tak silau oleh indahnya dunia.

1) Ust Abu Bakar Ba’asyir

Kiprah beliau dalam dakwah dan jihad sudah tidak di ragukan lagi, keluar masuk penjara thogut karena menolak asas tunggal dan berbagai tuduhan yang disematkan ke beliau sudah tak mempan lagi untuk menggoyahkan tekad ust yang juga lulusan gontor ini. Dengan izin Allah beliau telah menghantarkan para santrinya untuk menjadi seorang mujahid fisabililah, baik di massa masih di Al mukmin ngruki Surakarta maupun saat di ma’had lukmanul hakim Malaysia.

Ust Abu Bakar Ba’asyir adalah tokoh pergerakan untuk penegakan syariat islam yang sangat disegani, baik di hadapan para ulama yang sejalan dengannya maupun para lawan perjuangannya.

Bahkan, ustadz yang juga pernah menjadi amir MMI (Majelis Mujahidin Indonesia)selama 2 periode ini seakan akan menjadi simbol perjuangan umat islam untuk selalu menegakan syariat islam di bumi nusantara ini dan menolak asas tunggal pancasila. Fatwa tegas beliau dengan mengatakan bahwa pancasila adalah dasar kemusyrikan, membuat para lawan umat islam berfikir ulang untuk berhadapan dengan ustadz yang sekarang sedang dipenjara di nusa kambangan ini. Meski sekarang beliau menjabat sebagai AMIR jama’ah Ansharut Tauhid akan tetapi ust. Abu demikian beliau biasa disapa adalah ulama yag menjadi milik umat islam di mana saja, yang selalu memimpikan tegaknya daulah islam dengan dakwah dan jihad. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan keistiqomahan kepada beliau.

2) Ust Abu Rusydan Thoriquddin

Dari pengalamannya sebagai angkatan ke-2 peserta pelatihan di Akademi Militer Mujahidin Afghanistan di Sadda, Pakistan. Seangkatan dengan Mukhlas, terpidana bom Bali I dan Mustafa, membuat para pemuda yang tergugah untuk mendalami jihad jatuh hati padanya.

Analisa beliau dalam politik jihad kontemporer yang tajam serta retorika beliau dalam menerangkan jihad sesuai konsep wahyu, membuat beliau berulang kali hadir sebagai pemateri bedah buku serta talk show yag bertemakan jihad ataupun penegakan syariah.

Dari beberapa sumber yang kami terima, ustadz yang tinggal di kudus ini adalah sebagai maker strategi dalam tandzim JI (Jamaah Islamiyah) meskipun beliau terbilang otoritatif untuk menjelaskan Jamaah Islamiyah (JI) luar dalam.

Fatwa tegas beliau tatkala mengatakan Usamah bin Ladin adalah mujahid bukan teroris serta kampanye beliau tentang kekufuran akan sistem demokrasi adalah bukti nyata sumbangsih yang luar biasa terhadap kejayan islam.

3) Ust Abu Sulaiman Aman Abdurrahman.lc

Singa tauhid demikian para muwahidun Indonesia menyebutnya, Penyampaian ceramah beliau yang lembut dan sejuk didengar oleh para ahlul tauhid, ternyata tetap saja membuat kuping para antek thogut memerah.

Beliau sangat aktif dalam menerjemahkan risalah dari para masyayikh di mimbar jihad dan tauhid. Buku buku beliau juga terang terangan membongkar kedok para anshorut thogut. Bahkan meski sekarang sedang dipenjara di nusa kambangan akan tetapi hasil karya beliau tak pernah berhenti. Alhamdulillah

4) Ust Abu Jibriel Abdurrahman

Ceramah-ceramah beliau yang bertemakan dakwah dan jihad telah menyebar dimana mana, buku buku beliau mulai dari Rijalus Sholeh hingga Virus Syariat juga laku laris terjual. Semangat beliau dalam mengajak umat agar faham akan jihad sudah tidak di ragukan lagi, peristiwa ambon menjadi saksi nyata kegagahan beliau dalam melawan kaum kafir, membakar semangat para mujahid untuk melawan kedzoliman yang dilakukan obet kafir saat itu.

Kini beliau aktif di MMI bersama adiknya ust Irfan S Awwas,dengan amanah yang diberikan kepada beliau sebagai Amir MMI yang kedua kalinya, semoga membuat ghiroh perjuangan MMI sekarang ini tetap eksis melawan kebatilan.

Kharismatik pada wajah beliau begitu memancar, kepada siapa yang bicara dengan beliau akan merasakan kesejukan, akan tetapi berkali kali anshorut thogut selalu memfitnah beliau sebagai danyang terorisme. Semoga Allah berikan penjagaan kepadanya.

5) Ust Said Sungkar

Jenggot lebatnya menjadi ciri khas dan karakter beliau, suaranya yang lantang dalam menegakkan amal ma’ruf nahi munkar seakan akan tak pernah padam. Jihad serta penegakan syariah menjadi topik hangat yang tak terpisahkan dalam tabligh beliau.

Meski secara keorganisasian, beliau lebih dikenal sebagai ustadz FPI, akan tetapi dalam realita beliau berhasil merajut ukhuwah dengan banyak jamaah. Tatkala ikhwah seperjuangannya sudah banyak yang masuk ke dalam penjara thogut, kini giliran beliau yang terkena ujian, beberapa bulan terakhir ini, beliau termasuk yang diumumkan oleh thogut amerika sebagai teroris dunia yang berbahaya.

Pembelaan beliau terhadap islam sangat nyata, fatwa beliau akan pentingnya jihad dan wajibnya membantu umat muslim yang terdzolimi terdengar lantang, sehingga tidak sedikit para ulama jahat yang pro pemerintah selalu menjelek-jelekan beliau.

Kesederhanaan dalam berpakaian, ketawadhuan dalam bersikap serta keramahan dalam bertutur membuat para ikhwan mujahidin hormat serta cinta kepada beliau.

6) Ust Afif Abdul Majid

Berkopyah bak taliban, bergamis, serta berompi dengan senyum lebar dengan keramahan yang memancar di wajahnya membuat ciri khas yang menempel dalam diri ust yang kini bertempat tingal di Surakarta ini. Beliau aktif di JAT(Jamaah Ansharut Tauhid) bersama ust Abu Bakar Ba’asyir. Beliau bersama sama memperjuangkan dienul islam ini, dengan mengajak umat islam kembali menghidupkan sistem islam yakni bergabung dalam jama’ah wa imamah. Karena menurut beliau sekarang bukan lagi berkata sekarang fase makah atau fase madinah tetapi sekarang ini kita harus menjalankan islam dengan kaffah yakni denga berjamaah.

Fatwa tegas beliau tentang demokrasi begitu jelas, bahwa demokrasi itu adalah sistem kufur. Demikian gaya beliau menyebutkan. Bahkan beliau tak segan segan mengatakan kepada umat, apabila ada seorang ulama yang mendekati pemerintah dan ingin mencari untung sesunguhnya mereka itu adalah anjing.

Keistiqomahan beliau dalam mengajak umat islam untuk meniti jejak nabi dengan jalan dakwah dan jihad, membuat amerika memasukkan beliau ke daftar teroris tingkat internasional.

Akan tetapi semua itu tiada akan meragukan langkah beliau dalam membela islam,karena hanya ada satu kata hidup mulia atau mati syahid.

7) Ust Abu Izzudin Fuad Al Hazimy

Pengalaman beliau saat berdakwah di luar negeri tepatnya di negeri kanguru, memberi nilai lebih dalam dakwah beliau, sikap wasaton yag selalu ditunjukkannya membuat siapa saja segan bila berhadapan dengannya. Saqofah yang luas terlihat dari cara penyampaiannya, santun dan menjunjung tinggi ukhuwah islamiyah menjadi modal utama dalam dakwah yang dijalankannya.

