Home Cari

perang suriah 2014 - Hasil Pencarian

Jika Anda merasa hasil pencarian kurang akurat, coba deh cari dengan kata kunci yang berbeda :)

Perang Suriah 2014


We provide another result for Perang Suriah 2014 at other webs or blogs around the world. This page powered by Google, Yahoo and Bing. You can search anything or different keyword using our powerful Search Form below:


Article Perang Suriah 2014 on other source:

0 39

Penulis Inggris Seumas Milne mengkritik pidato mantan Perdana Menteri Tony Blair, yang menyerukan Barat untuk melupakan perbedaan dengan Rusia dan Cina, serta mengerahkan semua usaha untuk menghadapi kelompok Islamis di dunia.

Dalam sebuah artikel berjudul “Perang Terhadap Islam Hanya Menghasilkan Kebencian dan Kekerasan” , yang dipublikasikan oleh surat kabar The Guardian, Milne menyebut pidato Blair ini sejalan dengan manuver-manuver beracun yang dilakukan oleh mitranya saat ini David Cameron di dalam negeri dan di dunia internasional.

Milne mengatakan: Pidato ini membuka jalan kembalinya lagi neo-konservatif ke panggung politik dengan ramuan mematikan antara seruan intervensi militer di luar negeri yang berasal dari doktrin Zionisme “Kristen” dengan praktek penekanan dan penyempitan ruang gerak “ekstrimisme” Islam di dalam negeri.

Penulis menambahkan bahwa kebijakan tersebut hanya menghasilkan kekerasan dan perlawanan. Bahkan pidato Blair ini justru memberi lampu hijau terjadinya kembali pemboman London.

Milne menjelaskan bahwa Blair menghidupkan kembali perang terhadap apa yang disebutnya “bahaya Islam radikal”. Hal ini sama seperti cara penipuan yang digunakan oleh mantan Presiden Amerika George W. Bush dalam pembantaian “perang melawan terorisme”.

Milne mengatakan bahwa Blair mulai mengobarkan perang salib baru melawan Islam politik dengan menyerukan Barat agar berdamai dengan Rusia dan Cina, serta mengerahkan semua usaha untuk menghadapi kelompok Islamis di dunia.

Milne juga mengkritik dukungan Blair sebagai utusan PBB untuk perdamaian di Timur Tengah terhadap kediktatoran di Mesir, serta tindakan represif rezim-rezim monarki di Teluk, dan menganggap semua itu bertentangan dengan jalan demokratis.

Milne mengatakan bahwa seruannya ini sejalan dengan kebijakan Inggris saat ini, yang menekan sebagian kaum Muslim Inggris yang pergi untuk melawan rezim penguasa di Suriah, atau mengumpulkan sumbangan untuk rakyat Suriah yang tengah menghadapi bahaya, dengan menuduh mereka mendukung terorisme. Sebaliknya Inggris tidak melakukan hambatan apapun atau tuduhan serupa terhadap mereka yang berperang melawan rezim Gaddafi di Libya.

Milne menegaskan bahwa seruan Blair ini sudah di luar batas kemunafikan, dimana ini menjadi bagian dari kampanye untuk memanipulasi pikiran guna mendukung rezim tiran dan intervensi militer di Timur Tengah, yang justru ini merupakan alasan terbesar meningkatnya jumlah orang yang bergabung ke dalam kelompok Islamis sejak tahun 2001 (islammemo.cc, 24/4/2014).

Source: http://hizbut-tahrir.or.id/2014/04/25/blair-serukan-perang-salib-baru-dan-persatuan-negara-negara-barat/

0 84
Pengungsi asal Suriah di Taman  Edouard Vaillant di Saint-Ouen di utara Paris.  (Foto : AFP)

Mereka berakhir di sana tanpa uang sepeser pun setelah mengembara dari satu negara ke negara lainnya selama berbulan-bulan. Yahya, Aziz dan 150 warga Suriah lainnya mengalami kebrutalan di zoba perang dan berusaha bertahan hidup di sebuah taman kecil di pinggiran kota kelas pekerja di Paris, di belakang sebuah hotel, hanya beberapa meter dari jalan yang sangat sibuk.

Beberapa datang dari Homs, yang lainnya dari Aleppo atau Latakia, meninggalkan perang yang berlangsung selama tiga tahun yang memaksa sekitar setengah penduduk untuk meninggalkan rumah.

“Kami tinggal di sini sepanjang hari. Pada malam hari, beberapa berhasil mendapatkan uang untuk membayar kamar hotel, yang lainnya tidur di mobil atau Masjid,” ujar Yahya, mantan teknisi gigi dari Homs yang berbicara dengan bahasa Perancis yang sangat lancar, menunjuk ke pengungsi lain yang berbaring di taman di Saint-Ouen.

Di sebelahnya seorang pria berusia sekitar 44 tahun bersama istri dan anak-anaknya mengatakan bahwa ia meninggalkan segala sesuatu setelah Suriah menjadi zona perang, meninggalkan sebuah vila cantik dan melepaskan harapan untuk kembali.

Berkeliling dari Libanon, Aljazair, Mesir kembali ke Aljazair, Maroko, Spanyol dan terakhir Perancis. “Kami mengetuk setiap pintu,” ujarnya.

Cerita yang sama dimiliki oleh Aziz (54) yang meninggalkan Suriah pada akhir tahun 2012 dengan enam anak dan istrinya.

Keluarganya berkeliling Eropa sebelum berakhir di taman tersebut yang telah menjadi “markas” bagi mereka.

“Saya juga tinggal di Homs, di Bab Amr. Semuanya telah hancur di sana,” ujar Aziz.

Selama beberapa minggu di Perancis, keluarga Aziz tidur di sebuah hotel. Tapi beberapa hari terakhir, mereka berkemah di dalam mobil.

Yahya dan Aziz hanyalah setetes air dari lautan warga Suriah yang melarikan diri dari negara mereka.

Menurut laporan PBB, sedikitnya 2,6juta warga Suriah telah terdaftar sebagai pengungsi di negara tetangga di Timur Tengah.

Sebaliknya, Amnesti Internasional mengatakan akhir tahun lalu hanya 55.000 pengungsi Suriah telah berhasil mendapatkan apa yang disebut “Benteng Eropa” dan mengklaim suaka di Uni Eropa.

Untuk bagiannya, Perancis telah mengambil sekitar 3.000 pengungsi Suriah sejak awal konflik.

Di Saint Ouen, warga dan aktivis telah datang untuk membantu Yahya, Aziz dan pengungsi lainnya, mengumpulkan dana untuk membayar kamar hotel dan mengumpulkan pakaian dan obat-obatan.

“Mereka hidup sehari-hari dalam kondisi memprihatinkan. Mereka memiliki beberap aselimut, hanya itu,” ujar Khadija Bouehetta, seorang penduduk lokal.

Orang-orang Suriah pertama kali tiba di taman tersebut pada bulan Januari, jumlah mereka terus bertambah saat suhu menjadi lebih ringan.

Pejabat lokal mengatakan mereka akan mengirimkan tim ke lokasi minggu ini untuk membantu mengumpulkan permintaan suaka yang diperlukan untuk mencoba mendapatkan layanan dasar seperti perumahan dan perawatan kesehatan.

Sementara itu, relawan terlihat telah menyiapkan meja tidak jauh dari lokasi pengungsi di mana mereka memberikan bantuan makanan.

“Kami membawa makanan untuk mereka setiap hari. Hari ini couscous,” ujar Khadija yang sangat khawatir mengenai sanitasi di taman tersebut terutama untuk anak-anak.

Di antara pengungsi ada yang memiliki maslaah kesehatan termasuk Nawal al-Safar yang menderita penyakit kulit dan anaknya yang lahir tanpa lengan yang saat ini menderita demam.

“Saya tiba beberapa hari lalu, saya tidak mengenal siapa pun,” ujar Nawal melalui penerjemah.

Pekan lalu, tiga wanita hamil dibawa ke rumah sakit setelah kunjungan oleh dokter ke taman tersebut.

Organisasi kemanusiaan mendesak pemerintah Perancis untuk berbuat lebih banyak untuk membantu keluarga pengungsi sementara mereka menunggu permintaan suaka mereka diproses.

Yahya mengatakan ia masih memiliki harapan. “Kami harus mulai lagi dari awal, kami kehilangan segalanya. Tapi kami bekerja keras di Suriah dan kami memiliki keyakinan di Perancis.” (haninmazaya/arrahmah.com)

*diambil dari Daily Star

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/24/taman-di-pinggiran-paris-menjadi-rumah-bagi-pengungsi-suriah.html

0 29
ma'rakah tal ahmar

QUNAITIRAH (Arrahmah.com) – Mujahidin Islam akhirnya berhasil menguasai Tal Ahmar barat atau dataran tinggi Ahmar barat di wilayah pinggiran Qunaitirah dari tangan pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah Hizbu Syaithan Lebanon pada Selasa (8/4/2014). Kesuksesan mujahidin merebut dataran tinggi yang sangat strategis tersebut merupakan pukulan telak bagi rezim Nushairiyah dan milisi Syiah.

