Home Cari

ahok - Hasil Pencarian

Jika Anda merasa hasil pencarian kurang akurat, coba deh cari dengan kata kunci yang berbeda :)

Ahok


We provide another result for Ahok at other webs or blogs around the world. This page powered by Google, Yahoo and Bing. You can search anything or different keyword using our powerful Search Form below:


Article Ahok on other source:

0 59

Selasa, 12/11/2013 18:19:19 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 48

LPI Pamekasan (foto: beritajatim.com)

Pamekasan (SI Online) – Laskar Pembela Islam (LPI) wilayah Pamekasan mendatangi kantor Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre XII Madura, Selasa (12/11/2013). Mereka menuntut Bulog Madura menuntaskan persoalan program bantuan beras untuk rakyat miskin (raskin).

Di tengah perjalanan menuju kantor Bulog, di Jl Raya Panglegur, massa yang juga diiringi beberapa kiai, dan tokoh masyarakat di Pamekasan, menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat menggemakan takbir dengan pengeras suara.

Koodinator aksi LPI, Rusdi mengatakan banyaknya temuan raskin yang tidak sampai ke masyarakat dan pengadaannya sarat dengan permainan antara pihak Bulog dengan mitra pengadaan beras, dan mengakibatkan kondisi pangan di masyarakat sangat kekurangan. Sehingga menyebab rakyat miskin kesulitan hidup dan harus mencari pekerjaan ke luar daerah.

“Sekarang orang yang tinggal di desa-desa sudah banyak yang pergi ke luar negeri karena sulitnya perekonomian. Oleh karena itu, bantuan raskin jangan sampai diselewengkan karena itu sudah jadi hak rakyat miskin,” kata Rusdi.

Rusdi juga mengungkapkan, saat ini persoalan raskin di Pamekasan cukup pelik. Hal itu disebabkan adanya oknum Bulog yang ‘berkongkalikong’ dengan mitra pengadaan beras. Bahkan tidak jarang dari rekanan yang hanya minta tanda tangan ke Bulog. Sementara pengiriman berasnya tidak jelas.

“Tuntutan kami saat ini segera hentikan pengadaan beras. Beras yang ada di Bulog agar didistribusikan terlebih dahulu kepada rakyat miskin,” ungkapnya.

Wakil Kepala Sub Bulog Madura, Prayitno berjanji akan menyelidiki rekanan yang nakal dan tidak jelas. Bahkan jika ada di antara orang Bulog sendiri yang berani bermain mata dengan mitra pengadaan beras, staf tersebut akan mendapat teguran. “Itu menjadi catatan kami untuk mengubah pendistribusian raskin di Madura ini menjadi lebih baik,” katanya.

Penjelasan tersebut dianggap cukup oleh massa LPI. Selanjutnya massa membubarkan diri dan beralih berunjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan dengan tuntutan yang sama. Kemudian massa berganti menggelar aksi yang sama ke kantor Bupati Pamekasan.

red: Abu Faza
Sumber: beritajatim.com

Baca Juga

  • Soal Kerjasama dengan FPI: Ahok Katrok, Gamawan Negarawan
  • Kemenag Akui Kekurangan Buku Nikah
  • Demokrasi Pesanan Asing
  • Jamaah Haji Dilarang Keras Membawa Air Zam-zam
  • Didemo Laskar Mujahidin, Jalal Akhirnya Tutup Peringatan Idul Ghadir dalam Tempo Sesingkat-singkatnya

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8979

0 266

MafiaWar(6): Kartika Jasmev Kendalikan Opini Dusta Pro-MafiaCina

Jakarta (voa-islam.com) Tidak menipu, tidak dapat uang. Rasanya itulah mahkota kehormatan yang tepat disematkan pada Kartika Djoemadi sang spin doctor Jasmev bergelar PHD abal-abal yang siap menabuh genderang perang bagi pengkritik Jokowi.

Setelah kasus PHD palsu itu Kartika tidak berhenti berbuat ulah, ia pernah terlibat perseteruan dengan Marissa Haque, kemudian membuat album religi ramadhan dan kemudian menipu Muhammadiyah dan kini TwitWar dengan akun @triomacan.

Berikut tipu-tipu kecil sampai menipu skalan nasional yang dilakukan koordinator Jokowi-Ahok Social Media Volunteers (JASMEV) ini dan mengaku sebagai spin doctor alias memang tukang tipu 1000%, apa saja jenis tipuannya? Berikut daftarnya…

1) Menipu Status / Gelar Pendidikan, mengaku PHD, padahal cuma yang hanya S1 dari Universitas Swasta Gunadharma ini.

Ia mengaku PHD dari PhD dari Amsterdam Universiteit, juga menipu dengan bergelar MSi dari Fakultas Komunikasi UI.

Ketua Jasmev ini selalu menyebut dirinya sebagai Spin Doctor, memang profesi sehari-harinya adalah perekayasa opini di social media sampai merekayasa dusta untuk Jokowi Ahok, trully a CYBER BULLYER. Naudzubillah

2) Menipu Umat Islam dengan merilis Album Religi Ramadhan.

Meski beragama Katholik ‘Dee Kartika Djoemadi’ ini sempat mondar mandir di Muhammadiyah dan merilis album religi Ramadhan. Ia Koordinator Jokowi-Ahok Social Media Volunteers (JASMEV) yang dikenal senang membela boneka Mafia Cina “Jokowi” dan brutal menyerang para pengkritik Jokowi-Ahok.

sumber berita

3. Merangsek ke PP Muhamadiyah dan mencoba memasarkan liberalisme dan pluralisme

Tokoh muda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya pun pernah mengecam sikap janda bernama asli Dyah Kartika Rini Djoemadi, sikap lancang ala agen salibis ini meminta Ketua PP Muhammadiyah memecatnya. Lalu sikap menentang kebenaran Islam juga ditampakkan dengan ungkapan ‘tidak wajibnya muslimah berjilbab’ dan keukeuh tidak apa-apa memilih pemimpin non-Muslim.

Saat itu Mustofa pun menyarankan Kartika agar meminta maaf karena selama ini telah menipu identitas agama. Namun saran Mustofa itu justru dituding sebagai SARA, hingga Kartika mengusulkan kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dien Syamsudin untuk memecat Mustofa.

Dee sudah masuk ke jantung Muhammadiyah, ikut rapat, itu sudah tidak etis. Sampai Dee membuat album Ramadhan, padahal Dee mengaku Katolik. Dee bilang itu toleransi. Padahal itu penghinaan,” cetus Mustofa Nahrawardaya

Selasa, 29 Jan 2013

Cetak | Kirim

Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B. Nahrawardaya membeberkan sejumlah bukti Koordinator Jokowi-Ahok Social Media Volunteers (JASMEV), Kartika Djoemadi atau dikenal dengan nama Dee Dee telah menipu umat Islam dengan berpenampilan seperti seorang Muslimah bahkan mengaku sebagai Muhammadiyah.

“Awalnya tanggal 22 Januari 2013 Kartika mengaku sebagai Muhammadiyah. Saya kira dia Muslimah, karena tahun lalu dia merilis album Ramadhan ini. Dengan berbaju seperti itu, saya tak perlu lagi tanya agama dia dong. Saya punya kantor CDCC (Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations), dimana sering kumpul tokoh beda agama yang mana agama mereka jelas, pakaiannya jelas dan tidak ada tipu menipu identitas,” ungkap Mustofa B. Nahrawardaya, kepada voa-islam.com, Senin (28/1/2013).

Mustofa melanjutkan, terbongkarnya identitas Kartika Djoemadi yang beragama Katolik itu melalui pengakuannya sendiri ketika ia diajak untuk shalat Maghrib.

“Tapi tidak disadari oleh Kartika, pada sebuah twit dengan saya, dia mengaku Katolik. Dia mengaku Katolik, ketika saya dengan sengaja mengajak dia untuk shalat Maghrib dulu, karena adzan Maghrib sudah terdengar. Maksud saya, ketika adzan sudah didengar, mari kita hentikan semua aktifitas, termasuk ngetwit,” jelas pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah ini.

“Anehnya, ketika saya menyarankan dia minta maaf karena menipu identitas agama, dia menuduh saya SARA. Kemudian, karena dia nuduh saya SARA, maka dia mention ke Ketua Umum PP Muhammadiyah Bahkan dimention pula ke Wakil Ketua MPR Mas Hadjriyanto, tentu ini tidak pantas. Seorang penipu terhadap Tuhan, menipu Islam, kok memberi usulan pemecatan pengurus Ormas Islam,” bebernya.

4. Tipu Opini Skala besar melalui JASMEV, Menipu Rakyat Indonesia

Khusus utk rekayasa Popularitas Jokowi, semula hanya melibatkan aktivis & pengusaha lokal Tionghoa : Imelda Tan (Paragon), Lukminto (Sritex) cs.

Baru setelah Jokowi menang utk periode ke 2 sebagai Walikota Surakarta atau Solo, konglomerat Edward Suryajaya (ex Pemilik Group Astra, konglo terkaya RI) bergabung. Awalnya, skenario rekayasa opini publik terhadap Jokowi ini hanya ditujukan utk memenangkan Pilkada Jawa Tengah, kalahkan Bibit Waluyo, namun balik kanan bubar jalan dan putar haluan mengincar target baru, yaitu DKI Jakarta. Perubahan target menjadi Cagub DKI dan terus jadi Presiden, dimulai saat Edward Suryajaya cs sukses konsolidasi kekuatan konglomerat tionghoa.

Konsolidasi konglomerat tionghoa itu tidak terlepas dari peran besar James Riady (pemilik Lippo grup) yg pada 2009 jadi tim koordinator dana SBY. James Riady berhasil himpun hampir semua konglomerat cina utk mendukung penuh Jokowi sebagai Gubernur DKI dan lanjut ke Presiden RI 2014. Peran besar lain adalah dari Jenderal Luhut Panjaitan yang sukses konsolidasikan kekuatan konglomerat-konglomerat etnis tionghoa Ex buronan BLBI di Singapore yang berjumlah sekitar 20-an konglomerat. Kebanyakan dari mereka adalah buronan kasus korupsi BLBI yang merugikan negara kita Rp. 187 triliun (hutang pokok) plus Rp. 600 T (bunga) sampai 2032!

Mereka semua mendukung penuh Jokowi melalui media-media yang di bayar, uang, jaringan (china connection) dan turut berkampanye menangkan Jokowi.

Hasilnya tak mengherankan, laporan dari semua lembaga intelijen negara sama : konglomerat tionghoa (incl : Buronan BLBI) dan komunitas tionghoa solid mendukung ke Jokowi dan Presiden SBY pun sudah menerima laporan tersebut.

Relawan JASMEV rajin menipu opini, membanjiri sosial media, memberangus rakyat yang bersebrangan dengan Jokowi, membungkam fakta. Katanya pendukung demokrasi yang bebas berpendapat, tapi kenapa orang kritik saja dilarang dan bahkan di bully? Berarti demokrasi yang dijalankan penuh kepalsuan.

Berikut jaringan media menipu opini publik bagi pemenangan CAPRES Jokowi yang bergerak bersama JASMEV :

1) First Media Grup (beritasatu1.TV beritasatu .com, suara pembaruan, Jakarta Globe, Suara Pembaruan, The Straits Times, Majalah Investor, Globe Asia, The Peak, Campus Asia, Student Globe, Kemang Buzz, Campus Life, Termasuk Beritasatu FM. First Media Grup adalah milik James Riady (Lippo Grup), konglomerat yang bersahabat baik dgn Bill Clinton dan terlibat Lippo Gate yg terjadi di AS, ketika James Riady cs tertangkap memberikan dana politik illegal kepada timses capres Demokrat Bill Clinton

2) Media lain yang dikontrak mahal untuk pencitraan palsu Jokowi adalah Detik Grup. Ngakunya milik Chairul Tanjung alias CT, tapi sebenarnya milik Salim Grup. Detik.com Setiap hari, detikcom memuat berita tentang pencitraan palsu Jokowi puluhan bahkan kadang lebih 100 berita.

3) Kompas /Gramedia Grup memang tidak segila detikcom siarkan Jokowi, tapi tetap punya KANAL BERITA KHUSUS

4) Jawa Pos Grup. Tidak melibatkan semua media milik Dahlan Iskan yang jumlahnya 185 TV, Koran, Online media, dll itu. Sekitar 40% JawaPos Grup dikontrak.

5) Yang paling gencar jilat Jokowi adalah Koran Rakyat Merdeka. Ada saja berita (palsu) istimewa tentang Jokowi. Kontraknya puluhan Milyar.

6) Tempo (majalah dan Online) adalah media pelopor yg orbitkan Jokowi dengan penghargaan “10 Tokoh Terbaik (penghargaan abal-abal), hny karena bisa pindahkan PKL.

7) Tribunnews Grup (Bosowa dan Kompas) juga dikontrak untuk pencitraan palsu Jokowi. Demikian juga Fajar Grup (Alwi Hamu / Dahlan Iskan)

8) Metro TV, ga tahu sekarang dibayar berapa untuk kontrak pencitraan palsu Jokowi sampai 2014. Tapi saat Pilkada DKI puluhan Milyar

9) SCTV grup. Pemiliknya Edi dan Popo Sariatmadja malah menjadi cukong utama. Koordinator media pencitraan Jokowi, membantu James Riady

10) Media raksasa lain seperti Vivanews grup (TV One, ANTV, Vivanewscom dll) milik Bakrie meski kontrak dgn Cukong Jokowi tapi porsinya kurang dari 30%

11) Selain media cetak, televisi mainstream, sosial media seperti twitter, facebook, kaskus dll juga dikontrak khusus. Ada ratusan orang yang mengelola lebih dari 10.000 akun sosial media. Dulu waktu pilkada DKI, selain orang-orang yang permanen kelola akun untuk pencitraan Jokowi, dibentuk juga Tim Jasmev. Puluhan Milyar biayanya

Luar biasa banyak media massa yang dikontrak cukong Jokowi. Lebih 70% dari total pasar media massa di Indonesia.

5) Meredam Akun Whistle Blower Ungkap Kebenaran Demi Kepentingan Cukong, ini muslihat Ala Cyber Bullyer

Relawan Jasmev pimpinan Kartika Djoemadi kini terus menyerang secara brutal bagi akun-akun media sosial dan situs berita yang menyindir kinerja Jokowi dan jaringan “China Connection”.

Salah satunya keributan ala ‘TwitWar’ dengan @TrioMacan2000, peperangan setiap hari terus dilancarkan sang DIVA ASTUTI alias Diva Asli Tukang Tipu dengan akun CYBERBULLYER @PartaiSocmed yang tak gentar dengan serangan dan bualannya.

Ga Takut Dosa ya??

Lihat saja brutalnya tipu daya janda yang bekerja sebagai Presiden Direktur PT Spindoctors Indonesia, Presiden Direktur Insight Communications, dan pemilik PT Imagia Insightama dalam menyerang semua yang bersebrangan dengan cukongnya.