Sikap tegas beliau dalam membela manhaj dakwah dan jihad terlihat dari ceramah ceramahnya. Bahkan sering beliau hadir sebagai pemateri dalam seminar, diskusi publik dsb, menegaskan akan pentingnya penerapan syariat islam serta pembelaan akan di syariatkannya jihad.

Meski demikian beliau sering kali menasehati para pemuda islam yang sedang awal melangkahkan dalam harakah islamiyah, untuk tidak gegabah mengkafirkan umat islam lainnya. Pengkafiran yang membabi buta tanpa ada ilmu yang menjadi sandaran akan menjadi bumerang dakwah.

8) Ust Aris Munandar al Fatah, Lc

Kreatif dalam mengemas dakwah, serta dahsyat dalam melobi umat sehingga membuat ust yang juga alumni ma’had al mukmin ngruki ini tidak bisa di pandang sebelah mata. Beliau termasuk maker strategi pengembangan umat di tubuh DDII. Konsep pondok berbasis tahfidz alquran dengan dirasah islamiyah berhasil diadakan hingga kini. Pengalaman beliau di dunia jihad tidak diragukan lagi. KOMPAK adalah saksi nyata kiprah beliau dalam dunia jihad, sebut nama beliau maka para mujahidpun akan mengenalnya.

Sekarang ini beliau lebih banyak mengadakan gerakan ukhuwah agar umat ini tidak terpecah dengan konsep dakwah dan jihad. Karena sekarang ini banyak sekali para generasi muda yang terburu nafsu ingin segera syahid akan tetapi tak tahu cara yang tepat. Maka beliau tampil dalam kajian kajian beliau dengan menerangkan cara jihad yang dibenarkan islam, tanpa menyudutkan pendapat yang berbeda dengannya. Yang jelas ust yang masih “muda” ini, adalah potensi umat yang akan bisa menyumbangsihkan demi kejayaan islam.

9) Ust Azhari Dipo Kusumo

Banyak orang yang berfikir tentang bagaimana mencetak seorang mujahid akan tetapi jarang sekali orang berfikir bagaimana mencetak seorang mujahidah, sehingga tatkala mujahid itu telah tiba saatnya untuk menikah mereka mendapatkan pasangan yang siap membantu laju jihadnya. Inilah diantara perjuangan Ust Azhari Dipo Kusumo, langsung sebagai direktur Ma’had Islam Al-ikhlas yang bertempat di sedayu lawas lamongan. Beliau bermujahadah mencetak generasi mujahidah.

Memang sempat dipenjara beberapa tahun karena kasus bom bali I. Alhamdulillah ustadz yang berasal dari Jawa Barat ini termasuk yang istiqamah mengajak umat islam untuk mengambil manhaj dakwah wal jihad.

Beberapa ceramah beliau tentang wajibnya jihad sekarang ini serta pentingnya I’dad untuk yang belum mampu berangkat, terus terputar di telinga para ikhwan yang aktif belajar.

Banyak sekali diantara para dai ahli bid’ah yang menyerang beliau akan tetapi saat berhadapan tatap muka tak ada satupun berani nongol. Semoga ust Azhari Dipo Kusumo terus istiqamah dalam mengkader para mujahidah. InsyaAllah

10) Ust Halawi Makmun, Lc

Label takfiri sangat lekat dalam benak beliau, ustadz yang berketurunan sunda ini memang di awal kedatangannya di Indonesia, terang terangan mengatakan bahwa orang yang tak berhukum kepada hukum Allah kedudukannya murtad kafir.

Sikap keras beliau ini memang cukup kontroversial, karena dari beberapa sumber beliau terlalu mudah menta’yin orang yang beda dengan pendapat beliau. Akan tetapi itu semua dalam rangka kehati hatian nya agar umat tidak terjebak di kemusyrikan dan kekafiran.

Fatwa keras ust Halawi Makmun tentang kafirnya salafi murjiah serta murtadnya orang yang ikut demokrasi, cukup menyita perhatian dalam perdebatan antar ahlu ilmu di Indonesia ini.

Meski kontroversi, beliau masih masuk kedalam jajaran ust jihadis karismatik karena loyalismenya juga cukup banyak.

Semoga kedewasaan bisa menambah semuanya menjadi lebih bijak dalam mendakwahkan dakwah dan jihad ini.

Demikianlah 10 ulama jihadis karismatik di Indonesia, semoga bermanfaat guna mempererat ukhuwah yang ada tanpa harus membedakan suatu pun karena mereka telah banyak memberikan sumbangsih untuk dakwah dan jihad di bumi persada ini. Allahu Akbar.(ukwatuna/islamlagi/voa-islam)

Promosikan produk anda voa-islam.com hanya Rp 20.000/hari atau Rp 500.000/bulan

Share this post..

Source: http://www.voa-islam.com/teenage/smart-teen/2013/11/15/27595/10-ulama-jihad-karismatik-di-indonesia/

    0 64

    PAKISTAN (voa-islam.com) – Senin (11/11/13) Sektor pendidikan Pakistan mengeluarkan keputusan untuk melarang sekolah-sekolah swasta membeli buku bercerita tentang kisah gadis Malala karena menganggap itu mnejelekkan Pakistan dan Islam.

    Kasyif Mirza, Ketua Persatuan Sekolah Swasta yang membawahi ribuan yayasan pendidikan, berkata kepada AFP, “Kami melarang kitab Malala karena kontennya yang bertentangan dengan doktrin Negara dan nilai-nilai Islam” tutur Mirza.

    “Kami bukan melawan Malala. Dia adalah putri kami. Ayahnya telah meminta kepada penerbit untuk menghapus bagian yang bercerita tentang Salman Rushdie dan menambahkan shallallahu ‘alaihi wa sallam bergandengan dengan nama Nabi” tambah Mirza.

    Buku yang berjudul “I Am Malala” itu bercerita tentang sejarah Pakistan dan kehidupan berada di bawah Taliban yang membentangkan kekuasaannya pada tahun 2007 dan 2009 di lembah Swatt, tempat Malala Yousafzai tinggal.[usamah/imo]

    Promosikan produk anda voa-islam.com hanya Rp 20.000/hari atau Rp 500.000/bulan

    Share this post..

    Source: http://www.voa-islam.com/news/world-world/2013/11/12/27549/bertentangan-dengan-nilai-islam-pakistan-larang-beli-buku-malala/

    0 68

    YAMAN (voa-islam.com) – Senin (11/11/13) salah satu anggota forum jihad mempublikasikan pernyataan belasungkawa Mujahidin Al-Qaidah Yaman atas kesyahidan (insya Allah) Koman Taliban Pakistan, Hakimullah Mahsud. Berikut terjemahannya:

    Bismillahirrahmanirrahim

    Segala puji bagi Allah yang telah berfirman (Dan janganlah engkau mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati. Tap mereka itu hidup di sisi Rabb mereka lagi mendapat rezqi) [Ali Imran:169]. Shalawat dan salam kepada Rasulullah yang telah bersabda, (Aku ingin berperang lalu terbunuh kemudian (dihidupkan lalu) berperang lalu terbunuh kemudian (dihidupkan lagi lal) berperang dan terbunuh). Dan selanjutnya:

    Kami telah menerima berita duka tentang kematian Komandan Hakimullah Mahsud bersama beberapa ikhwan dalam sebuah serangan khianat drone AS. Kami memohon kepada Allah menggolongkan mereka yang terbunuh dalam kelompok syuhada dan meninggikan derajat mereka.