Pertempuran sengit mengepung dan membebaskan bukit Ahmar barat memakan waktu selama beberapa pekan. Beberapa kelompok jihad ambil bagian dalam operasi gabungan tersebut. Diantaranya adalah Jabhah Islamiyah, Jabhah Nushrah, Harakah Al-Mutsanna Al-Islamiyah, Jama’ah Baitil Maqdis Al-Islamiyah dan beberapa kelompok jihad lokal lainnya.

Kelompok-kelompok mujahidin tersebut tergabung dalam operasi gabungan “Peperangan Shada [gaung] Al-Anfal”. Operasi gabungan “Peperangan Shada [gaung] Al-Anfal” sendiri merupakan wujud dukungan mujahidin di propinsi Qunaitirah kepada operasi gabungan mujahidin “Peperangan Al-Anfal” di propinsi Lattakia.

Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media mujahidin Jabhah Nushrah, pada hari Rabu (23/4/2014) telah merilis video “Perang Pembebasan dataran tinggi Ahmar barat – pinggiran Qunaitirah”. Video tersebut berdurasi 12 menit 21 detik.

Video memperlihatkan regu-regu mujahidin Jabhah Nushrah dan kelompok-kelompok jihad lainnya mulai bergerak untuk mendaki lereng dataran tinggi Ahmar barat. Sementara itu senapan mesin berat dan meriam-meriam mujahidin menembaki pertahanan pasukan rezim Nushairiyah Suriah di puncak dataran tinggi Ahmar barat. Serangan pembuka dan tembakan perlindungan itu memberi kesempatan kepada regu-regu serbu mujahidin untuk merayap dan mendekati pertahanan pasukan Nushairiyah.

barat2

Mujahidin kemudian menembakkan sejumlah mortar dan roket. Serangan senjata berat itu menghantam posisi pasukan Nushairiyah di sepanjang lereng dan puncak dataran tinggi Ahmar barat. Ledakan-ledakan keras disusul oleh asap tebal membumbung tinggi dari sasaran-sasaran yang terkena hantaman mortar dan roket mujahidin.

barat4

Regu-regu serbu mujahidin telah berhasil merayap dan mendaki lereng dataran tinggi Ahmar barat. Mereka mulai terlibat pertempuran sengit jarak dekat dengan pasukan Nushairiyah yang bertahan dalam parit-parit dan bungker-bungker pertahanan. Desingan peluru dan pekikan takbir terus membahana di lokasi pertempuran.

Sedikit demi sedikit mujahidin mulai mencapai puncak dataran tinggi Ahmar barat. Sniper-sniper mujahidin mempergunakan cover-cover yang ada untuk menembak mati pasukan Nushairiyah dari posisi yang strategis. Sebagian mujahid dengan senjata mesin bahkan telah berada dalam parit-parit pertahanan pasukan Nushairiyah. Sebuah pertempuran jarak dekat benar-benar berlangsung sengit di puncak dataran tinggi tersebut.

barat5

Mujahidin tidak memberi peluang kepada pasukan Nushairiyah untuk bernafas lebih lama. Mujahidin memburu pasukan Nushairiyah ke dalam parit-parit dan terowongan-terowongan pertahanan mereka. Mayat-mayat mereka berserakan di mana-mana. Mujahidin melakukan penyisiran dan mengibarkan panji tauhid di puncak dataran tinggi Ahmar barat.

barat6

“Wahai umat Islam, saudara-saudara kalian mujahidin telah menuliskan sejarah, bukan dengan tinta mereka, namun dengan darah mereka,” kata seorang komandan mujahidin di depan mayat-mayat pasukan Nushairiyah.

“Wahai umat Islam, saudara-saudara kalian mujahidin di sini telah menuliskan sejarah, bukan dengan tinta mereka, namun dengan darah mereka. Kami pada hari ini berada di garis terdepan untuk membela umat Islam, kami berperang melawan aliansi Shafawi – Rafidhi, yang membentang dari Qum [Iran] hingga Beirut barat [Lebanon], dan kami memerangi aliansi zionis – salibis yang menjajah negeri-negeri kaum muslimin,” kata seorang komandan Jabhah Nushrah dengan pemandangan mayat-mayat pasukan Nushairiyah di bawah telapak kakinya.

barat7

Mujahidin kemudian berkeliling pada dataran tinggi Ahmar barat. Mereka mengumpulkan senjata dan amunisi yang berhasil dirampas dari pasukan Nushairiyah. Mereka kemudian berkumpul pada menara militer yang berada di salah satu bagian puncak dataran tinggi tersebut.

barat8

Dari puncak dataran tinggi Ahmar barat, nampak pemandangan indah lembah dan desa-desa di bawah dataran tinggi Ahmar barat. Wilayah pertanian nampak sangat luas dan hijau, dengan irigasi yang sangat baik. Wilayah tersebut sangat subur.

Mujahidin merebut gudang senjata, tank, meriam, senapan dan amunisi beragam jenis dari puncak dataran tinggi Ahmar barat. Senjata dan amunisi dalam jumlah besar itu merupakan hal yang sangat wajar, mengingat pertahanan pasukan Nushairiyah di dataran tinggit itu sangat kuat dan berlapis-lapis.

barat9

Hal yang sangat menarik dari perang pembebasan dataran tinggi Ahmar barat – pinggiran Qunaitirah ini adalah keikut sertaan langsung para amir, komandan militer dan ulama Jabhah Nushrah. Video dengan jelas menunjukkan Syaikh Julaibib [komandan militer Jabhah Nushrah] dan Dr. Sami Al-Uraidi [ulama anggota dewan syariat Jabhah Nushrah] bersama tokoh Jabhah Nushrah terlibat langsung dalam pertempuran penaklukan dataran tinggi Ahmar barat. Mujahidin berkumpul di puncak dataran tinggi dan kemudian mendengarkan taushiyah jihad yang disampaikan oleh Syaikh Sami Al-Uraidi.

barat11

Kesuksesan mujahidin mengontrol sepenuhnya dataran tinggi Ahmar barat, pinggiran Qunaitirah menjadi ancaman tersendiri bagi penjajah zionis “Israel”. Maklum, dataran tinggi Ahmar barat berseberangan langsung dengan dataran tinggi Jaulan [Golan] yang telah dicaplok oleh negara zionis tersebut sejak 1967.

Kini mujahidin Jabhah Nushrah, sayap Al-Qaeda di negeri Syam, telah berada di ambang pintu “Israel”. Koordinasi dan operasi gabungan yang selalu dilakukan oleh Jabhah Nushrah dengan Jabhah Islamiyah, Harakah Fajr Asy-Syam Al-Islamiyah, Harakah Al-Mutsanna Al-Islamiyah, Ittiahad Islami li-Ajnad Asy-Syam, Jundul Aqsha, Liwa’ Al-Ummah, Tahaluf Al-Muhajirin wal Anshar dan kelompok-kelompok jihad lainnya di Suriah akan mengokohkan kekuatan mujahidin Islam dalam persiapan membebaskan Palestina.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/jihad/jabhah-nushrah-merilis-video-perang-membebaskan-dataran-tinggi-ahmar-barat-yang-berbatasan-dengan-israel.html

0 23
Hakimul Ummah, Syaikh Aiman azh-Zhawahiri, hafizahullah

(Arrahmah.com) – As-Sahab, lengan propaganda Al-Qaeda, merilis wawancara audio dengan Amir Al-Qaeda Syaikh Aiman Az-Zhawahiri yang berjudul “Kenyataan Antara Kepedihan dan Harapan.” Dalam audio ini, Syaikh Aiman membahas pertikaian antara kelompok jihad di Suriah dan perlawanannya terhadap pemerintah junta Mesir, seperti dilansir LWJ pada Senin (21/4/2014).

Pewawancara As-Sahab bertanya kepada Syaikh Aiman tentang pertikaian antara Daulah Islam Irak dan Syam atau Islamic State of Iraq and the Sham (ISIS), yang telah tidak diakui oleh pimpinan umum Al-Qaeda, dan Jabhah Nushrah, cabang resmi Al-Qaeda di Suriah. Meskipun tidak menyebutkan nama pihak-pihak yang terlibat, Syaikh Aiman mengulangi banyak dari apa yang pernah dia katakan sebelumnya. Dia kembali menyerukan semua kelompok yang terlibat untuk mendaftarkan diri kepada pengadilan syariah mandiri yang dapat mengadili di antara mereka.

Syaikh Aiman menunjuk contoh masa lalu, termasuk Aljazair pada awal 1990-an. Ekses dari beberapa mujahidin di sana mengkompromikan melawan pemerintah Aljazair dan mengasingkan rakyat. Al-Qaeda sangat ingin menghindari skenario seperti itu di Suriah. Dan tokoh besar Al-Qaeda ini bahkan menunjukkan kemungkinan bahwa rezim Bashar Assad atau kekuatan asing lainnya telah menyusup ke dalam kelompok-kelompok jihad untuk menabur perbedaan pendapat.