Tak hanya Kartika Djomadi dan Jasmev, Kejagung RI juga diketahui selalu monitor info-info korupsi dari @triomacan2000. Bagi Kejagung RI setidaknya bisa jadi petunjuk awal. Namun bagi DIVA ASTUTI JASMEV, keterangan ini dinilai sebagai ancaman bagi kepentingan mafia cina, jasmev dan Jokowi Ahok. Untuk itu, jaringan sukarelawan media sosial kubu Jokowi sudah merekrut sampai 1.000 orang pendukung. Mereka bertugas mengangkat citra positif Wali Koto Solo ini secara serempak di media sosial, seperti YouTube, Twitter, Facebook, Kaskus, Tumblr, Blog, dll. “Kami akan tambah jumlahnya sampai 10 ribu orang mendekati 20 September,” kata Kartika Djoemadi pada TEMPO.CO, Jakarta 8 September 2012.

Mereka juga ditugaskan untuk meredam isu negatif soal Jokowi. Caranya sudah digariskan dari tim sukses Jokowi. “Kami tidak akan melawan batu dengan batu. Tidak ada isu negatif yang dilawan dengan negatif,” kata Kartika. “Kami akan pakai cara yang bisa menarik simpati netizens,” katanya. Padahal faktanya puluhan ribu akun akan membully pengkritik Jokowi Ahok.

Hati-hati, akun sosial media, atau website berita Pencerahan, antikorupsi dan kemunafikan Jokowi siap-siap di bully!

Allah berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].

Dalam ayat ini, Allah melarang hamba-hambanya yang beriman berjalan mengikut desas-desus. Allah menyuruh kaum mukminin memastikan kebenaran berita yang sampai kepada mereka. Tidak semua berita yang dicuplikkan itu benar, dan juga tidak semua berita yang terucapkan itu sesuai dengan fakta. Ingatlah, musuh-musuh kalian senantiasa mencari kesempatan untuk menguasai kalian. Maka wajib atas kalian untuk selalu waspada, hingga kalian bisa mengetahui orang yang hendak menebarkan berita yang tidak benar.

Allah berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti”

Maksudnya, janganlah kalian menerima (begitu saja) berita dari orang fasik, sampai kalian mengadakan pemeriksaan, penelitian dan mendapatkan bukti kebenaran berita itu.

(Dalam ayat ini) Allah memberitahukan, bahwa orang-orang fasik itu pada dasarnya (jika berbicara) dia dusta, akan tetapi kadang ia juga benar. Karenanya, berita yang disampaikan tidak boleh diterima dan juga tidak ditolak begitu saja, kecuali setelah diteliti. Jika benar sesuai dengan bukti, maka diterima dan jika tidak, maka ditolak.

Umat Islam keep ukhuwah & waspada, periksa kembali apabila orang fasik dan munafik berbicara akan satu hal, langsung cek ricek ribuan kali! SalamCyberJihad!(abubakr/voa-islam.com)

Promosikan produk anda voa-islam.com hanya Rp 20.000/hari atau Rp 500.000/bulan

Share this post..

Source: http://www.voa-islam.com/counter/intelligent/2013/11/12/27558/mafiawar6-kartika-jasmev-kendalikan-opini-dusta-promafiacina/

0 42

Senin, 11/11/2013 13:10:02 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 70

KH A Hasyim Muzadi.

KH. A. Hasyim Muzadi
Rais Syuriah PBNU, Pengasuh Ponpes Al Hikam

Penempatan Lurah non-Muslim Susan Jasmine Zulkifli di Lenteng Agung menuai protes warga yang mayoritas Muslim. Wagub DKI Ahok Tjahaja Purnama ngotot mempertahankan Lurah Susan. Wargapun mendemo Lurah Susan beberapa kali. Terjadi keresahan warga, sampai Mendagri pun ikut berkomentar.

Berikut wawancara tim Suara Islam di antaranya KH Muhammad Al-Khaththath, Aru Syeif Assad dan Nadeem dengan mantan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi di Pesantren Al-Hikam, Susukan, Depok, beberapa waktu lalu.

Sekarang ini kita melihat di masyarakat sedang terjadi euforia ‘demam Jokowi’. Yang kami khawatirkan itu, masyarakat mengalami kesalahan dua kali setelah sebelumnya euforia ini terjadi kepada pak SBY. Gimana menurut pak Kyai ?

Begini mas, dari yang saya omongkan tadi itu sebenarnya muncul pertanyaan; “Pemimpin yang model apa yang kita perlukan?”, jawabannya adalah pemimpin yang bisa menjadi pejuang ekonomi dan pejuang hukum.

Pertama, bukan sekedar orang kaya, juga bukan sekedar dijadikan oleh orang kaya. Yang kedua, dia mampu memperbaiki hukum. Inilah orang yang ideal menjadi presiden kita yang akan datang. Nah, sedangkan Jokowi ini fenomenal.

Fenomenalnya itu adalah orang yang belum tentu memenuhi rasionalitas yang kita inginkan, tapi orang seneng. Orang seneng kepada Jokowi itu dari dua faktor. Yang pertama, dia memang orang yang tidak suka menyakiti orang. Sementara pemimpin yang lain itu kan tabrakan terus. Dari segi itu, secara sosiologi, masyarakat ini lelah dengan pemimpin yang garang, pemimpin yang berkelahi, pemimpin yang palsu, pemimpin yang banyak omong, itu jenuh rakyat ini. Nah, Jokowi ini mampu mengisi kejenuhan orang. Secara pribadi juga dia tidak mau ribut dengan orang lain. Misalnya, ketika dia disebut begini-begitu, disamakan dengan mantan presiden Filipina Joseph Estrada yang jadi presiden hanya karena modal popularitas belaka, dia diam saja tidak membalas atau bereaksi terhadap apa yang disampaikan oleh pak Amin Rais tersebut. Antara tarik menarik bu Mega dengan Prabowo, dia juga tidak ngomong apa-apa. Ini yang saya maksud bahwa dia itu fenomenal.

Yang kedua, Jokowi didukung oleh kekuatan besar, dalam hal ini media. Jadi media itu selalu menyorot tentang Jokowi ini hal-hal baiknya saja, apalagi menyerang Jokowi. Istilahnya biar kata Jokowi sedang tidur, media akan memberitakan bahwa dia ini sedang dzikir.

Janganlah lupa bahwa media ini kekuatannya sangat besar. Selain telah menjadi industri, dan juga tidak lagi menjadi corong kekuasaan. Industri bagi orang-orang yang memang punya duit di media itu. Nah, mereka menggunakan media untuk politik mereka sendiri. Kepentingan-kepentingan mereka itu akan gampang kalau yang menjadi pemimpin itu orang seperti Jokowi.

Seperti pak Kyai sampaikan tadi, bahwa kita itu harus mencari cara yang terpendek dan terefektif. Seperti apa kira-kira cara itu?

Ya kita harus mengenali titik-titik pokok di dalam persoalan itu ada dimana. Seperti misalnya masalah lurah Susan ini ya, ini sebenarnya masalahnya ada dimana? Di si Susan? Apa di Ahok? Apa nanti masalah itu ada di Jokowi? Nah, kita harus nemuin siapa, disamping membangun opini warga misalnya salah satunya dengan mengadakan demontrasi. Tetapi titik-titik yang mengambil keputusan untuk masalah ini kan tetap harus kita hubungi.

Kalau kita hanya berdemo tanpa harus menemui titik-titik yang saya sebut tadi, ya kita hanya akan rekoso(bersusah payah) di luar pagar, walaupun hal itu juga perlu dilakukan agar supaya yang ada di dalam pagar itu merasa gelisah, tetapi tetep akan sulit jika tidak masuk menemui titiknya. Ketika kita menemui titik-titik tersebut, kita harus sudah mempersiapkan diri, argumentasi kita harus kuat, kalau perlu disertai dengan data-data. Jangan sampai tanpa persiapan, kita masuk, menemui, ngomong, kemudian di jawab oleh dia, patah sudah tidak bisa berargumen. Sehingga akhirnya tidak ada mujadalah billati hiya ahsan.

Dengan sistem yang berlaku sekarang ini, kita umat Islam ini malah di adu domba terus. Gimana ini pak Kyai?

Ya kan asal kita ini gak mau, tidak mungkin jadi domba kita. Mereka mengadu domba kita itu sudah sunatullah. Kalau kita menginginkan mereka untuk tidak mengadu domba kita itu tidak bisa. Masalahnya kita nya sendiri ini mau gak jadi domba

Kalau saya gambarkan, kita ini sedang Perang Ahzab. Dalam Perang Ahzab itu yang penting koordinasi dikalangan umat Islam sendiri. Nah, sekarang ini kan tidak. Masing-masing masih lari sendiri-sendiri, kecil-kecil, kemudian dipatahkan pada setiap sudutnya.

Maksud saya, kita ini umat Islam musti sering kumpul-kumpul, berkoordinasi, tidak usah jadi satu, tetapi memiliki satu tujuan. Kalau jadi satu itu nanti tambah ribet. Masing-masing bergerak pada bentuk perjuangannya masing-masing, tapi menyatu dengan yang lain, bersinergi. Masing-masing kelompok Islam atau ormas Islam ini harus bagaimana, harus bergerak dimana, karena setiap ormas Islam ini tidak bisa bergerak dalam semua posisi, atau mengambil semua posisi itu kan gak bisa, nanti rasa ta’awun nya bagaimana. Masing-masing ada posisinya, dan masing-masing bergerak dalam posisinya. Dan yang paling penting adalah bersilaturahim, antara yang satu dengan yang lainnya.

Satu lagi, saya melihat dari ormas Islam ke partai politik ini kan terputus. Karena sebenarnya kan yang berkewajiban membawa Islam di negara kan partai. Tapi sekarang ormas Islam yang memiliki aspirasi ini justru putus dengan partai yang menempati kedudukan. Sehingga partai yang stempelnya partai Islam tetapi qauliyahnya kan tidak berbeda dengan partai sekuler dan partai yang lain. Terus nanti siapa yang akan mengingatkan. Kalau saja potensi Islam di parlemen itu berkualitas dan mereka saling dukung-mendukung ya kemungkinan tidak terjadi seperti sekarang ini.

Dalam Perang Ahzab, setahu saya kita memulai nya dari konsulidasi kita ke dalam diri kita dulu. Tidak dimulai dari marah-marah kita kepada orang lain atau kepada semua orang. Maksud saya, kita harus saling bersilaturahmi, saling berkoordinasi, yang Mujahidin, yang FPI, yang Muhammadiyah, yang NU yang masih waras, yang MIUMI, dan yang lain itu kan bisa saling bertemu, ngobrol, nanti masing-masing mengeluarkan pendapatnya biar yang lain denger. Meskipun mungkin tidak bisa dijadikan satu jalannya tapi disatukan nawaitu-nya. Karena udkhullu min abwabi mutafarriqon.

Setelah ada kesadaran, tidak saling menyalahkan dan mencemooh masing-masing, baru kita inventarisir, kemudia kita saling bergerak, bersinergi, menyatukan kekuatan, insyaAllah kita tidak akan seperti sekarang ini lagi.? [HABIS]

Baca Juga

  • Brigade Al Qassam Siap Perang Besar Hadapi Israel
  • FPI Tangsel Tuntut Perda Anti Miras
  • Siapakah Hamdan Zoelva ?
  • Siapakah yang Mendustakan Agama?
  • Lima Tanda Seseorang Mendapatkan Haji Mabrur

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8966

0 53

Senin, 11/11/2013 06:40:06 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 90

KH A Hasyim Muzadi.

KH. A. Hasyim Muzadi
Rais Syuriah PBNU, Pengasuh Ponpes Al Hikam

Penempatan Lurah non-Muslim Susan Jasmine Zulkifli di Lenteng Agung menuai protes warga yang mayoritas Muslim. Wagub DKI Ahok Tjahaja Purnama ngotot mempertahankan Lurah Susan. Wargapun mendemo Lurah Susan beberapa kali. Terjadi keresahan warga, sampai Mendagri pun ikut berkomentar.

Berikut wawancara tim Suara Islam di antaranya KH Muhammad Al-Khaththath, Aru Syeif Assad dan Nadeem dengan mantan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi di Pesantren Al-Hikam, Susukan, Depok, beberapa waktu lalu.


Isu yang mereka jual adalah HAM, kira-kira begitu pak Kyai?

Itu kan kendaraan besarnya. Jadi kendaraan besarnya itu sekarang ini HAM sama satu lagi yaitu media. Mereka menggunakan HAM sesuai dengan kemauannya, bukan sesuai dengan aturan Hak Asasi Manusia menurut Pancasila. Kekuatan ini belum punya. Yang punya itu yang HAM yang kemauan LSM liberal plus titipan dari Barat, yang suka saya sindir sebagai Hamburger itu.

Jadi HAM yang sekarang dipakai orang-orang itu nuansanya bukan hukum, tapi kekuatan politik. Karena secara hukum pun itu sebenarnya tidak boleh HAM melanggar Pancasila. Itu kan ngawur namanya. Karena HAM minta komunisme dihidupkan kembali. Padahal di TAP MPR kan masih tidak boleh komunisme di Indonesia. Tetapi mereka mengambil celah dari kelemahan dari setiap hukum itu dengan melakukan gerakan-gerakan politik.

Dengan dalih HAM, sekarang ini kita lihat apa yang terjadi di negeri ini justru adanya pemaksaan oleh kaum minoritas terhadap kaum mayoritas, serta tuduhan kepada Islam sebagai kelompok intoleran. Bagaimana menyikapi hal ini pak Kyai?

Saya pernah membantah komisi PBB yang ada di Swiss yang mengatakan bahwa di Indonesia telah terjadi intoleransi agama dan intoleransi budaya. Saya membantah, karena begini, kita harus membedakan antara intoleransi dengan kasus intoleransi.

Kalau intoleransi itu bersifat sistemik. Yaitu aturan maupun perilaku itu sendiri memang yang tidak toleran kepada orang lain. Nah, untuk bangsa Indonesia dari dulu berabad-abad kita toleran. Ini rebut kan selama 10 (?) terakhir ini. Ini artinya bahwa kepribadian Indonesia dan seluruh aturan perundangannya telah menjamin toleransi. Bahwa kemudian ada kasus, ya kita lihat dulu, kasus ini disebabkan oleh letupan-letupan kasuistik atau bermula dari budaya bangsa. Setelah kita lihat ternyata dari semua kasus-kasus intoleransi ini berbeda-beda dan sendiri-sendiri, tidak ada hubungannya antara yang satu dengan yang lainnya. Jadi ini tidak bisa disebut sebagai kejadian yang disebabkan oleh sesuatu yang bersifat sistemik dan kemudian menyebut bahwa Indonesia adalah negara yang intoleransi.

