Home Cari

berita asmiranda masuk kristen - Hasil Pencarian

Jika Anda merasa hasil pencarian kurang akurat, coba deh cari dengan kata kunci yang berbeda :)

Berita Asmiranda Masuk Kristen


We provide another result for Berita Asmiranda Masuk Kristen at other webs or blogs around the world. This page powered by Google, Yahoo and Bing. You can search anything or different keyword using our powerful Search Form below:


Article Berita Asmiranda Masuk Kristen on other source:

    0 121
    13541718551175942357

    (Arrahmah.com) – Sebuah majalah Islam beberapa tahun lalu, pernah muncul dengan cover berjudul “Modus: Dipacari, dihamili, dimurtadkan. Modus pemurtadan itu bukan cerita isapan jempol, tapi fakta yang tengah dialami dalam masyarakat Islam Indonesia. Inilah modus pemurtadan, upaya kelompok Kristen mengeluarkan seorang Muslim/Muslimah dari agamanya melalui proses pernikahan.

    Dahulu, pada 1970-an seorang menteri Orde Baru harus mengalami hal pahit setelah anak perempuannya dipacari dan dihamili oleh seorang pemuda Kristen. Saking cintanya dan takut anak yang dikandungnya tak berayah, sang anak rela ‘dinikahi’ dengan syarat murtad dari Islam.

    Jadi, perempuan Islam itu terpaksa “menikah” karena sudah hamil atau keperawanannya sudah terlanjur hilang sehingga “cinta mati” berhasil mengeluarkannya dari akidah Islam—karena sang pria memasang syarat harus berpindah keyakinan jika ingin “dinikahi”.

    Begitulah, wanita yang telah dipacari dan dihamili, akhirnya lebih memilih menggadaikan akidahnya, pindah pada keyakinan sang suami.

    Modus lainnya, ini juga sering terjadi, pria kafir itu pura-pura masuk Islam supaya bisa “menikahi” wanita Muslim. Setelah berhasil, dia kembali ke keyakinannya semula, dan mengajak perempuan yang “dinikahi”nya untuk masuk pada keyakinannya alias murtad dari Islam. Dan, anak-anaknya pun otomatis menganut keyakinan kafir orangtuanya.

    Dua modus ini banyak terjadi di tengah masyarakat kita. Karena itu, para orang tua sudah semestinya menjaga anak-anak perempuan mereka. Para perempuan Muslim sudah seharusnya menjaga diri dan kehormatan mereka dari jebakan dan modus semacam ini—kecuali bagi mereka yang memang tak peduli dengan ke-Islam-an mereka, bahkan menganggap ini adalah masalah pribadi, demi “cinta buta”nya itu.

    Sangat disayangkan, jika ada orang tua yang akhirnya pasrah melihat kenyataan anak perempuannya dimurtadkan oleh pria kafir. Meski menentang, tetapi terkadang orang tua tak melakukan tindakan apa-apa. Padahal anak perempuan yang mestinya masih menjadi hak dan kewajibannya untuk menjaga dan melindunginya, termasuk sang ayah yang paling berhak menikahkannya sebagai wali sah, namun kenyataannya hanya bisa pasrah anaknya dibawa kabur dan “dinikahi” sang pria kafir tanpa persetujuannya. Seharusnya orang tua bisa menuntut dan melaporkan pria kafir yang membawa anaknya tanpa izin dan persetujuannya.

    Tetapi, anehnya, ini yang banyak terjadi pada orang tua yang anak perempuannya dimurtadkan dan “dinikahi”. Kasus geger seorang pemain sinetron yang diberitakan murtad, mengikuti keyakinan si pria yang semula “menikahi”nya dan berpura-pura masuk Islam, lalu “pernikahan”nya dibatalkan oleh pengadilan agama—karena dianggap tak pernah ada pernikahan akibat dusta sang pria—tapi setelah itu mereka “menkah” lagi di luar negeri tanpa persetujuan orang tua perempuan, dan sang anak pun murtad.

    Lantas, apa kata ayah perempuan tersebut? Ia cuma mengatakan, kalau anaknya dan pria itu menemuinya pasti dia tolak pria itu, tetapi sang anak tetap ia terima, meskipun ia sudah pindah keyakinan. “Itu hak dia, mungkin itu yang terbaik buat dia. Dia tetap anak saya pasti tetap saya terima. Kecuali dia bunuh orang atau narkoba,” kata sang ayah (detikcom, 28/1/2014).

    Inilah pernyataan orang tua yang kalah dan salah. Dia justru mengatakan, anaknya yang murtad itu tetap anaknya, karena itu hak dia pindah keyakinan dan mungkin yang terbaik buat dia. Lebih aneh lagi, sang orang tua masih bisa menerima kemurtadan anaknya, masih menerima sebagai anak, kecuali kalau membunuh dan terjerat narkoba. Jadi, keyakinan (akidah) Islam lebih rendah nilainya ketimbang jika sang anak membunuh dan mengonsumsi narkoba? Artinya, sang ayah lebih memilih anaknya murtad dibanding terjerat narkoba. Begitu murahnya harga sebuah keyakinan, akidah Islam, dibandingkan dengan narkoba atau tindakan kejahatan lainnya.

    Dalam Islam, hubungan pertalian ayah, anak dan istri itu putus, karena kekufuran—meski dalam hubungan sosial boleh saja berlangsung. Dan, hukum waris pun otomatis tak berlaku karena perbedaan keyakinan ini.

    Adalah Nabi Nuh ‘alahissalam yang tak mengakui istri dan anaknya karena membangkang dan kufur terhadap Allah. Begitu pula Nabi Luth yang istrinya ingkar dan melawan yang diperintahkan kepadanya. Dan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menyatakan berlepas diri dari sang ayah yang tidak mau mengkuti perintah Allah ke jalan lurus (Islam). Karena, tak ada ikatan persaudaraan jika berbeda akidah.

