Home Cari

kabar suriah - Hasil Pencarian

Jika Anda merasa hasil pencarian kurang akurat, coba deh cari dengan kata kunci yang berbeda :)

Kabar Suriah


We provide another result for Kabar Suriah at other webs or blogs around the world. This page powered by Google, Yahoo and Bing. You can search anything or different keyword using our powerful Search Form below:


Article Kabar Suriah on other source:

0 19
2 anak korban Assad di Fallujah

LIBANON (Arrahmah.com) – Mengutip laporan berkelanjutan dari Solidarity of Indonesian Muslims for Muslim Sunni Syria (SIMSS) pada laman Facebook-nya, pada Kamis (11/9/2014), di saat dunia berbelasungkawa terhadap para korban Tragedi 9/11, di Fallujah, Iraq, para penjahat berkedok polisi dunia merenggut nyawa-nyawa tak berdosa tanpa sepengetahuan publik.

“Kami melawan teroris!” Begitulah yang diungkapkan oleh Amerika dan Iran di Iraq yang saling membantu, bekerja sama untuk memberantas eksistensi IS di Iraq yang kekuasaannya semakin meluas. Namun perlawanan melawan terorisme itu sejatinya hanyalah kedok semata. Fakta di lapangan justru memotret korban kebrutalan mereka selalunya wanita dan anak-anak.

Sementara, sebuah daerah yang diduduki oleh mayoritas kaum sunni di Anbar dibombardir oleh rezim syi’ah Iraq, di bawah perintah Nuri al Maliki. Dua bocah dalam foto di atas gugur sebagai syuhada cilik.

Mereka termasuk di antara 6 korban anak-anak yang gugur dan 19 orang lainnya (termasuk beberapa wanita) yang gugur akibat serangan udara oleh rezim Iraq yang mengenai pemukiman warga di Fallujah.

Di Libanon, sejumlah pengungsi asal Suriah ditangkap militer Libanon, tanpa kesalahan apapun pada (13/9). Padahal, para pengungsi ini bertolak ke Libanon untuk mencari perlindungan, namun mereka malah mendapatkan perlakuan yang sama. Tenda-tenda tempat mereka mengungsi dibumihanguskan. Bahkan, mereka diintimidasi oleh kaum syi’ah Libanon dan para pendukung Assad yang dibantu oleh milisi hizbu syaithon.

anak suriah

Pada hari yang sama (13/9), tubuh seorang bocah pengungsi asal Suriah di Libanon ditemukan dalam kondisi yang mengerikan, termutilasi. Namanya adalah Jafar al Mohsin al Zuwairi. Ia disiksa selama 10 hari oleh milisi syi’ah setelah diculik dari kedua orang tuanya di sebuah pemukiman di Libanon ketika mereka sedang berusaha mengungsi dan melarikan diri dari kejaran rezim Assad si kuffar.

Sebagaimana di Suriah. Kini Iraq dan Libanon pun mulai membara dan bersimbah darah. Informasi semacam ini tidak akan pernah kita dapatkan di media-media sekuler lokal maupun internasional. Maka bantulah mereka dengan menyebarkannya. Bukalah mata kita, bahwa ada saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Hasbunallah wani’mal wakiil. (adibahasan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/09/13/apa-kabar-suriah-pekan-lalu-1.html

Category: berita

0 61
ar-Sanafi al Nasr picture 2

SURIAH (Arrahmah.com) – Seorang pemimpin senior Al-Qaeda, Sanafi Al-Nasr, yang sebelumnya dikabarkan telah syahid, In Syaa Allah, di provinsi Latakia Suriah pada Jum’at (21/3/2014) lalu, saat ini dikabarkan masih hidup.

Sanafi Al-Nasr merupakan pemimpin Komite Kemenangan Al-Qaeda yang bertanggung jawab atas perencanaan dan kebijakan strategis untuk kelompok jihad ini. Dia sebelumnya berjihad di Afghanistan atau Pakistan, tapi kemudian berjuang bersama Jabhah Nushrah, cabang resmi Al-Qaeda di Suriah.

Pada tanggal 21 Maret lalu, mujahidin secara online melaporkan bahwa Sanafi, yang nama aslinya adalah Abdul Mohsin Abdullah Ibrahim Al Sharikh, telah gugur dalam pertempuran di Latakia.

Berita kepergiannya itu disebut-sebut dikonfirmasi oleh anggota Al-Qaeda lainnya dan dengan cepat segera menyebar. Pada akun Twitter-nya, Dr Sami Al-Uraydi, seorang petinggi syariah untuk Jabhah Nushrah, juga mengatakan bahwa Sanafi telah gugur. Dr Sami meminta agar Allah menerimanya dalam kafilah syuhada.

Demikian pula Syaikh Abdallah Muhammad Al-Muhaysini, seorang ulama Saudi yang dikenal luas terhubung dengan Al Qaeda, mendoakan kesyahidan Sanafi dalam serangkaian tweet.

Namun demikian, iindikasi publik pertama yang menyatakan bahwa Sanafi selamat dari serangan dalam pertempuran di Lattakia itu datang satu minggu kemudian.

Sebagaimana yang pertama kali dilaporkan oleh BBC Monitoring bahwa pada tanggal 3 April, anggota dari forum Ana Al Muslim mengatakan bahwa dia telah mengkonfirmasi berita baik yang menyatakan bahwa rumor kematian Sanafi adalah palsu dan bahwa dia akan segera kembali mengabarkan melalui twitter.

Dalam 24 jam terakhir, akun twitter Sanafi telah menjadi aktif kembali. Dia tidak menulis tweet sejak 19 Maret lalu. Sanafi telah sering menjadi kontributor untuk forum dan website jihad selama hampir satu dekade. Twitter-nya saat ini memiliki lebih dari 13.000 pengikut.

(banan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/20/pemimpin-senior-al-qaeda-sanafi-al-nasr-dikabarkan-masih-hidup-di-suriah.html

0 31
Eric Harroun

ARIZONA (Arrahmah.com) – Seorang mantan tentara AS yang pernah menghabiskan waktunya dengan kelompok oposisi Suriah sebelum ditangkap dan didakwa dengan tuduhan “terorisme” oleh FBI, dikabarkan telah meninggal dunia.

Eric Harroun (31), dinyatakan meninggal di rumah ayahnya di Phoenix, Arizona. Penyebab kematiannya belum diketahui dan hasil otopsi diperkirakan akan ada dalam beberapa hari mendatang.

“Dengan kesedihan mendalam, kami beritahukan kepada Anda tentang kematian Eric Harroun yang kami cintai,” tulis keluarganya di banyak halaman Facebook yang didedikasikan untuk Harroun, seperti dilaporkan Rusia Today (10/4/2014).

“Ia akan dirindukan oleh keluarga, teman-teman dan banyak orang di seluruh dunia yang hidupnya telah disentuhnya.”

Harroun tinggal di daerah Phoenix dan bertugas di Angkatan Darat AS dari tahun 2000 hingga 2003. Meskipun catatan militer yang diperoleh oleh New York Times menunjukkan pemuda tersebut tidak pernah dikerahkan di luar negeri, ia melakukan perjalanan ke Suriah dan bergabung dengan oposisi Suriah.

Dia berjuang sekitar dua bulan, ia memposting gambar dan video dirinya yang berada di Suriah secara online dan mendapat julukan “Jihadis Amerika”. Harroun mungkin menyadari reputasinya tumbuh, ia secara sukarela bertemu dengan anggota konsulat AS di Istanbul, Turki dengan tujuan mendapat dukungan Amerika untuk oposisi Suriah.

Alih-alih memberikan bantuan, Harroun ditangkap oleh FBI dan didakwa dengan memberikan dukungan material kepada kelompok “teroris”. Pemerintah AS berpusat pada tuduhan bahwa Harroun bersama dengan Al Qaeda. Namun ia menyatakan bahwa ia awalnya diambil sebagai tahanan dan tidak diperlakukan sama sampai membuktikan kemampuan tempurnya.

“Saya bertempur dengan banyak batalyon berbeda, tapi saya bersama dengan Tentara Pembebasan Suriah (FSA),” ujarnya kepada ABC 15 di Arizona setelah kembali ke rumah. Seperti diketahui, AS memberikan dukungan material kepada FSA.

Geremy C. Kamens, yang mewakili Harroun sebagai anggota pembela umum federal, mengatakan kepada Times bahwa tidak ada bukti kliennya memiliki pandangan “fundamentalis” dan bahwa kasus itu sepenuhnya unik dalam hukum Amerika.

“Tidak pernah, sepengetahuan saya, pemerintah AS mendakwa seorang warga AS untuk bertempur dengan kelompok yang selaras dengan kepentingan AS,” ujar Kamens.

Setelah menghabiskan waktu enam bulan dalam kurungan tersendiri, pada tanggal 19 September 2013 Harroun dibebaskan. Ia dijatuhi hukuman untuk pelayanan masyarakat dan tiga tahun masa percobaan.

“saya tidak pernah berpikir saya akan dibebaskan. Aku bersyukur bisa keluar,” ujarnya tahun lalu. “Saya merasa dikhianati oleh pemerintah saya, oleh negara saya. Aku tidak melakukan apa-apa dan itu sebabnya aku keluar sekarang.” (haninmazaya/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/11/eric-harroun-mantan-tentara-as-yang-bergabung-dengan-kelompok-oposisi-suriah-dikabarkan-meninggal-dunia.html

0 47

Sebuah laporan mengungkapkan bahwa CIA telah mengetahui niat Basyar al-Assad untuk melakukan serangan kimia terhadap Ghouta, namun ia tidak berbuat apa-apa kecuali setelah terjadinya pembantaian tersebut.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan “The Wall Street Journal”, yang dibuat oleh tiga editornya, dinyatakan bahwa ketika ada bentrokan antara pasukan Assad dan pasukan revolusi di pinggiran kota Damaskus, pada 18 Agustus , Amerika mulai mencium bau tidak sedap dari rezim Assad.

Menurut laporan itu, Amerika sudah mengetahui adanya perintah pada Unit Khusus Senjata Kimia untuk maju ke garis pertempuran, dan langsung melakukan serangan kimia selama dua hari. Bahkan Amerika telah melihat pesan kode yang ditujukan kepada pasukan elite untuk membawa “sejumlah besar” masker gas pada para pasukannya.

Meskipun komunikasi ini telah diketahui dan bahkan dicatat, namun badan intelijen Amerika tidak berusaha menerjemahkan isi dari pesan itu ke bahasa Inggris untuk segera dianalisis, sehingga para pejabat Gedung Putih tidak mengetahui apa yang akan dilakukan oleh rezim Basyar, sampai serangan kimia itu dimulai pada pagi hari tanggal 21 Agustus.

Surat kabar itu mengatakan: “Sesungguhnya badan-badan intelijen Washington dan Tel Aviv mampu mencegah melalui apa yang telah diketahuinya tentang adanya kekacauan dan bentrokan dalam rezim di Damaskus pada malam itu, sehingga dengannya ia bisa mengeluarkan perintah pada komandan militer yang tengah berada di unit garis bentrokan di Ghouta, agar menghentikan penggunaan bahan kimia.” (islammemo.cc, 25/11/2013)

Source: http://hizbut-tahrir.or.id/2013/11/26/surat-kabar-amerika-washington-merestui-pembantaian-ghouta-di-suriah/

0 52
Burak Karan

JERMAN (Arrahmah.com) – Dunia telah dikejutkan dengan kabar gugurnya seorang mantan pemain sepak bola muda yang dikenal memiliki karir menjanjikan di Jerman. Burak Karan (26) dikabarkan gugur dalam perang Suriah setelah berhenti dari dunia sepak bola dan mengabdikan hidupnya untuk jihad.

Burak gugur dalam pemboman oleh pasukan pemerintah diktator Assad di kota Azaz, dekat perbatasan Turki pada bulan Oktober lalu, lansir IBT.

Beberapa tahun lalu dia bermain sepak bola bersama beberapa bintang sepak bola yang saat ini gemilang di Jerman, termasuk Sami Khedira Real Madrid dan Kevin-Prince Boateng Schalke 04.

Putra imigran Turki bernama Karan ini dibesarkan di Wuppertal, Rhine Utara-Westphalia, di barat laut kawasan industri Jerman.

Sebagai seorang bek berbakat, dulu dia bermain di tim muda beberapa klub Bundesliga Jerman, seperti Hamburg dan Hannover 96.

Bakat Burak akhirnya membawa dirinya masuk ke tim nasional, mengumpulkan sejumlah piala untuk U17 dan U16.

Namun uang dan ketenaran sepakbola tidak menarik bagi Muslim muda ini.

“Uang dan karier tidak penting baginya,” kata saudaranya Mustafa kepada surat kabar Bild.

Marcus Olm, mantan pelatihnya di Hannover 96 mengatakan bahwa Burak sangat religius dan selalu shalat lima waktu sesuai dengan ajaran Islam.

“Tidak peduli kami sedang berlatih atau sedang dalam perjalanan jauh, dia sempatkan lima waktu dalam sehari dan beribadah menghadap Mekah,” kata Olm kepada surat kabar Die Welt. “Dia juga seorang pria yang ceria, seseorang yang bersamanya mudah merasa gembira.”

Melalui internet, Burak mulai mencari video-video mengenai medan jihad dan cara-cara untuk “membantu saudara-saudara [Muslim]nya,” kata saudaranya.

“Dia bingung, dan merasakan kesedihan mendalam melihat para korban,” kata Mustafa Karan.

Pada tahun 2008, ketika berusia 20, Burak memutuskan berhenti dari dunia sepak bola dan menjadi lebih taat dalam beragama.

Dia mulai bergaul dengan sekelompok Muslim Jihadi di sekitar mesjid Wuppertal.

Di antara mereka ada Emrah Erdogan, seorang warga negara Jerman asal Turki, yang ditangkap awal tahun ini di Tanzania sehubungan dengan operasi di sebuah pusat perbelanjaan di Nairobi, Kenya.

nationalmannschaft-Burak-KARAN-eingekreist

Menurut Intelijen Domestik Jerman, pada bulan April 2010 Burak pernah mencoba berangkat berjihad ke Afghanistan bersama 2 orang kawannya di Wuppertal, Emrah Erdogan dan saudaranya, Bunyamin Erdogan.

Bunyamin Erdogan gugur dalam serangan pengecut pesawat tak berawak salibis AS pada Oktober 2010. Sementara Emrah Erdogan diadili di Frankfurt pada Juni tahun ini dengan tuduhan menjadi anggota Al-Qaeda di Pakistan dan Mujahidin As-Syabaab di Somalia.