Justru intoleransi itu terjadi di negara-negara barat. Disana, yang kita tau mayoritas beragama Kristen baik yang Katholik Anglikan, Katholik Roma, maupun Kristen yang Protestan, namun justru perundangan-undangan yang mereka gunakan sangat bertentetangan dengan ajaran agama mereka. Misalnya, diperbolehkannya perkawinan sejenis, laki menikah dengan laki, perempuan menikah dengan perempuan. Padahal tidak satu agama pun yang memperbolehkan hal itu terjadi, termasuk agama mereka sendiri. Nah, artinya itulah intoleransi negara terhadap agama. Yang saya sebut sebagai sesuatu yang bersifat sistemik.

Sedangkan, kalau kasus bentrokan yang terjadi di Indonesia yang katanya disebabkan oleh perbuatan intoleransi, ya mustinya kita lihat dulu ada apa disana? Kenapa kasus-kasus tersebut bisa terjadi? gimana kronologinya? kenapa bisa sampai terjadi bentrok? Wong seharusnya tidak sampai terjadi bentrokan. Nah, ini yang saya sampaikan ketika ada siding HAM PBB di Jenewa, Swiss yang menuduh bahwa Indonesia adalah negara yang intoleran.

Kasus-kasus yang selama ini terjadi di Indonesia yang melibatkan orang Islam dengan orang-orang Kristen maupun orang-orang non muslim lainnya itu bukan hanya karena disebabkan oleh agama saja. Ada kasus bentrok budaya, ada bentrok keadilan, ada bentrok tanah, baik masalah tanah adat maupun tanah warisan, ada soal politik, ada soal pilkada, namun kenapa semua kasus-kasus yang terjadi ini cuma dibilang sebagai kasus intoleransi.

Nah, artinya di Indonesia ini secara sistem belum kondusif untuk menangkal munculnya konflik-konflik sejak awal. misalnya begini, polisi seharusnya melakukan antisipasi sebelum sebuah konflik terjadi, namun secara hukum menurut undang-undang mengatakan bahwa polisi itu tidak bisa menangkap tanpa adanya bukti, sehingga polisi harus menunggu bukti ada baru ditindak. Ini yang menyebabkan polisi ini tidak bisa bertindak dan menangani kemungkinan akan munculnya sebuah perkara atau konflik sejak dini, atau melakukan tindakan ketika gejala konflik itu mulai timbul.

Sebenarnya gejala dini bisa dideteksi dan bisa ditangani dengan melakukan koordinasi antara polisi dengan ulama, namun hal tersebut tidak dilakukan. Jadi secara sistemik kita mengetahui bahwa adanya kelemahan aturan perundang-undangan kita yang tidak bisa mendeteksi munculnya konflik-konflik maupun kasus-kasus tersebut secara dini. Sedangkan, ketika negara mau membentuk badan koordinasi maupun intelenjen untuk mengantisipasi hal-hal tersebut malah dibikin ribut bahwa itu bertentangan dengan HAM dan lain sebagainya.

Selain itu juga karena faktor leadership di Indonesia yang tidak memiliki ketegasan untuk menghadapi hal-hal seperti itu. setiap konflik yang muncul, setiap ada bentrokan yang terjadi, setiap ada pertentangan yang mencuat itu tidak pernah selesai, tidak pernah diberesin sampai beres oleh pemimpin-pemimpin Negara kita. Jangankan anda bersama warga Lenteng Agung yang ribut sama lurah, wong yang TNI tembak-tembakan sama Polri aja dianggap tidak ada apa-apa. Ini adalah sebuah kelemahan leadership. Nah dari kelemahan leadership inilah kemudian merebak konflik-konflik itu. Dan konflik-konflik tersebut tidak bisa disebut sebagai konflik agama saja, ini konflik multi dimensi

Banyak konflik-konflik yang terjadi di Indonesia ini yang oleh beberapa kelompok, atau fihak-fihak, atau juga LSM-LSM dijadikan sebagai komoditas pelaporan kepada luar negeri sebagai bagian kerja mereka ikut asing. Misalnya, adanya bentrok kelompok Sunni – Syiah di Sampang. Kebetulan saya sendiri datang kesana untuk melihat langsung seperti apa sebenarnya yang terjadi disana, dan memberikan nasehat kepada mereka yang sedang berkonflik ini agar kasus ini tidak terus membesar dan cepat segera terselesaikan.

Sedangkan kalau kalau mereka kan tidak, kasus tersebut sengaja dibesarkan, di blow up, kemudian diberitakan bahwa ini kasus intoleransi, Indonesia itu rusak, kemudian dilaporkan ke luar negeri, supaya luar negeri menekan Indonesia. Namun kita tidak bisa mengatakan semua kelompok-kelompok atau LSM-LSM semuanya seperti itu. Ya ada beberapa kelompok atau LSM yang memang bekerja untuk asing

Jangan-jangan justru kelompok-kelompok atau LSM-LSM ini yang sengaja membuat dan mendesain konflik-konflik tersebut?

Ya ada kemungkinannya. Karena di Indonesia ini orang yang bisnis bencana ini juga ada. Dia mendapatkan keuntungan dari konflik. Baik itu keuntungan politik, maupun keuntungan ekonomi, karena temanya tetep duit. Inilah yang saya katakana tadi, bahwa bukan Indonesia dan umat Islam yang tidak toleran. Itu satu hal ya, yang lainnya bahwa sebenarnya setiap agama itu sudah mengadung toleransi, menurut agamanya sendiri-sendiri. Terutama agama Islam yang untuk urusan akidah dan syariah, ya sudahlah jangan dicampur-campur dengan urusan lain, lakum diinukum waliyadiin.

Tapi untuk urusan sosial, misalnya pembangunan, atau industri, kan kita tidak akan menanyakan apakah KTP dia Islam atau bukan, dan itu dicontohkan oleh Rasulullah Saw. sendiri di dalam Mitsakul Madinah (Piagam Madinah, red). Jadi hak-hak sipil itu disamakan antara orang Islam dengan orang beragama lain, tapi haknya dia kepada agama dan Allah Swt. ini harus dibedakan. Maka kemudian ada kafir dzimmiy dan kafir harbiy. Nah, kalau pada kafir harbiy kita harus membalas, namun kepada dzimmiy nya kita harus mengembalikan kepada hak-haknya. [BERSAMBUNG]

Baca Juga

  • Jabat Ketua MK, Ini Doa yang Dipanjatkan Hamdhan Zoelva
  • Lima Tanda Seseorang Mendapatkan Haji Mabrur
  • Hukuman Rajam dan Potong Tangan akan Diberlakukan di Brunei Darussalam

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8961

0 104

Sabtu, 09/11/2013 17:34:20 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 54

Jaya Suprana (ist)

Bos Jamu Jago ini dua kali mendatangi Habib Rizieq untuk mencari tahu tentang FPI yang sesungguhnya.

Jaya Suprana bukanlah nama asing di negeri ini. Berbagai predikat tersemat pada dirinya. Pengusaha, presenter, penulis, kartunis, bahkan pencipta lagu. Meski keturunan Tionghoa, Jaya Suprana besar dalam budaya Jawa. Jaya juga dikenal melalui Museum MURI yang ia dirikan.

Anehnya, meski hingga sekarang bos Jamu Jago ini masih beragama Kristen tapi dia mengaku belajar Alquran. Jaya mengaku, gurunya belajar Islam adalah Gus Dur dan Nurcholis Madjid, dua tokoh Islam yang selama ini dikenal sebagai penggagas dan pelopor gerakan sekulerisme di Indonesia. Karena Gus Dur dan Cak Nur telah meninggal, Jaya mengaku akan berguru kepada Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.

“Alquran saya pelajari sendiri, guru saya Gus Dur dan Nurkholis Madjid. Tapi keduanya sudah meninggal. Saat ini saya berharap Habib Rizieq jadi pengganti guru saya,” kata pria kelahiran Denpasar, 27 Januari 1949 lalu itu di Markaz Syariah, Petamburan, Jakarta Pusat, Ahad (3/11/2013).

Jaya mengaku kagum dengan sosok Habib Rizieq. Karena itulah dia datang ke tempat Habib. Kedatangannya ke markaz FPI, kata Jaya, untuk mencari jawaban atas penasarannya, apa benar ada suatu organisisasi yang begitu jahatnya seperti yang selama ini diberitakan?.

“Saya temui langsung Habib Rizieq untuk memastikan apa benar itu semua kata media. Sebelum bertemu kesannya angker luar biasa. Saya tidak membayangkan sebelumnya ternyata Habib Rizieq sama sekali tidak menakutkan. Beliau orang yang santun dan cerdas luar biasa, masya Allah”, lanjutnya.

Pembawa acara talkshow “Jaya Suprana Show” di TVRI ini menceritakan pengalamannya berdialog dengan mantan Presiden Abdurrahman Wahid membicarakan tentang FPI.

“Menurut Gus Dur, Habib Rizieq tidak mau diwawancarai karena beritanya selalu dipelintir, berita FPI hukumnya wajib harus jelek. Karena itulah saya mau ketemu makhluk ini (FPI) untuk memastikan apa benar itu semua,” cerita pencetus “kelirumologi” ini.

“Saya punya acara televisi mudah-mudahan Habib Rizieq mau mengisi acara tersebut dan menjelaskan segalanya tentang FPI,” katanya lagi.

Untuk FPI, di hadapan jamaah yang mengikuti ta’lim di Petamburan, Jaya berpesan supaya meneruskan perjuangannya. “Teruskan perjuangan Anda, jika tidak ada FPI pelan-pelan maksiat akan menguasai negeri ini. Terima kasih, hidup FPI,” pungkasnya.

Lain Jaya, Lain Liberal

Bila Jaya yang nota bene bukan seorang Muslim dan bahkan keturunan Tionghoa mampu bersikap objektif terhadap FPI, lain lagi ceritanya dengan sebagian Muslim yang kerasukan paham Liberal ini. Taruhlah Wasekjen Partai Golkar Nurul Arifin dan Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari. Meski beda partai, kedua perempuan ini memendam permusuhan yang sangat terhadap FPI.

Buktinya, saat Mendagri Gamawan Fauzi mengimbau supaya para kepala daerah melakukan kerjasama dengan ormas termasuk FPI, dua orang inilah yang bersuara lantang melakukan penentangan.

Nurul Arifin adalah orang yang pertama mengecam pernyataan Gamawan itu. “Kenapa harus FPI, apa enggak ada yang lain untuk mengawasi? Saya akan pertanyakan lebih lanjut pada Mendagri. Emang enggak ada yang lain, yang kredibilitasnya lebih baik dari FPI,” kata Nurul, di Kompleks Gedung DPR/DPD/MPR, Jakarta, Kamis (24/10/2013), seperti dikutip Kompas.com.

Nurul adalah istri dari Mayong Suryalaksana, seorang Katolik. Diketahui Nurul juga membantu LSM liberal Freedom Institute.

Senada dengan Nurul, Eva Kusuma Sundari mengatakan Mendagri melalui pernyataannya telah melakukan disorientasi, bahkan membahayakan penegakan hukum di daerah.

“Mendagri disorientasi, membahayakan penegakan hukum di daerah dan pelaksanaan prinsip konstitusionalisme,” kata Eva di Jakarta, Jumat (25/10/2013), seperti dikutip Tribunnews.com.

Bahkan, dengan ngawurnya Eva mengatakan bahwa FPI adalah ormas yang tidak memiliki badan hukum. Anggota FPI, kata dia, juga dikenal sebagai pelanggar hukum, pengusung khilafah dan pro kekerasan. Sehingga Eva menilai ormas itu tidak patut diberikan disposisi kepada pemda-pemda. Kata Eva, kenapa Gamawan tidak sekalian saja menyarankan kepala daerah bekerjasama dengan gang motor.

Sama seperti Nurul, Eva juga seorang Liberal. Suaminya, seorang Duta Besar Timor Leste untuk Malaysia bernama Jose Antonio Amorim Dias, juga beragama Katolik. Eva juga pernah bekerja di lembaga milik Amerika Serikat, The Asia Foundation, yang selama ini menggelontorkan dana ke LSM-LSM lokal untuk proyek-proyek liberalisasi di Indonesia.

Tak Ada yang Salah

Berbeda denga Nurul dan Eva, Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI M Arwani Thomafi menyatakan tidak ada yang salah dari imbauan dan surat edaran Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kepada pemerintah daerah untuk menggandeng dan bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk Front Pembela Islam (FPI), guna meningkatkan pembangunan.

“Pemerintah mengajak semua pihak untuk kerja sama dalam pembangunan, yang salah mana? Membangun daerah itu harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk FPI. Mari bersama-sama memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan daerah,” ujar Arwani.

Menanggapi ocehan Nurul, tokoh FPI Munarman mengatakan omongan politisi Golkar itu tak layak didengar. “Nurul Arifin dari Partai Golkar. Ada kader dari Partai Golkar yang korupsi soal pengadaan Alquran. Jadi, ngapain dengar omongan dari orang yang organisasinya banyak terlibat korupsi. Ngurus anggotanya saja tidak becus,” kritik Munarman.

Munarman mengatakan partai Nurul yang banyak dihuni para koruptor lebih tidak layak lagi dilibatkan dalam urusan kemasyarakatan. “Kalau logika Nurul Arifin digunakan, maka partainya nggak berhak untuk dilibatkan dalam urusan sosial, politik, kemasyarakatan. Orang kredibilitasnya dikenal sebagai partai korup kok,” katanya.

[shodiq ramadhan]

Baca Juga

  • Setelah Bertemu Langsung, Jaya Suprana Kagum dengan FPI
  • Rhoma Irama : Duet dengan JK, Mengapa Tidak?
  • Merasa Dirusak Citranya, Ahok Ancam TVOne

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8954

0 60

Sabtu, 09/11/2013 17:27:01 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 88

KH A Hasyim Muzadi (tengah) bersama Sekjen FUI KH M Al Khaththath dan Pemred SI HM Aru Syeif Assadullah.

KH. A. Hasyim Muzadi
Rais Syuriah PBNU, Pengasuh Ponpes Al Hikam

Penempatan Lurah non-Muslim Susan Jasmine Zulkifli di Lenteng Agung menuai protes warga yang mayoritas Muslim. Wagub DKI Ahok Tjahaja Purnama ngotot mempertahankan Lurah Susan. Wargapun mendemo Lurah Susan beberapa kali. Terjadi keresahan warga, sampai Mendagri pun ikut berkomentar.

Berikut wawancara tim Suara Islam di antaranya KH Muhammad Al-Khaththath, Aru Syeif Assad dan Nadeem dengan mantan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi di Pesantren Al-Hikam, Susukan, Depok, beberapa waktu lalu.

Masyarakat Lenteng Agung adalah masyarakat yang relijius, tapi kenapa kok sekarang di sana di tempatkan Lurah perempuan Kristen pula?