ISIS diduga membunuh mujahidin dan sering berperang dengan kelompok jihad lainnya di dalam wilayah Suriah. Syaikh Aiman mengatakan hukum Islam melarang dia atau setiap pemimpin lain, seperti amir ISIS Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi atau amir Jabhah Nushrah Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani, dari memerintahkan serangan terhadap mujahidin. Jika seorang pemimpin jihad melakukannya, maka prajuritnya diwajibkan untuk tidak mematuhi perintah tersebut.

Menanggapi pertanyaan tentang perbedaan antara Al-Qaeda dan ISIS, Syaikh Aiman menyebutkan dua perbedaan dalam ideologi mereka. Yang pertama harus dilakukan dengan pendekatan mereka untuk melakukan jihad, dan yang kedua adalah terkait dengan struktur organisasi Al-Qaeda.

Pertama, Al-Qaeda telah mengeluarkan “Pedoman Umum” untuk diikuti mujahidin, tetapi ISIS telah menolak untuk melaksanakannya. Di Irak dan di tempat lainnya, kelompok Al-Qaeda pernah “kehilangan” dukungan rakyat karena dituduh melakukan pembantaian tanpa pandang bulu terhadap warga sipil Muslim. Untuk mengatasi tuduhan ini, Al-Qaeda memutuskan untuk merumuskan pedoman “setelah kami berkonsultasi [dengan] semua saudara-saudara di atasnya,” kata Syaikh Aiman.

Amir Al-Qaeda mengatakan bahwa kelompoknya difokuskan pada menyatukan kelompok-kelompok Islam untuk melawan musuh-musuh eksternal Islam yang semestinya, termasuk Amerika. Selain itu, Al-Qaeda bertujuan untuk mengembalikan Khilafah, yang dibubarkan pada tahun 1924 “atas dasar Syura [konsultasi dengan kelompok-kelompok lain] dan persetujuan oleh semua umat Islam.”

Al-Qaeda sedang mencoba untuk menjadi lebih dari sebuah gerakan revolusioner yang dikenal sementara ISIS terus beroperasi sebagai organisasi yang menolak untuk berkonsultasi dengan mujahidin lainnya.

Kedua, para pemimpin ISIS mengumumkan perluasan kelompok ke Suriah “tanpa mendapatkan izin atau mengirimkan pemberitahuan” kepada para pemimpin senior Al-Qaeda. Pernyataan ini telah dibuat sebelumnya, termasuk dalam pernyataan komando umum Al-Qaeda yang tidak mengakui ISIS. “Bimbingan dari pimpinan umum [Al-Qaeda] belum direspon ISIS,” kata Syaikh Aiman. “Pedoman ini dikeluarkan dalam persetujuan penuh bahkan oleh saudara-saudara di Irak.”

(banan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/23/amir-al-qaeda-membahas-pertikaian-di-suriah.html

0 21
Tenda pengungsi Suriah di provinsi Gaziantep, dekat perbatasan Turki-Suriah.  (Foto : Reuters)

ANKARA (Arrahmah.com) – Jumlah pengungsi Suriah di Turki telah mencapai hampir satu juta orang, ujar Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (22/4/2014), ia berjanji akan tetap menerima mereka yang melarikan diri dari wilayah perang.

“Apakah kita harus meminta saudara-saudara kita untuk tidak datang dan mati di Suriah?” Erdogan mengatakan saat ia berbicara di hadapan anggota parlemen, lansir AFP.

Perang Suriah yang telah berlangsung selama tiga tahun telah mengirimkan jutaan warganya mengungsi ke negara tetangga.

Turki merupakan salah satu negara yang menentang rezim Assad.

PBB awal bulan ini mengatakan bahwa lebih dari satu juta warga Suriah telah resmi terdaftar sebagai pengungsi di Libanon dan jumlah tersebut meningkat tiap harinya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/23/hampir-satu-juta-warga-suriah-mengungsi-ke-turki.html

0 49
Tentara "Syiah Hizbullah" yang tidak lain adalah Hizbullata alias Hizbusyaithon yang berdamai dengan Zionis Israel dan turut memerangi kaum Muslimin di Suriah

ISTANBUL (Arrahmah.com) – Ulama Suriah Syaikh Ahmad Ja’far mengatakan kaum Muslimin tengah menghadapi kepungan dari kekuatan Syiah. Berkaca dari kasus Palestina dan Suriah, umat Islam diminta waspada karena ancaman Syiah telah berada di depan mata.

“Sekarang ini Hizbullah—yang ada di Lebanon—yang memiiki slogan perlawanan terhadap ‘Israel’. Tapi ketika ‘Israel’ menyerang Palestina, kenapa mereka tidak mengirimkan satu orang pun dari pengikut mereka untuk menghentikan kekejaman ‘Israel’?” ujarnya kepada tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di sela-sela muktamar ulama Suriah di Turki, belum lama ini.

Sekarang ini, lanjut Syaikh Ja’far, kedok Syiah telah terbuka. Perang yang mereka lancarkan tidak lebih hanya tertuju kepada kaum Muslimin, bukan ‘Israel’.

“Ke manakah slogan-slogan mereka yang membela Palestina dan menentang ‘Israel’ ketika Gaza diserang? Yang terjadi mereka justru mengirimkan pasukannya ke Suriah untuk membunuh kaum Muslimin. Inilah bukti nyata tentang dusta dan kebohongan mereka,” ujar Imam Masjid Saad bin Abi Waqqash di Idlib ini. JITU

(azm/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/23/gaza-diserang-israel-hizbullah-malah-kirim-pasukan-ke-suriah.html

0 42

Rezim Bashar al – Assad kembali menggunakan gas kimia yang pertama kali digunakan di Ypres pada Perang Dunia Pertama dalam serangkaian serangan baru-baru di Suriah, kata para pejabat Barat.

François Hollande, presiden Prancis, hari Minggu menyatakan pemimpin Suriah itu terus menggunakan senjata kimia di garis depan, meskipun dia menambahkan bukti-bukti yang pasti belum ditetapkan.

Para pejabat memeriksa serangan terhadap setidaknya tiga kota pada minggu terakhir di mana laporan yang dapat dipercaya menunjukkan penggunaan gas klorin, dimana puluhan orang yang mencari pengobatan karena gejala-gejala keracunan.

Sementara rezim Suriah telah menyerahkan 80 persen cadangan senjata kimianya untuk dihancurkan di bawah pengawasan PBB, serangan yang muncul itu untuk menunjukkan bahwa rezim Assad terus menggunakan gas beracun terhadap penduduknya sendiri.

“Kami memiliki beberapa elemen informasi namun saya tidak punya bukti ,” kata Hollande. “Yang saya tahu adalah apa yang kita lihat dari rezim penggunaan metode mengerikan bahwa rezim itu mampu menggunakan dan menolak setiap transisi politik.”

Serangan gas dipandang sebagai alat yang sangat efektif dalam memicu kepanikan dan ketakutan di wilayah yang dikuasai para pejuang. Pada hari Minggu, Laurent Fabius, Menlu Perancis, menunjukkan laporan intelijen tentang serangan itu yang sedang diteliti, dan menyatakan pihaknya menerima “indikasi” mengenai serangan kimia baru-baru ini yang masih akan diverifikasi.

Para pejabat Amerika dan Inggris sedang meneliti rekaman video kotak-kotak kecil tabung gas klorin yang diproduksi Cina yang dipasang dengan detonator peledak untuk menghantam kota Kafr Zita dekat Hama.

Para aktivis mengatakan gas itu digunakan selama pertempuran sengit ketika pasukan rezim tampaknya kehilangan kendali atas kota strategis Khan Sheikhoun.

Karena serangan awal pada 11 April itu, setidaknya sudah ada dua insiden terkait gas klorin di wilayah yang dikuasai para pejuang.

Dua serangan terpisah dilaporkan minggu lalu di Tamanah di Provinsi Idlib dan Zahraa dekat Homs. Bulan lalu laporan yang dapat dipercaya dari serangan gas muncul dari Harasta dan Jobar, keduanya dekat Damaskus.

Sementara klorin tidak didaftarkan sebagai agen kimia terlarang untuk penggunaan luas di bidang industri, penggunaannya sebagai senjata perang dilarang di bawah Konvensi Senjata Kimia tahun 1925.

Klronin pertama kali digunakan 99 tahun lalu oleh pasukan Jerman selama Pertempuran kedua Ypres selama serangan ofensif untuk menyerbu parit-parit di Anglo-Perancis, yang membunuh setidaknya 30.000 orang.
“Klorin adalah senjata kimia yang cukup baik yang digunakan pada tahun 1915 untuk mencapai keuntungan di medan perang dan sementara itu masuk dalam daftar gas yang paling berbahaya pada tahun 2014, gas itu tetap merupakan pilihan yang efektif di tempat-tempat tertentu di Suriah, ” kata Hamish de Bretton – Gordon, seorang direktur konsultasi SecureBio dan mantan komandan pasukan kesiapan kimia Angkatan Darat Inggris.