    Kami berbelasungkawa kepada umat Islam seluruhnya atas kehilangan seorang Komandan Mujahid Pejuang yang bersama saudara-saudaranya dari kabilah Waziristan memainkan peran bersejarah dalam melawan agresi AS terhadap Afghanistan. Mereka membuka rumah-rumah mereka untuk menampung pra muhajirin. Mereka pun mempersembahkan pengorbanan besar berupa darah putera-putera kabilah mereka.

    Kami khususkan belasungkawa kepada Rkyat Muslim Pakistan yang Terhormat yang kami muliakan. Kami menyemangati mereka dalam hal ini untuk terus melawan penindasan AS terhadap kedaulatan negri muslimin dan berusaha untuk menumbangkan pemerintah boneka yang telah menjual darah muslimin karena uang.

    Akhir kata belasungkawa ini, kami ingatkan umat Islam bahwa kematian para komandan mujahidin akan menambah jihad semakin menyulut dan menambah kebencian di hati-hati musuh Islam. Jalan jihad ini akan berlangsung –bi idznillah- hingga penjaja kafir dari negri musliminangkat kaki dan Negara Islam akan memimpin. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

    Dan akhir do’a kami, alhamdulillahi rabbil ‘alamin

    Tanzim Al-Qaidah di Jazirah Arab

    Sumber: Markaz Media Al-Fajr

    Promosikan produk anda voa-islam.com hanya Rp 20.000/hari atau Rp 500.000/bulan

    Share this post..

    Source: http://www.voa-islam.com/news/international-jihad/2013/11/12/27550/pernyataan-belasungkawa-alqaidah-yaman-atas-syahidnya-hakimullah/

    0 81

    Senin, 11/11/2013 17:16:12 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 116

    Raja Abdullah bin Abdel Aziz (kedua dari kiri) memakai masker bedah saat ia berdoa bersama anggota keluarga saat pemakaman saudaranya, Putra Mahkota Sultan bin Abdul Aziz, di Masjid Imam Turki bin Abdullah, 25 Oktober 2011 di Riyadh. (Foto: AFP)

    Muhammad Fauzi

    Tentang fitnah akhir zaman, semestinya senantiasa menjadikan kita mawas diri, betapa kedahsyatannya membuat begitu banyak manusia tergelincir dari jalan lurus. Bangsa Arab yang telah mendapat berbagai karunia dengan agama Islam ini, kemuliaan, kehormatan, peradaban yang dicapai, dimana Rasul untuk umat ini diangkat dari kalangan mereka, bahkan Islam ini baik secara bahasa maupun sejarahnya, tidak bisa dilepaskan keterkaitannya dengan Arab. Kaum yang ummi yang ditempatkan pada puncak peradaban dunia. Namun semua itu tidak menjamin bangsa ini akan senantiasa teguh dalam Islam, fitnah yang sangat pelik dan dahsyat suatu saat akan menggoyahkannya.

    Sulit untuk digambarkan perasaan para sahabat ketika Rasulullah mengabarkan tentang isyarat murtadnya Bangsa Arab suatu saat nanti. Ketika turun ayat 38 surah Muhammad, “Jika kamu berpaling (dari agama), niscaya Dia (Allah) akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu”, maka sebagian sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, jika kita berpaling, siapakah yang akan menggantikan tempat (kedudukan) kita?” Nabi meletakkan tangannya yang penuh berkah ke atas bahu Salman al-Farisi dan bersabda, “Dia dan kaumnya (yang akan menggantikan kamu). Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, jika agama ini bertaburan di ‘Tsurayya’, maka sebagian dari orang Persia akan mencarinya dan memegangnya.” (HR Tirmidzi)

    Sedang pada ayat yang lain, surah Al Ma’idah ayat 54, juga ada isyarat serupa, “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” Beberapa riwayat dan ahli tafsir seperti Ibnu Katsir merujuk pada kaum Abu Musa Al Asy’ary dari negeri Yaman yang akan menggantikan Bangsa Arab bila murtad dari agamanya.

    Meski kita bukan bangsa Arab, isyarat Rasulullah ini hendaknya juga kita perhatikan, bahwasanya bangsa-bangsa lain pun bisa saja tertimpa fitnah dan ujian serupa. Di samping itu dalam konteks kekinian, perkara ini bersinggungan dengan persoalan pelik yang sedang membelit umat ini, klaim kebenaran antar berbagai firqoh, manhaj, dan fikroh yang berujung perselisihan yang belum terselesaikan. Ketika masing-masing mengklaim sebagai satu-satunya firqotun najiyah atau golongan yang selamat, berebut klaim sebagai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Khususnya antara Sunni dan Syi’ah, antara Salafi (Wahabi) dan Asy’ariyah, hingga fitnah Mulukiyah, tuduhan sebagai Takfiri, Khawarij dan sebagainya.

    Arab Murtad dan Isu Wahabi

    Jika para penentang gerakan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menghubungkan keberadaan gerakan ini sebagai bentuk terlaksananya isyarat bangsa Arab murtad, sebaliknya bagi para pendukungnya, dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah upaya pengembalian kepada Islam yang otentik sebagaimana para Salafus Shalih, membersihkan dari berbagai kontaminasi yang sudah banyak mengotori agama ini. Salaf dan Asy’ariyah kemudian berada pada posisi berhadapan terkait beberapa hal. Seperti masalah yang berhubungan dengan uluhiyah, tentang tawasul, berdoa dan istighotsah kepada nabi, wali atau orang shalih yang sudah mati. Masalah takwil terhadap sifat-sifat Allah, terkait pengertian istiwa’ wajah, tangan dan sebagainya. Tentang batasan-batasan bid’ah dalam praktek peribadatan dan sebagainya.

    Di satu sisi Asy’ariyah kukuh dengan tuduhan bahwa munculnya Wahabi adalah manifestasi berbagai riwayat yang berisi nubuwat tentang munculnya fitnah Tanduk Setan dari timur, Nejd, tempat gerakan ini bermula. Dari kalangan Bani Tamim, di mana Khawarij lahir dari tulang sulbinya, dan Muhammad bin Abdul Wahab beserta sejumlah pionir gerakan ini menasabkan dirinya pada Bani Tamim. Juga tentang orang-orang yang penampakan ibadahnya sungguh menakjubkan, namun hakekatnya iman mereka tidak melewati kerongkongan, bahkan mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah keluar dari busurnya.

    Sebuah aliran yang dituduh didesain oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam dengan membuat aliran baru yang menyimpang, sebagaimana isu-isu konspirasi gerakan Wahabi dan berdirinya Negara Saudi oleh agen-agen penjajah asing seperti Mr. Hempher dan Lawrence of Arabiya.

    “Akan ada di akhir zaman suatu kaum yang usianya muda, dan pemahamannya dangkal, mereka mengucapkan perkataan manusia yang paling baik (Rasulullah), mereka lepas dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya, iman mereka tidak sampai ke tenggorokan.” (HR Bukhari)

    “Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Alquran, bacaan kamu dibandingkan dengan bacaan mereka tidak ada apa-apanya, demikian pula shalat dan puasa kamu dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka tidak ada apa-apanya. Mereka membaca Alquran dan mengiranya sebagai pembela mereka, padahal ia adalah hujjah yang menghancurkan alasan mereka. Shalat mereka tidak sampai ke tenggorokan, mereka lepas dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari buruannya.”
    (HR Abu Dawud)

    “Ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam membagi-bagikan harta (dari Yaman), Dzul Khuwaishirah seorang laki-laki dari bani Tamim berkata, “Wahai Rasulullah berbuat adillah! Beliau bersabda, “Celaka kamu, siapa yang dapat berbuat adil jika aku tidak berbuat adil.” Umar berkata, “Izinkan saya menebas lehernya.” Beliau bersabda, “Jangan, sesungguhnya dia akan mempunyai teman-teman yang shalat dan puasa kalian, sepele dibandingan dengan shalat dan puasa mereka, mereka lepas dari Islam seperti lepasnya anak panak dari buruannya.” (HR Bukhari)

    Di sisi lain, para pendukung gerakan Muhammad bin Abdul Wahab tidak terima dengan tuduhan ini. Fitnah khawarij, Nejd, Bani Tamim dimaknai kejadian yang telah terjadi sepeninggal Rasulullah, ciri-ciri yang disebutkan dalam hadits bersesuaian dengan apa yang terjadi. Sepeninggal Rasulullah terjadi berbagai fitnah dari timur, Nejd dan Irak, munculnya nabi palsu, kaum yang ingkar terhadap zakat, munculnya firqoh-firqoh dari daerah ini, Khawarij, Rafidhah, Qadariyah, Muktazilah dan sebagainya.