Ya itu sebaiknya dikonsultasikan kepada gubernur, karena beliau yang punya otoritas. Biar tepat sasaran, dan tenaga kita untuk mengurusi hal ini tidak terbuang-buang. Dan yang kedua, agar apa yang kita lakukan ini tidak dimanfaatkan oleh pihak lain yang memiliki kepentingan baik itu politik maupun kepentingan-kepentingan yang lain, yang akan mendapatkan keuntungan jika terjadi konflik-konflik di masyarakat, terutama konflik agama, yang nantinya akan mereka laporkan kepada pihak-pihak asing yang memperkerjakan mereka.

Belakangan masyarakat tahu, ternyata Susan Jasmine Zulkiflie ini ternyata dulunya adalah tim sukses dari pasangan Jokowi – Ahok dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta. Namun oleh pers dan media hal ini malah dikabarkan sebagai intoleransi masyarakat Lenteng Agung yang muslim terhadap Lurah Susan. Menurut pak Kyai sebaiknya gimana ini?

Yang seperti itu memang gaya mereka. Mereka selalu menempatkan umat Islam dalam posisi yang disalahkan dan dikalahkan. Dan itu tidak berdiri sendiri, ada kekuatan global di belakang mereka.

Setelah kasus Lurah Lenteng Agung yang tak kunjung ditanggapi, banyak pihak yang mensinyalir bahwa kebijakan Lelang Jabatan ini justru malah dimanfaatkan oleh wakil gubernur untuk mengembangkan orang-orang dia dan golongannya?

Sudah saya sampaikan di awal tadi, bahwa kita ini harus melalui jalur yang dekat dan lebih cepat. Tapi reaksi-reaksi tetep boleh, tapi terukur. Karena kalau kita tidak terukur maka kelebihannya itu akan dipakai oleh orang lain. Dipakainya ini bukan untuk menyelesaikan masalah, namun hanya meramaikan saja, dan mencari kemungkinan juga, bisa gak dia mengambil manfaat dan keuntungan dari kasus itu. Jadi kepentingannya pun menjadi lain lagi. Nah, ini yang saya sebut dengan bisnis bencana. Hal-hal seperti itu tuh ada. Dan kelompok-kelompok serta LSM-LSM yang khusus berkerja dan mengurusi hal-hal seperti itu ada. Memanfaatkan konflik, terus nanti diolah. Setelah diolah, mungkin dia akan lakukan sendiri result nya atau mungkin dia kirim ke luar negeri sebagai bahan untuk menjelekkan Indonesia, dan memperbanyak bantuan dari luar negeri kepada mereka. Dan itu bisa kemana saja dan ke siapa saja yang mau memanfaatkan.

Nah, kenapa sampai bisa marak terjadi? Apakah ada semacam grand design seperti yang dilakukan di Singapura terhadap Indonesia pada saat ini?

Ya mereka merasa tidak cukup hanya bergerak di bidang perekonomian saja, mereka juga butuh untuk bergerak dibidang politik juga. Ya semua nya itu juga tergantung sama orang kita juga. Kalau orang kita tidak memilih mereka, ya mereka tidak akan sampai menjadi pemimpin. Kan masalah cumin disitu. Nah, masalahnya masyarakat kita ini selama bertahun-tahun telah diajari money politics, jadi ketika ada pemilihan lagi atau pilkada seperti itu, ya mereka akan mencari calon yang duitnya banyak. Sedangkan orang-orang China ini mereka menguasai ekonomi, jadi bagi mereka duit itu bukan masalah. Nah, masyarakat kita ketika memilih kan orientasinya duit bukan ideologi. [BERSAMBUNG]

Baca Juga

  • Sambut Tahun Baru 1435 Hijriyah, Muslim Papua Gelar Istighasah
  • Teladan Masyumi Melawan Korupsi

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8953

0 99

Jakarta (voa-islam.com) Benar-benar menampakkan “Wajah Kelam Demokrasi Jelang 2014″. Demokrasi merusak, menghancurkan, dan membinasakan bangsa Indonesia. Adanya kebebasan atau liberalisasi di semua sektor kehidupan, bukan membuat bangsa menjadi lebih berkarakter, dan berlomba-lomba dalam kebaikan, tetapi mereka berlomba-lomba menuju kepada kesesatan dan kehancuan, secara total.

Proses kebebasan atau liberalisasi bangsa Indonesia, melebihi proses kebebasan yang yang pernah terjadi dikalangan masyarakat Barat. Kebebasan dan liberalisasi di semua sektor kehidupan bangsa Indonesia, sudah sangat menyentuh sendi-sendi dasar kehidupan bangsa Indonesia. Tetapi, semua itu, hanyalah menuju kepada tujuan yang sifatnya destruktif.

Sekarang partai mana yang tidak terlibat dalam korupsi dan tindak pencucian uang? Tidak ada satupun partia politik ;di Indonesia yang bersih dari korupsi. Tidak ada satupun pemimpin partai yang tidak bersentuhan denhan korupsi atau pencucian uang langsung atau tidak langsung.

Mulai partai yang lahir di era Reformasi, seperti Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PKS, atau PBB, dan adakah partai ini bersih dari kejahatan korupsi dan tindak pencucian uang? Tidak ada satupun mereka yang terbebas dari korupsi. Semua mereka menikmati korupsi dengan penuh kesadaran.

Tentu, paling membuat rakyat masygul, adalah terhadap Partai Demokrat, karena pernah yang pernah pemimpin mengatakan, “tidak” kepada korupsi, justru, seluruh pemimpin teringgtinya terlibat kasus korupsi dalam skala yang sangat besar. Ini semua tak terlepas dari peran dari Ketua Umum Partai Demokrat, SBY, dan SBY gagal menghancurkan korupsi dan pencucian uang dalam skala luas.

Tentu, jika SBbY memiliki kesadaran yang mendalam terhadap kondisi nasional sekarang ini, justru SBY sudah meminta berhenti sebagai presiden, karena gagal melaksanakan kewajiban konstitusionalnya sebagai presdien.

Partai Demokrat di bawah kepemimpinan SBY memiliki stigma yang sangat negatif. Kasus pembangunan sarana olahraga di Hambalang Bogor dan kasus pembangunan Wisma Atlet di Palembang, dan kasus-kasus lainnya, seperti diungkapkan oleh Bendahara Umum Partai Demokrat, Mohamad Nazaruddin, sejatinya sudah membuat Partai Demokrat, tidak layak lagi, tetap hiidup dan menjadi partai politik yang memiliki tanggung jawab moral kepada bangsa dan negara.

Kasus ini melibatkan mantan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum (tersangka dan belum ditahan). Mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng yang juga mantan anggota Dewan Pembina PD (tersangka dan ditahan). Mantan Bendahara PD M Nazaruddin (divonis 7 tahun) dan mantan Wasekjen PD, Angelina Sondakh (divonis 4 tahun).

Kemudian, di tubuh Partai Golkar, stigma partai sebagai partai korup ditandai dengan kasus pengadaan kitab suci Al Quran di Kementrian Agama. Kasus ini melibatkan kader partai Golkar, Zulkarnaen Djabar. Anggota DPR Partai Golkar daerah pemilihan Jabar V ini divonis 15 tahun penjara. Putranya Dendy yang juga kader Partai Golkar juga divonis 15 tahun penjar.

Stigma korup di tubuh partai ini juga terjadi saat kasus tertangkap tangannya M Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi dalam kasus suap Pilkada Bupati Lebak. Akil sebelum menjadi Ketua MK adalah kader partai Golkar dan pernah tiga periode menjadi anggota DPR. Kasus suap dalam sengketa Pilkada Bupati Lebak ini juga melibatkan Tubagus Chaeri Wardana (Wawan). Wawan adalah adik Gubernur Banten, Ratu Atut Choisyah. KPK menduga, Ratu Atut Choisyah ikut ambil bagian dalam proses terjadi suap kepada M Akil Mochtar.

Selain Gubernur Banten, Ratu Atut adalah tokoh perempuan Partai Golkar. Masih dalam kaitan kasus ini, Partai Golkar juga distigmakan sebagai partai korup, karena Chairun Nisa, tokoh wanita Patai Golkar Kalimantan Tengah ini adalah juga anggota DPR Partai Golkar. Chairun Nisa diduga ikut terlibat dalam kasus suap sengketa Pilkada Bupati Gunung Mas, Kalteng.

Stigma korup juga dicap kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). KPK menyatakan 15 kader partai ini terlibat dalam kasus korupsi pemilihan Deputy Gubernur Bank Indonesia (BI) di antaranya Panda Nababan, Dudhi Makmun Murod, Agus Chondro dan Willem Tutuarima. Stigma PDIP sebagai partai korup juga berkembang di daerah-daerah setelah sejumlah kadernya yang menjabat sebagai bupati/walkota hingga gubernur dicokok KPK, karena terlibat kasus korupsi.

Menurut Litbang PDIP, Kwik Kian Gie, menyatakan yang dipimpin Mega, partai yang paling korup. Partai yang mengaku partainya “wong” cilik, tetapi tokoh dan anggota parlemen yang paling tamak, dan bahkan, Megawati memberikan pengampunan kepada konglomerat hitam (Cina) pengemplang BLBI Rp 650 triliun.

Berdampak Negatif

Stigma yang melekat pada partai politik korup diyakini akan berdampak pada partai politik tersebut. Sejumlah survei dan jajak pendapat yang dilakukan lembaga survei antara lain menggambarkan dampak tersebut. Pemberitaan yang gencar terhadap kasus korupsi yang melanda kader Partai Demokrat membuat tingkat elektabilitas partai ini menurun drastis.

Survei yang dilakukan Lembaga Klimatologi Politik (LKP) pada 2 September 2013 merilis jika pemilu dilakukan saat itu, maka perolehan suara Partai Demokrat hanya sekitar 8,9 persen. Padahal pada pemilu legislatif 2009, Partai Demokrat adalah pemenang, dengan perolehan suara 21.703.137 suara atau 20,85 persen.

Riset yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN) mengungkap, Partai Demokrat dan PKS harus bekerja lebih keras untuk meraih simpati masyarakat. Dalam survei yang dilakukan pada Juli lalu, Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis peringkat perolehan suara jika pemilu legislatif dilakukan saat itu.

Kedua partai itu menempati urutan paling buncit dalam deretan partai peserta Pemilu 2014 yang dianggap masyarakat bersih. Sesuai dengan hasil survei lembaga tersebut, Demokrat dan PKS sama-sama hanya dipercaya 0,6 persen publik bahwa mereka masih merupakan partai bersih.

Sementara survei terhadap Partai Golkar dan PDI Perjuangan, cenderung stagnan. Penyebabnya adalah kemampuan partai tersebut mengelola stigma partai korup yang muncul di masyarakat. Kasus yang menimpa kader Partai Golkar dalam kasus pengadaan kitab suci Al Quran di Kementerian Agama tdak menjadi melebar dan berkepanjangan.

Pemberitaan persidangan kasus ini berhasil ‘dikelola’ dengan baik dan tidak melebar dan berkepanjangan. Sempat kasus ini membawa-bawa nama politisi Partai Golkar lain seperti Priyo Budi Santoso, namun upaya ini gagal, dan kasus korupsi yang dahsyat ini mampu dilokalisir hanya sampai pada Zulkarnaen Djabar.

Bagaimana dengan PDI-P. Partai ini cenderung terselamatkan dari stigma sebagai partai korup, karena kemenangan Jokowi merebut posisi Gubernur DKI Jakarta yang berpasangan dengan Basuki Tjahya Purnama (Ahok). Bagi masyarakat sosok Jokowi menjadi simbol dan tokoh baru, sebagai tokoh yang membela wong cilik dan ini sangat menguntungkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Keutungan Bagi Partai Lain.

Jika hasil dari berbagai survei tersebut mendekati kenyataan, maka kondisi ini sangat menguntungkan partai peserta pemilu 2014 yang dinilai tidak terstigma sebagai partai korup, seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Kebangkitan Bangsa, serta tiga partai peserta pemilu yang baru yakni, Partai Nasdem, PKPI dan PBB.

Penurunan drastis perolehan suara Partai Demokrat (PD) dan PKS menjadikan persentase suara yang akan diperebutkan mencapai 20 persen. 80 persen suara pada Pemilu 2014 merupakan angka optimis yang sudah ditetapkan pemilih dan sebagian besar adalah simpatisan dan pemilih loyal.

Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah melakukan berbagai upaya ‘kampanye’ serta konsolidasi dan peran dinamis Hatta Radjasa diperkirakan akan mampu meraih keutungan yang lebih besar ketimbang partai lain. Urutan kedua dan ketiga akan ditempati Partai Gerindra dan Partai Hanura.

Kedua partai ini secara intens memanfaatkan media untuk mendekati pemilih. Prabowo Subianto yang setiap saat melakukan kunjungan ke berbagai daerah membuat eletabilitas partai Gerindra dan Prabowo meningkat, sementara Partai Hanura pun akan meraih keutungan, namun akselerasinya tidak sebesar Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra.

Prabowo Subianto yang dielu-elukan oleh survey dan polling itu dengan sangat tandas mengatakan dirinya berkiblat kepada Amerika, sama dengan SBY, yang sama-sama berkiblat kepada Amerika yang merupakan “jongosnya” Zionis-Israel.

Partai Hanura yang didirikan oleh Jendral Wiranto, sudah terengah-engah kehabisan amunisi dan nyaris kehabisan nafas, karena Wiranto menggandeng tokoh kontroversial Harry Tanoesubroto sebagai calon wakil presiden dianggap masyarakat sebagai upaya untuk defence terhadap berbagai stigma yang ada di dalam dirinya. Apalagi, Hary Tanoe, ngotot menyelenggarakan “Miss World” di Indonesia, semakin membuat antipati kalangan umat Islam.

Sementara partai lain seperti, PKB, PBB, PKPI dan Partai Nasdem, meski belum terstigma sebagai partai korup, masih akan diuji dalam beberapa bulan terakhir sebelum Pemilu Legislatif 2014, April mendatang.

Promosikan produk anda voa-islam.com hanya Rp 20.000/hari atau Rp 500.000/bulan

Share this post..

Source: http://www.voa-islam.com/news/opini/2013/11/02/27410/wajah-hitam-kelam-demokrasi-menjelang-pemilu-2014/

0 125

MafiaWar (2): Mafia Cina Vs The Godfather [ Perang Demi Kekuasaan ]

JAKARTA (voa-islam) Terkuaknya bukti dan fakta-fakta kekuatan penguasa dalam The Godfather Invisible Hand dan perseteruannya dengan mafia The ChinaConnection memperkeruh perebutan kekuasaan di Indonesia.

Arus besar Partai Demokrat ingin kembali berkuasa, tapi jalan terjal akan dihadapi dengan meningkatnya popularitas Jokowi karena dukungan modal mafia Cina Jakarta yang ingin bercokol menjadi raja baru di Indonesia.

Persamaan kedua mafia ini adalah memperebutkan kekuasaan abadi meraih kursi RI 1. Akibatnya segala macam cara dilakukan demi ambisi kelompoknya.