“Bukti-bukti dari Kafr Zita cukup menarik dan tentu sedang diteliti dengan sangat hati-hati oleh para pejabat.”

Menanggapi tuduhan para pejuang, Damaskus menyalahkan Jabhah al – Nusra, dan mengklaimnya sebagai pelaku sebenarnya gas itu.

Eliot Higgins, seorang blogger Inggris yang dikenal sebagai Brown Musa, yang mengikuti serangan-serangan di Suriah, percaya penjelasan rezim tidak beralasan karena bom itu dijatuhkan dari helikopter. “Karena banyak laporan yang mengklaim sebuah helikopter menjatuhkan bom, tampaknya sangat tidak mungkin Jabhah al – Nusra telah mengoperasikan helikopter, ” katanya.

Gordon percaya bahwa rezim telah menyingkirkan tumpukan cadangan senjata kimia itu yang dinyatakan di bawah kontrol langsung namun 20 persen dari arsenal itu masih harus dikirim berdasarkan kesepakatan dengan PBB yang ditandatangani tahun lalu dan tidak akan dipindahkan pada batas waktu 30 April karena pasukan pejuang bisa mengontrol jalur akses ke basis di mana gas itu disimpan.

Suatu laporan SecureBio baru-baru ini memperingatkan penggunaan yang terus menerus dari jenis senjata kimia ini di Suriah dan kegagalan untuk mengkapalkan seluruh persediaannya. (rz/www.telegraph.co.uk)

Source: http://hizbut-tahrir.or.id/2014/04/22/suriah-assad-lancarkan-serangan-senjata-kimia-dengan-klorin/

0 45
yarmouk 9

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Setidaknya 144 orang telah mati kelaparan di kamp pengungsi Yarmouk di ibukota Suriah Damaskus, aktivis lokal Suriah mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin (21/2/2014).

“Kondisi di kamp Yarmouk mulai memburuk lagi,” kata Rami Al-Sayed, seorang aktivis lokal, mengatakan kepada Anadolu Agency, dan menambahkan bahwa jumlah kematian akibat kelaparan telah bertambah 16 orang dari 128 kematian yang dilaporkan bulan lalu.

Menurut Al-Sayed, sudah dua minggu Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Suriah telah mampu mendistribusikan makanan dan bantuan dalam kamp, akan tetapi bantuan tersebut masih belum mencukupi.

Menurut PBB, konflik tiga tahun di Suriah telah menyebabkan lebih dari 6,5 juta orang mengungsi, dan lebih dari dua juta warga Suriah kini terdaftar sebagai pengungsi di negara-negara tetangga, termasuk Turki, Lebanon, Yordania dan Irak.

Di tengah warga Suriah yang kelaparan, dan perang yang masih belum jelas akhirnya, Suriah mengumumkan untuk menggelar pemilihan presiden dan akan mendudukkan kembali diktator Assad sebagai presiden Suriah untuk tujuh tahun ke depan. Pemilu yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai “lelucon” dan diragukan kredibilitasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/22/sebanyak-144-orang-meninggal-karena-kelaparan-di-kamp-pengungsi-suriah.html

0 57

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Parlemen Suriah mengumumkan pada Senin (21/4/2014) bahwa Suraih akan menyelenggarakan pemilihan presiden pada tanggal 3 Juni, yang diperkirakan akan mendudukkan kembali Bashar Assad sebagai presiden meskipun perang Suriah masih berkecamuk dan telah menelan puluhan ribu nyawa, sebagaimana dilansir oleh Ma’an News Agency.

Tembakan mortir menewaskan dua orang di dekat gedung parlemen tak lama sebelum tanggal pemilihan diumumkan.

Juru bicara parlemen Mohammad al-Lahham yang mengumumkan tanggal pelaksanaan pemilu Suriah mengatakan bahwa warga Suriah yang tinggal di luar negeri akan memilih pada 28 Mei dan para kandidat sudah bisa mendaftar dari Selasa sampai 1 Mei.

“Pemungutan suara ini akan dilaksanakan secara bebas dan adil dan di bawah pengawasan hukum penuh,” klaimnya.

Dia mendesak warga Suriah untuk menyuarakan keinginan mereka melalui kotak suara dan berpartisipasi dalam proses demokrasi dengan memilih siapa pun yang mereka anggap paling mampu memimpin Suriah menuju kemenangan.

Assad menjadi presiden Suriah setelah ayahnya Hafez meninggal pada tahun 2000. Assad, yang masa jabatan Assad akan berakhir pada tanggal 17 Juli, bertekad untuk maju kembali sebagai presiden meskipun Suriah telah menjadi tidak stabil selama masa kepemimpinannya.

Inggris pada Senin (21/4) mengatakan bahwa penyelenggaraan pemilu selama masa perang berarti hasilnya “tidak akan memiliki nilai atau kredibilitas.”

Masih belum jelas bagaimana pemerintah Suriah akan menggelar pemungutan suara dalam situasi perang dimana banyak warga Suriah yang meninggalkan Suriah dan negara berada dalam situasi yang tidak terkendali.

(ameera/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/22/suriah-tetap-bertekad-untuk-menggelar-pemilu-pada-3-juni-ditengah-perang-yang-berkecamuk.html

0 48
Bouchanafa di dalam Masjid Mercy.  (Foto : Global Post)

Pada suatu sore yang cerah di Sisilia, wisatawan berbondong-bondong menuju atraksi Katolik seperti Katedral di Sant’agata, Biara San Nicolo I’Arena dan Gereja San Benedetto, yang semuanya dibangun ratusan tahun yang lalu.

Beberapa blok jauhnya, rumah ibadah Muslim yang diperluas tahun lalu juga penuh dengan orang-orang yang baru saja tiba di Italia. Tak satu pun dari mereka adalah wisatawan.

Mayoritas mereka melaksanakan sholat atau beristirahat di Masjid Mercy yang terletak di jantung Catania, mereka adalah pendatang yang datang ke Italia melalui Laut Mediterania menggunakan kapal nelayan kecil penuh sesak. Sekitar 43.000 orang tiba di Italia melalui jalur laut di tahun 2013, termasuk lebih dari 11.300 pengungsi asal Suriah yang melarikan diri dari kekerasan di negara mereka. Dan sejak awal tahun ini, jumlah imigran yang melintasi Selat sisilia telah meningkat secara signifikan.

“Ketika saya melihat pengungsi yang datang ke sini, itu sangat menghancurkan hati saya,” ujar direktur Masjid Mercy, Ismali Bouchanafa. “Disini terdapat beberapa warga Suriah yang begitu trauma, mereka takut gelap dan mereka sering pipis di celana karena ketakutan.”

Bouchanafa yang melarikan diri dari Maroko 25 tahun yang lalu dan menetap di Sisilia, mengatakan penerimaan imigran di Catania adalah motivasi utama untuk membangun Masjid pada tahun lalu, yang meningkatkan ruang ibadan bawah tanah menjadi bangunan tiga lantai sebagai Islamic Center. Gedung tersebut telah membantu ratusan imigran.

Beberapa imigran mengajukan permohonan perlindungan di Italia, sementara yang lain menggunakan pantai Sisilia sebagai titik pendaratan dalam perjalanan mereka ke negara-negara Eropa dengan sistem suaka lebih efisien dan pasar tenaga kerja lebih ramah.

Ruang ibadah besar di dalam Masjid ditutupi dengan karpet dan dinding dihiasi dengan tulisan dari kitab suci Al Qur’an. Di koridor depan, terdapat rak-rak berisi penuh sepatu dari jama’ah yang melaksanakan sholat di dalam. Di lantai atas adalah ruang belajar untuk anak-anak dan bagi mereka yang ingin belajar bahasa Arab. Dua kali sebulan, makanan gratis ditawarkan dan di sudut salah satu kamar terdapat tumpukan kasur dan selimut.

“Menurut hukum, kami tidak seharusnya membiarkan orang tidur di sini,” kata Boushanafa. “Tapi itu kadang terjadi karena orang datang terlambat di malam hari, dan mereka benar-benar butuh tempat. Jadi kami memberikan mereka makanan dan kasur serta beberapa pakaian.”

Sebagian besar imigran adalah warga Suriah, namun ada banyak warga Maghreb dan dari negara-negara sub-Sahara. Menurut Bouchanafa, Masjid tersebut tidak hanya menyambut ummat Islam, banyak orang Kristen Afrika juga datang.

Pada jam-jam matahari terbenam, beberapa pria sedang berdo’a di aula utama, sementara yang lainnya berdiri di pintu gerbang dan mengobrol. Salah satunya adalah Fandiye (19) dari Mogadishu, yang meninggalkan keluarganya dan datang ke Italia musim panas lalu.