    Begitulah. Apa yang terjadi di tengah masyarakat kita sangat jauh berbeda dengan yang dicontohkan oleh para Nabi tersebut. Anehnya lagi, ini juga yang tejadi di tengah masyarakat Islam, sudah jelas-jelas anak perempuannya dibawa kabur dan “dinikahi” tanpa izin dan persetujuannya, tapi masih berlapang dada dengan tidak mengusut, tidak menindak dan tak melaporkan si pria yang membawa kabur anaknya tersebut. Bagaimana pertanggungjawabannya di akhirat kelak? Ironis!

    Maka, kasus Asmirandah dapat dijadikan pelajaran untuk mengingatkan para remaja dan orang tua Muslim. Di tengah fokus bahaya Syiah, Zionis, Komunis, Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme, jangan lupakan pula banyaknya kasus-kasus pemurtadan yang menimpa umat. Maka kita perlu ucapkan “terimakasih” kepada Asmirandah yang telah “mengingatkan” kita untuk tetap peduli pada kasus-kasus pemurtadan yang terus mengintai umat.

    Akhirnya untuk kaum Muslimin marilah kita perhatikan firman Allah Ta’ala di dalam Al Quran untuk kita terapkan sebagai dalil dan pengetahuan mana pernikahan yang halal dan mana yang haram.

    Wahai kaum Mukmin, janganlah kalian menikahi perempuan-perempuan musyrik kecuali mereka telah beriman. Budak perempuan Mukmin sungguh lebih baik daripada perempuan musyrik, sekalipun perempuan musyrik itu menyenangkan hati kalian. Janganlah kalian menikahkan perempuan-perempuan Mukmin dengan laki-laki musyrik sampai mereka beriman. Budak laki-laki Mukmin sungguh lebih baik daripada seorang laki-laki musyrik, sekalipun laki-laki musyrik menyenangkan hati kalian. Orang-orang musyrik mengajak kalian berbuat dosa, sedangkan Allah mengajak kalian beramal shalih dan mendapatkan pengampunan-Nya dengan petunjuk-Nya. Allah telah menjelaskan dengan rinci syariat-Nya kepada manusia, supaya mereka mengetahui perbedaan pernikahan yang halal dan yang haram. (QS al-Baqarah [2]: 221).

    (azm/isa/salamonline/arrahmah.com)

    Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/02/01/modus-kristenisasi-yang-terus-berulang-dipacari-dizinahi-dimurtadkan.html

    0 106

    Senin, 25/11/2013 14:12:14 | syaiful falah | Dibaca : 151

    Asmirandah saat mengenakan jilbab

    Jakarta (SI Online) – Asmirandah mengajukan pembatalan pernikahannya dengan Jonas Rivano di Pengadilan Agama Depok. Masalah keyakinan pun menjadi alasan Andah melakukan hal itu.

    Pasangannya Jonas telah mempermainkan agama dengan berpura-pura masuk Islam untuk menikahi Andah. Hal itu pun diungkapkan Humas PA Depok, Suryadi Sag SH saat ditemui di kantornya, Depok, Jawa Barat pada Senin (22/11/2013). “Pihak termohon (Jonas) tidak sungguh menyakini agama,” ujarnya.

    Pengajuan tersebut terdaftar dengan nomor 2390/PDT.G/2013/PA.dpk. Asmirandah mengajukan permohonan itu pada tanggal 7 November 2013 melalui kuasa hukumnya, Afdhal Zikri, SH.

    Humas PA Depok, Suryadi Sag SH menuturkan, pihaknya akan menggelar sidang perdana perkara tersebut pada Rabu, 27 November 2013. “Iya perkara tersebut sudah masuk sejak 7 November 2013,” kata Suryadi saat ditemui di kantornya, Senin (25/11/2013).

    Perkara tersebut tidak termasuk dalam perceraian. Menurut Suryadi, pengadilan agama juga menerima perkara seperti yang diajukan Asmirandah, yaitu pembatalan pernikahan.

    Untuk menikahi Andah pada Oktober lalu, Jonas memang telah menjadi mualaf. Tapi setelah berita tentang pernikahannya dengan Andah terkuak ke publik, Jonas sempat membantah dirinya berganti keyakinan.

    “Untuk masalah aku mualaf ini kebenaran, aku tidak menjadi mualaf, tidak ucap dua kalimat syahadat, aku Kristen,” ujar pria yang akrab disapa Vanno itu.

    Pernyataan Jonas yang membantah dirinya menjadi mualaf juga sempat membuat Front Pembela Islam (FPI) geram. Organisasi masyarakat itu menilai Jonas telah memainkan agama.

    “Jonas Rivano telah mempermainkan agama kami. Dia di beberapa media telah mengingkari keislamannya, padahal kita punya bukti-bukti keislamannya sebelum dia menikah,” ujar Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Ghadri di kantornya, Rabu (13/11/2013).

    Keterlibatan FPI dalam kasus ini dikarenakan ada unsur penistaan agama, bukan untuk mencampuri urusan rumah tangga orang lain.

    red: syaiful
    sumber: detik

    Baca Juga

    • Ustadz Arifin Ilham : Sahabatku, Inilah Kiat-kiat Taubat Nasuha
    • Pengadilan Pakistan akan Adili Musharraf Atas Tuduhan Penghianatan
    • Proses Masuknya Islam ke China akan Dipentaskan di Taman Ismail Marzuki
    • Hati-hati, Pemurtadan Lewat Modus Pernikahan
    • Amerika Tegaskan Jepang adalah Sekutu dan Teman Dekatnya

    Source: http://www.suara-islam.com/read/index/9084