Dan lagi-lagi, umat Islam jadi korban kedua mafia tersebut! Di deskriditkan citranya oleh kekuatan media mafia Cina Indonesia yang menguasai , disibukkan dengan isu-isu palsu terorisme, pembenaman simbol keshalihan menjadi nilai-nilai materialistik, dan tentunya di cap jelek sebagai kaum kafir dan komunitas Cina yang menguasai 80% media di Indonesia. Diluar negeri umat islam pun tak jauh di deskripsikan serupa oleh media #kartelmedia yahudi yang menguasai 96% media di seluruh dunia.

Peran umat Islam Indonesia yang yang mayoritas penduduknya selaiknya segera sadar dan bangkit dari adu domba dan ombang-ambing media massa.

Akibatnya, ustadz, ulama, pemimpin yang shalih tak akan bisa maju memimpin negeri ini, kecuali langkahi mayat mafia ‘ChinaConnection’ dan the Godfather! Bangkitlah wahai Umat Islam !!!

Mafia War Kubu ChinaConnection

Mafia ChinaConnection dengan kubu Imelda, Lukminto (Sritex), James Riady (Lippo Group) Edward Suryajaya (ex Astra, Ortis Holding), Hashim Djojohadikusumo, Djan Faridz dan sekutu lainnya Benny chandra (Ketua Persatuan Tionghoa Indonesia), Kevin Wu (BCA cab Jakarta), Lia angraeni (Indofood group), Jhony Liem (pengusaha elektronik), Hermawi taslim, Rudy Hartono dan sekitar 50 tokoh Cina Jakarta berkumpul. Sedangkan Jenderal Luhut Panjaitan sukses konsolidasikan kekuatan konglomerat-konglomerat etnis tionghoa Ex buronan BLBI di Singapore yang berjumlah sekitar 20-an konglomerat.

Kebanyakan dari mereka adalah buronan kasus korupsi BLBI yang merugikan negara kita Rp. 187 triliun (hutang pokok) plus Rp. 600 T (bunga) sampai 2032!

Agenda pertemuan rahasia tokoh-tokoh Cina itu adalah mengumpulkan dana utk pemenangan Jokowi-Ahok melalui serangan fajar pada warga-warga miskin DKI Jakarta. Uang yg dikumpulkan oleh puluhan tokoh Cina Jakarta itu akan diserahkan pada relawan-relawan & timsukses Jokowi Ahok untuk beli suara warga miskin warga.

Berbagai pertemuan serupa yang dilakukan oleh komunitas Cina Jakarta juga sudah sering dilakukan terutama menjelang Pemilukada DKI Jakarta putaran 1 setahun lalu.

Konglomerat-konglomerat tionghoa ini selain menguasai, juga mengendalikan lebih 50% PDB (product domestic bruto RI), juga menguasai 80% media massa. Itulah sebabnya mengapa jika etnis Cina 99% mendukung Ahok

Intensitas dan frekuensi pertemuan rahasia para tokoh Cina untuk memenangkan Jokowi Ahok ini makin meningkat menjelang tgl 20 September 2012 lalu. Para konglomerat Cina itu terutama para konglomerat hitam buronan BLBI itu mau jadikan Ahok sbg pintu masuk awal dominasi cina dalam politik di Indonesia.

Disisi lain, kemenangan Jokow Ahok akan berpengaruh besar pada peluang Prabowo jadi Presiden, bukan Megawati. Kompensasinya kalo Prabowo atau Jokowi menang : pidana BLBI dihapus

Apakah kita semua sebagai rakyat tidak punya patriotisme pertahankan kedaulatan umat Islam sebagai penduduk mayoritas ini? Ayo bulatkan tekad. Rapatkan barisan. Tolak Jokowi Ahok yang hanya merupakan boneka-boneka dari etnis Cina dan konglomerat hitam pencuri uang bangsa Indonesia lebih dari Rp. 600 Triliun!!!!

Media massa kini bagai pelacur. Menjual demi uang, mendukung yang bathil demi kepentingan mafia setan dan koruptor hitam. Media pelacur yang dikontrak cukong-cukong Jokowi dan Keluarga Riady juga dikenal sebagai keluarga yang kuat dalam beragama dan penyiaran agama kristen di Indonesia.

Berikut media-media yang menjadi pelacur bagi Jokowi:

1) First Media Grup (beritasatu1.TV beritasatu .com, suara pembaruan, Jakarta Globe, Suara Pembaruan, The Straits Times, Majalah Investor, Globe Asia, The Peak, Campus Asia, Student Globe, Kemang Buzz, Campus Life, Termasuk Beritasatu FM. First Media Grup adalah milik James Riady (Lippo Grup), konglomerat yang bersahabat baik dgn Bill Clinton dan terlibat Lippo Gate yg terjadi di AS, ketika James Riady cs tertangkap memberikan dana politik illegal kepada timses capres Demokrat Bill Clinton

2) Media lain yang dikontrak mahal untuk pencitraan palsu Jokowi adalah Detik Grup. Ngakunya milik Chairul Tanjung alias CT, tapi sebenarnya milik Salim Grup. Detik.com Setiap hari, detikcom memuat berita tentang pencitraan palsu Jokowi puluhan bahkan kadang lebih 100 berita.

3) Kompas /Gramedia Grup memang tidak segila detikcom siarkan Jokowi, tapi tetap punya KANAL BERITA KHUSUS

4) Jawa Pos Grup. Tidak melibatkan semua media milik Dahlan Iskan yang jumlahnya 185 TV, Koran, Online media, dll itu. Sekitar 40% JawaPos Grup dikontrak.

5) Yang paling gencar jilat Jokowi adalah Koran Rakyat Merdeka. Ada saja berita (palsu) istimewa tentang Jokowi. Kontraknya puluhan Milyar.

6) Tempo (majalah dan Online) adalah media pelopor yg orbitkan Jokowi dengan penghargaan “10 Tokoh Terbaik (penghargaan abal-abal), hny karena bisa pindahkan PKL.

7) Tribunnews Grup (Bosowa dan Kompas) juga dikontrak untuk pencitraan palsu Jokowi. Demikian juga Fajar Grup (Alwi Hamu / Dahlan Iskan)

8) Metro TV, ga tahu sekarang dibayar berapa untuk kontrak pencitraan palsu Jokowi sampai 2014. Tapi saat Pilkada DKI puluhan Milyar

9) SCTV grup. Pemiliknya Edi dan Popo Sariatmadja malah menjadi cukong utama. Koordinator media pencitraan Jokowi, membantu James Riady

10) Media raksasa lain seperti Vivanews grup (TV One, ANTV, Vivanewscom dll) milik Bakrie meski kontrak dgn Cukong Jokowi tapi porsinya kurang dari 30%

11) Selain media cetak, televisi mainstream, sosial media seperti twitter, facebook, kaskus dll juga dikontrak khusus. Ada ratusan orang yang mengelola lebih dari 10.000 akun sosial media. Dulu waktu pilkada DKI, selain orang-orang yang permanen kelola akun untuk pencitraan Jokowi, dibentuk juga Tim Jasmev. Puluhan Milyar biayanya

Luar biasa banyak media massa yang dikontrak cukong Jokowi. Lebih 70% dari total pasar media massa di Indonesia.

Apa maksudnya? Tak lain agar membentuk arus liar ‘tsunami opini’ pencitraan palsu untuk Jokowi dan memuluskan seakan rakyat mendukung Jokowi jadi presiden RI 2014.

Tak kurang jika Voa-islam.com memberitakan fakta Jokowi, ratusan bahkan ribuan komentar ‘pedas’ dari relawan bayaran JASMEV (Jokowi Ahok Social Media Volunteer) membombardir fakta dengan jawaban ngawur, bias, sumpah serapah dan tak berbanding data kuat. Jasmev ini suka menipu fakta ya! Semua lawan politik Jokowi di berangus habis.

Dosa dibalik Jokowi ini namanya. Relawan menipu opini, membanjiri sosial media, memberangus rakyat yang bersebrangan, membungkam fakta… eh katanya pendukung alam demokrasi, kenapa orang berbicara dilarang? Demokrasi penuh kepalsuan… hahaha… ^_^

Penjegal Utama ChinaConnection: The Godfather!

Jaringan TNI dan Partai Demokrat yang merupakan bagian ‘The Cikeas Godfather’ tentunya juga tidak akan tinggal diam dengan konspirasi konglomerat Cina Jakarta yang menginginkan Jokowi lolos ke kandidat calon presiden RI.

Lalu Bagaimana Caranya?

Mengupas The Untold Stories, The Indonesian Godfather :

The Godfather(1): Sibak Topeng SBY ‘Sang Jenderal Prihatin’

The Godfather(2): Membungkam Lawan dgn isu Korupsi & Terorisme

The Godfather (3): SBY Galau Menjadi Teman Dekat Bunda Puteri?

The Godfather (4): Siapa Bunda Putri & Apa Hubungan Dgn Dinasti SBY ?

The Godfather(5): Perang Para Pemilik Dinasti Kekuasaan Indonesia

The Godfather(6): Bakar Gedung, Habisi Dokumen Century & Hambalang

The Godfather(7) : Istana Presiden Dikendalikan Para Broker?

The Godfather(8) : Antasari Azhar Jilid 2 Tutupi Kasus Hambalang?

The Godfather(9): Jangankan Rakyat, Tuhan Pun Kau Tipu!

The Godfather (10): Konser NOAH 2 Benua 5 Negara Dari Dana Hambalang?

Trah Sukarno Tak tinggal diam Menjegal ‘ChinaConnection’ & The Godfather!

Karena PDIP sesungguhnya masih menganut istilah “trah Sukarno”. Jokowi hanya untuk alat mengangkat nama PDIP melambung tinggi di pilpres 2014 nanti. Rakyat berfikir PDIP akan mengusung jokowi, tapi kita lihat saja siapa yg akan menjadi capres dari PDIP, Jokowi atau Megawati.

Ketika waktunya sudah tepat, rakyat sudah sangat senang dan gembira bahwa PDIP memastikan Jokowi yang mewakili pilpres, di situlah Jokowi akan mundur dan berkata “Saya menunjuk Bu Megawati saja, Jakarta masih membutuhkan saya, masih banyak yang mesti di benahi” Hak menunjuk itu di dapat jika 21 persen suara internal partai di dapat Jokowi.

Rakornas PDIP yang di gelar di Ancol tersebut sudah menunjukan signal bahwa Megawati sudah merestui Jokowi menjadi presiden RI 2014. Pertanyaannya, apakah seorang Megawati dengan senang hati akan menyerahkan Trah Soekarno kepada Jokowi? Jawabnya mission imposible..!!!

THE UNTOLD STORY BEGINS THE THAGHUT!

Demokrasi adalah sistem Thaghut yang tak lebih hanya mementingkan tujuan yang bathil. Sistem bikinan negara AS ingin tercipta ‘The World Order’ melalui demokrasi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di Universitas Harvard, AS, 29 September 2009 menyatakan AS dan Indonesia dapat berperanan untuk menciptakan kembali tata dunia baru.

Agenda para anggota garis darah ini, “Pekerjaan Besar” mereka, tak lain adalah menguasai dunia, yang secara eksoteris disebut “New World Order” oleh banyak politisi dan pengarang buku-buku Masonik.

Old World Order ditandai dengan negara-negara kerajaan yang memiliki angkatan perang, mata uang logam dengan nilai tetap.

New World Order ditandai dengan adanya Satu Pemerintahan Dunia, tanpa perbatasan, dengan satu tentara dunia, satu pengadilan dunia, dan satu mata uang dunia berbasis kredit tanpa uang tunai yang dikelola melalui microchip.

Terdapat komplotan globalis setengah-rahasia di balik PBB, yang sedang mengusahakan satu pemerintahan dunia, satu militer dunia, melalui perluasan NATO, Bank Dunia/mata uang tanpa uang tunai, dan penduduk yang dikendalikan microchip.

Para konspirator tersebut terdiri dari sekelompok bankir, pebisnis, politisi, tokoh/pemilik media, keluarga Illuminati, dan para elit masyarakat rahasia. Mereka menerapkan kekuasaan mereka melalui kendaraan Freemasonry, Bilderberg Group, Bohemian Grove, Skull and Bones, Council on Foreign Relations, Trilateral Commission, dan Committee of 300, adalah diantaranya. Agenda mereka dalam memerintah dunia telah dikenal oleh para elit masyarakat rahasia dan keluarga Illuminati selama berabad-abad sebagai “Pekerjaan Besar”, meskipun hari ini secara politis dikenal sebagai “New World Order”.

Agenda ini disusun oleh elit kekuasaan yang berpikir bahwa mereka memiliki hak ketuhanan untuk merampas kendali total pada kehidupan Anda. Tapi siapa ‘mereka’? Siapa ‘elit kekuasaan’ itu? PBB, Uni Eropa, Council on Foreign Relations, Bilderberg Group, Trilateral Commission, Rockefellers, Rothschilds, Royal Institute of International Affairs, Club of Rome. Daftar ini terus memanjang dan sudah banyak buku yang ditulis yang menceritakan sejarah kelompok-kelompok tersebut serta bagaimana mereka saling berhubungan… Agenda itu adalah konsolidasi dan pemusatan kekuasaan ke dalam genggaman Pemerintahan Dunia yang meliputi semua hal. Sistem ini akan berkembang dari Uni Eropa (sudah ada di tempatnya), Uni Amerika (dimulai dari NAFTA), dan Uni Asia. Jika 3 model ini sudah eksis, mereka akan dipersatukan untuk membangun Satu Pemerintahan Dunia.Paul Joseph Watson, “Order Out of Chaos

Mereka ini semua melanggengkan kekuasaan Thaghut. Thaghut secra istilah dalam agama Islam yang merujuk kepada setiap yang disembah selain Allah yang rela dengan peribadatan yang dilakukan oleh penyembah atau pengikutnya, atau rela dengan ketaatan orang yang menaatinya dalam melawan perintah Allah SWT.

Setan

Thoghut ini selalu menyeru beribadah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalil-nya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.” (QS: Yaasiin: 60)

Penguasa zhalim

Penguasa zhalim yang mengubah hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti peletak undang-undang yang tidak sejalan dengan Islam. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengingkari orang-orang musyrik. Mereka membuat peraturan dan undang-undang yang tidak diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (QS: Asy-Syuuraa: 21)

Hakim Zhalim

Hakim yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika ia mempercayai bahwa hukum-hukum yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak sesuai lagi, atau dia membolehkan diberlakukannya hukum yang lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir”. (QS: Al-Maa’idah: 44)

Mengaku Tahu Ilmu Ghaib

Orang yang mengaku mengetahui ilmu ghaib selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam hal ini Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Katakanlah, ‘Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah’.” (Qs: An-Naml: 65)[2]

Penyembah Atau Yang Disembah

Seseorang atau sesuatu yang disembah dan diminta pertolongan oleh manusia selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, sedang ia rela dengan yang demikian. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya aku adalah Tuhan selain Allah’. Maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zhalim.” (QS: Al-Anbiyaa’: 29)(ikhlas/voa-islam)

Promosikan produk anda voa-islam.com hanya Rp 20.000/hari atau Rp 500.000/bulan

Share this post..