“Ketika saya berada di perahu (dari Libya menuju Italia), yang saya pikirkan adalah Allah akan menyelamatkan kami,” ujar Fandiye, yang tidak ingin diidentifikasi penuh. “Di Somalia adlaah perang, banyak yang melarikan diri. Beberapa pergi ke Nairobi dan beberapa ke Italia.”

Ia mengatakan bahwa ia telah meminta suaka di Italia dan aplikasinya sedang dikaji. Sementara ia melakukan berbagai perkerjaan serabutan yang ia bisa lakukan. Dia tidur di sebuah apartemen dengan imigran Somalia lainnya yang ia katakan bertemu dengannya di Masjid tersebut. Ia berharap bisa mengenyam pendidikan di universitas di Italia.

Di luar Masjid Mercy, lonceng dari gereja dan katedral di dekatnya sering terdengar. Namun Masjid tersebut tidak memiliki muadzin dan tidak pernah terdengar suara adzan.

Bochanafa mengatakan bahwa kota tersebut adalah kota Katolik, suara adzan tidak bisa diperdengarkan.

“Sebelum kami merenovasinya, Masjid terletak di bawah tanah, jadi orang-orang tidak bisa melihat,” ujarnya. “Kini Masjid telah jauh lebih baik dan akan menyambut siapa saja. Orang-orang tidak perlu khawatir untuk berada di dekatnya, untuk masuk. Gerbang selalu terbuka.”

Bouchanafa adalah ayah dari tiga orang anak yang bekerja secara sukarela untuk Masjid tersebut. Ia menyadari pentingnya menjaga bangunan. Para donatur memberikan bantuan untuk Masjid tersebut.

“Mereka memiliki masalah di negara mereka namun itu tidak hanya menjadi masalah mereka, itu adalah masalah bagi kita semua,” ungkapnya. “Sebagai sesama manusia, kita harus memberikan apa yang kita bisa.” (haninmazaya/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/22/masjid-sisilia-menolong-pengungsi-asal-suriah-yang-putus-asa.html

0 65
Mujahidin berangkat untuk menyerang asrama-asrama militer rezim di Jabal Syuwaihinah

ALEPPO (Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-Anshar, sayap media mujahidin Jama’ah Ansharul Islam fi Bilad Asy-Syam pada hari Rabu (9/4/2014) merilis video “Pembebasan Jabal Syuwaihinah”. Video berdurasi 27 menit 58 detik tersebut mendokumentasikan peperangan sengit mujahidin dalam membebaskan desa Jabal Syuwaihinah, pinggiran Aleppo dari tangan pasukan rezim Nushairiyah dan milisi Syiah Hizbu Syaithan Lebanon.

Seperti dilaporkan sebelumnya oleh Shada Asy-Syam dan situs-situs revolusi Suriah, dalam pertempuran pada hari Ahad (23/3/2014) mujahidin Jama’ah Ansharul Islam fi Bilad Asy-Syam dan Jaisyul Muhajirin wal Anshar berhasil membebaskan desa Jabal Syuwaihinah, pinggiran Aleppo Lama dari tangan pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah Hizbu Syaithan Lebanon.

Video diawali dengan khutbah Syaikh Abu Hasyim Alu Ibrahim hafizhahullah, Amir Jama’ah Ansharul Islam yang membangkitkan semangat tempur mujahidin Jama’ah Ansharul Islam. Video kemudian memperlihatkan mujahidin Jama’ah Ansharul Islam berkumpul dan mendengarkan penjelasan taktik penyerangan ke Jabal Syuwaihinah.

Mujahidin Ansharul Islam bersiap sebelum menyerang Jabal Syuwaihinah

Mujahidin kemudian berangkat menuju asrama-asrama militer rezim Nushairiyah Suriah di Jabal Syuwaihinah. Setelah mengambil posisi mengepung asrama-asrama militer, mujahidin kemudian terlibat baku tembak sengit dengan pasukan rezim. Mujahidin menerobos maju dengan perlindungan tembakan senjata mesin berat dan roket terhadap posisi pasukan rezim.

Mujahidin berangkat untuk menyerang asrama-asrama militer rezim di Jabal Syuwaihinah

Mujahidin berangkat untuk menyerang asrama-asrama militer rezim di Jabal Syuwaihinah

Pasukan rezim sendiri menghujani pergerakan maju mujahidin dengan tembakan gencar. Video dengan jelas memperlihatkan seorang anggota mujahidin Jaisyul Muhajirin wal Anshar gugur saat menerobos maju. Seorang mujahid lainnya terluka saat mengepung pasukan rezim Nushairiyah di sebuah gedung.

Mujahidin terus mendesak pasukan rezim Nushairiyah dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Satu demi satu tentara rezim yang mencoba kabur bertumbangan oleh peluru mujahidin. Mujahidin menemukan mayat-mayat mereka bertebaran di lokasi pertempuran saat mujahidin melakukan penyisiran. Video mujahidin dengan jelas memperlihatkan kartu identitas para tentara murtad yang tewas tersebut.

Mayat tentara Nushairiyah di lokasi pertempuran

Mayat tentara Nushairiyah di lokasi pertempuran

Mayat tentara Nushairiyah di lokasi pertempuran

Mayat tentara Nushairiyah di lokasi pertempuran

Pesawat tempur dan artileri berat rezim Nushairiyah Suriah membombardir Jabahl Syuwaihinah setelah wilayah itu dikuasai sepenuhnya oleh mujahidin. Atas karunia Allah semata mujahidin tidak mengalami kerugian berarti atas bombardir keputus asaan tersebut.

Dalam pertempuran ini mujahidin merampas sedikitnya sebuah tank, beberapa mobil pick up yang dilengkapi senjata mesin berat, juga sejumlah besar senjata dan amunisi beragam jenis. Berperti-peti roket dan mortar dalam gudang senjata diangkut mujahidin dari kompleks asrama militer Jabal Syuwaihinah.

Sebagian harta rampasan perang mujahidin dari asrama militer Jabal Syuwaihinah

Sebagian harta rampasan perang mujahidin dari asrama militer Jabal Syuwaihinah

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/jihad/mujahidin-ansharul-islam-merilis-video-perang-pembebasan-jabal-syuwaihinah-di-aleppo.html

0 24
Mujahidin Suriah sedang melihat helikopter yang berputar-putar di Maorik

HAMA (Arrahmah.com) – Tentara rezim Asad kembali membombardir kota Hama, Suriah dengan roket dan birmil. Perang antara Mujahidin dengan rezim Nushairiyah pimpinan Basyar Asad ini berkecamuk dalam satu pekan terakhir.

Saat tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) melakukan liputan langsung di front jihad di kawasan Maorik, Hama, suara roket menggelegar 150 meter dari tempat JITU meliput.

Suara helikopter rezim Asad juga menderu-deru menjatuhkan bom-bom untuk meluluhlantakkan wilayah Maorik,Rabu (16/4/2014).Dinding-dinding jendela dan pintu bergetar kuat akibat ledakan ini.

Pihak Mujahidin lantas melakukan serangan balasan dengan meluncurkan tembakan dan roket ke arah helikopter militer Basyar. Meski dengan persenjataan terbatas, mereka tetap memiliki hamasah (semangat) dan keberanian.

Penasihat Liwa Hitthin, Syaikh Abdullah Musthafa Rahhal, yang turut dalam front jihad ini menjelang shalat dzuhur memberikan semangat kepada tim JITU. Ulama ini memberikan apresiasi kepada JITU yang datang jauh dari Indonesia untuk memberitakan penderitaan rakyat Suriah sampai di garis depan jihad.

“Kalian wartawan dari Indonesia yang telah membulatkan tekad untuk meliput, berarti kalian sudah tahu risikonya. Kita berdoa agar selamat, tapi kalaupun kalian harus menemui kematian maka kita akan bertemu di surga,” ujarnya seraya membetulkan letak senjata AK 47nya.

Usai dari front jihad di Maorik, Hama, tim JITU mengabadikan rumah-rumah penduduk, bangunan sekolah dan masjid yang hancur, akibat serangan rezim Asad sebelumnya. Namun, alhamdulillah, sampai saat berita ini ditulis, kawasan tersebut tetap dalam kendali Mujahidin. [JITU]

(azm/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/17/tiba-di-front-jihad-suriah-tim-jitu-langsung-disambut-roket-dan-bom.html

0 21

Mediaumat.com. Jenewa – Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Navi Pillay mengutuk apa yang dia katakan sebagai penggunaan meluas dan sistematis penyiksaan yang dilakukan di fasilitas-fasilitas penahanan di Suriah. Sebuah laporan baru yang dikeluarkan oleh kantornya menemukan bahwa para tahanan secara rutin disiksa oleh pemerintah Bashar Al – Assad dan oleh beberapa kelompok oposisi bersenjata.