    Justru para pendukung gerakan Muhammad bin Abdul Wahab mengajukan sebuah klaim bahwa mereka adalah manifestasi dari kebaikan yang telah dinubuwatkan Rasulullah. Tentang Bani Tamim yang di akhir zaman bangkit menjadi kaum yang berada pada garis depan umat ini, paling gigih melawan Dajjal. Kemudian tentang Islamnya Makah dan Madinah yang di akhir zaman akan kembali menjadi barometer agama ini, ketika kerusakan begitu meluas, segelintir orang yang berpegang pada agama ini bagaikan orang-orang asing di negerinya sendiri. Orang-orang yang memperbaiki diri tatkala kebanyakan manusia merusak sunnah.

    “Sesungguhnya Islam itu muncul pertama kali secara asing, dan akan kembali asing sebagaimana pertama kali muncul, dan Islam akan berlindung kembali di antara dua masjid (Makkah dan Madinah) sebagaimana ular berlindung kedalam liangnya.”
    (HR Muslim)

    Abu Hurairah berkata, “Saya akan senantiasa cinta kepada Bani Tamim, karena saya pernah mendengar tiga hal dari Rasulullah. Pertama, saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mereka (Bani Tamim) adalah umatku yang paling gigih melawan Dajjal.” (HR Muslim) Dalam riwayat lain “Mereka adalah orang-orang yang sangat pemberani di dalam pertempuran-pertempuran dahsyat.”

    Dalam diri Bani Tamim ada sisi sebuah watak yang keras, bahkan menjadikan sebagian mereka sempat tergelincir seperti ketika bersikap kasar terhadap Rasulullah, yang diabadikan dalam surah Al Hujurat. Juga munculnya kaum pembangkang dan nabi palsu sepeninggal Rasulullah atau fitnah Dzul Khuwaisiroh yang melahirkan kaum Khawarij. Namun tidak bisa dipungkiri, sisi-sisi keteguhan pada mereka yang membaja hingga atas karunia Allah ditetapkan menjadi ujung tombak umat yang terdepan di akhir zaman. Sekian lama kiprah Bani Tamim seolah tenggelam dalam sejarah, apakah kemunculannya kiprahnya kembali merupakan pertanda terlaksananya nubuwat Rasulullah?

    Sedang mengenai Makah dan Madinah, sejarah panjang umat Islam telah mencatat bahwa Islam sekian lama mengembara meninggalkan kedua kota ini. Sepeninggal Imam Malik bin Anas, peran Makah dan Madinah tak lagi dominan, baik secara keilmuan maupun secara politik. Puncak Islam kemudian mengembara ke Baghdad, Mesir atau Istambul. Apakah penguasaan Makah dan Madinah oleh Kerajaan Saudi, baik secara politik maupun paham keagamaannya merupakan hujah bagi kebenaran paham keagamaan yang dianut kaum Salafi (Wahabi)?

    Jawabannya tentu tidak akan mudah untuk kita sepakati, namun dalam konteks korelasi antara kemunculan Wahabi dan murtadnya Arab, beberapa indikasi telah bisa dicermati. Murtadnya bangsa Arab akan diikuti oleh kehancuran yang menimpanya, dalam arti ditaklukkan oleh bangsa lain. sedang kemunculan gerakan Wahabi dan penguasaannya atas negeri Arab yang sejauh ini telah berlangsung beberapa abad tidak mengindikasikan kemusnahan bangsa Arab. Misalnya kalangan Asy’ariyah cenderung pada kaum dari negeri Yaman dengan paham keagamaan ala Kaum Habaib Hadramaut yang akan menaklukkan Arab, namun sejauh ini belum ada indikasi ke arah itu. Dalam konteks sekarang, di Yaman sendiri malah terdapat banyak aliran dan paham keagamaan lain seperti Syi’ah, Salafi Yamani, Ikhwan, kalangan Jihadis dan sebagainya.

    Sekecil dan selemah apapun peran Kerajaan Arab Saudi di abad ini, posisi Arab sekarang secara politik, ekonomi dan keagamaan lebih signifikan dibanding masa sebelumnya. Sejak masa Bani Umayyah, Abbasiyah, Mamluk dan Turki Utsmani, posisi Arab selalu terpinggirkan dalam berbagai hal, seperti hanya menjadi sebuah daerah pinggiran.

    Arab Murtad dan Isu Suni-Syi’ah

    Jika antara Asy’ariyah dan Salafi diibaratkan sebagai sebuah pohon yang akarnya mirip namun daunnya berbeda, maka sebaliknya, antara Asy’ariyah dan Syi’ah bisa digambarkan seperti sebuah pohon yang akarnya berbeda namun penampakan daunnya mirip. Antara Asy’ariyah dan Salafi berangkat dari pondasi kitab-kitab hadits dan madzhab fikih yang sama, namun kemudian mengerucut menjadi dua kubu yang saling berhadapan. Sedang antara Asy’ariyah dan Syi’ah yang berangkat dari pondasi yang berbeda, namun sempat hidup bersama dalam perjalanan panjang pada tradisi abad pertengahan, hingga praktik keagamaan keduanya tampak mirip.

    Pada kajian tentang nubuwat Arab murtad, posisi Syi’ah menjadi lebih penting dilihat dari riwayat yang menyebut Bangsa Persia yang akan menggantikan Bangsa Arab. Sedang dalam konteks kekinian, negeri Iran yang merupakan manifestasi utama Persia masa kini merupakan basis utama kaum Syiah. Juga tentang Salman Al Farisi yang menempati posisi khusus di kalangan Syi’ah. Tentang klaim kalangan Ahlul Bait bahwa mereka adalah Thaifah Manshurah yang berada di atas kebenaran, tentunya kalangan Ahlus Sunnah tidak menerima.

    Pada riwayat tentang ayat 38 surah Muhammad, disebutkan bahwa sebagian kaum Persia yang akan menggantikan bangsa Arab. Kata sebagian ini yang membuka celah bagi pihak yang tidak sepakat dengan klaim Syi’ah tersebut. Belum tentu sebagian kaum Salman yang dimaksud adalah Iran. Persia atau yang juga biasa disebut Khurasan di masa lalu kini telah terbagi menjadi beberapa negeri, Irak, Iran, Afghanistan, Pakistan dan negara-negara Asia Tengah. Sebagian kaum Salman yang dimaksud bisa saja berasal dari negeri-negeri itu.

    Tentang berbagai riwayat mengenai munculnya pasukan dari timur yang akan menyertai Khalifah Al Mahdi hingga ke Al Aqsha, Panji-Panji Hitam dari Khurasan serta pasukan Bani Ishak, memunculkan berbagai klaim tentang Thaifah Manshurah. Selain Syi’ah Iran, Taliban di Afghanistan atau Hizbut Tahrir di asia Tengah bisa memunculkan klaim serupa.