Source: http://www.voa-islam.com/counter/intelligent/2013/10/31/27392/mafiawar-2-mafia-cina-vs-the-godfather-perang-demi-kekuasaan/

0 64

Ini Fakta Jokowi Terlibat Korupsi. Masih Mau Pilih Jokowi?

JAKARTA (voa-islam)Kultwit yang dilancarkan akun whistle blower triomacan2000 mengungkap ada cela tak tak terelakan pada Jokowi, yaitu korupsi.

Rupanya di negeri ini tak hanya ada persaingan antara Mafia The Godfather dan China Connection, tetapi juga jaringan Jokowi dan kroninya yang selama ini telah menghancurkan NKRI dan merebut kekuasaan.

Lalu siapa otak budaya korupsi di RI, siapa buronan-buronan BLBI ?

Lihat daftarnya:

1. Siapa konglomerat tionghoa yang kuasai 5 juta hektare lahan di Indonesia ? Prayogo Pangestu.

2. Siapa perampok Rp.52.8 triliun di BCA? Antoni Salim!

3. Siapa pelaku penghancur pasar modal RI jaman Orba dengan laporan keuangan palsu ? James Riady (Pemilik Lippo Group, anak Muchtar Riady, eks Dirut BCA)

Coba periksa dan teliti latar belakang yang misterius, kita akan temukan fakta-fakta sebagai berikut :

1) Dari sekian banyak parameter keberhasilan seorang kepala daerah, Jokowi ternyata gagal di Solo. Tidak sukses sebagai walikota. Dibawah rata-rata.

2) Kemenangan Jokowi 2 kali dlm Pilkada Solo, lebih karena efektifitas opini yang dibangun oleh timnya. Bukan karena dia sukses membangun Solo.

3) Fakta membuktikan bagaimana kinerja Jokowi sbg walikota raportnya adalah Minus. Bahkan Wakil Walikota FX Rudytmo yang antek rotary club ini lebih berperan, di DKI Jakarta di gantikan wakilnya. Secara de fakto, Ahok lah yang menjalankan pemerintahan DKI dan jadi komandan birokrasi.

Jokowi Pun Ikutan Korupsi rupanya?

1) Jokowi terlibat dalam penggelapan / korupsi dana APBD untuk KONI Surakarta sebesar Rp. 10 miliar. Sebagian di alihkannya ke Persis secara melanggar hukum.

2) Jokowi terlibat korupsi dan suap dalam pelepasan aset pemda Solo, Hotel Maliyawan, dimana pelepasan aset gedung hotel sarat suap & KKN. Mengenai suap dan korupsi Jokowi serta pelanggaran UU, PP, Perda, dll.

3) Korupsi Jokowi pada penyaluran dana BPMKS sebesar Rp. 9.9 miliar, dimana laporan realisasi 110.000 siswa namun faktanya ternyata kurang dari 65.000 siswa Solo.

4) Korupsi Jokowi pada dana hibah Gub Jateng dan dana APBD untuk rehabilitasi dan pembangunan Pasar di Kota Solo.

5) Korupsi Jokowi pada dana hibah Gub Jateng dan dana APBD untuk rehabilitasi dan pembangunan Pasar di Kota Solo.

6) Korupsi dan KKN Jokowi pada proyek pengadaan Videotron di Kota Solo.

7) Korupsi dana APBD yang sangat nyata dan terang benderang pada pengadaan mobnas Esemka sbg Mobil Dinas. Langgar semua aturan/UU/Hukum.

8) Korupsi Jokowi pada dana bantuan program koperasi dan UKM Solo dgn modus koperasi / UKM fiktif sebagai penerima bantuan dana.

9) Korupsi Jokowi pada proyek rehabilitasi THR Sriwedari Solo yang mengakibatkan proyek rehabilitasi tersebut macet dan mangkrak selama 2 tahun.

Jumlah kasus korupsi Jokowi di Solo, sedikitnya 14 kasus dan sejumlah kasus suap (dari Imelda, Lukminto cs), sebagian macet di Kejari Solo, juga diantaranya adalah korupsi Jokowi di proyek KJS, KJP, MRT, Monorel dalam periode selama blm 1 tahun jadi Gub DKI Jakarta.

Sebelumnya voa-islam mengungkap kejanggalan dalam peningkatan jumlah kekayaan Jokowi yang katanya tidak pernah menerima dan menerima gajinya, aaah ternyata bullshit ya?

Ini pengakuan Jokowi sendiri mengenai asal usul peningkatan kekayaannya yg mencurigakan itu.

Pengakuan Jokowi sendiri yang banyak dimuat di media massa. Silahkan cermati, analisa dan simpulkan sendiri.

1. Keanehan pertama dimulai dari tahun 2005 atau tahun pertama ketika Jokowi jadi walikota Solo.

Jokowi ngaku punya harta Rp. 10.7 Miliar. Sebagian besar harta tersebut berbentuk tanah dan bangunan yakni Rp. 8,2 miliar dan kendaraan. Sisanya uang tunai dalam bentuk deposito & tabungan.

Yang dimaksud Jokowi sebagai tanah dan bangunan sebagian besar adalah asset dari PT. Rabuka, perusahaan mebel milik Jokowi di Solo. PT Rakabu sebelumnya berbentuk CV, didirikan sejak 1988 namun sesuai perkembangan usaha berubah menjadi PT. Dgn pasar tujuan ekspor.

Berbeda dengan tulisan media-media bayaran yang sebutkan PT Rakabu punya karyawan 20.000 org dan omset ratusan miliar, perusahaan jokowi ini UKMK. Sesuai data laporan keuangan PT. Rakabu, perusahaan milik Jokowi ini omsetnya sebesar Rp. 6.085.522.695 (2008), Rp. 5.767.238.401(2009) dan Rp. 6.1 miliar pada tahun 2010. Itu baru omset. Laba tentu lebih kecil karena dari omset harus dikurangi biaya produksi, pajak dll.

Ini juga Sesuai pengakuan Jokowi juga, PT. Rakabu yang dikelola adiknya itu selama beberapa tahun terakhir tidak memberikan dividen yg besar. Pada tahun 2008 atau 3 tahun setelah jadi walikota, kekayaan jokowi meningkat menjadi Rp. 14 milyar dan naik lagi jadi Rp. 18 milyar pada 2010.

Kemudian pada tahun 2012 harta Jokowi naik lagi menjadi Rp. 27.2 milyar atau naik 9 milyar hanya dalam waktu 2 tahun !

Lanjut lagi dari mulut Jokowi sendiri, disebutkan peningkatan hartanya itu tidak berasal dari pendapatan di luar jabatannya sebagai walikota Solo. Lalu dari mana mas bro joko? Jokowi beralasan bahwa kenaikan harta kekayaannya akibat kenaikan NJOP tanah dan bangunan yang secara volume dan luas tidak bertambah. ANEEEHHH Bin AJAIB..

Ini dengan kata lain, Jokowi menyebutkan kekayaannya dalam bentuk tanah dan bangunan yg thn 2005 hanya Rp. 8 milyar, tahun 2012 naik jadi Rp 23 milyar. Dimana tanah dan bangunan yang bisa naik 300% nilainya atau NJOP nya hanya dalam waktu 7 tahun ? Di Mannhatan ? Di Tokyo ? Di Hollywood ? Tanah Jokowi yg 30 bidang itu katanya terletak di Sukoharjo, Sragen, Solo dan balikpapan. Tidak bertambah luasnya tapi naik harga 300%.

Silahkan di bedah dan analisa sendiri pernyataan-pernyataan Jokowi saat pelaporan LKHPN tahun 2005, 2008, 2010 dan 2012. Banyak di media-media. Penuh keanehan?

2. Keanehan lain atau kebohongan lain dari Jokowi adalah bhw dia tegaskan bahwa dia tidak pernah ambil gajinya..faktanya ?

Tapi Faktanya adalah kekayaan jokowi selama setahun sebesar Rp 161.455.644 yang berasal dari gaji dan tunjangan jabatan walikota Solo. Pendapatan lain yg dicatat Jokowi sebesar Rp 561.644.000 dari dividen PT. Rakabu. Jokowi tdk catat pendapatan lain diluar dua sumber itu. Ketika ditanya kenapa ada kekayaan yg bersumber dari gaji & jabatan walikota 161 juta sedang jokowi ngaku ambil gaji ? Jawabannya ngawur.

Dengan asal-asalan Jokowi menjawab bahwa dia hanya teken gaji saja. Ga ada ngambil sama sekali. Ya iyalaaah, wong gajinya ditransfer (^_^ hedeeeh tepok jidat). Ketika terpojok karena bohongnya ketahuan, Jokowi ngeles bahwa pengeluarannya setahun mencapai 570 juta.(Sekali lagi tepok jidat pake galon air mineral ^_^)

Sekali lagi si Jokowi ngawur karena pengeluaran/ uang yang dia keluarkan 570 juta tentu tidak masuk dalam harta kekayaaan. Bodoh atau pura-pura bodoh? Dari keterangan Jokowi sendiri, lisan dan tertulis, terbukti Jokowi itu seorang pendusta.

1. Tentang kenaikan hartanya yg 300% krna NJOP.

2. Tentang gaji dan tunjangannya yang tdk dia ambil melaikan dia sumbangkan semuanya ke rakyat miskin. Inilah potret jokowi glembuk.

Ini orang memang jago memutarbalikan fakta. Jago menipu dan tidak pernah merasa bersalah atau berdosa atas penipuannya itu. Lihat saja bagaimana dia menipu rakyat dengan kebanggaannya ketika dia dinobatkan jadi walikota terbaik versi lembaga abal-abal dengan pemilih abal-abal pula. [muhammad/tm2/voa-islam.com]

Perang Antara Mafia Cina Vs The Godfather:

The Godfather(1): Sibak Topeng SBY ‘Sang Jenderal Prihatin’

The Godfather(2): Membungkam Lawan dgn isu Korupsi & Terorisme

The Godfather (3): SBY Galau Menjadi Teman Dekat Bunda Puteri?

The Godfather (4): Siapa Bunda Putri & Apa Hubungan Dgn Dinasti SBY ?

The Godfather(5): Perang Para Pemilik Dinasti Kekuasaan Indonesia

The Godfather(6): Bakar Gedung, Habisi Dokumen Century & Hambalang

The Godfather(7) : Istana Presiden Dikendalikan Para Broker?

The Godfather(8) : Antasari Azhar Jilid 2 Tutupi Kasus Hambalang?

The Godfather(9): Jangankan Rakyat, Tuhan Pun Kau Tipu!

The Godfather (10): Konser NOAH 2 Benua 5 Negara Dari Dana Hambalang?

Promosikan produk anda voa-islam.com hanya Rp 20.000/hari atau Rp 500.000/bulan

Share this post..

Source: http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/10/31/27390/ini-fakta-jokowi-terlibat-korupsi-masih-mau-pilih/

0 79

JAKARTA (voa-islam.com) Siapa yang tidak mengenal Joko Widodo 2 tahun lalu? Hanya warga Solo yang mengenalnya. Tahukah anda latar belakangnya Jokowi? Mengapa fenomenal & siapa cukongnya? Etnis Tionghoa & koruptor BLBI tenyata berada di belakangnya

Anda tidak percaya fitnah? ini Datanya Sihirnya!

Pernahkah anda mencari tahu tentang latar belakang Joko Widodo alias Jokowi yang sesungguhnya ? Tahukah Anda siapa dia 2 – 30 tahun lalu? Tiba-tiba saja, tanpa banyak diketahui oleh rakyat banyak, nama Jokowi mendadak tenar, populer dan disanjung-sanjung oleh kelompok tertentu.

Awalnya ternyata hasil grand design atau ada upaya pengembangan skenario untuk menciptakan ‘tokoh boneka’ yang di gadang-gadang menjadi pemimpin, baik Gubernur ataupun Presiden via rekayasa opini publik yang di cetuskan aktivis-aktivis UGM (Universitas Getnologi Mbandung, eh salah Universitas Gajah Mada, ^_^)

Kemudian ide tersebut direalisasikan untuk merekayasa opini publik melalui media dan kemudian bergulir kencang dan di akomodasi oleh para pemilik modal.

Khusus utk rekayasa Popularitas Jokowi, semula hanya melibatkan aktivis & pengusaha lokal Tionghoa : Imelda Tan (Paragon), Lukminto (Sritex) cs.

Baru setelah Jokowi menang utk periode ke 2 sebagai Walikota Surakarta atau Solo, konglomerat Edward Suryajaya (ex Pemilik Group Astra, konglo terkaya RI) bergabung.

Awalnya, Skenario Rekayasa Opini Publik terhadap Jokowi ini hanya ditujukan utk memenangkan Pilkada Jawa Tengah, kalahkan Bibit Waluyo, namun balik kanan bubar jalan dan putar haluan mengincar target baru, yaitu DKI Jakarta. Perubahan target menjadi Cagub DKI dan terus jadi Presiden, dimulai saat Edward Suryajaya cs sukses konsolidasi kekuatan konglonmerat tionghoa.

Konsolidasi konglomerat tionghoa itu tidak terlepas dari peran besar James Riady (pemilik Lippo grup) yg pada 2009 jadi tim koordinator dana SBY. James Riady berhasil himpun hampir semua konglomerat cina utk mendukung penuh Jokowi sebagai Gubernur DKI dan lanjut ke Presiden RI 2014.

Peran besar lain adalah dari Jenderal Luhut Panjaitan yang sukses konsolidasikan kekuatan konglomerat-konglomerat etnis tionghoa Ex buronan BLBI di Singapore yang berjumlah sekitar 20-an konglomerat. Kebanyakan dari mereka adalah buronan kasus korupsi BLBI yang merugikan negara kita Rp. 187 triliun (hutang pokok) plus Rp. 600 T (bunga) sampai 2032!

Kebanyakan dari mereka adalah buronan kasus korupsi BLBI yang merugikan negara kita Rp. 187 triliun (hutang pokok) plus Rp. 600 T (bunga) sampai 2032!

Mereka semua mendukung penuh Jokowi melalui media-media yang di bayar, uang, jaringan (china connection) dan turut berkampanye menangkan Jokowi. Hasilnya tak mengherankan, laporan dari semua lembaga intelijen negara sama : konglomerat tionghoa (incl : Buronan BLBI) dan komunitas tionghoa solid mendukung ke Jokowi dan Presiden SBY pun sudah menerima laporan tersebut. Konfirmasi itu kami peroleh dari Jenderal purnawirawan yang menjadi pensihat presiden RI.

Naudzubillah, negara ingin dikuasai china connection! Mujahidin Bangkitlah!

Lalu apa agenda China Connection tersebut??