Dia dilaporkan telah berada di wilayah perbatasan Pakistan – Afghanistan antara bulan Mei 2010 dan Januari 2011, dan bergabung dengan As-Syabaab pada Februari 2011. Sementara Emrah ditangkap di Tanzania pada Juni 2012 lalu diekstradisi kembali ke Jerman.

Selanjutnya Burak diklaim telah menjadi “radikal” oleh pemerintah Jerman yang kemudian menambahkan namanya ke dalam daftar orang-orang yang diawasi.

Pada tahun 2013, dia tiba di Suriah di mana dia kemudian berkumpul bersama istrinya yang berusia 23 tahun dan dua anaknya, yang berusia tiga tahun dan 10 bulan.

Mustafa Karan menyatakan bahwa saudaranya pergi ke Suriah untuk kegiatan amal demi membantu rakyat Suriah yang menderita dan berjuang melawan penindasan yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun di negara mereka.

Sebuah video YouTube yang memuji perlawanan terhadap diktator Suriah Bashar Assad, telah diposting setelah gugurnya Burak. Video tersebut menunjukkan foto-foto mantan pemain sepak bola berjenggot panjang itu sedang memegang senapan.

“Dia harus meninggalkan rumahnya untuk melawan ketidakadilan Bashar Assad,” keterangan dalam video itu. “Semoga Allah menerima dia dan melindungi istri, anak-anak dan keluarganya.” (banan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2013/11/19/mujahid-muda-mantan-pesepak-bola-jerman-burak-karan-dikabarkan-gugur-suriah1.html

0 21
syrian-fighters-in-tanks-2014

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Tak ada September ceria di Suriah selama tiga tahun berturut-turut. Setiap rumah selalu dirundung duka, entah itu karena keluarganya ada yang syahid atau ada yang hilang tak kembali, setelah ditangkap aparat rezim Assad. Suriah yang berduka dilaporkan telah kehilangan warganya sebanyak 2.591 jiwa pada bulan Agustus, sebagian besar dari mereka dibunuh oleh pasukan rezim, sesuai angka yang dipublikasikan oleh Jaringan Hak Asasi Manusia untuk Suriah (SNHR) pada Senin (1/9/2014).

SNHR mengatakan bahwa rezim thoghut Suriah menewaskan 2.123 orang, termasuk 1.728 warga sipil, 251 anak-anak, 157 wanita dan 243 orang yang disiksa sampai mati di kanong-kantong tahanan ilegal. Sementara pasukan pejuang pembela rakyat Suriah berhasil menewaskan 395 orang anggota militer rezim kuffar.

Selain itu, ISIS menewaskan 362 orang, termasuk 123 warga sipil dan 239 dari anggota Mujahid Suriah. Sebagai reaksi atas penyerangan pengikut Assad, para Mujahidin Sunni berhasil menghentikan kekejian 106 musuh untuk selama-lamanya, termasuk 103 warga Syiah dan tiga orang anggota ISIS.

SNHR mengatakan bahwa kasus kematian yang didokumentasikan secara resmi dipublikasikan hanya merekap korban warga sipil dan kombatan. Sementara pendokumentasian kematian di antara rezim dan pasukan IS tidak dilakukan secra detil karena keduanya melarang SNHR bekerja di wilayah di bawah kendali mereka.

Selain itu, SNHR juga mendokumentasikan kematian 75 orang lagu, tetapi tidak dapat mengidentifikasi pihak yang membunuh mereka. Dengan demikian, SNHR hanya dapat menyimpan informasi berupa nama lengkap mereka, waktu kematian dan tempatnya saja.

Spekulan menyatakan bahwa, kebanyakan mayat ditemukan di tepian pantai. Berdasarkan kabar warga setempat, jenazah-jenazah itu merupakan korban eksekusi pemenggalan kepala yang dilakukan oleh ISIS.

Hingga kini tercatat bahwa pendokumentasian banyak kasus tidak terperinci karena SNHR tidak bisa mencapai tempat-tempat kejahatan karena menghindari pembantaian dan pengepungan atau karena saluran komunikasi telah dipotong. (adibahasan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/09/02/tak-ada-september-ceria-di-suriah.html

Category: berita

0 32
skema cara kerja bom kluster

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Bom Kluster yang secara massal dijatuhkan di Gaza selama 51 hari lalu, merupakan amunisi terlarang yang membunuh dan melukai target tanpa pandang bulu. Berdasarkan laporan MEMO pada (28/8/2014), bom kluster yang sama juga pernah menyebabkan korban tak hinga dalam perang sipil Suriah pada 2006. Saat itu, konflik sedang terjadi antara Libanon dan “Israel”.

Kelompok Koalisi Munisi Kluster, mengatakan dalam sebuah laporan tahunan berjudul, “Cluster Munition monitor 2014,” bahwa mereka telah mendokumentasikan sedikitnya 264 orang tewas dan 1.320 luka-luka di Suriah akibat bom kluster yang digunakan pada tahun 2012 dan 2013, dan bahwa “ratusan lainnya dicatat pada semester pertama tahun 2014.”

Mengutip laporan itu, sembilan puluh tujuh persen korban jiwa di Suriah adalah warga sipil, dan jumlah warga terluka dua kali lipat lebih banyak di tahun 2013 daripada tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa senjata terlarang telah semakin digunakan untuk membinasakan daerah yang lebih padat penduduk.

Meskipun laporan ini tidak menentukan apakah pasukan pemerintah benar-benar menggunakan mereka, namun ahli amunisi mengatakan bahwa hanya militer Suriah yang memiliki kemampuan teknis tersebut.

“Penggunaan munisi bom kluster pada tahun ini melanggar undang-undang persenjataan internasional. Sementara senjata ini telah dilarang oleh sebagian besar negara di dunia, beberapa aktor masih mencemoohkan pendapat dan standar internasional,” Mary Wareham, direktur advokasi divisi senjata Human Rights Watch dan editor laporan , mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh koalisi sebelum rilis laporan itu.

Pernyataan kelompok itu mengatakan, “[cukup] sudah, korban di Suriah lebih tinggi dari yang dikaitkan dengan konflik Israel-Libanon 2006 yang memicu kemarahan global dan berkontribusi pada pembentukan konvensi pelarangan.”

Bom kluster “Israel”

skema cara kerja bom kluster

Militer “Israel” secara luas dikritik di dalam negerinya dan di luar negeri untuk menggunakan bom kluster berat di Libanon, menjatuhkan ratusan ribu dari mereka, terutama di hari-hari terakhir konflik 34 hari dengan “Hizbu Syaithon”. Surat kabar “Israel”, Haaretz mengutip seorang komandan Angkatan Pertahanan “Israel” mengatakan, “yang kami lakukan adalah gila dan mengerikan, kami menutupi seluruh kota dengan bom kluster.” Ini sama persis dengan yang terjadi di Gaza sejak 7 Juli.

Jan Egeland, seorang negarawan Norwegia dan diplomat yang pada saat konflik Libanon adalah pejabat bantuan kemanusiaan di PBB, menggambarkan penggunaan senjata oleh “Israel” sebagai “benar-benar tidak bermoral.” Kritik Egeland ini secara luas dikreditkan dengan membantu untuk menggembleng upaya untuk mencapai perjanjian dua tahun kemudian dikenal sebagai konvensi Munisi Kluster.

Bom Kluster berisi ratusan amunisi kecil peledak, atau bom-bom, biasanya turun dari pesawat atau ditembakkan oleh artileri. Mereka direkayasa untuk meledak di udara dan menyebarkan bom-bom di wilayah yang luas, tidak membedakan antara sasaran militer dan sipil. Banyak bom-bom gagal meledak dan bisa “tertidur” selama beberapa dekade. Di Vietnam dan Laos, Amerika Serikat marak menjatuhkan banyak bom kluster selama era Perang Vietnam. Hingga kini, bom-bom yang belum meledak dan tak sempat “tersisir” masih menjadi ancaman yang membahayakan, sebagaimana dokumentasi yang sempat dirilis oleh para Mujahidin internasional melalui media As-Sahab di forum jihad berjudul: “Cara Mencegah Ulangi Holocaust Gaza,” pada 12 Juni 2009 lalu.

The Cluster Munition Coalition, sebuah kelompok hak asasi manusia dan kelompok-kelompok advokasi perlucutan senjata aktif di lebih dari 100 negara, telah melaporkan korban dari bom Kluster sejak 2009.

Menurut temuan yang dikumpulkan oleh kelompok pelucutan senjata lain, Handicap International, hanya tiga negara lain telah menderita korban bom Kluster yang melebihi Suriah: Laos pada 4837, Vietnam pada 2080, dan Irak pada 2989. Tapi perbandingan langsung menyesatkan karena konflik di negara-negara berlangsung jauh lebih lama dari perang sipil Suriah, yang dimulai pada Maret 2011. Terlebih saat ini, jika dibandingkan dengan korban “Israel” di Gaza, kemungkinan terbesar jumlahnya melebihi semua agresi dengan bom kluster sepanjang sejarah, jika diukur dari total kerusakan dan jumlah korban dalam waktu sesingkat itu.

Libanon, Laos dan Irak adalah salah satu dari 113 negara yang telah menandatangani perjanjian larangan bom Kluster. Suriah, “Israel” dan Vietnam adalah salah satu dari 51 yang belum menyepakatinya, pengelompokan ini juga mencakup China, Rusia dan Amerika Serikat.

Hampir semua negara yang belum menandatangani perjanjian mematuhi ketentuan-ketentuannya. Smentara para pendukung mempertimbangkan pengukuran efektivitas dalam stigma penggunaan munisi kluster. Meski begitu, Koalisi Munisi Kluster melaporkan bulan lalu bahwa mereka telah digunakan tidak hanya di Suriah, tapi juga oleh pihak antagonis dalam konflik Sudan Selatan dan Ukraina, serta di Gaza saat ini.

Mr Egeland, yang kini Sekjen Norwegian Refugee Council, sebuah kelompok advokasi kemanusiaan terkemuka, mengatakan dalam sebuah wawancara telepon bahwa penggunaan bom klaster di Suriah adalah bagian dari efek yang lebih luas terhadap konflik tak manusiawi itu.

“Ini adalah tanda pelanggaran hukum, penggunaan senjata seperti itu, dan itulah mengapa tidak mengejutkan bahwa tempat terburuk di sunia adalah Suriah, karena konflik yang paling kacau di menonton kami,” katanya. “Ini adalah konflik di mana tidak ada prinsip-prinsip yang tersisa, tidak ada norma-norma yang tersisa.” Betul-betul tidak manusiawi, lebih tak berhati daripada binatang sekalipun. Subhanallah. (adibahasan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/08/28/bom-kluster-israel-di-gaza-munisi-pemusnah-terlarang-yang-pernah-membinasakan-rakyat-suriah.html

Category: berita

0 26
Bilal Abdul Kareem (twitter @BilalKareem)

(Arrahmah.com) – Setelah Bilal Abdul Kareem, seorang jurnalis berpengalaman, asal Amerika, memproduksi sebuah mockumentary yang mengupas alasan para pejuang Suriah (baca: Mujahidin) bersatu melawan Islamic State Iraq and Syam (ISIS). Kini Akhi Bilal kembali mempublikasikan kesaksiannya mengenai beragam kejanggalan dalam praktik jihad ISIS selama ia berada bersama mereka sebagai jurnalis Muslim independen, melalui akun Twitter-nya @bilalkareem, pada Selasa (27/08/2014).

Bilal Abdul Kareem (twitter @BilalKareem)

Semoga ianya menjadi santapan akal yang bernas dan menggugah kesadaran dan persatuan Ummat. Ta’awudz wa basmallah.

***

Pada akhir tahun 2013, ISIS telah bermetamorfosis menjadi sebuah kelompok yang memiliki kekuatan yang cukup besar dengan jumlah pasukan yang terus membludak dari waktu ke waktu. Waktu terus berjalan seiring kontrol dan kekuasaan kelompok ini menguat di berbagai wilayah di Suriah.

Hingga suatu ketika, sebuah konvoi besar yang berisi para relawan pembawa bantuan yang berasal dari Inggris dengan beranggotakan sekitar 60 orang datang melalui perbatasan Turki-Suriah. Dalam rombongan itu, hampir seluruh relawan yang ikut beragama Islam, kecuali satu orang. Ia adalah seorang Kristiani berkulit putih yang berada di kumpulan orang-orang dengan kulit berwarna dari Asia di sekitarnya. Kita sebut saja pria ini Murdoch, tentu bukan nama sebenarnya karena kasus ini amat sensitif.

Pada saat itu konvoi bantuan kemanusian ini melewati salah satu markas utama ISIS di Suriah utara, di kota Dana. Dari sanalah kisah yang menuai kebencian ini pun dimulai.

ISIS menahan Murdoch

Konvoi kendaraan yang membawa bantuan itu menyusuri tepi perbatasan Turki selama 30 menit hingga akhirnya tiba di Dana. Sekitar 2 jam setelah mereka tiba, kemudian tentara ISIS datang dan menahan sejumlah besar orang-orang yang berada di konvoi pembawa bantuan tersebut. Beberapa jam kemudian mereka semua dibebaskan, kecuali satu orang, yaitu Murdoch.

Mulanya pihak ISIS mengatakan bahwa ia hanya akan ditahan selama beberapa jam lebih lama untuk menjawab beberapa pertanyaan tambahan dan kemudian dia akan dibebaskan kembali. Jam berganti menjadi hitungan hari dan Murdoch pun tak kunjung muncul. Mereka yang berada di rombongan tersebut merasa marah dan bingung mengapa teman mereka tidak juga dibebaskan.

Tiba-tiba apa yang mereka takutkan akhirnya terjadi juga, mereka diberitahu bahwa Murdoch sekarang adalah tawanan mereka (ISIS). Mereka menanyakan alasannya, karena sebetulnya ia dan sebagaian besar orang yang ikut dalam rombongan pembawa bantuan itu hanya berada di Suriah untuk beberapa jam saja.

Pihak ISIS mengatakan bahwa Murdoch dicurigai sebagai seorang mata-mata. Kontan kaum Muslimin yang satu rombongan dengannya meminta bukti karena mereka menganggap ini sebagai tuduhan yang benar-benar konyol. Namun, pihak ISIS menyanggah bahwa mereka tidak percaya bahwa seorang Kristiani berkulit putih itu mau datang ke Suriah di saat seperti sekarang ini sebagai relawan, kecuali bahwa dia adalah seorang mata-mata.