Laporan ini menggambarkan kondisi penahanan di beberapa fasilitas yang dikelola oleh pemerintah Suriah sebagai benar-benar mengerikan, dimana puluhan orang dimasukkan berdesakan dalam sebuah sel kecil, dan dipaksa untuk menggunakan satu lubang sebagai toilet. Para penyelidik PBB mengatakan beberapa tahanan mengalami penyiksaan fisik, secara mental dan seksual, yang sering meninggalkan bekas luka permanen pada korban. Mereka mengatakan beberapa dari mereka telah meninggal.

Laporan ini menemukan pria, wanita dan anak-anak diambil dari jalanan, rumah-rumah dan tempat-tempat kerja mereka. Sebagian ditangkap di pos-pos pemeriksaan pemerintah Suriah. Dia mengatakan banyak dari mereka adalah aktivis, termasuk mahasiswa, pengacara, tenaga medis dan pekerja kemanusiaan.

Seorang juru bicara komisaris hak asasi manusia PBB, Ravina Shamdasani, mengatakan kepada VOA bahwa kantornya telah menerima laporan yang sangat mengganggu tentang jenis penyiksaan yang diberikan kepada para tahanan.

“Kami mendapat laporan tentang seorang mahasiswa berusia 30 tahun yang menggambarkan bagaimana dia dipukuli, bagaimana janggutnya ditarik hingga keluar dari dagunya, kakinya dibakar, kuku jari kakinya dirobek dengan tang di fasilitas angkatan udara intelijen. Kami memiliki laporan dimana seorang wanita menceritakan bagaimana dia pertama kali dimarahi dan dihina, kemudian dipukuli dan diperkosa. Seorang pria lain juga berbicara tentang kekerasan seksual terhadap dirinya, ” kata Shamdasani.

Sementara itu, penyiksaan oleh pihak oposisi tidak dilakukan oleh semua kelompok bersenjata, dan terjadi secara sporadis dan tidak sistematis seperti halnya yang dilakukan oleh pemerintah. Para korbannya kebanyakan adalah orang-orang yang dianggap berafiliasi dengan pemerintah.

Shamdasani mengatakan sulit untuk mengetahui berapa banyak orang yang ditahan atau berapa banyak yang telah disiksa hingga mati karena pemantau HAM PBB tidak dapat masuk ke Suriah. Dia mengatakan para peneliti PBB mewawancarai 38 orang yang telah disiksa dan menyaksikan orang lain sedang disiksa.

Dia mengatakan sulit untuk mendokumentasikan jumlah orang yang telah meninggal dalam tahanan karena pemerintah Suriah menggunakan berbagai cara untuk menjaga informasi ini tetap tersembunyi.

“Ada usaha yang sangat baik untuk menutup-nutupi. Kadang-kadang keluarga diminta untuk pergi ke rumah sakit untuk mengambil tubuh dari keluarga mereka dan kemudian mayat mereka diterima dalam peti mati tertutup, sehingga mencegah keluarga untuk melihat tubuh atau memverifikasi penyebab kematian korban. Dalam kasus lain, keluarga hanya diberikan dokumen identitas tentang orang yang mereka cintai dan tidak benar-benar melihat tubuhnya. Dan, kadang-kadang, mereka diminta menandatangani surat-surat yang mengatakan bahwa orang-orang yang mereka cintai dibunuh oleh kelompok-kelompok oposisi bersenjata dan karenanya dengan segera dan diam-diam mengubur mayatnya, ” kata Shamdasani.

Pillay mengatakan hukum internasional melarang penggunaan penyiksaan, pada setiap saat dan dalam semua keadaan. Dia mengatakan dalam konflik bersenjata, penyiksaan merupakan kejahatan perang. Dia juga menambahkan saat penyiksaan digunakan secara sistematis atau meluas, seperti yang tampaknya terjadi di Suriah, maka hal itu juga berarti kejahatan terhadap kemanusiaan. (rz/www.voa.com)

Source: http://mediaumat.com/headline-news/5370-pbb–banyak-tahanan-disiksa-di-suriah.html

0 37
Tank mujahidin Jundul Aqsha memulai serangan terhadap desa Ma'an

HAMAH (Arrahmah.com) – Mujahidin Jundul Aqsha pada hari Kamis (10/4/2014) merilis video berjudul “Pembebasan desa Ma’an – pinggiran Hamah”. Video berdurasi 17 menit 57 detik tersebut mendokumentasikan operasi peperangan mujahidin Jundul Aqsha dalam membebaskan desa Ma’an, pinggiran Hamah dari tangan pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah.

Desa Ma’an terletak di pinggiran utara propinsi Hamah. Di dalam desa Ma’an terdapat kamp-kamp militer Batalion IX Kavaleri dan pusat-pusat pelatihan militer bagi milisi Syiah Shabihah dan milisi Lijan Sya’biyah loyalis rezim Nushairiyah Suriah. Artileri berat rezim di dalam desa ini senantiasa membombardir wilayah kota Shauran, Mourek dan Athsyan.

Di dalam desa Ma’an rezim Nushairiyah menempatkan perisai pertahanannya berupa kendaraan-kendaraan militer [tank-tank], mengingat desa tersebut merupakan garis pertahanan terdepan rezim Nushairiyah di propinsi Hamah dan wilayah-wilayah pinggiran Hamah.

Tank mujahidin Jundul Aqsha memulai serangan terhadap desa Ma’an

Senjata mesin berat mujahidin Jundul Aqsha turut serta dalam penyerangan ke desa Ma'an

Senjata mesin berat mujahidin Jundul Aqsha turut serta dalam penyerangan ke desa Ma’an

Mujahidin memulai serangan terhadap desa Ma’an dengan menembakkan mortir-mortir. Mujahidin juga menembakkan meriam Jahannam ukuran raksasa dan sejumlah roket. Sementara itu tank mujahidin menghantam posisi markas-markas pasukan rezim di dalam desa. Serangan dengan persenjataan berat tersebut bertujuan untuk menekan pasukan rezim Nushairiyah dan memberikan tembakan perlindungan bagi pasukan serbu mujahidin. Ledakan keras dan asap tebal membumbung dari lokasi-lokasi dalam desa Ma’an yang terkena serangan mujahidin.

Regu-regu serbu mujahidin Jundul Aqsha kemudian berlarian dan menyerbu maju ke dalam desa Ma’an. Sedikitnya tiga buah mobil pick up yang dilengkapi senjata mesin berat dan dua buah tank milik mujahidin menembak secara gencar ke dalam desa untuk mendukung serangan regu-regu serbu mujahidin. Mujahidin juga menempatkan meriam berat di areal pertanian yang tak henti-hentinya membombardir pasukan rezim Nushairiyah di dalam desa.

Meriam mujahidin Jundul Aqsha membombardir desa Ma'an

Meriam mujahidin Jundul Aqsha membombardir desa Ma’an

Regu-regu serbu mujahidin Jundul Aqsha kemudian berlarian, menerobos areal pertanian dan menyerbu ke dalam desa. Pekik takbir mereka disusul oleh baku tembak sengit dalam jarak cukup dekat. Mujahidin mendesak pasukan rezim Nushairiyah dan mulai menyisir satu per satu bangunan di dalam desa. Mujahidin akhirnya berhasil menguasai sepenuhnya desa Ma’an setelah memukul mundur pasukan Nushairiyah dari dalam desa. Mujahidin mengibarkan panji tauhid di atas menara dalam desa Ma’an. Allahu akbar wal hamdulillah.

Mujahidin Jundul Aqsha melaukan penyisiran dalam desa Ma'an

Mujahidin Jundul Aqsha melaukan penyisiran dalam desa Ma’an

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/16/mujahidin-merilis-video-perang-pembebasan-desa-maan-di-hamah.html

0 17
rafrafi

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Mujahidin Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam pada hari Kamis (20/3/2014) merilis video berjudul “Berkibarlah wahai panji tauhid”. Video berdurasi 8 menit 53 detik itu mendokumentasikan pertempuran sengit antara mujahidin Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam dengan pasukan rezim Nushairiyah Suriah di wilayah pinggiran Damaskus.

Dalam pertempuran tersebut mujahidin menewaskan sejumlah besar tentara rezim Nushairiyah dan milisi Syiah. Mujahidin juga berhasil merebut sejumlah kendaraan tempur, persenjataan dan amunisi beragam jenis.

Mujahidin Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam bersama Jabhah Nushrah dan Jabhah Islamiyah telah menggelar operasi gabungan “Peperangan Allah Yang lebih tinggi dan lebih mulia” di propinsi Damaskus dan pinggiran Damaskus. Operasi gabungan tersebut telah dimulai sejak Desember 2013 dan sampai saat ini masih terus berlangsung.