Sebelum kita paparkan korupsi Jokowi, kita bahas dulu apa agenda dan tujuan utama China Connection mendukung Jokowi sebagai Presiden RI ?Tujuan dari konglomerat Cina dan sejumlah jenderal yang menjadi kolaboratornya adalah Luhut Pangaribuan, dan AMHP adalah mengendalikan kekuasaan di RI kontra power dengan The Godfather! Mirip dengan film-film mafia TRIAD dan YAKUZA!

Bahkan Intelijen mengungkapkan fakta mencengangkan! Laporan lembaga intelijen negara semua sama, bahwa konglomerat-konglomerat kaya raya musuh negara ini sangat solid. Blm pernah sesolid seperti saat ini!

Konglomerat-konglomerat tionghoa ini selain menguasai, juga mengendalikan lebih 50% PDB (product domestic bruto RI), juga menguasai 80% media massa.

Khusus utk pemenangan Jokowi di Pilkada dan Pilpres 2014, selain media mainstream, konglo2 ini jg biayai tim khusus sosial media, relawan jasmev (jokowi ahok social media volunteer) & sejenisnya.

Mau buktinya ? klik gambar

Lihat saja di semua jenis socmed : FB, twitter, kaskus, frenster dll semua ada tim khusus untuk pencitraan palsu Jokowi, Coba iseng-iseng perhatikan berita dan informasi di media mainstream (koran, majalah, TV, online dan socmed) Sebagian besar ttg Jokowi, tak kurang Rp. 200 milyar rupuah digelontorkan buat ‘boneka culun jokowi’

Selain media massa mainstream, socmed, lembaga-lembaga survey dan para pengamat politik pun dibayar oleh konglomerat ‘china connection‘ busuk ini untuk support Jokowi. Demikian hebat dan masifnya dukungan para konglomerat plus sejumlah tokoh dan jenderal pengkhianat bangsa membantu Jokowi menjadi Presiden RI.

Uang, media, jaringan, pengaruh, ditujukan utk membentuk opini publik yg semu atau palsu tentang Jokowi. Sembunyikan siapa dia sebenarnya.

Benar merahnya kini, Perang Mafia The Godfather dan China Connection

Rupanya ada persaingan antara Mafia The Godfather dan China Connection lah yang kita harus waspadai, siapa sebenarnya yang selama ini telah menghancurkan NKRI ini, dan siapa otak budaya korupsi di RI, siapa buronan-buronan BLBI ?

Lihat daftarnya:

1. Siapa konglomerat tionghoa yang kuasai 5 juta hektare lahan di Indonesia ? Prayogo Pangestu.

2. Siapa perampok Rp.52.8 triliun di BCA? Antoni Salim!

3. Siapa pelaku penghancur pasar modal RI jaman Orba dengan laporan keuangan palsu ? James Riady (Pemilik Lippo Group, anak Muchtar Riady, eks Dirut BCA)

Coba periksa dan teliti latar belakang yang misterius, kita akan temukan fakta-fakta sebagai berikut :

1) Dari sekian banyak parameter keberhasilan seorang kepala daerah, Jokowi ternyata gagal di Solo. Tidak sukses sebagai walikota. Dibawah rata-rata.

2) Kemenangan Jokowi 2 kali dlm Pilkada Solo, lebih karena efektifitas opini yang dibangun oleh timnya. Bukan karena dia sukses membangun Solo.

3) Fakta membuktikan bagaimana kinerja Jokowi sbg walikota raportnya adalah Minus. Bahkan Wakil Walikota FX Rudytmo yang antek rotary club ini lebih berperan, di DKI Jakarta di gantikan wakilnya. Secara de fakto, Ahok lah yang menjalankan pemerintahan DKI dan jadi komandan birokrasi.

Jokowi Pun Ikutan Korupsi rupanya?

1) Jokowi terlibat dalam penggelapan / korupsi dana APBD untuk KONI Surakarta sebesar Rp. 10 miliar. Sebagian di alihkannya ke Persis secara melanggar hukum.

2) Jokowi terlibat korupsi dan suap dalam pelepasan aset pemda Solo, Hotel Maliyawan, dimana pelepasan aset gedung hotel sarat suap & KKN. Mengenai suap dan korupsi Jokowi serta pelanggaran UU, PP, Perda, dll.

3) Korupsi Jokowi pada penyaluran dana BPMKS sebesar Rp. 9.9 miliar, dimana laporan realisasi 110.000 siswa namun faktanya ternyata kurang dari 65.000 siswa Solo.

4) Korupsi Jokowi pada dana hibah Gub Jateng dan dana APBD untuk rehabilitasi dan pembangunan Pasar di Kota Solo.

5) Korupsi Jokowi pada dana hibah Gub Jateng dan dana APBD untuk rehabilitasi dan pembangunan Pasar di Kota Solo.

6) Korupsi dan KKN Jokowi pada proyek pengadaan Videotron di Kota Solo.

7) Korupsi dana APBD yang sangat nyata dan terang benderang pada pengadaan mobnas Esemka sbg Mobil Dinas. Langgar semua aturan/UU/Hukum.

8) Korupsi Jokowi pada dana bantuan program koperasi dan UKM Solo dgn modus koperasi / UKM fiktif sebagai penerima bantuan dana.

9) Korupsi Jokowi pada proyek rehabilitasi THR Sriwedari Solo yang mengakibatkan proyek rehabilitasi tersebut macet dan mangkrak selama 2 tahun.

Jumlah kasus korupsi Jokowi di Solo, sedikitnya 14 kasus dan sejumlah kasus suap (dari Imelda, Lukminto cs), sebagian macet di Kejari Solo, juga diantaranya adalah korupsi Jokowi di proyek KJS, KJP, MRT, Monorel dalam periode selama blm 1 tahun jadi Gub DKI Jakarta.

Mafia Cina Di Belakang Jokowi! Harus Dibungkam! Ayo, Laskar Mujahidin bangkit, Islam di adu domba oleh Mafia Cina & The Godfather!

#ModusGelembungSurvei :

Subiakto, seorang praktisi senior pada agensi iklan yang banyak menangani kampanye politik presiden, gubernur menyatakan, membangun popularitas bawah sadar dengan modus dengan memperbanyak pemberitaan di media cetak, membangun conversation mention (@accounttwitter) di media sosial dan komentar tentang kebaikan Jokowi. Sehingga apabila di googling (mencari kata kunci di google) kata ‘Jokowi’ akan banyak sentimen yang positif.

Di media cetak, dalam sehari kita bisa menemukan minimal 12 berita tentang kebaikan dan keseharian Jokowi, apalagi jika kita cari di sosial media, maka akan ada ribuan kata kunci jokowi, bahkan detik.com dan kompas.com akan mempropagandakannya setiap hari.

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi capres lain yang tidak menggunakan strategibranding politik ala Jokowi, sehingga tidak heran hasil survei akan timpang dan membuat Jokowi unggul.

2. Sihir Propaganda lewat media utama; yang sedikit membahas mengenai kemacetan dan tanggung jawab pengelola negara/daerah menyediakan Angkutan Umum yang memadai.

Kita pun ketahui bersama bahwa Ada konglomerat lain yang mendukung seperti Hashim Djojohadikusumo (adik Prabowo Subianto), Djan Faridz dan James Riadi (Group Lippo). Belakangan baru diketahui Proyek Monorel di menangkan pengusaha hitam Edward Suryadjaya, baca : Arogansi Jokowi & Hary Tanoe Suap Ulama Islam demi kepentingan Kroni) – Berawal dengan menghadirkan di network bisnis James Riady, tim sukses, pemilik Lippo Group dan Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang

Siapa ‘Investor Cina’ Jokowi ?

Ada konglomerat Edward Suryadjaya, Hashim Djojohadikusumu (adik Prabowo Subianto), Djan Faridz, James Riadi (Group Lippo) dan masih banyak lagi yang belum terungkap.

Promosikan produk anda voa-islam.com hanya Rp 20.000/hari atau Rp 500.000/bulan

Share this post..

Source: http://www.voa-islam.com/counter/intelligent/2013/10/31/27388/mafiawar-1-popularitas-jokowi-uang-haram-mafia-chinaconnection/

0 38

Home Berita Nasional

Kamis, 31/10/2013 13:04:02 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 59

Perwakilan Fonterra Co-operative Group Limited, New Zealand, menerima penghargaan Halal Award 2013 dari Menteri Agama Suryadharma Ali di JI Expo, Kemayoran, Rabu (30/10/2013).

Jakarta (SI Online) – Sejumlah merek produk terkenal berhasil memenangi Halal Award 2013. Halal Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Agama RI dan LPPOM MUI.

Ada tiga kategori pemenang dalam Halal Award 2013. Ketiganya adalah Halal Top Brand, Best HAS Acvievement dan Most Innovative Halal Producer.

Halal Award 2013 untuk kategori Halal Top Brand dimenangkan oleh Indomie yang diproduksi PT Indofood Sukses Makmur, Tbk untuk kategori makanan, Wardah yang diproduksi PT Paragon Technology & Inovation untuk kategori kosmetika, Regal yang diproduksi CV Jaya Abadi untuk kategori biskuit dan Paseo yang diproduksi PT Asia Pulp & Paper untuk kategori non-pangan.

Halal Award 2013 untuk kategori Best HAS Achivement diberikan kepada Fonterra Co-operative Group Limited, New Zealand. Perusahaan asing ini oleh dewan juri dinilai merupakan perusahaan yang dengan segala kompleksitasnya mampu mewujudkan Sistem Jaminan Halal yang sangat baik.

Sedangkan Halal Award 2013 untuk kategori Most Innovative Halal Producer diberikan kepada PT Martina Berto, Tbk. Perusahaan kosmetika ini dinilai oleh dewan juri dengan alasan varian produknya yang sangat beragam.

Dewan Juri Halal Award 2013 diketuai oleh Wakil Direktur LPPOM MUI Osmena Gunawan. Penghargaan Halal Award diberikan secara langsung oleh Menteri Agama RI Suryadharma Ali dalam pembukaan INDHEX 2013 di JI Expo, Kemayoran, Rabu sore (30/10/2013).

red: shodiq ramadhan

Baca Juga

  • Ternyata 25 Persen Jamaah Haji Ilegal
  • Ahok akan Persenjatai Satpol PP
  • Menanggulangi Pergaulan Bebas Remaja

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8880

0 118

JAKARTA (voa-islam) Ini pengakuan Jokowi sendiri mengenai asal usul peningkatan kekayaannya yg mencurigakan itu.

Pengakuan Jokowi sendiri yang banyak dimuat di media massa. Silahkan cermati, analisa dan simpulkan sendiri.

1. Keanehan pertama dimulai dari tahun 2005 atau tahun pertama ketika Jokowi jadi walikota Solo.

Jokowi ngaku punya harta Rp. 10.7 Miliar. Sebagian besar harta tersebut berbentuk tanah dan bangunan yakni Rp. 8,2 miliar dan kendaraan. Sisanya uang tunai dalam bentuk deposito & tabungan.

Yang dimaksud Jokowi sebagai tanah dan bangunan sebagian besar adalah asset dari PT. Rabuka, perusahaan mebel milik Jokowi di Solo. PT Rakabu sebelumnya berbentuk CV, didirikan sejak 1988 namun sesuai perkembangan usaha berubah menjadi PT. Dgn pasar tujuan ekspor.

Berbeda dengan tulisan media-media bayaran yang sebutkan PT Rakabu punya karyawan 20.000 org dan omset ratusan miliar, perusahaan jokowi ini UKMK. Sesuai data laporan keuangan PT. Rakabu, perusahaan milik Jokowi ini omsetnya sebesar Rp. 6.085.522.695 (2008), Rp. 5.767.238.401(2009) dan Rp. 6.1 miliar pada tahun 2010. Itu baru omset. Laba tentu lebih kecil karena dari omset harus dikurangi biaya produksi, pajak dll.

Ini juga Sesuai pengakuan Jokowi juga, PT. Rakabu yang dikelola adiknya itu selama beberapa tahun terakhir tidak memberikan dividen yg besar. Pada tahun 2008 atau 3 tahun setelah jadi walikota, kekayaan jokowi meningkat menjadi Rp. 14 milyar dan naik lagi jadi Rp. 18 milyar pada 2010.

Kemudian pada tahun 2012 harta Jokowi naik lagi menjadi Rp. 27.2 milyar atau naik 9 milyar hanya dalam waktu 2 tahun !

Lanjut lagi dari mulut Jokowi sendiri, disebutkan peningkatan hartanya itu tidak berasal dari pendapatan di luar jabatannya sebagai walikota Solo. Lalu dari mana mas bro joko? Jokowi beralasan bahwa kenaikan harta kekayaannya akibat kenaikan NJOP tanah dan bangunan yang secara volume dan luas tidak bertambah. ANEEEHHH Bin AJAIB..

Ini dengan kata lain, Jokowi menyebutkan kekayaannya dalam bentuk tanah dan bangunan yg thn 2005 hanya Rp. 8 milyar, tahun 2012 naik jadi Rp 23 milyar. Dimana tanah dan bangunan yang bisa naik 300% nilainya atau NJOP nya hanya dalam waktu 7 tahun ? Di Mannhatan ? Di Tokyo ? Di Hollywood ? Tanah Jokowi yg 30 bidang itu katanya terletak di Sukoharjo, Sragen, Solo dan balikpapan. Tidak bertambah luasnya tapi naik harga 300%.

Silahkan di bedah dan analisa sendiri pernyataan-pernyataan Jokowi saat pelaporan LKHPN tahun 2005, 2008, 2010 dan 2012. Banyak di media-media. Penuh keanehan?

2. Keanehan lain atau kebohongan lain dari Jokowi adalah bhw dia tegaskan bahwa dia tidak pernah ambil gajinya..faktanya ?

Tapi Faktanya adalah kekayaan jokowi selama setahun sebesar Rp 161.455.644 yang berasal dari gaji dan tunjangan jabatan walikota Solo. Pendapatan lain yg dicatat Jokowi sebesar Rp 561.644.000 dari dividen PT. Rakabu. Jokowi tdk catat pendapatan lain diluar dua sumber itu. Ketika ditanya kenapa ada kekayaan yg bersumber dari gaji & jabatan walikota 161 juta sedang jokowi ngaku ambil gaji ? Jawabannya ngawur.

Dengan asal-asalan Jokowi menjawab bahwa dia hanya teken gaji saja. Ga ada ngambil sama sekali. Ya iyalaaah, wong gajinya ditransfer (^_^ hedeeeh tepok jidat). Ketika terpojok karena bohongnya ketahuan, Jokowi ngeles bahwa pengeluarannya setahun mencapai 570 juta.(Sekali lagi tepok jidat pake galon air mineral ^_^)

Sekali lagi si Jokowi ngawur karena pengeluaran/ uang yang dia keluarkan 570 juta tentu tidak masuk dalam harta kekayaaan. Bodoh atau pura-pura bodoh? Dari keterangan Jokowi sendiri, lisan dan tertulis, terbukti Jokowi itu seorang pendusta.