Komandan ISIS kemudian menunjukkan mereka paspor Murdoch dan mengatakan bahwa ini adalah buktinya. “Ada chip rahasia di dalamnya. Hal ini dimaksudkan agar dinas intelijen dapat terus melacaknya “. Salah seorang Muslim anggota rombongan yang lain mengatakan bahwa, “semua paspor dari Inggris memang seperti itu!”, sambil menunjukkan kepadanya paspor Inggris miliknya.

Kaum Muslimin anggota rombongan yang lainnya juga mengatakan kepada mereka (ISIS) bahwa orang ini telah sengaja melewatkan Natal bersama keluarganya hanya untuk datang membawa bantuan guna menyelamatkan rakyat Suriah. Dengan kalimat pamungkasnya, Komandan ISIS bersikukuh dan mengatakan bahwa hal itu di luar tanggung jawabnya dan keputusan mengenai Murdoch hanya dapat diputuskan oleh Amir mereka.

Tak sesuai dengan ajaran Islam

Hari demi hari berlalu tanpa kabar tentang Murdoch dan akhirnya mereka pun mempertanyakannya lagi. Namun pihak ISIS mengatakan bahwa ia akan tetap menjadi tawanan mereka dan mereka berencana menjadikannya sebagai tebusan untuk ditukarkan dengan sesuatu. “Mengapa?” tanya relawan Muslim heran. Anggota ISIS berkata, “kami akan menukar dia dengan seseorang yang berada dalam penjara Inggris.”

Salah seorang Muslim anggota rombongan yang lain mengatakan kepadanya bahwa itu tidak sesuai dengan ajaran Islam (yang tidak smbarangan menawan musuh). Lagi pula, mereka tidak memiliki bukti atas tuduhan terhadap relawan Kristiani ini.

Salah satu relawan pembawa bantuan mengatakan kepada mereka bahwa banyak orang yang bergantung pada rombongan pembawa bantuan itu. Tindakan seperti ini akan menciptakan masalah bagi upaya mereka dalam membantu rakyat Suriah. Lantas, Komandan ISIS menjawab, “kami tidak perlu bantuan kalian, kami memiliki Allah”. Salah seorang Ulama Dewan Syari’ah dari kelompok lain akhirnya datang untuk menengahi persoalan ini. Bahkan afiliasi dari Al-Qaeda, Jabhah Nusrah juga mengirimkan perwakilannya.

Akhi Bilal pun dihubungi (sebagai jurnalis independen) untuk melihat apakah ia bisa menanyakan dan meyakinkan pihak ISIS untuk melepaskan Murdoch. Karena semenjak Akhi Bilal berada di Suriah, ia telah diberikan kesempatan untuk mengetahui lebih banyak hal mengenai anggota ISIS dan sangat sedikit yang mendapatkan otoritas seperti itu. Beberapa hari kemudian markas ISIS diserang oleh kelompok Jaisy Mujahidin. Murdoch diambil dari penjaranya di kota Dana dan setelah itu tidak pernah terdengar lagi kabarnya.

Menyadarkan Publik

Ketika berbicara dengan anggota rombongan pembawa bantuan tersebut Akhi Bilal menyarankan untuk mengumumkan penculikan itu kepada publik. Ia menyarankan agar keluarga Murdoch melakukan sesuatu untuk menarik perhatian publik dan meminta Abu Bakar Al-Baghdadi selaku Amir ISIS untuk melepaskan Murdoch karena ia hanya datang untuk membantu rakyat Suriah dan tidak lebih dari itu.

Namun, para anggota rombongan pembawa bantuan itu mengatakan bahwa pemerintah Inggris berpikir akan lebih baik jika kita tidak menyebarkan masalah ini ke publik, karena mereka merasa itu justru akan memperumit masalah. Hingga hari ini Murdoch belum diketahui keberadaannya.

Mengapa kasus Murdoch menjadi penting? Sama halnya seperti kasus Abu Rayyan, itu semua menunjukkan suatu pelanggaran sistematis terhadap orang lain baik Muslim dan non-Muslim. Kita dapat melihat bagaimana pendirian ISIS yang diseragamkan, mulai dari pimpinan pusatnya hingga ke jajaran bawah.

Mereka semua terbius fatwa ISIS yang telah diumumkan kepada semua orang bahwa siapapun yang menentang “Daulah Islam”, itu pasti karena mereka benci dan tidak menginginkan syari’at Islam. ISIS mengatakan bahwa kelompok Mujahidin lain adalah penipu, agen barat, dan mereka telah keluar dari Islam. Apakah sesederhana itu praktik menjatuhkan vonis dalam Islam?

Tujuan dari penulisan rangkaian artikel ini bukan untuk membuat orang menyukai atau tidak menyukai ISIS. Sejatinya Akhi Bilal hanya ingin menyediakan informasi yang cukup untuk membantu ikhwatul iman dan masyarakat global untuk membuat keputusan.

Jika orang-orang yang bersama ISIS itu benar-benar ingin menegakkan Khilafah, seharusnya mereka membuat pernyataan untuk mendesak Abu Bakar Al-Baghdadi agar melepaskan Murdoch atau (mengembalikan mayatnya kepada keluarganya). Selayaknya mereka bertobat dari kesalahan, bersumpah untuk tidak pernah mengulangi tindakan seperti itu di masa depan dan membawa para komandan yang terlibat dalam penculikan tersebut untuk disidang di hadapan Mahkamah Syari’ah Independen untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. Insyaa Allah. (adibahasan/muqawamah/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/08/28/mengapa-para-pejuang-suriah-membenci-isis-2.html

Category: berita

0 15
Jet latih tempur Rusia Yak-130

MOSKOW (Arrahmah.com) – Rusia telah merencanakan untuk mengirim 36 pesawat tempur “pelatih” Yak-130 ke Suriah, menurut laporan surat kabar Rusia pada Senin (5/5/2014).

Kommersant mengatakan Rosoboronexport, badan ekspor militer Rusia, dan United Aircraft Corporation, yang mayoritas memangku kepentingan pemerintah Rusia, akan mengirim sembilan pesawat pada akhir tahun ini diikuti 12 di tahun 2015 dan 15 pada tahun 2016, lansir Daily Star.

Selain fungsi pelatihan, pesawat tersebut dalam melakukan serangan dan pengintaian. Surat kabar tersebut mengutip seorang sumber di pemerintahan Suriah yang mengatakan bahwa penundaan bisa terjadi karena situasi keamanan di Suriah dan upaya oleh Washington dan NATO untuk mencegah pengiriman senjata. (haninmazaya/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/05/06/moskow-akan-kirimkan-36-jet-tempur-untuk-membantu-rezim-nushairiyah-suriah.html

0 34
AR-AUSTRIA MUJAHIDAH2

AUSTRIA (Arrahmah.com) – Dua muslimah muda Austria, yang diklaim pihak berwenang telah ditipu untuk melakukan perjalanan ke Suriah untuk berjihad bersama mujahidin Islam, saat ini sedang dicari oleh Interpol.

Samra Kesinovic (16) dan Sabina Selimovic (15) menghilang dari rumah mereka di ibukota Austria Wina pada Kamis (10/4/2014) lalu, lapor Daily Mail.

Orang tua kedua gadis remaja ini menemukan banyaknya tulisan jaringan media sosial yang menyatakan bahwa mereka sudah berjuang untuk jihad di Suriah.

Orang tua mereka merupakan pengungsi Bosnia yang menetap di Austria setelah konflik tahun 1990-an. Mereka meyakini bahwa pesan-pesan tersebut bukan ditulis oleh anak-anak mereka.

Samra (kiri) dan Sabina (kanan), telah memposting foto mereka yang berhijab dari lokasi yang tidak diketahui

Mereka juga mengatakan bahwa putri-putri mereka baru-baru ini mulai sering mengunjungi sebuah masjid yang dikelola oleh pendakwah jihad Islam Ebu Tejma yang berlokasi di Wina .

Para ayah dari gadis-gadis ini dikabarkan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mencari putri-putri mereka, yang belum juga melakukan kontak dengan orang tua mereka.

Foto-foto di halaman Facebook kedua muslimah muda itu menunjukkan gambar mereka yang memegang senapan serbu AK47.

AR-AUSTRIA MUJAHIDAH3

Gambar yang diposting di Facebook ini menunjukkan seseorang yang mirip dengan Sabina yang memegang senapan. Namun, gambar ini telah ada selama bertahun-tahun sebelum Sabina menghilang

Dalam sebuah posting, gadis-gadis ini menyatakan rencana mereka untuk menikah dan menjadi mujahidah.

Sementara di posting lainnya mereka mengatakan bahwa “kematian [syahid] adalah tujuan kami.”

Para pejabat Austria mengatakan bahwa mereka berdua saat ini kemungkinan berada di sebuah kamp pelatihan jihad dan sudah menikah dengan suami mujahidin mereka.

AR-AUSTRIA MUJAHIDAH1

Posting foto yang disebut-sebut merupakan foto Samra dan Sabiha dengan keterangan foto: “New Life” (Hidup Baru)

(banan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/19/dua-muslimah-muda-austria-dicari-interpol-karena-diduga-berjihad-ke-suriah.html

0 50
bom mobil kembar

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Setidaknya 21 orang tewas termasuk perempuan dan anak-anak oleh dua ledakan bom mobil di Homs, pusat kota Suriah, pada Rabu (9/4/2014), kelompok pemantau dan media resmi negara itu mengatakan, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Ledakan tersebut terjadi di area Karam al-Loz Homs, kata kelompok pemantau hak asasi manusia Suriah yang berbasis di Inggris, dan jumlah korban yang tewas diperkirakan akan meningkat karena lebih dari 100 orang terluka, beberapa diantaranya serius.

Kantor berita Suriah SANA menyebutkan bahwa korban yang tewas sebanyak 25 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dan sebanyak 107 orang terluka, termasuk diantaranya seorang fotografer surat kabar.

Mengutip dari salah satu sumber lokal yang tidak menyebutkan namanya, SANA mengatakan bahwa ledakan bom yang pertama terjadi di dekat sebuah toko manisan di sebuah jalan raya yang ramai, diikuti oleh ledakan kedua di distrik yang sama sekitar setengah jam kemudian.

“Ledakan tersebut menyebabkan properti warga, rumah, toko dan mobil di lingkungan tersebut mengalami rusak berat,” katanya.

Konflik Suriah telah menewaskan lebih dari 150.000 orang dan memaksa jutaan lebih warga Suriah meninggalkan rumah mereka.

(ameera/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/10/dua-bom-mobil-meledak-di-homs-suriah-sedikitnya-21-orang-tewas.html

0 0
bom mobil kembar

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Setidaknya 21 orang tewas termasuk perempuan dan anak-anak oleh dua ledakan bom mobil di Homs, pusat kota Suriah, pada Rabu (9/4/2014), kelompok pemantau dan media resmi negara itu mengatakan, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Ledakan tersebut terjadi di area Karam al-Loz Homs, kata kelompok pemantau hak asasi manusia Suriah yang berbasis di Inggris, dan jumlah korban yang tewas diperkirakan akan meningkat karena lebih dari 100 orang terluka, beberapa diantaranya serius.

Kantor berita Suriah SANA menyebutkan bahwa korban yang tewas sebanyak 25 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dan sebanyak 107 orang terluka, termasuk diantaranya seorang fotografer surat kabar.

Mengutip dari salah satu sumber lokal yang tidak menyebutkan namanya, SANA mengatakan bahwa ledakan bom yang pertama terjadi di dekat sebuah toko manisan di sebuah jalan raya yang ramai, diikuti oleh ledakan kedua di distrik yang sama sekitar setengah jam kemudian.

“Ledakan tersebut menyebabkan properti warga, rumah, toko dan mobil di lingkungan tersebut mengalami rusak berat,” katanya.

Konflik Suriah telah menewaskan lebih dari 150.000 orang dan memaksa jutaan lebih warga Suriah meninggalkan rumah mereka.

(ameera/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/10/dua-bom-mobil-meledak-di-homs-suriah-sedikitnya-21-orang-tewas.html

0 51
a0

Abu Khurayra Al-Kazakh adalah seorang mujahid muda asal Kazakhstan yang turut berjihad melawan rezim Nushairiyah di Suriah bersama Jaish Al-Muhajirin wal Anshar.

Kabar syahidnya Abu Khurayra datang bersamaan dengan kabar syahidnya dua Mujahidin lainnya yang berasal dari Tajikistan dan Dagestan. Mereka dilaporkan gugur baru-baru ini saat melancarkan jihad di Suriah, menurut Akhbar Sham, sebuah situs web berbahasa Rusia yang mendukung Jaish Al-Muhajirin wal Ansar, sebuah kelompok mujahidin asing yang dipimpin oleh komandan dari Kaukasus.

Akhbar Sham melaporkan bahwa Abu Khurayra Al-Kazakh, Abu Ahmad Al-Tajik, dan Ismail Al-Dagestan telah syahid, in syaa Allah, di Suriah, namun tanggal tepat gugurnya mereka tidak diungkapkan. Ketiganya dikabarkan berjuang bersama Jaish Muhajirin wal Anshar; Abu Ahmad Al-Tajik bertempur di Brigade Imarah Kaukasus.

Diatara ketiga Mujahidin tersebut, Abu Khurayra adalah mujjahid yang termuda. Kavkaz Center melaporkan bahwa dia baru berusia sekitar 19 tahun.

Sejak hari pertama berjihad, dia sudah terlihat [nyaman] seperti berada di rumah sendiri di tengah-tengah kelompok jihadnya.

Dia adalah salah satu dari mujahidin yang, selain masih muda, juga memiliki kharisma.

Melihat perilakunya dan mendengarkan dia berbicara, sepertinya sulit bagi kita untuk bisa membayangkan bahwa kita mungkin akan berdebat dengan dia.

Ceria, cerdas, dia suka ria bergabung dalam percakapan rekan-rekan mujahidinnya, dalam diskusi-diskusi, tapi tetap lembut dan santun, tanpa melelahkan dirinya sendiri atau teman-temannya.

Dia hampir tidak menceritakan apa-apa tentang dirinya, seperti yang biasanya dilakukan oleh mayoritas Mujahidin lainnya.