Operasi gabungan tersebut berhasil menimpakan kerugian besar di pihak pasukan rezim dan milisi Syiah, khususnya di front distrik Qalamoun dan Ghautah Timur, propinsi pinggiran Damaskus. Lebih dari 1000 tentara rezim Nushairiyah dan milisi Syiah tewas selama empat bulan digelarnya operasi gabungan tersebut. Mujahidin juga membebaskan sepenuhnya kota Adra, distrik Ghautah Timur dari cengkeraman rezim.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/video/video-perang-sengit-dan-kemenangan-mujahidin-di-pinggiran-damaskus.html

0 69
AR-Hussein Othman Masarwa Syria Israel

SURIAH (Arrahmah.com) – Ibnu Taimiyah Media Center (ITMC), sebuah unit media jihad, mengkonfirmasi gugurnya seorang mujahid Suriah asal Palestina, Hussein Othman Masarwa, pada Sabtu (12/4/2014). Dalam serangkaian tweet ITMC, yang dikenal selalu merilis pernyataan-pernyataan dari Dewan Syura Mujahidin di Wilayah Al-Quds, dinyatakan bahwa Hussein telah gugur beberapa hari sebelumnya di Suriah.

Serangkaian tweet tersebut belum menjelaskan bagaimana Hussein gugur dan dengan kelompok jihad mana dia berjuang. Menurut laporan pers, Hussein telah berada di Suriah selama sekitar dua tahun sebelum kesyahidannya, In Syaa Allah.

Hingga saat ini belum diketahui apakah Hussein Othman Masarwa, yang berasal dari Tayibe, ada hubungannya dengan Hikmat Masarwa yang juga berasal dari Tayibe atau tidak. Pada April 2013, Hikmat Masrawa ditangkap setelah kembali dari Suriah, di mana pemerintah “Israel” mengatakan dia telah menerima pelatihan militer dari para anggota pejuang Suriah.

Menurut beberapa laporan, Hikmat telah menerima pelatihan dari pejuang jihad global. Pada Juli 2013, Hikmat, yang mengatakan dia telah pergi ke Suriah untuk mencari saudaranya, mengajukan pembelaan.

Informasi akurat mengenai jumlah mujahidin Palestina yang berjuang atau telah berjuang dalam perang Suriah hingga kini masih sulit diperoleh. Menurut sebuah laporan, jumlah mereka berkisar antara 15 dan 20 mujahidin. Pada bulan Februari, Abd Al-Kadr Altaleh, seorang mujahid asal Palestina yang juga berasal dari Tayibe yang diduduki, dihukum karena pergi ke Suriah dan bergabung dengan Mujahidin Jabhah Nushrah.

Pada September lalu, laporan pers dan jihad mengatakan bahwa Mueid Juma’a, seorang mujahid Palestina yang berperang bersama Mujahidin Jabhah Nushrah, telah gugur dalam pertempuran di Suriah. Namun pada bulan Oktober, sejumlah laporan kemudian menyatakan bahwa ada kemungkinan Mueid masih hidup.

Shin Bet telah memperingatkan pada sejumlah kesempatan sejak pertempuran dimulai di Suriah bahwa pihak berwenang “takut mereka [mujahidin Palestina] akan dimanfaatkan oleh ‘teroris’ [di Suriah], baik sebagai sumber informasi tentang target-target di ‘Israel’, maupun untuk melaksanakan operasi militer melawan Israel.” (banan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/15/mujahid-asal-palestina-hussein-othman-masarwa-dilaporkan-gugur-di-suriah.html

0 27
Sosok berjubah putih membawa pria yang tergeletak dengan santai

ISTANBUL (Arrahmah.com) – Ayaturrahman Fi Jihadi Suriah, menjadi kisah yang berkali-kali diceritakan para ulama Suriah kepada Tim Jurnalis Bersatu (JITU) di tengah-tengah Muktamar Ulama Suriah yang digelar di Turki (11-12/4/2014).

Kisah pertama diceritakan pejuang asal Idlib, berhama Hasan. Dia datang ke Muktamar untuk menemani ayahnya, seorang ulama .

Hasan bercerita suatu kali pesawat tentara Suriah mengaung-ngaung di udara untuk menyasar desa-desa kaum Muslimin. Warga dan pejuang yang tidak memiliki persenjataan canggih hanya bisa bertawakal kepada Allah. Mereka berdoa agar bom-bom tersebut tidak melukai mereka.

Akhirnya mereka sepakat untuk bertakbir sekencang-kencangnya saat bom-bom itu dimuntahkan dari udara. Dan ketika bom tersebut jatuh ke tanah, ternyata bom itu urung meledak.

Begitu pula saat bom kedua dilancarkan. Muntahan material dari langit itu menerjang bak bola api yang siap meluluh lantahkan desa.Warga dan pejuang kembali bermunajat kepada Allah seraya bertakbir sekeras-kerasnya. Luar biasa, lagi-lagi bom itu kembali gagal meledak.

Menariknya, hal ini terus berlangsung hingga berkali-kali. Hingga saat bom terakhir ditembakkan, tiba-tiba saja bom itu bisa meledak. “Saat itu para warga dan pejuang tidak bertakbir,” kata Hasan.

Cerita lainnya lahir dari penjelasan Anggota Ikatan Ulama Homs, Syekh Anas Ahmad Suwaid.

Di awal revolusi, beliau dan pejuang pernah bertakbir secara serentak di kota Homs untuk melawan kekuatan rezim. Tiba-tiba saja takbir mereka disambut dengan petir-petir yang menyambar mengarah ke tentara-tentara rezim.

“Banyak sekali telpon yang masuk kepada kami, ‘lihatlah ke langit, lihatlah ke langit’. Subhanalloh, seakan-akan petir bertakbir bersama kita. Inilah salah satu karomah yang saya saksikan sendiri dengan kedua mata saya,” ujarnya.

Kisah lainnya, lanjut ulama muda ini, terjadi pada salah seorang mujahid. Ketika berada dalam kondisi terluka parah, sang mujahid ditahan oleh rezim. Dalam tahanan itu, dia harus menghadapi interogasi dengan sejumlah pertanyaan.

Salah satu pertanyaan dari pihak rezim adalah keheranan mereka terkait sejumlah pasukan berwarna putih yang tak mampu dilumpuhkan tentara Bashar. “Siapakah mereka? Ketika kami tembak, mereka tidak merasakan apa-apa!” tanya tentara rezim.

Sang mujahid lalu menjawab, “Demi Alloh, tidak ada seorang pun dari kami yang memakai baju putih.”

Syekh Anas tersenyum lalu berkata kepada tim JITU, “Mereka adalah para malaikat. Seperti apa yang difirmankan oleh Alloh ta’ala dalam surat Al Anfal ayat 12,” pungkasnya.

Wahai Muhammad ingatlah ketika Tuhanmu membisikkan kepada para malaikat agar para malaikat menanamkan keyakinan kepada kaum mukmin bahwa Aku bersama kalian. Para malaikat juga menanamkan rasa tenteram kepada kaum mukmin dalam perang Badar. Akulah yang akan menanamkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, maka pancunglah leher kaum kafir di medan perang dan tebaslah jari jemari tangan mereka. (tarjamah tafsiriyah Q.S. Al Anfal,8: 12)

(azm/jitu/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/jihad/kehadiran-pasukan-baju-putih-di-perang-suriah.html

0 32
Syekh Anas Suwaid-(kiri) sedang-diwawancarai wartawan disela-sela-muktamar ulama Suriah di Turki.

ISTANBUL (Arrahmah.com) – Saat para ulama Suriah menasehati rezim Bashar Asad, terlihat bahwa rezim tidak mempedulikan nasib rakyatnya yang sebagian besar adalah kaum Muslimin.

Rezim Bashar bahkan menginginkan pemusnahan kaum Muslimin, sementara orang-orang Nushairiyah tetap hidup. Bahkan mereka telah menyatakan dengan satu suara bahwa tidak mengapa apabila jumlah penduduk Suriah yang 20 juta harus dimusnahkan setengahnya demi kelanggengan rezim ini. Benar-terkutuk lagi laknatullah rezim ini.

Para ulama Suriah berkumpul di Turki untuk merintis Dewan Syariah Independen. Kehadiran lembaga ini akan menjadi rujukan bagi rakyat Suriah yang sudah lama dijauhkan dari ulama.

Ulama Muda Homs, Syaikh Anas Ahmad Suwaid menyebut selama ini ulama mendapatkan tekanan untuk berdakwah dan mengeluarkan fatwa. Lahirnya Dewan yang berisikan ulama-ulama berpengaruh Suriah ini diharapkan dapat menyatukan fatwa-fatwa yang ada . Ini menjadi tonggak dalam menegakkan Daulah yang berlandaskan Syariat Islam.

Wartawan Indonesia yang tergabung dalam Tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) berkesempatan untuk mewawancarai Syaikh Anas di tengah jeda Muktamar Suriah yang digelar di Turki, Jumat-Sabtu (11-12 April 2014). Dengan ramah dan penuh perhatian, Ulama yang pernah langsung menyampaikan nasihat kepada Bashar Asad ini memberikan jawaban atas pertanyaan yang disodorkan. Bagaimana kondisi Suriah terakhir? Bagamimana peranan ulama? Dan apa nasihatnya bagi kaum Muslimin di Indoneisia?