    Bagi para pencari kebenaran tentunya pembahasan tentang Firqotun Najiyah atau thoifah Manshurah tidak hanya berhenti pada Arab, Yaman dan Khurasan saja. Kebaikan dan keburukan bisa terdapat pada seluruh penjuru bumi ini. Disamping ada yang disebutkan secara khusus dalam suatu riwayat, seperti keberadaan Thaifah Manshuroh dan Kekhalifahan di negeri Syam atau Baitul Maqdis. Selain diinterpretasikan dengan kaum yang bertempat tinggal di sana, apakah juga bisa diinterpretasikan dengan kalangan yang concern terhadap permasalahan Baitul maqdis Meski tidak tinggal di sana.

    Di antara perang klaim kebenaran antara Asy’ariyyah, Salafi dan Syi’ah ada beberapa hal yang semestinya membuat kita mawas diri, benar-benar mengharap petunjuk dariNya agar tidak tersesat. Dari berbagai riwayat, digambarkan betapa puncak-puncak kebaikan dan fitnah begitu berhimpit, hingga menjadikan begitu banyak orang yang tergelincir. Dari khurasan akan muncul pasukan pembela Al Mahdi, namun dari Khurasan pula Dajjal akan muncul. Negeri Arab akan menjadi mercusuar dan barometer Islam di akhir zaman, namun fitnah yang dahsyat juga akan menimpa negeri ini hingga mengantarkan pada kemurtadan. Sedang pada diri Bani Tamim akan lahir puncak keburukan sekaligus puncak kebaikan.

    Apakah pada akhir zaman, anugerah terindah umat ini diserahkan kepada Bani Tamim karena kaum-kaum lain menyia-nyiakan dien ini? Temperamennya yang keras tumbuh menjadi keteguhannya di akhir zaman. Namun tidak hanya Salafi yang memiliki klaim sebagai penerus Bani Tamim, kalangan Jihadis seperti Taliban dan Al Qaeda juga bisa memiliki klaim serupa.

    Ketergelinciran ini tidak hanya menimpa orang yang abai. Terkadang ada orang yang bersungguh-sungguh menuju puncak jihad, namun terperosok ke lembah Khawarij. Bersungguh-sungguh menggapai ibadah dan sunnah, namun berujung pada kesesatan dan bid’ah.

    Arab Murtad dan Fitnah Mulukiyah

    Adakalanya ujian itu berupa kekuasaan duniawi dan harta benda yang melimpah, yang dengannya belum tentu seorang hamba mampu mensyukurinya dan menjadikannya sebagai bekal untuk beramal shalih. Begitu banyak gambaran tentang manusia yang hanya mengikuti keinginan nafsunya, tenggelam dalam glamor dan kemewahan, hidup dalam kubangan maksiyat. Dan saat seperti itu melepaskan iman menjadi sesuatu yang ringan.

    Adakalanya upaya mempertahankan iman harus melewati berbagai fitnah, penderitaan, kekurangan, hingga pengorbanan jiwa raga. Masa-masa seperti inilah yang akan melahirkan para pejuang tangguh. Namun bagi mereka yang telah terbuai oleh kenikmatan dunia akan sulit untuk melewati masa ini.
    Adalah negeri Arab, tempat tinggal bagi para Badui miskin yang tangguh di antara kondisi alamnya yang keras. Tatkala Allah memberi mereka kekayaan yang melimpah ruah, mereka hidup enak dan serba berkecukupan. Dalam kondisi demikian, apakah keperkasaan mereka akan luluh?

    Perang Teluk, salah satu ujian yang menimpa bangsa Arab. Ketika mereka dihadapkan pada sebuah pilihan sulit, apakah akan memilih bersusah payah mempertahankan diri dan kehormatan mereka dengan perjuangan mereka sendiri, seberat apapun. Ataukah memilih sebuah jalan pintas yang mudah, berlindung kepada kekuatan asing, kekuatan adi daya yang menjadikan bangsa Arab tak perlu bersusah payah mengatasi tantangan yang menimpanya.

    Posisi sulit inilah yang membuat lebih banyak orang memaklumi keputusan mengundang pasukan asing bahkan menyediakan pangkalan bagi mereka. Namun bantuan dan perlindungan yang diberikan ini ternyata tidak gratis. Sebagai imbalannya, sedikit demi sedikit, pelan-pelan, iman yang mereka miliki ingin dilucuti. Imbasnya, mulai diposisikan menjauh dari perjuangan umat melawan kezhaliman di berbagai penjuru dunia. Gerakan dakwah dan perjuangan umat ini bahkan diposisikan sebagai ancaman atas kekuasaan mereka. Bahkan sebagian mereka ditempatkan di garis depan memadamkan perjuangan umat. Secara perlahan Kapitalisme, Sekulerisme, Westernisme dan Liberalisme ditancapkan pada mereka.

    Di sisi lain, kekayaan melimpah yang mereka miliki seharusnya digunakan untuk amal-amal shalih yang bermanfaat. Namun sebagian dari mereka menggunakan untuk mencapai kemewahan duniawi dalam berbagai bentuknya, berlomba-lomba dengan gedung-gedung pencakar langit, berfoya-foya, menghambur-hamburkan uang, hingga berbagai bentuk kemaksiatan yang menyertainya. Dan sebagian simbol-simbol agama disisakan agar semuanya seolah-olah masih tampak religius.

    Jauh hari Rasulullah telah memperingatkannya, dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Malaikat Jibril ketika ia bertanya tentang waktu terjadinya Kiamat: “Akan tetapi aku akan menyebutkan kepadamu tanda-tandanya… (lalu beliau menyebutkan, di antaranya:) jika para pengembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan, maka itulah di antara tanda-tandanya.” [HR Bukhari]

    Sementara dalam riwayat Muslim diungkapkan, “Dan engkau menyaksikan orang yang tidak memakai sandal, telanjang lagi miskin yang mengembala domba, berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi.” Dan dijelaskan dalam riwayat Imam Ahmad dari Ibnu Abbas, beliau berkata:

    “Wahai Rasulullah, dan siapakah para pengembala, orang yang tidak memakai sandal, dalam keadaan lapar dan yang miskin itu?” Beliau menjawab, “Orang Arab.”

    Fenomena tenggelam dalam kemewahan dan kemaksiatan pada zaman ini memang sedang memuncak, bukan lagi monopoli bangsa Arab. Namun posisi bangsa Arab sebagai pelayan dua Masjid Suci semestinya membuat mereka menyadari akan tanggung jawab yang lebih besar. Dan ketika nafsu kapitalisasi ini menerjang hingga ke pelataran Masjidil Haram, kesakralan dan sikap zuhud di tempat suci ini luruh oleh berbagai bentuk fasilitas kemewahan duniawi, hotel-hotel mewah dan perbelanjaan. Tidakkah seharusnya orientasi pembangunan kawasan Tanah Suci adalah untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya bagi Para Tamu Allah, dengan mengutamakan kesahajaan dan kebersamaan, bukan kemewahan dan materialisme. Tidakkah mereka merasa khawatir ditimpa sesuatu dari Allah ketika apa yang mereka capai dalam puncaknya?

    “Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.” (QS: Yunus : 24)

    Bangsa Arab, bangsa yang mulia karena Islam, sekaligus memiliki tanggung jawab yang lebih besar terhadap agama ini. Dan jika berpaling, Allah menjamin kehancurannya. Ketetapan Allah pasti terjadi, bagi mereka yang bisa terselamatkan, hendaklah berupaya semaksimal mungkin sebelum terlambat. Teringat akan sosok Raja Faisal, dengan keteguhannya terhadap agama ini, menjadi ibrah bagi generasi sesudahnya, agar mengikuti jejaknya.