Salah seorang mujahid yang lebih senior sedikit usil menggodanya:

“Nah, anak padang rumput Kazakh, mari kita cari tahu namamu. Kau mau aku menyebut tiga nama untuk menebak namamu? Apakah kau Zhumabay? Bukan? Baiklah, itu berarti kau adalah Tuligen atau Serik.”

“Bukan,” jawabnya sambil tersenyum. “Namaku Abu Khurayra.”

Itu saja yang bisa diketahui tentang dia. Sebuah perjalanan hidup yang cukup singkat, namun mujahid muda ini meninggalkan jejak yang begitu benderang di hati rekan-rekan seperjuangannya, selamanya.

a2a3a4a5a6a7

(banan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/05/abu-khurayra-al-kazakh-mujahid-muda-asal-kazakhstan-yang-gugur-di-suriah.html

0 64
AR-asian-jihadists-shaheed-in-Syria

SURIAH (Arrahmah.com) – Mujahidin asal Tajikistan, Kazakhstan, dan Dagestan baru-baru ini gugur saat melancarkan jihad di Suriah, menurut Akhbar Sham, sebuah situs web berbahasa Rusia yang mendukung Jaish Al-Muhajirin wal Ansar, sebuah kelompok mujahidin asing yang dipimpin oleh komandan dari Kaukasus.

Akhbar Sham melaporkan bahwa Abu Khurayra Al-Kazakh, Abu Ahmad Al-Tajik, dan Ismail Al-Dagestan telah syahid, in syaa Allah, di Suriah, namun tanggal yang tepat gugurnya mereka tidak diungkapkan. Ketiganya dikabarkan berjuang bersama Jaish Muhajirin wal Anshar; Abu Ahmad Al-Tajik bertempur di Brigade Imarah Kaukasus.

Asy-Syahid: Abu Khurayra Al-Kazakh, Abu Ahmad Al-Tajik, dan Ismail Al-Dagestan.

Mujahidin dari seluruh dunia, termasuk dari Eropa dan Amerika Serikat, berangkat ke Suriah untuk berjihad melawan rezim diktator Bashar Assad. Dalam sepekan terakhir, sebanyak 12 mujahidin dari Azerbaijan dilaporkan telah gugur di Suriah. Dan seorang mujahid Maroko yang sebelumnya ditahan oleh AS di Teluk Guantanamo dan yang memimpin Syam Al-Islam juga dilaporkan telah gugur pekan ini.

Banyak mujahidin yang tengah dilatih di kamp-kamp pelatihan jihad, seperti yang dijalankan oleh Jaish Muhajirin wal Anshar dan Jabhah Nushrah. Al-Qaeda secara historis dilaporkan memilih sejumlah kecil mujahidin yang dilatih di kamp-kamp tersebut untuk melancarkan serangan di Barat. (banan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/05/mujahidin-jaish-muhajirin-wal-anshar-asal-tajikistan-kazakhstan-dan-dagestan-gugur-di-suriah.html

0 96
ar-astaghfirullah

Sebuah video singkat yang diunggah ke Youtube pada Selasa (18/2/2014) menunjukkan bagaimana segerombolan pengecut loyalis Assad menghadang seorang pria berkebutuhan khusus, mengejeknya, dan memintanya untuk memberi loyalitas kepada Assad, serta mengancam akan menembaknya.

Video berdurasi 1 menit 35 detik itu mendokumentasikan satu dari sekian banyak kejahatan yang sedang dilakukan oleh presiden diktator Bashar Assad dan rezimnya di Suriah. Video tersebut juga menunjukkan bahwa “teroris” yang tengah dilawan oleh rezim pengecut Assad adalah warga sipil yang lemah dan tak bersenjata.

Setelah mencegat pria malang itu, preman-preman Nushairiyah Suriah itu memerintahkannya untuk memberi salam kepada pemimpin mereka. Seorang pria yang dianggap sebagai pemimpin preman itu datang menghampirinya dan bersalaman dengannya, lalu bertanya kepdanya, “Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja?” Dia menjawab “Ya.”

Lalu para preman lainnya memutar tubuh pria itu dan mengatakan, “Lihat aku, kami akan menampilkanmu di TV. Katakan, ‘Kami mengorbankan jiwa dan darah kami untuk Anda, Bashar.’”

Pria yang mulai terlihat gusar itu menjawab, “Tidak.”

Para preman itu mengulangi perkataan mereka, “Katakan, kami mengorbankan jiwa dan darah kami untuk Anda, Bashar!”

Pria malang itu kembali menjawab, “Tidak.”

Mereka kemudian mulai bertanya: mengapa, mengapa dan mengapa. Pria itu terus menjawab: tidak, tidak, dan tidak.

Salah satu preman Nushairiyah mulai memerintahnya lagi, “Katakan, Kebebasan.”

Pria itu menjawab, “Kebebasan.”

Para preman itu tertawa. Kemudian, saat pria itu hendak bergegas pergi, mereka mencegahnya lagi dan berkata, “Kemari. Mau kemana kau? Katakan, ‘Kami mengorbankan jiwa dan darah kami untuk Anda, Bashar.’”

Pria itu tetap teguh pada pendiriannya, menolak berloyal pada Bashar Assad. Sambil menggeleng dia menjawab, “Tidak.”

Bersamaan dan berulang-ulang para preman itu kembali bertanya, “Mengapa?” Dan mereka terus mendapat jawaban “Tidak” dari pria itu.

Salah satu preman kemudian bertanya, “Mengapa kau tidak menyukai dia?”

Kembali pria itu menjawab, “Tidak.”

“Pergilah,” kata preman yang bertanya tadi. “Selama kau tak menyukai dia, maka pergilah.”

Namun saat pria itu hendak pergi, preman-preman pengecut itu malah terus mengikutinya dan salah satu dari mereka mengatakan, “Seorang dungu menuntut kebebasan.”

Seorang preman lainnya kemudian mulai mengancamnya, “Kami akan menembak dia.” Sementara yang lain meledeknya, “Baik, pergilah. Kami tak akan menembakmu. Pergilah. Pergilah.”

“Tembak dia!” kata preman yang tadi.

Pria itu mulai ketakutan dan berteriak, “Jangan! Jangan! Jangan!”

“Apa kau mencintai Bashar?” tanya seorang preman lagi. “Katakan, ‘kami mengorbankan darah dan jiwa kami untuk Bashar!’”

Sambil ketakutan, pria itu tetap mengatakan,”Tidak!”

Preman-preman itu kembali mengancam, “Tembak dia! Tembak dia!”

“Jangan! Jangan! Jangan!” katanya sambil mengangkat tangan.

Preman-preman itu masih saja memaksanya, “Katakan, ‘Kami mengorbankan darah dan jiwa kami untuk Anda, Bashar!’”

“Tidak!” jawabnya sambil menunduk.

“Bunuh dia!” kata preman lainnya.

“Jangan,” katanya sambil memegang tangan salah satu preman itu.

“Apa kau menginginkan Kebebasan?” tanya preman yang dipegang tangannya.

“Ya,” jawabnya. Tapi preman Nushairiyah itu tatap mengancamnya, “Bunuh dia!”

Sambil menarik tangan preman itu, pria yang ketakutan itu berteriak, “Jangan! Jangan! Jangan!”

Preman-preman Nushairiyah itu tertawa menyaksikan ketakutan pria malang itu. “Bunuh dia dan bebaskan diri kita darinya.” Para pengecut itu terus tertawa.

(banan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/02/23/astaghfirullah-pasukan-rezim-nushairiyah-suriah-mengancam-seorang-penyandang-cacat-yang-menolak-loyal-pada-assad.html

0 60
ar-penjara

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Dua Muslim Palestina dikonfirmasi telah meninggal dunia setelah mengalami penyiksaan di penjara rezim Nushairiyah Suriah pada Jum’at (21/2/2014) kemarin.

Dengan berita ini, maka jumlah warga Palestina yang tewas di bawah penyiksaan di penjara rezim diktator Assad yang telah didokumentasikan hingga saat ini, selama revolusi Suriah bertambah menjadi 142 orang, lansir HFC.

Salah seorang Muslim Palestina yang telah syahid, In Syaa Allah, bernama Mohammed Amin Bahtaiti, alias Abu Saeed. Mohammed (27) merupakan seorang warga Palestina dari kamp pengungsi Yarmouk di Damaskus, yang ditangkap oleh pasukan brutal Assad di pos pemeriksaan rezim pertama di pintu masuk ke kamp, lebih dari setahun yang lalu.

Keluarga Mohammed telah menerima kabar kematiannya merupakan akibat dari penyiksaan di penjara rezim di ibukota. Mohammed meninggalkan seorang istri dan seorang putra.

Seorang Muslim Palestina lainnya yang kabar kematiannya telah dikonfirmasi pada hari yang sama ialah Mahmoud Mohamed Mouad, yang juga dikenal sebagai Syaikh Mahmoud.

Mahmoud ditangkap lima bulan lalu di dekat rumahnya di kawasan Mezze Damaskus dan dibawa ke salah satu penjara rezim di kota itu, di mana dia akhirnya syahid, In Syaa Allah, setelah dibunuh di bawah penyiksaan pasukan Nushairiyah. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. (banan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/02/22/innalillahi-dua-muslim-palestina-meninggal-dunia-akibat-mengalami-penyiksaan-di-penjara-rezim-nushairiyah-suriah.html

    0 56
    ar-sniped

    ALEPPO (Arrahmah.com) – Dua orang dilaporkan telah ditembak di pos pemeriksaan perbatasan Bustan Al-Qaser, Aleppo, lansir AMC pada Senin (17/2/2014).

    Pelaku penembakkan tersebut diketahui merupakan penembak jitu rezim Nushairiyah yang menembak kedua orang malang itu dari atas menara kota.

    Pos pemeriksaan Bustan Al-Qaser dikabarkan dibuka bagi mereka yang ingin meninggalkan wilayah yang dikuasai oleh pasukan loyalis Assad.

    Namun pos pemeriksaan itu telah ditutup bagi para pendatang dari wilayah yang merdeka menuju ke wilayah yang dikuasai rezim diktator Assad. (banan/arrahmah.com)

    Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/02/18/sniper-rezim-nushairiyah-suriah-menembak-2-orang-di-perbatasan-aleppo.html

      0 58

      Senin, 10 Februari, 2014

      مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

      “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya)”(Al – Ahzab , 33:23)

      Hizbut Tahrir/Wilayah Suriah, menyampaikan kabar duka kepada umat atas wafatnya seorang anggotanya, yang merupakan bagian orang-orang yang paling mengabdikan diri kepada dakwah, Insya Allah. Beliau memberikan ketulusan dan pengabdiannya untuk mencapai proyek besar umat, Khilafah, yang dengan bangga mengibarkan bendera Ar-raya dari Rasulullah SAW, bendera ” alokab ” saja, dan bukan bendera lain, saudara kita itu adalah:

      Hassan Sadiq ash – Shon (Abu Sadiq)

      Berbahagialah engkau, wahai Abu Sadiq, kebenaran mengantar engkau kepada Tuhanmu, dan engkau meninggikan Ar-raya Nabi -Nya dan meninggikan Firman-Nya. Dan kami memohon kepada Allah untuk menjadikan perjalanan anda dengan keberhasilan. Kami berjanji kepadamu dan kepada sahabat-sahabatmu yang mendahuluimu untuk melanjutkan jalan yang telah engkau tempuh, untuk memberikan tempat kepada Khilafah dimana Ar-Raya akan berkibar tinggi; dan di bawahnya, kami akan mengulurkan tangan untuk memberikan bai’ah kepada Khalifah kaum muslimin dan mengatakan : dan ini adalah tangan Abu Sadiq yang memberikan bai’ah bersama kami.

      Kami memohon kepada Allah agar melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, wahai pahlawan. Engkau adalah seorang pria yang begitu sederhana yang memiliki budi pekerti yang tinggi, bertindak sopan santun yang menyenangkan orang, dan memiliki hati penyayang, sehingga orang-orang yang melihat engkau dan berbicara kepadamu akan merasa senang karena Allah. Kami memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk memberikan surga sebagai tempat tinggalmu, bersama dengan para syuhada.Kami hanya mengucapkan apa-apa yang menyenangkan Tuhan kami :

      إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

      “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya kami akan kembali”(Al Baqarah : 156)
      Sabtu, 8 Rabii ‘II 1435 H; 08/02/2014
      No : I- SY -171-24-026

      Hisham Al – Baba

      Kepala Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Suriah

      Source: http://hizbut-tahrir.or.id/2014/02/13/berita-duka-pengemban-dakwah-di-suriah-hassan-sadiq-ash-shon/

      0 66
      muhaisini lantang

      (Arrahmah.com) – Markazu Du’atil Jihad pada Ahad (2/2/2014) merilis pesan audio terbaru ulama mujahidin Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Muhaisini hafizhahullah. Dalam pesan audio berdurasi 35 menit 40 detik tersebut, Syaikh Al-Muhaisini menjelaskan secara tuntas akar masalah konflik intern mujahidin di Suriah dan upaya yang telah ditempuh untuk mendamaikannya.

      Berikut ini terjemahan lengkap pesan audio yang juga dirilis oleh situs resmi Syaikh Al-Muhaisini dan situs-situs revolusi Suriah tersebut.

      Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

      Ya Allah, bukankah telah aku sampaikan?

      Segala puji bagi Allah atas segala keadaan. Kami memuji-Nya Maha Suci Allah Yang mewajibkan perang kepada kita. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita yang selalu tersenyum lagi ahli berperang, kepada keluarganya, para sahabatnya singa-singa medan laga, dan setiap orang yang berjalan di atas jalan mereka sampai hari kebangkitan. Amma ba’du.

      Sejak saya menginjakkan kedua kaki saya di tanah Syam, bumi jihad dan ribath, saya telah menyampaikan beberapa pernyataan terkait beberapa peristiwa. Saya juga telah menghadiri sejumlah upaya perundingan [di antara beberapa pihak mujahidin yang berkonflik, edt].

      Dan sesuai batas kemampuan, saya telah mengeluarkan beberapa inisiatif, dengan sebagian inisiatif tersebut Allah memberi taufik kepada kita untuk menghentikan pertumpahan darah dan menghilangkan kezaliman-kezaliman. Sementara itu dalam beberapa inisiatif lainnya, cukuplah bagi kami apabila kami telah menyampaikan alasan di hadapan Allah Ta’ala.

      Dalam sebagian besar peristiwa yang terjadi, saya memiliki sikap-sikap yang saya sampaikan melalui ucapan-ucapan saya. Apabila sebagian ucapan saya itu benar maka semata-mata dari Allah semata dan apabila sebagian lainnya salah maka itu semata-mata dari diri saya sendiri dan dari setan.