Berikut petikan wawancara Tim JITU:

Bisa Anda jelaskan kondisi yang terjadi di Suriah?

Selama kurang lebih 40 tahun rakyat Suriah berada dalam kondisi tertindas dan tertekan oleh rezim berkuasa. Kebebasan dan keadilan terenggut dari mereka. Tidak ada seorangpun yang berani berkata kebenaran melainkan pasti akan ditindas.

Lebih dari itu, shalat pun dilarang dalam pendidikan militer selama dua tahun. Mereka mengatakan bahwa di Suriah ini tidak ada Allah, astaghfirullah…! Telah nampak bahwa ini adalah kekufuran yang jelas (kufrun bawwah).

Tidak ada selama perjalanan sejarah di Suriah, penguasa yang menghina Kalimat Tauhid kecuali rezim yang berkuasa saat ini. Mereka dengan berani mengganti kalimat tauhid la ilaaha illallah menjadi “laa ilaaha illaa Basyar”.

Sekian lama rakyat sabar dengan kekejaman dan tingkah laku yang melampaui batas dari penguasa. Hingga akhirnya mereka pun bangkit untuk membela kehormatan Islam, keadilan, kemerdekaan dan hak-hak kemanusiaan mereka.

Pada mulanya, mereka hanya melawan secara sendiri-sendiri. Mereka adalah anak-anak Suriah yang mencoba untuk membela ibunya, ayahnya, saudarinya dan syiar-syiar agamanya. Terlebih lagi ketika melihat masjid-masjid dihancurkan dan mushaf Al-Qur’an dibakar, maka semangat juang mereka semakin tumbuh. Dan terus berlanjut hingga mereka membentuk kelompok-kelompok jihad fii sabilillah.

Apa perasaan kaum Muslimin di Suriah dengan masuknya aliansi Syiah?

Kondisi di Suriah semakin parah sejak masuknya intervensi dari kelompok Syiah dari Iran, “Hizbullah”, Kelompok Moqtada Al Shadr dari Irak dan Syiah Houthi dari Yaman.

Sekte-sekte sesat ini berdatangan secara berhamburan seperti air terjun yang mengalir deras.

Mereka datang untuk menyembelih anak-anak, membunuhi orang-orang kami dan segala bentuk permusuhan lain yang mereka tampakkan dalam krisis ini. Namun anehnya tidak ada satu pun suara di dunia ini yang mengatakan hal itu adalah tindakan terorisme.

Komandan tinggi pertahanan udara, Jamal Hasan pernah mengatakan, sebelum terjadinya pengeboman dengan bom kimia, biarkan saja kami akan memusnahkan bakteri-bakteri itu. Tentu saja yang dimaksud adalah kaum Muslimin. Inilah pemikiran yang menguasai Suriah saat ini. Sebenarnya yang terjadi jauh lebih meyakitkan daripada apa yang Anda lihat di media.

Sejauh ini, apa saja kemajuan yang didapatkan Mujahidin?

Alhamdulillah saat ini semua urusan Mujahidin hakikatnya di tangan Allah Ta’ala. Dengan karunia Allah, tidaklah berhenti peperangan di suatu tempat melainkan Allah memberikan kemenangan di tempat lain. Alhamdulillah akhir-akhir ini, kami mendapatkan kemenangan-kemenangan.

Saat ini pertempuran sedang diarahkan ke kawasan pinggiran Suriah di sebelah barat, tempat markas rezim. Dan ini menjadi pertempuran yang menentukan.

Apa yang sudah dilakukan Ulama untuk menyatukan kekuatan kaum Muslimin di Suriah?

Semenjak berlangsungnya revolusi selama 3 tahun, kami dari awal sampai sekarang ini bersama perjuangan rakyat Suriah.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh oleh para ulama saat ini dengan menyelenggarakan majelis ulama seperti saat ini. Dengan tujuan untuk mempersatukan suara umat, dan fatwa para ulama Suriah terkait dengan perjuangan rakyat Suriah serta bimbingan untuk mereka.

Apa yang dikatakan pihak rezim Bashar ketika Anda dan para ulama menasihati?

Setelah memberikan nasihat kepada Bashar, kami kembali bertemu dalam pertemuan khusus yang hanya dihadiri sedikit orang. Terlihat bahwa rezim tidak mempedulikan nasib rakyatnya yang sebagian besar adalah kaum Muslimin.

Mereka menginginkan pemusnahan kaum Muslimin dan orang-orang Nushairiyah tetap hidup. Bahkan mereka telah menyatakan dengan satu suara bahwa tidak mengapa apabila jumlah penduduk Suriah yang 20 juta harus dimusnahkan setengahnya demi kelanggengan rezim ini.

Apa nasihat dan arahan Anda bagi kaum Muslimin di Indonesia?

Tidak ada yang diharapkan dari rakyat Suriah, melainkan hanya kepedulian dan doa dari negeri-negeri Muslim. Hendaklah mereka mendoakan saudara mereka di Suriah dan kemudian bantuan materi serta dukungan tenaga. (JITU)

(azm/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/14/bashar-asad-bunuh-separuh-penduduk-suriah-demi-langgeng-kekuasaannya.html

0 39
Tentara junta Mesir

KAIRO (Arrahmah.com) – Otoritas Mesir yang didukung militer memerintahkan penangkapan seorang pemuda Muslim yang pernah ikut berperang di Suriah, ujar laporan kantor berita Mesir pada Ahad (13/4/2014).

Kantor kejaksaan di kota Suez memerintahkan penangkapan Wael Abdel Fattah, lansir MENA, menambahkan bahwa ia dicurigai bekerja sama dengan kelompok-kelompok “militan” Islam.

Laporan MENA mengatakan bahwa Abdel Fattah, seorang mantan karyawan di perusahaan minyak ternama, pernah berperang di Suriah di dalam barisan Jabhah Nushrah, salah satu kelompok Mujahidin Suriah yang sangat kuat.

Sejak tentara menggulingkan presiden terpilih, Muhammad Mursi dari kekuasaan, Mujahidin yang berbasis di Sinai, yang menamai dirinya Anshar Baitul Maqdis, mulai meningkatkan serangan menargetkan polisi dan tentara junta Mesir. Serangan terus meluas dan mencapai Kairo dan kota-kota lain, di mana para pejabat keamanan senior menjadi target.

Pemerintah interim yang didukung militer mengklaim akan mengalahkan Mujahidin dalam waktu singkat. (haninmazaya/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/14/mesir-perintahkan-penangkapan-pemuda-muslim-yang-pernah-terjun-ke-medan-jihad-suriah.html

0 45
Wakil Ketua Ikatan Ulama Suriah, Syekh Musthofa Ahmad Hamid

ISTANBUL (Arrahmah.com) – Tuduhan berbagai media bahwa konflik Suriah adalah perang saudara itu tidak benar. Apalagi mengaitkan krisis Suriah dengan isu pertentangan Wahabi dan Sufi.

Menurut Wakil Ketua Ikatan Ulama Suriah, Syekh Musthofa Ahmad Hamid, bukan Wahabi yang bermasalah di Suriah tapi Syiah.

“Ketahuilah, yang terjadi sesungguhnya adalah peperangan antara Ahlus Sunnah dan orang-orang Shofawiyyin (penganut syiah.red). Mereka adalah kepanjangan tangan Iran yang ada di Suriah. Mereka yang sejatinya memasukkan rezim fasik ini di Suriah,” ucapnya kepada Tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) saat jeda Muktamar Ulama Suriah di Turki, Jum’at (11/4).

Pimpinan madrasah dan Mahad Tahfidzil Quran Homs,Suriah ini menyerukan kepada kaum muslimin untuk mewaspadai gerakan Syiah dan Shofawiyah yang di belakangnya berdiri kekuatan barat.

“Mereka berupaya untuk memusuhi Islam dan kaum muslimin. Mereka berupaya menguasai Irak, Lebanon dan saat ini Suriah. Namun Alloh menjaga negri Syam dari mereka. Dan Insya Alloh negeri Syam akan menjadi kuburan bagi mereka,” kata ulama kharismatik ini optimis.

Selain itu Syekh Musthafa juga menyarankan kepada kaum Muslimin , agar memiliki jiwa ukhuwah Islamiyyah untuk bangkit membantu saudaranya di Suriah baik atas nama pribadi, organisasi maupun negara.

“Setiap kita dituntut untuk menunjukkan sikap pembelaan dan dukungan kepada saudaranya sesama muslim. Sebagaimana yang telah diwajibkan oleh Alloh ta’ala dalam Al Qur’an,” pungkasnya. *JITU

(azm/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/13/ulama-suriah-syam-akan-menjadi-kuburan-buat-syiah.html