    Bagi orang yang beriman dan beramal shalih, tidak hanya janji kebahagiaan sejati di akherat, sebagian kebahagiaan itu terkadang sudah diberikan di dunia ini. Dan inilah kabar baik yang dijanjikan Rasulullah pada pewaris negeri Arab kelak, pada akhir zaman akan kembali subur dengan kebun-kebun dan sungai-sungai.

    “Tidak akan datang hari kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai.”(HR Muslim)

    “(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)

    “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nur : 55)

    Wallahu a’lam bishawab.

    Baca Juga

    • Pengungsi Syiah Sampang akan Kembali ke Kampung Halamannya
    • Abu Darda’ : Kesederhanaan dan Kezuhudannya
    • Erdogan Akhirnya Wujudkan Mimpi Sultan Abdul Majid Satukan Asia-Eropa
    • Mendagri : Kerjasama dengan FPI Tidak Melanggar Undang-undang
    • Inilah Koalisi Musuh Islam yang Mengganggu Perjuangan Umat Islam

    Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8969

    0 54

    Analisis

    Oleh Pizaro — Sabtu 7 Zulhijjah 1434 / 12 October 2013 08:41

    Oleh, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi

    Koordinator Kajian Zionisme Internasional

    Penulis Buku Zionis dan Syiah Bersatu Hantam Islam

    Ada yang menarik mencermati langkah Presiden baru Iran Hassan Rouhani dalam kebijakan politiknya. Meski baru terpilih beberapa bulan lalu, Rouhani tampil secara terbuka untuk membawa Iran menjadi negara yang menunjukkan itikad menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat (AS). Secara tegas Rouhani mengimbau kelompok ulama konservatif Iran untuk mengubah cara pandang piciknya mengenai masyarakat dalam dunia.

    Bagi Iran, meyambung tali ‘silaturahim’ dengan AS, tampaknya menjadi opsi yang paling rasional guna membendung gerakan Islam di dunia Arab. Selain itu, persahabatan antara Iran dengan AS akan membuka kebuntuan ekonomi bagi kedua negara.

    Kebuntuan Ekonomi

    Iran dan AS memang selama ini tampak malu-malu untuk secara terbuka mengakui sebagai negara yang saling membutuhkan. Data BPS AS (Census Bureau), misalnya, per 15 Oktober 2012 saja menunjukan, nilai perdagangan AS ke Iran sepanjang 8 bulan pertama 2012 tercatat mencapai US$199,5 juta. Itu artinya klaim embargo yang selama ini didengungkan AS tidak terbukti, karena tingkat perdagangan AS ke Iran justru naik US$48,7 juta.

    Tentu stabilitas hubungan kedua negara inilah yang secara jujur sangat dirindukan bagi Iran. Dengan kondisi kemiskinan yang cukup merata di Iran, stabilitas ekonomi adalah keniscayaan yang harus dilakukan pemerintah.

    Menteri ekonomi Ali Tayyebnia sendiri telah memperingatkan pada Agustus lalu bahwa jumlah pengangguran resmi negara itu kini mencapai 3,5 juta orang atau 11,2 persen dari angkatan kerja, dan bisa bertambah menjadi 8,5 juta akibat gelombang baru anak-anak muda yang akan memasuki pasar tenaga kerja.

    Maka menarik menyimak pernyataan seorang supir Taxi bernama Morteza saat diwawancara media jerman DW. “Terputusnya hubungan diplomatik antara AS dan Iran harus segera diakhiri,” tegasnya.

    Mencermati situasi ini, saya jadi teringat perkataan Sejarawan Iran Ali Nourizadeh.“Jutaan rakyat Iran akan berunjuk rasa mendukung Amerika jika isu yang diangkat adalah membuka kembali hubungan Iran dengan Amerika,” katanya.

    Kesempatan bagi pertemuan langka antara Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dengan rekannya Menlu Iran Mohammad Javad Zarif juga menarik disimak. Pembicaraan diawali dengan jabat tangan antara Kerry dengan Zarif saat pertemuan di New York, September lalu. Zarif dan Kerry duduk bersebelahan di pojok meja berbentuk U selama pertemuan para menlu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

    Posisi duduk yang dekat ini ditafsirkan sebagai hasrat besar diantara keduanya untuk mencoba menghapus ketegangan. “Kami telah melakukan pertemuan yang sangat konstruktif,” kata Kerry kepada para wartawan setelah pertemuan para Menlu DK PBB. Tapi Kerry menambahkan, ”Masih banyak yang harus dikerjakan.“

    Usai pertemuan, Zarif juga mengungkapkan kepuasan yang senada. “Saya puas dengan langkah pertama ini. Sekarang kita harus melihat apakah kita bisa menyesuaikan kata-kata positif dengan perbuatan serius agar kita bisa melangkah ke depan,“ tambahnya

    Bahkan dari New York, Zarif menulis melalui Twitternya bahwa: “Kita punya kesempatan bersejarah untuk memecahkan masalah nuklir jika kekuatan dunia bersedia menyesuaikan diri dg “pendekatan baru Iran“.

    Kepentingan Bersama untuk Melawan Common Enemy

    Selain hubungan Ekonomi, sebenarnya ada satu kepentingan sama yang menjadi proyek bagi Syiah dan Amerika di dunia Arab, yakni menghalau tegaknya negara teroris yang mereka tujukan kepada Mujahidin Suriah yang berjihad atas nama Allah untuk menegakkan Daulah Islam. Sungguhlah aneh ada negara yang mengklaim Republik Islam tapi menghalau upaya tegaknya Syariat Islam di Suriah.

    Kenapa? Karena Mujahidin Suriah adalah kelompok Ahlussunah yang kafir dalam konsep agama Syiah. Di satu sisi Syiah mudah sekali menyematkan istilah “Takfiri” kepada kelompok Ahlussunah, tapi di sisi lain justru Syiah lah yang memendam ideologi takfiri yang mengerikan.

    AS dan Iran benar-benar disatukan dalam urusan ini. Sebab kemenangan mujahidin di Suriah adalah sinyal kematian bagi Syiah dan Zionis. Bayangkan saja dengan persenjataan sederhana dan tanpa mendapat bantuan apapun dari dunia internasional, Mujahidin Suriah berhasil membebaskan 60-80% daerah Suriah.

    Kemenangan mujahidin juga mengkhawatirkan Amerika, apalagi dalam beberapa pertempuran para mujahidin berhasil menguasai senjata-senjata berat, setelah melumpuhkan beberapa markas dan pangkalan militer Assad.

    Dalam pelumpuhan bandara Menneg di Aleppo, misalnya, beberapa senjata berat termasuk tank T-72, senjata-senjata anti Tank, senapan mesin berat, senjata anti pesawat 57 mm dirampas para pejuang. Termasuk ratusan rudal anti tank yang bisa dikendalikan. Dengan sistem ATGM-(Anti Tank Guided Missile), tank-tank Assad bisa dihancurkan. Hal ini akan sangat menyulitkan tentara Assad yang mengandalkan senjata berat, tank, dan pesawat tempur.

    Iran dan AS sangat memiliki kepentingan untuk melakukan segala cara guna menghadapi ancaman ini, termasuk bekerjasama untuk memerangi mujahidin di Suriah. Maka melihat situasi ini, maka kita pun akan mudah membaca siapakah sasaran sebenarnya dari Invasi AS ke Suriah. Tidak lain dan tidak bukan adalah Mujahidin.

    Kalaulah memang tujuan AS menyerang Suriah untuk menjatuhkan Assad, kenapa AS baru melakukan sekarang setelah revolusi berjalan dua tahun? Kalaulah Alasan AS menyerang Suriah untuk melucuti senjata kimia, kenapa AS tidak melakukan hal yang sama kepada Israel? Bukankah Israel juga menggunakan White phosphorus ketika membunuh ribuan muslim Palestina?