      Saya telah mengatakan sebelumnya dan sekarang saya mengatakan lagi:

      Allah mengetahui bahwa saya tidak pernah mengambil sikap yang cenderung memihak kepada salah satu pihak demi meraih keuntungan-keuntungan pribadi, sebab keuntungan-keuntungan pribadi itu telah kami jual kepada Allah dan kami memohon semoga Allah menerimanya.

      Demi Allah Yang tiada Ilah yang berhak disembah selain-Nya, seandainya saya menginginkan popularitas atau keberpihakan seseorang niscaya saya telah meraihnya tanpa saya perlu berangkat perang. Seandainya saya ingin berkompromi dengan makhluk niscaya saya akan tinggal saja di rumah saya bersama kedua orang tua, istri dan anak saya.

      Sungguh saya adalah orang yang memiliki kecukupan harta di tengah kaumku atas karunia dan kemurahan Allah semata, dan pintu-pintu kenikmatan dunia telah dibukakan lebar-lebar kepadaku. Kita memohon kepada Allah semoga menjaga kita dari keburukan kenikmatan dunia.

      Wahai saudara-saudaraku di belahan bumi timur dan barat, dan khususnya saudara-saudaraku mujahidin…

      Sesungguhnya penjelasan saya ini merupakan sikap yang besar, yang saya akan berdiri di hadapan Allah dengan sikap ini, dan sesungguhnya ini adalah kesaksian yang besar yang au catat untuk Allah, kemudian untuk sejarah dan Allah akan meminta pertanggung jawaban kepadaku atas kesaksiaan ini:

      سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ

      Kesaksian mereka akan dicatat dan mereka akan dimintai pertanggung jawaban. (QS. Az-Zukhruf [43]: 19)

      Sesungguhnya saya benar-benar mengharapkan pahalanya di sisi Allah dan sesungguhnya saya menganggap sikap ini sebagai salah satu sikap paling berat bagi diriku sendiri.

      Sebelum saya memulai inti penjelasan ini, saya katakan kepada setiap orang yang mendengarkannya:

      Saya meminta kepada Anda dengan nama Allah Yang tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Dia, hendaklah Anda mendengarkan perkataan saya ini dengan mengosongkan diri Anda dari segala sesuatu selain muraqabatullah [menyadari senantiasa dalam pengawasan Allah] dan mengikuti perintah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa salam. Maka biarkanlah sikapmu terhadap orang yang mengucapkan perkataan ini [Syaikh Abdullah Al-Muhaisini, edt] dan ambillah dalil yang ia sampaikan. Sebab sesungguhnya sikap pada hari ini adalah sikap yang besar, dan sesungguhnya pembicaraan hari ini adalah pembicaraan tentang kancah jihad dimana disana darah-darah yang suci mengalir.

      Sesungguhnya pembicaraan saat ini, wahai saudaraku mujahid, adalah tentang bai’at yang kita telah menjualnya kepada Allah dan dengannya kita telah mentalak tiga dunia. Sesungguhnya kita pada hari ini berada di persimpangan jalan yang sangat genting. Maka takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dengan memurnikan diri karena Allah. Demi Allah Yang tiada Ilah yang berhak disembah selain Dia, tidak ada seorang pun pada hari ini yang akan selamat kecuali orang yang berpegang teguh dengan kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya serta menggigitnya dengan gigi-gigi geraham.

      Wahai saudara-saudaraku, mujahidin…

      Ketika jihad terjadi di Syam dan mujahidin mulai menjual nyawa mereka kepada Allah demi meninggikan panji tauhid dan membentangkan kekuasaan Allah di muka bumi; Allah melimpahkan karunia kepada saya dan saya bisa tiba di bumi Syam.

      Maka saya berjanji kepada diri saya sendiri untuk mencampakkan dan membuang dari benak pikiranku semua pandangan saya sebelumnya tentang jama’ah jihad manapun sehingga saya bisa menilai sendiri dengan apa yang dilihat langsung oleh kedua mata saya, bukan oleh berita yang didengar oleh kedua telinga saya, dan [saya berjanji kepada diri saya sendiri] untuk bersama setiap mujahid yang berjihad di jalan Allah demi meninggikan panji tauhid, agar saya menolongnya dan membela kehormatannya.

      Maka saya mengunjungi saudara-saudara saya dalam kelompok Daulah, saya tinggal dan bermalam bersama mereka selama malam-malam yang panjang; demikian juga saya lakukan dengan saudara-saudara saya pada kelompok Jabhah dan Ahrar.

      Maka ketika saya melihat bibit-bibit perselisihan mulai nampak dan benih-benih perpecahan mulai muncul, saya menimbang hal itu dengan kitab Allah Ta’ala. Maka saya menemukannya sebagai sebuah nash yang muhkam [memiliki makna yang tegas, tidak memiliki kesamaran dan multi interpretasi, edt] lagi jelas:

      ومَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ

      Dan perkara apapun yang kalian perselisihkan, maka keputusan hukumnya dikembalikan kepada Allah. (QS. Asy-Syura [42]: 10)

      Maka pada saat itu saya mengajukan “Inisiatif Mahkamah Islamiyah”. Pada awalnya para pemimpin Daulah menyampaikan kepada saya persetujuan awal mereka terhadap “Inisiatif Mahkamah Islamiyah”. Maka saya merasa gembira dengan kebaikan ini dan saya melanjutkannya dengan melakukan pertemuan-pertemuan [perundingan-perundingan] dengan kelompok-kelompok lainnya.

      Mengingat brigade-brigade yang ada memiliki perbedaan-perbedaan dari aspek pemikiran dan manhaj, pada waktu itu saya mengusulkan agar para qadhi [hakim pada Mahkamah Islamiyah, edt] terbatas dari brigade-brigade yang telah dikenal dengan kelurusan manhajnya, jauh dari paham Murjiah, atau sikap mengekor [kepada rezim Arab atau Barat, edt] atau penyimpangan lainnya. Sebab tidak selayaknya bagi kita untuk mengajak berhukum kepada para qadhi yang manhaj mereka tercemari oleh penyimpangan-penyimpangan pemikiran dan manhaj.

      Setelah melewati beberapa tahapan dalam Inisiatif Mahkamah Islamiyah dan persetujuan semua kelompok, tiba-tiba saya dikejutkan oleh sikap finish Daulah yang menolak Inisiatif Mahkamah Islamiyah. Saya meminta kepada Daulah untuk menyampaikan alasannya, maka para pemimpin Daulah mengatakan kepada saya: “Karena adanya beberapa catatan atas sebagian jama’ah.”

      Saya katakan pada waktu itu: “Jika begitu, maka para qadhi akan berasal dari kelompok-kelompok yang telah diketahui kelurusan manhajnya dan telah nampak jelas keahliannya di medan-medan jihad, seperti Katibah Shuqur Al-Izz, Katibah Khadra’, Syam Al-Islam dan lainnya. Para pemimpin Daulah merasa keberatan atas usulan saya tersebut.

      Maka pada waktu itu saya katakan kepada mereka: “Jika begitu hendaknya qadhi adalah qadhi yang adil dan indipenden.” Saya mengusulkan beberapa nama yang telah disaksikan sebagai pengikuti kebenaran dan ulama oleh para pengikut manhaj seperti syaikh kita Al-Allamah Sulaiman bin Nashir Al-Ulwan atau Syaikh Mujahid Ibrahim Ar-Rubaisy [mas'ul syar'i mujahidin AQAP, edt] atau selain mereka. Namun para pemimpin Daulah menolak.

      Saya kemudian mengusulkan agar qadhi tersebut adalah penuntut ilmu di kancah jihad Syam dari kalangan saudara-saudara kita, ulama syariat yang datang dari Khurasan [Afghanistan, Uzbekistan, Tajikistan dan sekitarnya, edt] dan mereka adalah orang-orang indipenden. Namun para pemimpin Daulah juga menolak.

      Maka saya mengatakan kepada saudara-saudara saya dalam kelompok Daulah:

      “Jika demikian, tolong berikan kepada saya inisiatif apapun untuk berhukum kepada syariat Allah, agar kita bisa menjalankan perintah Allah di antara kita dan hendaknya kita menerapkan perintah Allah tersebut sebagai pemberi keputusan di antara kita dan saudara-saudara kita. Kita memerlukan sebuah Mahkamah yang memutuskan perkara di antara sesama mujahidin, bukan sebuah Mahkamah dimana lawan kasus menjadi hakim pemberi keputusan di dalamnya.”

      Saya juga mengatakan kepada saudara-saudaraku pada kelompok Daulah: “Sesungguhnya saudara-saudara kalian dalam jama’ah-jama’ah jihad lainnya mengatakan kepadaku ‘Bagaimana Anda menginginkan kami berhukum kepada mahkamah-mahkamah Daulah dalam kasus perselisihan kami dengan mereka? Bagaimana bisa lawan perkara menjadi hakim? Lalu, apakah mereka rela jika kami dan mereka berhukum kepada mahkamah-mahkamah kami? Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman:

      إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

      Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. An-Nur [24]: 51)

      Kenapa saudara-saudara kami itu tidak mengatakan “Kami mendengar dan kami menaati”?

      Meski saya sudah mengatakan hal itu, namun saudara-saudara saya dalam kelompok Daulah tetap menolak Inisiatif Mahkamah Islamiyah. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

      Pada saat itu akhirnya file Inisiatif Mahkamah Islamiyah dilipat dan saya bertekad tidak akan menyebutkan rincian peristiwa-peristiwa yang terjadi. Semoga Allah mengaruniakan kepadaku solusi lain yang dengannya kita bisa menjadikan seluruh kancah jihad Syam berkomitmen dengan meminta keputusan hukum kepada Allah, dimana kita berangkat jihad demi menjadikan syariat Allah sebagai undang-undang kita.

      Allah mengetahui betapa saya sering dituduh dan dianggap berkhianat karena saya diam atas sikap Daulah tersebut. Namun saya menanggung semua itu demi maslahat yang saya berijtihad padanya. Semoga Allah memberi petunjuk kepada saudara-saudaraku pada kelompok Daulah untuk menerima mahkamah syariat.

      Peristiwa-peristiwa masih terus terulang di kancah jihad Syam dan saya juga masih terus berupaya sekuat tenaga dalam setiap kesempatan agar saudara-saudaraku dalam kelompok Daulah rela dengan Mahkamah Syariat. Namun mereka beralasan dengan berbagai dalih dan perkataan, sampai kemudian terjadi peristiwa pembunuhan terhadap akh Muhammad Faris [oleh kelompok Daulah, edt] kemudian pendudukan wilayah Maskanah [oleh kelompok Daulah, edt].

      Maka saya berupaya ikut campur tangan untuk menyelesaikan perselisihan tersebut dengan syariat Allah. Saudara-saudara saya dalam kelompok Ahrar mengusulkan agar saya menjadi pihak yang melakukan tarjih [menentukan siapa yang zalim dan siapa yang dizalimi, edt]. Namun saudara-saudaraku dalam kelompok Daulah menolak usulan itu.

      Kemudian ketika seorang saudara dalam kelompok Daulah terbunuh, kita memohon semoga Allah menerimanya di sisi-Nya, Daulah menyetujui jika saya menjadi pihak yang melakukan tarjih. Saya berkata dalam hati: “Bagaimana mereka rela menjadikanku sebagai pemberi keputusan jika kebenaran di pihak mereka, namun mereka tidak rela menjadikanku sebagai pemberi keputusan jika kebenaran bukan berada di pihak mereka?”

      Saya hanya mengatakan hal itu dalam hati saya dan saya tidak mengungkapkannya dalam ucapan lisan. Saya katakan pada waktu itu: “Semoga Allah memudahkan bagi kita jalan keluar dari masalah kita ini.”

      Peristiwa-peristiwa masih terus menumpuk, jiwa-jiwa di kancah Syam dibuat geram dan brigade-brigade mengatakan: “Kenapa Daulah tidak rela dengan syariat Allah ketika personal-personalnya melakukan kesalahan terhadap kita?”

      Sampai kemudian datanglah hari tersebut, hari Kamis, hari pertama kali terjadinya peristiwa [pertempuran antar kelompok mujahidin, edt]. Allah menakdirkan saya berada di sana, ketika peluru pertama kali ditembakkan dalam peristiwa [perang Daulah dan brigade mujahidin lainya, edt] di kota Atarib.

      Maka pada waktu itu saya masuk, ternyata penduduk Atarib sangat marah dan melepaskan tembakan ke arah kami karena mereka mengira kami berasal dari kelompok Daulah. Maka saya masuk dan bertanya kepada penduduk Atarib: “Ada apa gerangan? Semoga Allah melalui perantaraan saya bisa menjaga darah-darah kaum muslimin.”

      Maka mereka menjawab kepada saya: “Daulah masuk ke kota Atarib dan mereka ingin menangkap seorang di antara kami. Maka kami katakan kepada mereka bahwa ia tidak bisa ditangkap kecuali melalui jalan mahkamah syariat. Lantas orang-orang dari Daulah pergi. Ternyata pada keesokan harinya al-akh yang dicari oleh Daulah itu telah diculik, dan kami menemukan jenazahnya.”

      Penduduk Atarib berkata: “Ia dibunuh oleh Khathab al-Libi.” Saya mengatakan kepada penduduk Atarib: “Maukah kalian menunggu, saya akan melakukan perundingan dengan Daulah.” Penduduk Atarib menjawab: “Bagaimana Anda akan berunding dengan mereka sementara dalam setiap kesempatan mereka menolak inisatif-inisiatif perdamaian Anda dan mereka menolak mahkamah-mahkamah syariat?”

      Maka saya keluar dari kota Atarib dalam keadaan galau dan sedih. Saya mengadukan kepada Allah kegalauanku dan kesedihanku. Maka baku tembak-baku tembak dengan senjata berat pun pecah di kota Atarib, sehingga Daulah ditarik mundur.

      Di dekat kota Atarib ada bekas markas Batalion 46, di sana ada beberapa brigade. Di antaranya adalah Brigade Syuhada’ Atarib, Jabhah Nushrah, dan Jabhah Tsuwar Suriah (RSF). Daulah menyerang bekas markas Batalion 46, sehingga 10 orang anggota Jabhah Nushrah terbunuh dan beberapa orang lainnya dari kelompok lain ikut terbunuh.

      Pasca serangan Daulah tersebut meluaslah kawasan peperangan melawan Daulah, sehingga mencapai wilayah Jabal Zawiyah, Raqqah dan Hamah. Setiap kelompok yang memiliki hak di bekas markas Batalion 46 [anggotanya terbunuh oleh serangan Daulah, edt] akhirnya bertempur melawan Daulah di tempat-tempat lain, karena mereka membela orang-orang yang dibunuh oleh Daulah di Batalion 46.

      Dari sini Daulah mengirim pasukan bantuan untuk pasukannya di Atarib, jalurnya melewati Katibah-katibah Nuruddin Zanki. Katibah-katibah Nuruddin Zanki menolak pasukan bantuan Daulah melewati jalur tersebut. Katibah-katibah Nuruddin Zanki mengatakan: “Tidak mungkin kami mengizinkan kalian maupun FSA untuk lewat, sehingga kami menjadi jembatan terjadinya fitnah [perang antar kelompok mujahidin, edt].”

      Daulah ingin masuk secara paksa dengan kekuatan mereka, namun katibah-katibah Nuruddin Zanki menolak. Akhirnya terjadi baku tembak antar Daulah dan katibah-katibah Nuruddin Zanki, lalu pertempuran luas pun menyala di kawasan Aleppo barat. Padahal sebelum itu katibah-katibah Nuruddin Zanki memiliki hubungan yang baik dengan Daulah. Padahal katibah-katibah Nuruddin Zanki dikenal luas memiliki peranan yang baik dalam jihad melawan rezim Bashar Asad.

      Kemudian, brigade-brigade yang sebelumnya mengalami hak-hak yang dirampas oleh Daulah, masing-masing brigade itu berusaha untuk meminta kembali hak-hak mereka yang dirampas, masing-masing brigade yang sebelumnya mengalami hak-hak yang dirampas oleh Daulah itu berusaha merebut kembali hak-haknya. Maka kancah Syam terbakar oleh api peperangan.

      Setelah itu para pencuri dan pengkhianat mengambil kesempatan. Rezim Bashar Asad pun mulai menyalakan fitnah di sini dan di sana, sehingga perkaranya bercampur-baur tidak jelas. Maka perkaranya bukanlah sebagaimana yang digambarkan oleh sebagian orang bahwa ini adalah peperangan terhadap Islam atau peperangan melawan penegakan daulah Islam.

      Jika realitanya seperti yang digambarkan oleh sebagian orang tersebut, niscaya peristiwa-peristiwa [kezaliman dan peperangan sesama mujahidin, edt] ini tidak akan terjadi, dan kenapa peperangan-peperangan itu tidak terjadi melawan Jabhah Nushrah Tanzhim Al-Qaeda dimana semua orang sudah mengetahui permusuhan seluruh rezim di dunia terhadapnya? Tanzhim yang dimulai oleh Syaikhul Mujahidin Usamah bin Ladin semoga Allah menerimanya di sisi-Nya, kemudian dilanjutkan oleh Hakimul Ummah Syaikh Az-Zhawahiri hafizhahullah.

      Permusuhan masyarakat kepadamu bukanlah dalil atas kebenaran manhajmu. Jika ukurannya demikian, pastilah Ikhwanul Muslimin di Mesir adalah manusia yang paling dekat kepada kebenaran, sebab seluruh manusia telah mengeroyok mereka dari setiap tempat yang tinggi dan rendah; bahkan seandainya ukurannya seperti itu, niscaya Moammar Qaddafi adalah orang yang dizalimi, bukan orang yang menzalimi, sebab seluruh rakyat Libya telah bersatu memeranginya dan dibelakang mereka ada kelompok-kelompok internasional.

      Di antara bentuk penipuan terhadap masyarakat adalah klaim bahwasanya banyaknya musuh merupakan dalil [bukti] atas kebenaran manhaj. Justru banyaknya musuh terkadang merupakan bukti banyakya kezaliman yang dilakukan dan sikap keras kepada masyarakat. Dan hal itu demi Allah Yang nyawaku berada di tangan-Nya adalah hal yang saya lihat sendiri dan saya akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah atas hal itu.

      Saya tidak akan pernah melupakan hari itu, ketika saya menyampaikan khutbah di masjid jami’ Atarib sebelum peristiwa-peristiwa konflik ini terjadi. Masyarakat berbondong-bondong mengadukan kepada saya kezaliman-kezaliman besar yang dilakukan Daulah terhadap mereka.

      Pada saat itu saya tidak memiliki daya upaya dan kekuatan apapun untuk menolong mereka. Sesungguhnya saya bersumpah dengan nama Allah bahwasanya saya telah melihat langsung kezalima-kezaliman yang membuat anak-anak kecil beruban, yang dilakukan oleh Daulah Islam di Syam, dan hal itu menjadi sebab dari kondisi yang capai pada hari ini. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

      Betapa banyak kami melihat orang-orang yang dijebloskan ke dalam penjara-penjara [oleh Daulah] tanpa ada dosa atau tuduhan…Betapa banyak kami melihat pembunuhan [oleh Daulah] berdasar syubhat dan eksekusi-eksekusi mati terhadap orang-orang yang dijebloskan dalam penjara.

      Barangkali yang terbaru adalah ketika saya melakukan perundingan dalam upaya membebaskan saudara-saudaraku, orang-orang yang ditawan oleh Daulah, dan melakukan pertukaran tawanan dengan mereka. Saat itu juga saya dikejutkan oleh qadhi Daulah yang mengatakan: “Kami telah berijtihad maka kami telah mengeksekusi mati mereka.”

      Saya shock akibat ucapannya itu! Saya katakan kepadanya: “Apakah kalian menganggap mereka adalah orang-orang murtad?” Ia menjawab: “Tidak, namun kami telah berijtihad atas vonis tersebut.” Saya bertanya kepadanya: “Saudara-saudara kami yang kalian tawan dan kami ingin mempertukarkan mereka, bagaimana kondisi mereka?” Ia menjawab: “Ini ijtihad kami!!!”

      Peristiwa bombardir terhadap kota Uwaijil [oleh Daulah] dengan meriam-meriam sehingga membunuhi kaum wanita dan anak-anak belum lama terjadi. Saya telah melihat langsung kejadian itu. Ketika saya bertanya kepada para pemimpin Daulah: “Bagaimana kalian menyerang masyarakat dengan bom-bom mobil, padahal Allah telah berfirman:

      وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

      Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah neraka Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS. An-Nisa’ [4]: 93)

      Pemimpin Daulah menjawab: “Satu bom mobil membunuh dua puluh orang, dengannya Allah menyelamatkan ratusan orang!!!”

      Hasbunallah wa ni’mal wakiil.

      Kami tidak mengingkari adanya kezaliman-kezaliman, bahkan kekejian-kekejian, dari kelompok-kelompok dalam FSA dan lainnya, namun kita sedang membicarakan proyek Islami yang ingin dijadikan contoh penerapan syariat Allah dan pengambilan petunjuk dari petunjuk rasul-Nya…

      Kemudian ketika pertempuran membara dan persoalannya menjadi campur-baur bagi masyarakat, ada orang yang mengatakan: “Mereka itu milisi-milisi Shahwat”, dan adapula orang yang mengatakan: “Mereka itu Khawarij.”

      Saya katakan: Tidak ada solusi atas perselisihan ini kecuali dengan syariat Allah, kemudian Syariat Allah-lah yang menentukan siapa pihak yang aniaya, siapa pihak Shahwat, dan seterusnya.

      Saya katakan: Sesungguhnya penyampaian inisiatif yang mengajak untuk berhukum kepada syariat Allah dalam suasana perselisihan ini akan memutus jalan bagi milisi-milisi Shahwat dan selain mereka, sebab jika mereka didorong untuk memerangi Islam niscaya mereka tidak akan pernah menerima berhukum kepada syariat Allah. Sebab sikap penerimaan mereka untuk berhukum kepada syariat Allah akan memutus jalan mereka untuk memerangi proyek Islami.

      Oleh karena itulah kami mengeluarkan INISIATIF UMAT, didalamnya kami mempersyaratkan para qadhi harus berasal dari orang-orang yang telah diketahui manhaj mereka, terlebih dalam perkara berhukum kepada syariat Allah, kufur kepada thaghut dan mencampakkan semua hal yang menyelisihi proyek Islami.

      Kami telah menyampaikan tenggang waktu untuk menerima inisiati ini, ternyata umat Islam dan para ulama kaum muslimin mendukung inisiatif tersebut, dan para pemimpin mereka adalah para ulama senior yang telah mendapatkan ujian yang berat dalam memperjuangkan agama Allah [bahkan sebagian mereka masih mendekam di dalam penjara].

      Di antara ulama yang mendukung inisiatif tersebut adalah Syaikh Mujahid Abu Qatadah Al-Filisthini, Abu Muhammad Al-Maqdisi, DR. Iyad Qunaibi, DR. Yusuf Al-Ahmad, DR. Akram Hijazi, Syaikh Husain Mahmud dan lain-lain.

      Kemudian bermacam-macam jama’ah, baik jama’ah yang shalih maupun yang bejat, mengumumkan sikap menerima syariat Allah sebagai pemberi keputusan di antara mereka, agar perselisihan di kancah Syam berakhir dan kita kembali memerangi rezim Bashar Asad yang telah merajalela dan menzalimi rakyat yang tertindas yang ingin kita tolong.

      Semua brigade telah setuju untuk berhukum kepada syariat Allah. Adapun saudara-saudara kita dalam Daulah telah merilis pernyataan yang intinya tidak menerika berhukum kepada syariat Allah kecuali dengan syarat-syarat yang mereka paksakan kepada lawan-lawan mereka.

      Terhadap syarat-syarat tersebut, saya mengomentari dengan mengatakan: Sesungguhnya syarat-syarat ini tidak ada dalam kitab Allah dan tidak pula dalam sunnah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saya katakan hal itu, meskipun kami juga mengatakan dan menuntut untuk kufur kepada thaghut, iman kepada Allah dan mencampakkan semua proyek yang bertentangan dengan syariat Allah.

      Namun mempersyaratkan agar setiap lawan kita mengumumkan masalah-masalah ini sehingga setelah itu kita rela bersamanya untuk berhukum kepada syariat Allah adalah sedikit pun bukan bagian dari agama Allah. Bahkan lebih dari seorang ulama telah menyebutkan ijma’ [kesepakatan ulama mujtahid] wajibnya berhukum [kepada syariat Allah] jika seorang kafir mengadukan kasus seorang muslim. Bukankah Allah telah berfirman:

      وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ

      Dan putuskanlah perkara di antara mereka dengan hukum yang Allah turunkan. (QS. Al-Maidah [5]: 49)

      Bukankah Allah telah berfirman:

      فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

      Jika kalian berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. (QS. An-Nisa’ [4]: 59)

      Bukankah Allah telah berfirman:

      إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ

      Sesungguhnya hak menetapkan hukum hanyalah milik Allah. (QS. Yusuf [12]: 40)

      Kemudian, seandainya Allah memberikan kepada kita kekuasaan di muka bumi, apakah dipersyaratkan bagi para perampok dan pelaku maksiat, bahkan bagi orang-orang Yahudi dan Nasranu, untuk menjelaskan kepada kita sikap mereka terhadap masalah-masalah akidah ini sebelum mereka meminta putusan perkara, baru setelah itu kita mau memberikan keputusan hukum kepada mereka?!!

      Ya, kita menerima syarat-syarat yang disebutkan itu diberlakukan pada diri para qadhi yang akan memberikan keputusan hukum. Kebenaran akidah mereka adalah perkara yang akan terbawa pada keputusan-keputusan hukum mereka. Kami mengatakan hal ini disertai dukungan kami dan penegasan kami kepada jama’ah-jama’ah dalam kancah Syam agar mereka menjelaskan sikapnya terhadap proyek-proyek sekulerisme, demokrasi dan negara-negara yang menerapkan selain hukum Allah dan tunduk kepada perintah Barat. Kritikan kami hanyalah sebatas kepada sikap menolak berhukum kepada syariat Allah dengan dalih dua syarat ini. Hanya kepada Allah semata kita mengadu!!!

      Adapun masalah kritikan Daulah dalam pernyataannya yang tidak setuju jika peperangan ini disebut perang fitnah, maka sya telah menanyakan kepada orang kedua di dalam kelompok Daulah [Wakil Amir Daulah, edt]: “Apakah orang-orang yang pada hari ini kalian perangi seperti katibah Nuruddin Zanki dan pihak yang bersamanya adalah orang-orang murtad?” Ia menjawab kepada saya: “Demi Allah, kemurtadan mereka belum terbukti bagi kami. Seandainya telah terbukti, pastilah kami telah mengumumkannya.” Namun tiba-tiba aku dikejutkan oleh Al-Adnani [jurubicara resmi Daulah, edt] yang berbicara dengan menjuluki mereka adalah milisi-milisi Shahwat dan lain sebagainya!!!

      Apakah tidak wajib bagi saudara-saudara kita dalam kelompok Daulah untuk menjelaskan secara terang-terangan sikap mereka terhadap setiap jama’ah di kancah Syam dan mereka tidak membiarkan perkara ini mengambang di antara saudara-saudara kita para tentara Daulah? Sungguh saya telah melihat pada diri saudara-saudara saya dalam kelompok Daulah banyak perselisihan dalam memvonis kelompok-kelompok lain; apakah mereka orang-orang murtad atau bukan?

      Bukan hal yang samar lagi perbedaan manhaj pemikiran di antara kelompok-kelompok pejuang di kancah Syam dan perbedaan proyek mereka. Di antara mereka ada kelompok yang rela dengan Aliansi Nasional sebagai payung dan wakilnya. Di antara mereka ada juga kelompok yang secara terang-terangan berlepas diri dari Aliansi Nasional melalui ucapan dan tindakan nyata mereka.

      Maka ruang lingkup peperangan pun meluas, kabar-kabar mulai diberitakan dan kebohongan-kebohongan mulai disebarluaskan bahwa ada akhwat-akhwat yang diperkosa. Allah mengetahui bahwa saya telah pergi ke lebih dari satu tempat, maka saya mendapati berita tersebut sekedar isu belaka, tiada realitanya dan tidak ada buktinya di lapangan.

      Barangkali memang terjadi beberapa peristiwa dan kejadian, namun peristiwa tersebut telah dibicarakan dengan cara yang bertujuan untuk memobilisasi para pemuda guna terlibat dalam peperangan antara sesama kaum muslimin.