    Belajar dari Afghanistan

    Kondisi di Suriah amatlah persis dengan apa yang terjadi di Afghanistan. Di mana Iran mendukung pendudukan Amerika dan mendukung konstitusi yang ditetapkan Amerika. Iran jualah yang mendukung pemerintahan boneka Afghan bentukan Amerika. Dalam era Rafsanjani saja, Iran menegaskan daerah utara Afganistan ketika Amerika gagal dalam mengalahkan Taliban. Mantan presiden Iran, Rafsanjani, menyebutkan, “Seandainya kekuatan Iran tidak membantu dalam memerangi Taleban, niscaya orang-orang Amerika terjerembab dalam lumpur Afghanistan” (ash-Sharq al-Awsath, 9/2/2002)

    Demikian pula di era Ahmadinejad. Tahun 2011 Teheran menggelar Konfrensi Kontraterorisme di Teheran 2011 dengan mengandeng dua Hamid Karzai dan Asif Zardari. Siapakah yang dimaksud Terorisme dalam termin Iran? Ya jelas para mujahidin yang berada di balik Imarah Islam Afghanistan.

    Maka, Ahmadinejad sangat berkepentingan untuk memastikan para penerusnya untuk menjalankan misi “Amerika dan Syiah” ini. Tidak heran, Ahmadinejad mendukung habis-habisan Capres Iran Pro AS Esfandiar Rahim Mashaei.

    Besan Ahmadinejad ini memang dikenal sebagai Kepala Staf Presiden Iran yang terus mengupayakan perdamaian antara Iran dengan Israel. Berbicara di sebuah konvensi pariwisata di Teheran, Juli 2008, Mashaei ini mengatakan: “Tidak ada bangsa di dunia ini yang menjadi musuh kita,” tegasnya. “Iran adalah teman bangsa Amerika Serikat dan di Israel, dan ini adalah suatu kehormatan!” pekiknya.

    Perkataan Mashaei ini begitu menarik perhatian media dan publik Iran. Para pejabat Iran memang banyak membuat pernyataan personal di masa lalu tentang persahabatan negara mereka dengan AS dan sering menekankan bagaimana Iran harus memperdalam hubungan dengan negeri Paman Sam. Tetapi sebelumnya mereka tidak pernah mendengar pernyataan seperti itu dikatakan pejabat resmi Iran dalam hal hubungannya dengan AS dan Israel.

    Maka itu Mashaei mendukung penuh konvensi pariwisata pertama di Iran dengan mengundang 42 negara termasuk AS pada tahun 2008. Acara yang diinisiasi pejabat pariwisata Iran itu berhasil mengikis sekat-sekat ketegangan antara Iran dan AS.

    Pernyataan Mashaei tentu sangat kontras dengan retorika Ahmadinejad yang berkobar-kobar ingin menghapus peta Israel dari dunia. Meski berlum ada satu peluru dari Teheran langsung ditembakkan ke Tel Aviv.

    Mashaei memang kemudian gagal menjadi Presiden Iran, tapi Ahmadinejad kini tidak perlu pusing melihat sepak terjang Rouhani. Rouhani menjadi isyarat dari Syiah bahwa bekerjasama dg negara salibis-zionis adalah sebuah keniscayaan.

    “Kami tidak ingin melihat ketegangan lebih panas antara Iran dan Amerika Serikat. Kami diberitahu hikmah bahwa kedua negara perlu berpikir lebih banyak pada masa depan dan berusaha duduk untuk mengadakan solusi bagi isu-isu terdahulu dan memperbaiki masalah” kata Rouhani.

    Source: http://www.islampos.com/iran-amerika-dan-perselingkuhan-babak-baru-di-dunia-arab-82344/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=iran-amerika-dan-perselingkuhan-babak-baru-di-dunia-arab

    Oleh Muhammad Mustafa Mustaan

    Setelah kudeta Mesir tanggal 3 Juli dan pertumpahan darah penduduk Muslim yang dilakukan oleh tentara, muncul beberapa indikator yang menyatakan dengan jelas bahwa Arab Saudi terlibat secara langsung. Mereka (Arab Saudi) tidak hanya memberikan dukungan keuangan baik bagi kelompok sekularis untuk memprotes Presiden Morsi [1] maupun kudeta [2] dengan dana miliaran dolar, namun mereka juga mendukung tindakan keras terhadap para demonstran oleh tentara dan peradilan; dengan bersumpah untuk melanjutkan bantuannya bahkan jika bantuan Amerika senilai $ 13 milyar terganggu [3]. Sementara banyak spekulasi media yang menunjuk ke masalah-masalah lain, secara historis telah diketahui bahwa Kerajaan Arab Saudi (Kingdom of Saudi Arabia-KSA) telah dan terus memberikan banyak dana bagi proyek-proyek kontroversial yang diprakarsai oleh AS, untuk mendukung hegemoninya di seluruh negeri-negeri Muslim. Berikut adalah beberapa contoh proyek-proyek itu yang telah melayani tujuan besar AS dan korban penduduk Muslim setempat.

    Afghanistan – 1975-1998
    Meskipun tidak ada catatan sejarah yang atas keterlibatan KSA, umum dikenal di Afghanistan bahwa Raja Faisal dari KSA dan Raza Shah Iran [4] memungkinkan Uni Soviet (USSR) bersama KGB-nya untuk menyerbu Afghanistan. Mereka mengeluarkan cek kosong kepada Presiden Afghanistan Mohammad Dauod, yang dikondisikan untuk mengurangi hubungannya dengan Uni Soviet, dan mengusir semua penasehat mereka. Ini adalah salah satu dari banyak kegiatan CIA yang dirancang untuk memancing Uni Soviet untuk menginvasi negara itu. Namun, bantuan tersebut tidak pernah diterima, Afghanistan kemudian terlempat ke dalam perang yang mengakibatkan jutaan orang mati, cacat, negara dengan jumlah pengungsi tertinggi kedua di dunia, dan hancurnya seluruh infrastruktur negara. Selama perlawanan Afghanistan melawan Uni Soviet dan rezim sosialis Afghanistan, satu-satunya negara yang melampaui bantuan Amerika sebesar $ 3 milyar adalah KSA, dengan jumlah yang tidak diketahui . [5] Setelah kekalahan Uni Soviet dan rezim boneka di Afghanistan, KSA memainkan peran utama dalam hal pendanaan bagi perekrutan penuh, dengan mempersenjatai, dan membentuk kekuatan baru di negeri itu yang bernama Taliban pada tahun 1994. Dana ini berlanjut hingga tahun 1998 sebelum Taliban memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan Amerika Serikat karena mengamankan transfer gas Asia Tengah oleh UNOCOL. [6]

    Perang Irak – 1991 dan 2003
    Setelah kekalahan di Afghanistan dan di ambang kehancurannya, Uni Soviet kehilangan posisi globalnya sehingga tidak terelakkan bagi AS untuk memulai kembali era kolonialisme militernya. Justifikasi yang diberikan adalah invasi Kuwait oleh Saddam Hussain. Namun, bagaimanapun beban keuangan di pundak Amerika sangat sedikit. Laporan-laporan mengindikasikan bahwa seluruh biaya perang hanya US $ milyar, sementara sisa biaya perang itu ditutupi oleh KSA ($ 36 milyar) dan Jepang dan Jerman ($ 16 milyar) . [7] Dengan kata lain, AS memperoleh banyak keuntungan dengan biaya yang minimal bagi dirinya sendiri. Selain hal ini untuk memungkinkan AS untuk menyerang Irak dari Kuwait dan membangun pangkalan militer permanen di negeri itu. Demikian pula, ketika George W. Bush memutuskan untuk menyerang Irak, sekali lagi mereka memiliki hak istimewa yang sama. Namun, biaya yang ditanggung oleh rakyat Irak adalah diatas 4 juta jiwa, termasuk 500.000 anak-anak yang mati kelaparan, tidak terhitung individu yang luka-luka dan cacat, kemiskinan, kehancuran negara, dan pembersihan etnis. [8]