      Maka setiap orang yang ingin berhati-hati dan tidak melibatkan diri dalam peperangan ini dikata-katai: “Bagaimana engkau menelantarkan saudara-saudaramu dan engkau membiarkan saudari-saudarimu diperkosa?”

      Subhana Rabbi, Mahasuci Rabbku, jika kita benar-benar ingin menolong saudari-saudari kita dan melindungi kehormatan mereka, maka hendaknya kita rela dengan syariat Allah Ta’ala sebagai pemberi keputusan diantara kita, agar kekaacauan ini berhenti dan jihad [melawan rezim Nushairiyah] berlanjut, sehingga pada saat itu tidak akan ada lagi darah-darah kaum muslimin yang ditumpahkan dan tidak ada lagi kehormatan-kehormatan yang dilanggar.

      Ketika kami mengajak orang-orang untuk mengasingkan diri dari fitnah ini, tiba-tiba bom-bom mobil menghantam tempat-tempat umum. Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya, saya telah menyaksikan sendiri banyak kejadian tersebut; bom mobil di kota Darkusy yang meledak di tempat umum.

      Saya bertanya kepada wali [gubernur] Daulah: “Siapa yang kalian targetkan dengan serangan bom mobil itu?” Ia menjawab: “Bom mobil itu telah membunuh 30 orang musuh kami.” Meski sangat berbahaya, saya berangkat sendiri untuk melihat langsung lokasi serangan. Ternyata bom mobil itu hanya menewaskan pelakunya sendiri dan seorang laki-laki awam serta mencederai empat orang anak kecil.

      Bom mobil serupa saya saksikan sendiri di kota Kafr Naha, yang tewas dalam serangan itu adalah seorang anak kecil dan pelaku serangan sendiri.

      Bom mobil serupa saya saksikan di Kafr Jum, yang tewas adalah pelakunya sendiri! Saya menyaksikan sendiri peristiwa-peristiwa itu dan Allah mengetahui bahwa ini adalah kesaksian yang dengannya saya akan bersaksi di hadapan Rabb seluruh alam.

      Maka saya meminta kalian untuk bersumpah dengan nama Allah, wahai saudara-saudaraku, apakah untuk tujuan ini kita keluar dari rumah-rumah kita? Apakah ini menolong orang-orang yang tertindas yang Allah telah berfirman mengenai mereka:

      وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

      Dan mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Rabb Kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!” (QS. An-Nisa’ [4]: 75)

      Duhai, Maha Suci Rabbku, apakah nyawa para pemuda kita sudah begitu murah sampai taraf seperti ini, hingga nyawa-nyawa mereka dijerumuskan dalam serangan bom-bom mobil untuk membunuhi anak-anak kecil dan orang-orang yang Allah melindungi darah mereka???

      Kemudian dengan hak [kebenaran] apa bom-bom mobil itu diledakkan pada markas-markas saudara-saudara kalian dari kelompok Ahrar [Asy-Syam], [Liwa'] At-Tauhid dan lain-lainnya, sehingga bom-bom mobil itu membunuh saudara-saudara kalian yang berjihad, sementara personal-personal mereka belum terbukti melakukan pembunuhan dan tidak pula kemurtadan? Kemudian, tarohlah antara kalian dan kelompok-kelompok mereka ada kezaliman-kezaliman, apakah hukuman qisash dilakukan dengan cara seperti itu?

      Bukankah Allah telah berfirman:

      وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِ سُلْطَانًا فَلا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ إِنَّهُ كَانَ مَنصُورًا

      Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya [meminta putusan hukuman pengadilan terhadap pelaku, edt], tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. (QS. Al-Isra’ [17]: 33)

      Ya Allah!! Apa yang akan dikerjakan oleh orang yang membuat bom-bom itu, orang yang meledakkannya, orang [pemimpin] yang mengirimnya dan orang yang mendukungnya?!! Apa yang akan mereka lakukan dengan Laa Ilaaha Illa Allah jika kalimat tauhid tersebut mendatangi mereka pada hari kiamat?!!

      Apa yang akan mereka katakan kepada anak kecil tersebut, orang tua renta tersebut, apa yang akan mereka katakan kepada jiwa-jiwa suci yang nyawanya dilindungi oleh syariat, yang diserang oleh bom-bom mobil tersebut tanpa ada dosa apapun???!!!

      Ya Allah, sesungguhnya aku berlepas diri kepada-Mu dari bom-bom mobil ini dan peledakan-peledakan itu !!!

      ***

      Saudaraku mujahid, saya meminta Anda bersumpah dengan nama Allah, agar Anda membaca perkataanku ini dengan seluruh sikap adil dan ketulusan….

      Saya mengetahui bahwa setelah memberikan penjelasan ini, saya akan dituduh sebagai seorang pengkhianat, atau kelurusan agamaku akan dituduh, dan segala sesuatu yang berkaitan denganku akan dituduh!!!

      Barangkali akan ada orang yang mendatangimu dan ia tidak ingin engkau terpengaruh oleh penjelasanku ini, lalu ia mengeluarkan tulisan-tulisan lamaku di akun twitter. Saya sebutkan bahwa saya tidak menulis tulisan-tulisan tersebut, saya menyelisihinya dan saya berlepas diri dari isi tulisan-tulisan tersebut.

      Semua itu adalah usaha untuk menjatuhkan saya, sebagaimana mereka berupaya menjatuhkan semua ulama, sampai para ulama jihad sekalipun yang selama ini telah mengalami ujian yang baik di jalan mempejuangkan agama Allah. Mereka berupaya untuk menjatuhkan para ulama jihad tersebut, seperti Syaikh yang tertawan Sulaiman Al-Ulwan fakkallahu asrahu, Syaikh mujahidin Abu Muhammad Al-Maqdisi dan Abu Qatadah Al-Filisthini, DR. Iyad Qunaibi, Syaikh Muhaddits Abdul Aziz At-Tharifi, Syaikh Yusuf Al-Ahmad dan lain-lain.

      Bahkan mereka sampai berupaya untuk menjatuhkan Hakimul Ummah [Syaikh Aiman Az-Zhawahiri, edt] yang telah menghabiskan usianya di medan jihad dan melalui perantaraan tangannya Allah menakdirkan hidupnya kembali ruh jihad di tengah umat Islam, sebagian mereka mulai mengolok-olok dan mengejek beliau!!!

      Saya bertanya kepada Anda dengan nama Allah….

      Tidakkah Anda bertanya-tanya: Kenapa setiap kali seorang ulama dan seorang mushlih (juru damai) menyelisihi Daulah dalam tindakan-tindakan dan kezaliman-kezaliman yang dilakukan oleh Daulah, tiba-tiba muncul orang untuk menjatuhkan ulama dan mushlih tersebut dan menuduhnya guna memalingkan masyarakat dari kebenaran yang dikatakan oleh ulama dan mushlih tersebut?

      Ulama ini dikata-katai: Ia jauh [dari Syam], tidak mengetahui realita! Ulama lainnya dikata-katai: Ia tawanan dalam penjara, berita yang disampaikan kepadanya tidak sesuai kenyataan! Ulama ketiga dikata-katai: Ia memusuhi [Daulah]! Ulama keempat dikata-katai: ia orang baru, tidak mengetahui kancah lapangan! Pada akhirnya tidak ada seorang pun yang selamat dari kritikan tersebut kecuali orang yang sependapat dengan Daulah!!!

      Sesungguhnya saya, demi Allah, belup pernah melihat para ulama jihad di muka bumi bersepakat dalam mengkritik sebuah proyek Islami dan penyimpangannya sebagaimana bersepakatnya mereka dalam mengkritik proyek Daulah di Syam.

      Adapun sikap-sikap saya sebelum saya berjihad [di Syam, yaitu dukungan beliau kepada ISIS, edt] maka sesungguhnya saya menuliskan di akun twitter bagi publik tanpa melakukan basa-basi dan tanpa kompromi, bahwasanya saya belum pernah menuliskannya dan apa yang sebelumnya telah saya tulis maka sesungguhnya saya telah menariknya kembali. Meskipun demikian tuduhan masih saja datang selama keadaan masih seperti ini. Sebab setiap orang yang menyelisihi [Daulah] langsung dikritik dan dijatuhkan.

      Demi Allah, hal itu tidak akan membahayakan! Sebab saya datang untuk menolong agama Allah dan menyatakan kebenaran yang saya yakini dalam agama Allah dengan lantang, dan agar saya meraih mati syahid dengan izin Allah, dalam menghadapi musuh-musuh Allah dan menegakkan syariat Allah, dengan maju tanpa berpaling mundur.

      Barangkali akan ada orang yang berupaya melakukan pengkaburan atau memalingkan kesaksian saya ini dari zhahirnya, namun saya demi Allah akan mendebat Anda dengan kesaksian ini di hadapan Allah…Maka bacalah kesaksian saya ini dengan ketulusan karena Allah, kemudian ambilah keputusan! Allah mengetahui betapa banyak saya akan menghadapi kesulitan karena sikap saya ini, namun saya telah menuliskannya sehingga ia tidak akan lagi menjadi beban memberatan tengkuk saya pada hari kiamat kelak.

      Saudaraku yang tercinta…

      Allah mengetahui bahwa saya tidak memusuhi proyek tegaknya Khilafah Islamiyah, justru demi tegaknya Khilafah Islamiyah kita mempersembahkan darah dan nyawa kita. Namun tegaknya Khilafah Islamiyah dengan Manhaj Nubuwwah, bukan dengan membuat masyarakat lari menjauhi, menzalimi mereka, memecah belah barisan jihad dan menolak inisiatif-inisiatif berhukum kepada syariat Allah dengan dalih-dalih yang sangat lemah, yang Allah tidak menurunkan dalil tentangnya, yang tidak bisa menjadi hujah bagi pelakunya.

      Saudaraku… Allah mengetahui bahwa sesungguhnya saya termasuk orang yang paling mendukung Daulah Islam di Irak, dan dahulu saya telah mendustakan setiap berita buruk yang disebarluaskan tentangnya, dan saya masih tetap tidak menilainya di Irak, sebab ia adalah perkara yang saya tidak menyaksikannya sendiri.

      Bahkan orang jauh dan orang dekat telah memberikan kesaksian bahwa Daulah Islam telah menimbulkan kerugian yang sangat besar pada musuh-musuh Allah di Irak, menghinakan Amerika dan Rafidhah, dan membebaskan tawanan kaum muslimin di Irak.

      Adapun di Syam, demi Allah Yang tiada Ilah yang berhak disembah selain Dia, saya mengucapkan kesaksian saya ini di hadapan masyarakat berdasar apa yang saya lihat langsung agar saya melepaskan tanggungjawabku kelak pada hari aku berdiri di hadapan Allah…

      Demi Allah Yang nyawa saya berada di tangan-Nya, saya bukanlah milisi Shahwat, bukan Sururi dan bukan pula Murjiah —-seperti yang akan mereka klaim setelah penjelasan saya ini—, namun saya adalah orang yang mengatakan kebenaran dan menyuarakannya secara lantang, dengan izin Allah…

      Saya mengatakannya bersama dengan saudara-saudara saya yang sependapat dengan saya, dan sekali-kali saya tidak takut celaan orang yang mencela selama saya di jalan Allah, dan pemimpin para syuhada’ adalah seorang laki-laki yang menemui pemimpin yang zalim, lalu ia memerintahkan [yang ma'ruf] dan mencegah [yang mungkar] kemudian pemimpin itu membunuhnya.

      Wahai saudaraku, mujahid…. Sesungguhnya saya setelah menyebutkan semua ini dalam penjelasan ini, tentang penolakan Daulah terhadap inisiatif-inisiatif berhukum kepada syariat Allah da kezaliman-kezaliman yang saya lihat secara langsung… Sesungguhnya saya meminta kepada Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi bersumpah dengan nama Allah untuk rela dengan seluruh Mahkamah Islamiyah di Syam, sebagai bentuk pelaksanaan dari perintah Allah Ta’ala yang telah berfirman:

      إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا

      Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. Dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. (QS. An-Nur [24]: 51)

      Maka hendaklah kita mengatakan: “Kami mendengar dan kami menaati”, hendaklah kita rela dengan Mahkamah Islamiyah di Syam agar Mahkamah Islamiyah mengkaji perselisihan yang terjadi pada waktu yang telah lalu dan peristiwa-peristiwa terbaru yang terjadi, dimana orang yang berbuat kebajikan maupun orang yang berbuat kejahatan berhukum kepadanya, sebagaimana masyarakat berhukum kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam, baik orang yang shalih maupun orang yang bermaksiat.

      Maka barangsiapa yang menerima untuk berhukum kepada syariat Allah, hendaklah ia melakukannya, apapun akidahnya selama qadhi yang memutuskan perkara adalah orang yang adil, lurus manhajnya dan bersih akidahnya. Tolok ukur penilaiannya adalah qadhi yang memutuskan perkara, bukan orang yang meminta putusan perkara.

      Jika beliau [Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi] tidak menerima hal ini, maka saya bergabung dengan para pemimpin jihad dan ulama jihad, terutama dengan pemimpin mereka Syaikhul Mujahidin Aiman Az-Zhawahiri hafizhahullah, Syaikh Allamah Muhaddits yang tertawan Sulaiman Al-Ulwan, Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi, Abu Qatadah Al-Filisthini dan lain-lain dari kalangan para ulama kita dan syaikh kita yang mulia.

      Saya bergabung dengan mereka semua dan saya meminta kepada Al-Akh Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi agar pada hari ini mengambil sikap yang dipuji oleh penduduk bumi, dengannya darah kaum muslimin dilindungi dan agama Allah ditolong, agar Daulah Islam tetap berada di Irak sebagai duri dalam tenggorokan Rafidhah dan duri bagi jalan Barat, dan hendaknya Jabhah Nushrah di Syam sebagai pihak yang melanjutkan proyek Islami untuk mengembalikan Khilafah di irak, sehingga kita bersama-sama berangkat untuk menerapkan syariat Allah di muka bumi dan mengembalikan Khilafah Islamiyah yang terampas.

      Sesungguhnya saya meminta kepadamu dengan nama Allah, wahai saudaraku mujahid dan saudaraku pendukung jihad yang berada di luar negeri Syam, untuk bergabung dengan proyek umat di Syam yang telah dimulai oleh Syaikh Usamah, kemudian dilanjutkan oleh Syaikh Aiman Az-Zhawahiri, kemudian di atas jalannya melangkah di syam Syaikh Al-Fatih Al-Jaulani, dan hendaknya Anda bergabung dengan kelompok yang manhajnya jelas bagi tegaknya Daulah Islam di muka bumi, seperti Jabhah Nushrah, atau Ahrar Asy-syam, atau brigade-brigade Islam lainnya yang dicintai oleh rakyat [Syam].

      Kelompok-kelompok itu telah mengumumkan dengan jelas usahanya untuk menegakkan syariat Allah di muka bumi dan menegakkan Khilafah Islamiyah, pengkufurannya terhadap batas-batas perjanjian Sykes-Piccot. Saya mengetahui bahwa keputusan seperti ini akan terasa berat bagi jiwa dan sulit baginya, namun demi Allah ia adalah keputusan yang memenangkan maslahat umat atas kepentingan pribadi, dan sesungguhnya orang yang mampu meninggalkan dunianya dan berpisah dengan keluarganya demi menolong agama Allah pastilah mampu untuk mengambil keputusan seperti ini.

      Bukankah Jabhah Nushrah berjuang untuk menegakkan Daulah Islamiyah dan ia memiliki dukungan sangat besar di lapangan?

      Kenapa kita tidan menolong proyeknya untuk kita menegakkan Daulah Islamiyah dan Khilafah di muka bumi, dimana masyarakat akan bersama-sama dengan kita menegakkannya secara sukarela, tanpa paksaan dan intimidasi.

      Apakah kita akan menolong agama Allah dengan berpecah belah dan berselisih ataukah dengan mendukung proyek yang Allah takdirkan mendapatkan dukungan rakyat?

      Demi Allah, keluarlah Anda pada hari ini dan lihatlah bagaimana rakyat sangat mencintai Jabhah Nushrah! Bukankah layak jika kita mendukung proyeknya dalam menerapkan syariat Allah???

      Sesungguhnya persoalannya bukanlah persoalan perasaan-perasaan dan slogan-slogan semata, namun merupakan persoalan proyek yang nyawa-nyawa kita, darah-darah kita dan tulang belulang kita hancur demi membelanya.

      Sebagaimana telah dikatakan oleh Syaikh Aiman Az-Zhawahiri hafizhahullah: “Kami tidak datang untuk memerintah di Syam, namun agar syariat Allah menjadi penguasa di Syam.”

      Saya bertanya kepada Anda dengan nama Allah… apakah mayoritas ulama jihad dan ulama di muka bumi berada di atas kebatilan dan kesesatan ketika mereka mengkritik proyek Daulah di Syam [ISIS]???!!

      Memang benar, standar penilaian bukan berdasarkan banyaknya jumlah orang, namun saat ini kita tengah membicarakan para ulama rabbaniyyun yang telah banyak mendapatkan ujian dalam perjuangan membela agama Allah dan telah dikenal luas kepeloporan mereka dalam mendukung jihad dan mujahidin.

      Wahai mujahidin… Sesungguhnya saya mengatakannya setelah saya melihat sendiri secara langsung semua perkara yang saya sebutkan tadi. Dan saya akan dimintai pertanggungjawaban tentang hal itu di hadapan Allah Ta’ala pada hari perhitungan.

      Sesungguhnya ini adalah kesaksian untuk Allah, kemudian untuk sejarah.

      Dan dalam penutupan kesaksian ini, saya memohon dengan nama Allah kepada setiap orang yang mendengar penjelasan saya ini atau membacanya, agar ia menyebarluaskannya sebagai bentuk melepaskan tanggungjawab di hadapan Allah dan menolong agama Allah serta sebagai kesaksian kepada Allah.

      Hanya kepada Allah semata kita memohon pertolongan

      Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya

      Ya Allah, bukankah telah aku sampaikan? Ya Allah, jadilah Engkau sebagai saksi

      Ya Allah, bukankah telah aku sampaikan? Ya Allah, jadilah Engkau sebagai saksi

      Ya Allah, bukankah telah aku sampaikan? Ya Allah, jadilah Engkau sebagai saksi

      Sumber: mhesne.com

      Dengarkan rekaman audio di sini.

      (muhib al majdi/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/02/03/kesaksian-bersejarah-syaikh-al-muhaisini-tentang-akar-konflik-mujahidin-suriah-dan-upaya-mendamaikannya.html

        0 77
        syaikh-muhaisini

        (Arrahmah.com) – Ulama mujahidin yang mengambil sikap netral dan tidak melibatkan diri dalam konflik bersenjata antara mujahidin ISIS dan kelompok-kelompok jihad lainnya, Syaikh DR. Abdullah bin Muhammad Al-Muhaisini hafizhahullah, merespon dengan cepat seruan Syaikh Aiman Az-Zhawahiri hafizhahullah untuk mendamaikan konflik intern mujahidin di Suriah.

        Syaikh Abdullah Al-Muhaisini hafizhahullah dan Markazu Du’atil Jihad menemui para amir dan komandan semua kelompok jihad yang bertikai di Suriah. Beliau juga menemui para amir dan komandan kelompok-kelompok jihad yang tidak melibatkan dirinya dalam konflik intern mujahidin.

        Dari hasil pertemuan dan dialog dengan semua kelompok tersebut, pada Kamis (23/1/2014) beliau kemudian mengajukan “Inisiatif Umat” atau “Proposal Umat” sebagai langkah awal menyelesaikan konflik di antara mujahidin. Berikut ini terjemahan dari proposal perdamaian yang digagas oleh Syaikh Abdullah Al-Muhaisini hafizhahullah dan Markazu Du’atil Jihad tersebut.

        Inisiatif Umat

        Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah berfirman:

        فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

        Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-Nisa’ [4]: 65)

        Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, sahabatnya dan seluruh orang yang setia kepadanya. Amma ba’du.

        Sesungguhnya umat Islam pada hari ini melewati saat-saat yang genting, dan sesungguhnya jihad di syam pada hari ini melalaui persimpangan jalan yang rawan, jika para mushlihun (juru damai) tidak bersama-sama untuk menyatukan kalimat dan memperbaiki hubungan sesama mujahidin, niscaya jihad di Syam akan memasuki genangan darah dan konflik-konflik yang hanya Allah semata yang mengetahui kapan akan berakhir.

        Sesungguhnya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam telah meninggalkan kita di atas jalan yang terang benderang, malam harinya bagaikan siang harinya, dimana tidak ada seorang pun yang menyimpang dari jalan beliau tersebut melainkan akan binassa. Allah Ta’ala telah menjelaskan jalan orang-orang yang beriman tatkala terjadi konflik, yaitu mengembalikan keputusan perkara yang diperselisihkan kepada kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa salam. Allah Ta’ala berfirman:

        فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

        Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-Nisa’ [4]: 65)

        Umat Islam pada hari ini benar-benar meminta dari para ulama penjelasan tentang sikap syariat terhadap konflik [intern antar mujahidin] yang terjadi di Suriah, yang nampak jelas pada sikap berhukum kepada syariat Allah tanpa pembatasan atau syarat apapun, sebagaimana disebutkan oleh sekelompok ulama.

        Ustadz Sayid Qutub berkata di dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an saat menjelaskan makna firman Allah Ta’ala:

        وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا

        Jika dua kelompok dari orang-orang yang beriman saling berperang, maka damaikanlah di antara kedua kelompok tersebut!” (QS. Al-Hujurat [49]: 9)

        “Al-Qur’an memberikan perintah kepada orang-orang beriman yang bukan berasal dari dua kelompok yang saling berperang tersebut, untuk mendamaikan antara kedua kelompok yang saling berperang. Jika salah satu kelompok melakukan tindakan melampaui batas dengan menolak perdamaian atau tidak mau menerima hukum Allah dalam perkara-perkara yang mereka perselisihkan, maka kewajiban orang-orang yang beriman untuk memerangi kelompok yang melampaui batas tersebut sampai mereka mau kembali kepada hukum Allah Ta’ala.”

        Maka kata pemutus untuk menentukan mana pihak yang zalim dan mana pihak yang dizalimi adalah dengan berhukum kepada syariat Allah Ta’ala.

        Saya telah bertemu langsung dengan semua pihak yang hari ini saling berperang dan saya telah mendengar langsung dari mereka adanya kedekatan sudut pandang serta pengakuan mereka akan wajibnya berhukum kepada syariat Allah Ta’ala.

        Dari sini maka datanglah inisiatip [proposal] ini untuk meletakkan poin-poin pada huruf-huruf dan inisiatif ini diberi nama “Inisiatif Umat”. Dimana dalam membuatnya kami telah merujuk kepada ulama Islam di bumi belahan timur dan bumi belahan barat, semoga Allah menjadikannya sebagai sebab terjaganya darah orang-orang yang bertauhid dan bersatunya kalimat mereka.

        Termasuk perkara yang membuat kami gembira dan kami memandangnya sebagai pertanda kebaikan, dengan izin Allah Ta’ala, adalah bahwasanya Hakiimul ummah (tokoh bijak umat Islam) Syaikh Mujahid Doktor Aiman Az-Zhawahiri telah merilis pesan audionya pada pagi hari ini, beliau mengajak kepada perkara yang kami juga bertekad untuk mengajak kepada perkara tersebut. Maka kami mengatakan seakan-akan Allah memberikan kabar gembira dengan kesudahan yang baik.

        Poin-poin inisiatif:

        1. Menghentikan dengan segera baku tembak [antar kelompok mujahidin] yang terjadi di seluruh wilayah Syam.

        2. Membentuk mahkamah syariat dari kalangan para qadhi [hakim] indipenden yang diridhai oleh semua pihak [kelompok mujahidin yang terlibat konflik, edt].

        3. Semua brigade pejuang di lapangan dan yang menanda tangani inisiatif ini berkomitmen menjadi penjamin bagi pelaksanaan keputusan mahkamah syariah tersebut.

        4. Saudara-saudara kalian pada Markaz Du’atil Jihad telah mencalonkan sepuluh nama ulama syariat dari kelompok-kelompok mujahidin yang mengasingkan diri dari fitnah ini [tidak melibatkan diri dari peperangan intern mujahidin, edt]. Seperti Brigade Shuqur Al-Izz, Katibah Al-Khadra’, Brigade-brigade Jundul Aqsha dan lain-lain. Mereka semua adalah mujahidin yang akidahnya diridhai, demikian kami memandang mereka. Kami akan mengajukan nama-nama tersebut kepada setiap kelompok yang terlibat konflik agar mereka memilih dari nama-nama tersebut jumlah terbesar yang mereka ridhai serta mereka menjelaskan sebab-sebab penolakan mereka terhadap nama ulama syariat lainnya.

        Dalam kondisi tidak tercapai kesepakatan terhadap nama-nama ulama syariat yang telah kami ajukan, maka orang-orang yang berunding [dari semua kelompok yang berkonflik] hendaknya mengajukan nama-nama selain mereka; dan bumi Syam sekali-kali tidak akan kosong dari para ulama dan penuntut ilmu yang kapable, baik dari kalangan muhajirin maupun anshar.

        Kami memandang alat [sarana] ini harus ditempuh, sebab jika tidak niscaya akan memakan waktu yang sangat lama sebelum tercapai kesepakatan tentang ulama-ulama yang akan dijadikan hakim [pemutus perkara konflik].

        5. Diberi batasan waktu lima hari sejak tanggal pengguliran inisatif ummat ini untuk mengumumkan siapa pihak yang menerima berhukum kepada mahkamah syariat [indipenden ini, edt]. Tenggang waktu tersebut dimulai dari tanggal perilisan penjelasan ini, yaitu dari hari ini 22 Rabi’ul Awwal 1435 H sampai tanggal 26 Rabi’ul Awwal 1435 H [Jum'at, 24 Januari 2014 – Selasa 28 Januari 2014, edt].

        6. Dibuat media center melalui situs jejaring sosial twitter dan facebook untuk mengumumkan dan mengikuti perkembangan jalannya usaha peradilan ini.

        7. Setiap kelompok mengangkat seorang juru runding dari pihaknya untuk mengadukan gugatan perkara dan melakukan perundingan.

        8. Ditetapkan batasan waktu tertentu bagi penyelesaian pemberian keputusan dalam semua pekara, yang akan ditetapkan oleh para qadhi. Dalam kondisi terjadinya sikap melambat-lambatkan dari pihak manapun, maka para qadhi terpaksa akan mengumumkan sikap curang tersebut dan para qadhi akan meminta bantuan orang-orang baik [tokoh-tokoh Islam] untuk membawa pihak curang tersebut kepada mahkamah dan perdamaian.

        9. Kami juga mengharapkan dari jama’ah-jama’ah berikut ini: Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS), Jabhah Islamiyah, Jaisyul Mujahidin dan Jabhah Tsuwar Suriah, untuk merilis pernyataan menyetujui atau tidak menyetujui inisiatif ini selama tenggang waktu yang ditetapkan [5 hari, edt]. Demikian pula kami mengharapkan dari Jabhah Nushrah dan seluruh jama’ah lainnya yang berada di kancah Syam untuk merilis pernyataan sikapnya terhadap inisiatif ini. Demikian juga dari para ulama umat Islam, mujahidin Islam, para penulis dan jurnalis untuk mendukung inisiatif ini.

        Sebagai penutup

        Kami meminta dari seluruh umat Islam uuntuk mengerahkan dan mendukung inisiatif ini dan menanda tanganinya melalui situs yang dikhususkan untuk itu, dan kami meminta kepada para pemimpin mujahidin untuk memenangkan maslahat umat Islam atas maslahat jama’ah. Kami katakan kepada semua pihak:

        إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

        “Jika kalian tidak melakukannya (bersatu dan saling membantu dalam ikatan iman) niscaya akan terjadi fitnah [kesyirikan] di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfal [8]: 73)

        Jika kalian tidak melakukannya niscaya Syam akan masuk dalam lingkaran konflik yang hanya Allah semata yang mengetahui kapan akan berakhir.

        Jika kalian tidak melakukannya, maka dimanakah Syariat Allah yang kita keluar dan berperang untuknya?

        Jika kalian tidak melakukannya, niscaya kalian telah menyelisihi perintah Rabb kalian sebab Rabb kalian telah berfirman:

        فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

        Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-Nisa’ [4]: 65)

        Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya

        http://www.mobadrah.mhesne.com

        https://twitter.com/mobadratalomah

        https://www.facebook.com/mobadratalomaa

        (muhib al majdi/arrahmah.com)

        Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/01/25/syaikh-abdullah-al-muhaisini-memprakarsai-proposal-perdamaian-antar-kelompok-mujahidin-di-suriah.html