    Menantang Pengaruh Regional Rusia

    Setelah Uni Soviet bubar sebagai akibat kekalahannya di Afghanistan, pewaris utama kekuatan global, dominasi dan pengaruhnya adalah Federasi Rusia, yang mempertahankan cengkeramannya di negara-negara Asia Tengah. Untuk menahan munculnya kembali kekuatan global Rusia, AS mencoba untuk menantang Rusia dalam lingkup pengaruhnya [10], dengan menggunakan sentimen Islam rakyat di wilayah itu. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa ada krisis lain, di mana KSA secara aktif terlibat dalam pendanaan kelompok-kelompok regional di bawah slogan menyebarkan Islam dan mempersanjatai kelompok militan? [11]

    Berkaitan dengan Revolusi Suriah
    Telah menjadi bencana bagi rakyat Suriah, yang telah mengorbankan ratusan ribu anggota keluarganya dan jutaan orang lagi tinggal di kamp-kamp pengungsi, tanpa mendapatkan kemerdekaan atau perubahan yang nyata. Alasan utama atas fenomena ini adalah kenyataan bahwa Amerika Serikat dan Rusia, meskipun ada perbedaan keduanya, telah berusaha untuk menjaga elemen-elemen utama rezim untuk menghentikan munculnya kembali Islam. Untuk mendukung Pemerintah Suriah, Rusia harus menyediakan banyak persenjataan yang dibutuhkan dan suku cadang untuk peralatan militer mereka, sementara AS telah memungkinkan pasukan (syiah) milisi dari Iran, Irak dan Lebanon untuk masuk ke Suriah [12], untuk menjaga rezim agar tidak runtuh.

    Di sisi lain, untuk mencegah pasukan pejuang membentuk kesatuan apapun dan berdiri mendapat dukungan rakyat, AS telah menggunakan pelayanan KSA dalam mempengaruhi/ membeli Koalisi Nasional Suriah dan mengurangi peran Inggris yang dibentuk melalui Qatar. Di samping itu juga untuk membantu AS mengarahkan aliran senjata kepada kelompok-kelompok yang mendukung Amerika Serikat. [13]

    Salah satu perkembangan terbaru menunjukkan bahwa peran KSA adalah penting dalam memecahkan perbedaan kunci satu-satunya dalam hal sikap antara Rusia dan Amerika Serikat. Sejak awal , sikap AS adalah untuk terjadinya transisi politik, yang berhasil dilaksanakan di Yaman, dengan mempertahankan rezim secara utuh dan dengan mengganti Bashar Al Assad saja. Sikap Rusia pada Bashar sendiri yang merusak kepentingan Amerika di kawasan itu membuat transisi politik menjadi mustahil, karena pihak oposisi tidak akan menerimanya untuk alasan apapun. Namun, setelah pengumuman terbaru atas intervensi militer Amerika , yang sudah dinyatakan tidak bertujuan untuk mengganti rezim [14], ada nada lunak yang terlihat dalam respon Rusia [15]. Sesungguhnya, dokumen-dokumen yang bocor menunjukkan bahwa kesepakatan minyak KSA dengan Rusia atas konflik Suriah mungkin telah memainkan perannya. Jika benar, hal itu mengindikasikan kepada fakta bahwa berdasarkan pelayanan yang lebih baik yang diberikan oleh KSA kepda AS di masa lalu, perannya menjadi diperluas hingga ke tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya.

    Perang Melawan Teror
    Ini adalah fakta terbuka bahwa yang dulu dikenal sebagai pasukan pejuang kemerdekaan oleh AS, yakni para pejuang Afghanistan dan Arab kini telah dicap sebagai ‘ teroris ‘ di seluruh dunia. Namun, pembentukan dan kemudian perang melawan kelompok-kelompok militan ini telah menjadi permainan ganda, suatu permainan yang merupakan spesialisasi KSA Sebagaimana dinyatakan di atas, peran KSA adalah kunci di setiap wilayah. Sudah menjadi rahasia umum bagaimana KSA bekerja sama dengan dinas rahasia AS dalam perang ini selain pendanaan atas departemen anti – teror PBB [16] . Hal ini termasuk perang melawan kelompok-kelompok militan yang didanai sendiri di Bosnia dan Somalia. [17]

    Sebagai kesimpulan, pendanaan dari Raja Saudi atas Pemerintah Sekuler dan Militer baru Mesir adalah sangat penting bagi hegemoni AS, dimana dana miliaran dolar bukan merupakan peristiwa pertama. Sejumlah peristiwa sebelumnya menunjukkan bahwa KSA selalu memainkan peran utama dalam pembiayaan dan untuk mempertahankan hegemoni AS di negeri-negeri Muslim.

    Uang Rezim Saudi yang seharusnya digunakan untuk membantu orang-orang miskin di perbatasan negaranya sendiri, malah dimanfaatkan untuk mengeksploitasi dan mengorbankan umat Islam seperti domba-domba dalam rangka mempertahankan dan memperkuat kepentingan global AS. Dana ini juga telah dikategorikan yang digunakan terhadap kaum Muslim lainnya untuk melemahkan, membongkar ke akarnya dan menghilangkan setiap kesempatan untuk melayani kaum Muslim yang berjuang melalui Islam politik, serta menjauhkan mereka dari kebebasan dan kehidupan yang bermartabat. (rz/ www.revolutionobserver.com)

    [1]http://www.upi.com/Top_News/World-News/2013/07/30/Saudi-activist-says-money-given-to-Egyptian-general-to-oust-Morsi/UPI-53881375183115/

    [2]http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/saudiarabia/10178117/Saudi-Arabia-re-emerges-as-powerful-Middle-East-player.html

    [3]http://video.msnbc.msn.com/newsnation/52794226/

    [4]http://www.us-uk-interventions.org/Afghanistan.html

    [5]www.cidob.org

    [6]http://globalresearch.ca/articles/MAD201A.html

    [7]http://people.psych.cornell.edu/~fhoran/gulf/GW_cost/GW_payments.html

    [8]http://www.iraqbodycount.org/

    [9]http://www.theguardian.com/world/2002/apr/22/warcrimes.comment

    [10]http://www.ceps.eu/book/russia-central-asia-old-history-new-challenges

    [11]http://globetrotter.berkeley.edu/people2/Rashid/rashid-con4.html

    [12]http://www.washingtoninstitute.org/policy-analysis/view/irans-foreign-legion-the-role-of-iraqi-shiite-militias-in-syria

    [13]http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/saudiarabia/10178117/Saudi-Arabia-re-emerges-as-powerful-Middle-East-player.html

    [14]http://news.nationalpost.com/2013/08/27/goal-not-regime-change-white-house-insists-as-reports-syria-strike-just-days-away/

    [15]http://rbth.ru/international/2013/08/27/russia_will_not_fight_with_anyone_over_syria_29247.html

    [16]http://www.globalpost.com/dispatch/news/afp/130808/saudi-arabia-donates-100-mn-un-anti-terror-centre

    [17]http://www.fbi.gov/news/testimony/middle-east-and-central-asia-saudi-arabia-and-the-fight-against-terrorism-financing

    Source: http://hizbut-tahrir.or.id/2013/10/08/peran-kerajaaan-saudi-mendanai-penjajahan-amerika/