1. Tentang kenaikan hartanya yg 300% krna NJOP.

2. Tentang gaji dan tunjangannya yang tdk dia ambil melaikan dia sumbangkan semuanya ke rakyat miskin. Inilah potret jokowi glembuk.

Ini orang memang jago memutarbalikan fakta. Jago menipu dan tidak pernah merasa bersalah atau berdosa atas penipuannya itu. Lihat saja bagaimana dia menipu rakyat dengan kebanggaannya ketika dia dinobatkan jadi walikota terbaik versi lembaga abal-abal dengan pemilih abal-abal pula.

Baca Berita selengkapnya disini : SIHIR JOKOWI

Makin aneh, macacih media sekelas kompas beriklan untuk Jokowi??????

Walikota terbaik ke-3 yang diraih Jokowi dari Mayor Foundation itu adalah abal-abal. Karena mekanisme pemilihan pemenangnya by voting. Siapa saja yang masuk ke situs Mayor Foundation bisa memilih Walikota terbaik yg diinginkan via voting di internet. Mudah sekali.

Jokowi dgn tim jasmev-nya (Jokowi Ahok Sosial Media Volunteer) yang punya admin atau karyawan ratusan orang dan ribuan tim pemandu soraknya bisa voting via internet. Menang deh horeee. Makin 4l4y kan?

Persyaratan nominasi juga tidak ada. Siapa saja boleh mencalonkan siapa saja dengan alasan apa saja. Trus voting deh. Menang lagi horeee

Tidak ada kriteria yang jelas untyk nominator dan voters. Bebas. Lebih jelas sms votes ala idol-idolan yang banyak ditayangkan di televisi nasional. Setidaknya, untuk jadi peserta kontes idol tersebut masih ada seleksi ketat dengan ribuan pesaing, meski nantinya tetap dinilai dari sms yg masuk.

Tapi yah mau bilang apa. Begitulah kualitas kecerdasan bangsa kita. Mudah ditipu dan diperdaya oleh sesuatu yg berbau asing kebarat-baratan. Mind Media Control!

Baca Liputan #KartelMediaYahudi Kendalikan MindControl

Begitulah kulitas bangsa kita yang latah dan selalu percaya dengan opini-opini yang sebenarnya mudah direkayasa asalkan ada uang cukup bayar media.

Mengenai Jokowi sendiri yg tanpa malu2 mengakui kebanggaannya terpilih dlm idol2an walikota terbaik itu, biarkan saja. Itu adalah sifatnya. Jokowi menikmati puja-puji dari warga yang tdk mengerti fakta yg sebenarnya. Apalagi dia memang gemar berbohong, mudah ngeles.

Jokowi senang dan menikmati menjadi seleb meski dia menipu dirinya sendiri, rakyat dan tuhan. Semoga dia sadar pada saatnya nanti. Jika kini dia menikmati opini yang sengaja dibuat untuknya bahwa dia adalah capres terfavorit dan pasti jadi presiden, ya silahkan saja.

Seorang tim sukses partai pesaing PDI-P bahkan berseloroh, kalau anda tidak suka Jokowi jadi presiden, pidanakan saja Ahok dengan kasus ahok center agar Jokowi tak bisa meninggalkan kursi Gubernur.. :)

Jika Jokowi ternyata tdk mampu tunaikan kewajibannya dengan baik sebagai Gubernur DKI dan asyik blusukan serta jadi newsmaker, ya silahkan saja. Ada kekuatan besar dibalik Jokowi yg ngebet jadikan Jokowi sbg presiden boneka. Ada Jokowi yg senang hati menerimanya. *Tepokjidat lagi*

Pesan Moral:

“STOP MENIPU RAKYAT DENGAN MEDIA BAYARAN!”

Modus Relawan Berani Mati Pembela ‘Nabi’ Jokowi & Sertifikasi Profesi Relawan ala JASMEV

Lantas mengapa Jokowi begitu populer di Jakarta? Jawabannya adalah karena Ahok Center, Jasmev dan media massa terus menjual Jokowi secara tidak proporsional dengan pola sebagai berikut:

1. Membesar-besarkan kebijakan Jokowi setinggi langit walaupun hanya kebijakan kecil, sederhana dan tidak bernilai apapun; dan

2. Mengecilkan dan sebisa mungkin menyembunyikan kesalahan-kesalahan fatal dari Jokowi yang biasanya menggiring pejabat biasa ke pengadilan tindak pidana korupsi.

Sertifikat Jasmev bagi relawan berprestasi

Setelah itu media massa maupun sukarelawan yang bekerja di Ahok Center terus menerus menciptakan berbagai wacana melalui media massa dan media sosial sehingga menciptakan kesan rakyat Indonesia ingin dipimpin Jokowi, padahal dari berbagai pilkada beberapa bulan terakhir terbukti Jokowi hanya populer di Jawa Tengah, khususnya Solo, dan bahkan di Jakarta dia hanya didukung 53% rakyat Jakarta sebagaimana terlihat pada saat pilkada tahun lalu yang kemenangannya beda tipis dari angka yang diperoleh Foke, itupun karena Foke melakukan kesalahan fatal mendukung kampanye rasis Rhoma Irama, sehingga banyak yang meninggalkan Foke. [idjon/rio.c/musa/voa-islam]

————————————

Mengupas The Untold Stories, The Indonesian Godfather :

The Godfather(1): Sibak Topeng SBY ‘Sang Jenderal Prihatin’

The Godfather(2): Membungkam Lawan dgn isu Korupsi & Terorisme

The Godfather (3): SBY Galau Menjadi Teman Dekat Bunda Puteri?

The Godfather (4): Siapa Bunda Putri & Apa Hubungan Dgn Dinasti SBY ?

The Godfather(5): Perang Para Pemilik Dinasti Kekuasaan Indonesia

The Godfather(6): Bakar Gedung, Habisi Dokumen Century & Hambalang

The Godfather(7) : Istana Presiden Dikendalikan Para Broker?

The Godfather(8) : Antasari Azhar Jilid 2 Tutupi Kasus Hambalang?

The Godfather(9): Jangankan Rakyat, Tuhan Pun Kau Tipu!

Promosikan produk anda voa-islam.com hanya Rp 20.000/hari atau Rp 500.000/bulan

Share this post..

Source: http://www.voa-islam.com/counter/intelligent/2013/10/29/27347/horreee-jokowi-tambah-kaya-jasmev-kebagian-lagi-sertipikatnya-ga/

0 89

JAKARTA (Arrahmah.com) – Walau jabatannya terus diprotes warga Kelurahan Lenteng Agung (LA), Jakarta Selatan, Lurah Susan Jasmine tetap berupaya mendekatkan diri dengan warganya. Di antaranya, pada Idul Adha yang baru lalu, ia pun ikut ”berkurban” 1 ekor sapi limosin dan 1 ekor kambing buat warga LA.

Lurah Susan juga ikut serta dalam Jakarta Night Religius Festival di malam takbiran Idul Adha, Senin (14/10/2013). Saat itu, ia mengerahkan 33 orang warganya, mengarak dan menabuh bedug dari Bundaran HI ke Monas.

Tak mau ketinggalan dengan bawahannya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga menampilkan pendekatannya kepada warga Muslim. Melalui website pribadinya, Wagub membeberkan gajinya, yang sebagian dipotong untuk pos pengeluaran Zakat, Infaq dan Sedekah sebesar 2,5 persen dari penghasilan setelah dipotong pajak penghasilan.

Di web itu terpampang bukti tanda terima Intensif Pemungutan Pajak Daerah sejak bulan Oktober hingga 2012. Di mana dari pendapatannya Ahok mendapat potongan sebesar Rp 1.460.412 untuk Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS).

Fenomena politisasi Islam seperti ditunjukkan Lurah Susan, Wagub Ahok, dan Rihanna, menurut Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia KH Abdul Wahid Alwy, merupakan salah satu masalah cukup serius yang berkaitan dengan aqidah; Yaitu, menimbulkan misleading (salah paham) status seputar kedudukan amal baik yang dilakukan oleh orang kafir.

Oleh karena itu sebagai orang yang beriman kata KH Wahid Alwy, tidak ada pilihan lain kecuali dalam memahami sesuatu yang berkaitan dengan masalah aqidah, hendaknya kembali kepada wahyu dari Allah ta’ala dan Sunah Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam.

Berkenan dengan masalah di atas, Al-Qur’an dengan jelas, tegas dan tuntas menjawabnya diantaranya dalam surat al-furqan ayat 23, Allah Ta’ala menegaskan, “Kami berikan balasan kepada mereka atas amal yang mereka lakukan. Kami jadikan amal orang-orang kafir sia-sia bagaikan debu yang beterbangan.”

Selanjutnya dalam surat An-Nur ayat 39, Allah Ta’ala juga menegaskan, “Orang-orang kafir itu semua amal mereka sia-sia. Semua yang mereka lakukan laksana fatamorgana di sebuah lembah. Orang-orang yang kehausan menyangka bahwa fatamorgana itu adalah air. Ketika mereka mendekati tempat itu, mereka tidak mendapatkan air sedikitpun . . . .”

Begitu juga dalam surat Ibrahim ayat 18, Allah ta’ala mengabarkan bahwa “Usaha-usaha orang yang kafir kepada Tuhan mereka sia-sia laksana debu yang ditiup angin keras pada hari yang panas. Mereka tidak memperoleh manfaat sedikitpun dari hasil usaha mereka di dunia. Orang-orang kafir itu telah amat jauh sesatnya.”

(azmuttaqin/nurbowo/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2013/10/25/amal-orang-kafir-debu.html

0 136

Kamis, 24/10/2013 18:22:42 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 46

Logo Majelis Mujahidin

Pernyataan Sikap Majelis Mujahidin
Mewaspadai Perayaan Idul Ghadir Syi’ah di Indonesia

Ekspansi ideologi transnasional Syiah, yang dilakukan sejak tahun 80-an, mulai menuai hasilnya di Indonesia. Para propagandis Syiah berani tampil terbuka, tidak lagi bersembunyi di balik taktik taqiyah. Ketika pemerintah sibuk memberantas terorisme, propagandis Syiah menyelusup dan menguasai basis strategis di pemerintahan, menjadi anggota legislatif, pejabat negara, persis seperti yang dilakukan kader-kader komunis, dan berpura-pura anti terorisme.

Pendekatan kekerasan diganti dengan diplomasi, termasuk mengundang tokoh masyarakat, para pejabat negara untuk berkunjung ke Iran, dan mendirikan Iran Corner di berbagai lembaga perguruan tinggi negeri dan swasta. Mereka menyusup ke basis-basis strategis umat melalui berbagai macam lembaga, ormas keagamaan, MUI, serta memanfaatkan secara optimal potensi negara basis Iran dengan misi deplomasi Kedutaannya di Indonesia dan negara-negara muslim lainnya dalam rangka memenuhi pesan imam besar mereka Khomeini mengekspor Revolusi Syiah ke Negara-negara Islam.

Untuk tujuan ekspansi ideologi ini pula, pada tanggal 26 Oktober 2013, akan diselenggarakan Idul Ghadir dengan tema: Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu Umat, di SMESCO (SME) Convention Hall Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta Selatan. Sudah berulangkali acara seminar Syi’ah di tolak di Makasar, Solo, bahkan belum lama ini terjadi konflik komunal di Sampang, Madura dan Jember Jawa Timur.

Oleh karena itu, guna mengantisipasi konflik komunal antar ormas keagamaan, Majelis Mujahidin menyampaikan sikap berkenaan rencana penyelenggaraan Idul Ghadir sebagai berikut:

1. Perayaan Idul Ghadir sebagai hari paling agung untuk mendewakan Ali, melebihi Idul Fitri dan Idul Adha, tidak dikenal dalam Islam.

2. Kegiatan ritual-ritual Syiah yang semarak di Indonesia adalah bentuk ekspansi ideologi Transnasional Syiah yang disusupkan dengan bantuan Keduataan besar Iran di Indonesia, dengan melakukan distorsi terhadap ajaran-ajaran Islam.

3. Segala aktivitas Syiah di Indonesia membawa misi ekspor revolusi Syiah Iran ke negara-negara muslim, diawali dengan penyusupan ajaran-ajaran Syiah (intervention), sehingga tatanan Islam menjadi rusak (destruction) yang akhirnya mereka bisa menggalang loyalitas Syiah (sabotage) terhadap penguasa, pejabat, rakyat dan pemerintah Indonesia.

4. Pemerintah Indonesia agar senantiasa mewaspadai ideologi transnasional Syi’ah demi menjaga stabilitas keamanan serta menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia dari intervensi asing.

5. Pemerintah cq. Kepolisian dan pihak terkait supaya mencabut izin acara perayaan Idul Ghadir bertema “Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu Umat” tersebut karena mencederai dan melecehkan Islam dan umatnya serta kewibawaan Negara RI.

Demikian pernyataan ini dibuat agar mendapatkan perhatian Kepolisian serta aparat keamanan terkait.

Yogyakarta, 23 Oktober 2013
Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

Irfan S. Awwas M. Shabbarin Syakur
Ketua Sekretrais

Menyetujui
Amir Majelis Mujahidin

Al-Ustadz Muhammad Thalib

Baca Juga

  • Munarman : Penegakkan Syariat Islam di Indonesia itu Sah Konstitusional
  • Sekjen FUI : Pemerintah Kristen Malawi Intoleran, Idul Adha Tidak Libur
  • KH. Hasyim Muzadi : Ada 3 Kejanggalan dalam Kasus Akil Mochtar
  • Menag Minta OKI Naikkan Kuota Haji Indonesia
  • Musim Hujan Datang, Ahok : Jakarta tidak akan Dilanda Banjir Parah Lagi

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8818

0 54

Kamis, 24/10/2013 13:19:39 | syaiful falah | Dibaca : 18

oknum polisi dan sabu (ilustrasi)

Pekanbaru (SI Online) – Salah seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Indragiri Hilir, Provinsi Riau, bernisial AS menderita gangguan jiwa akut akibat kecanduan mengonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang.

“Dia (AS) mengalami gangguan jiwa akut karena kecanduan sabu-sabu. Itu merupakan hasil pengujian dari Rumah Sakit Jiwa Provinsi Riau,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Kompol Arief Fajar Satria kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (23/10/2013).

Menurut Arief, AS terlibat sejumlah tindak pidana pencurian dan penganiayaan terhadap seorang wartawan televisi nasional yang bertugas di Pekanbaru.

Data Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menyebutkan, dalam kurun waktu sembilan bulan, sudah ada sebanyak 19 personel Polri di Riau ditetapkan menjadi tersangka atas kepemilikan narkoba (belum termasuk AS).

Belasan personel Polri itu bertugas di sejumlah wilayah kabupaten dan kota di Riau. “Jumlah tersebut merupakan rangkuman penindakan selama Januari hingga September 2013,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Ajun Komisaris Besar Hermansyah.

Menurut dia, dua di antara 19 personel itu diamankan oleh tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Sementara empat orang lainnya, ditangani oleh jajaran Polresta Pekanbaru dan Dumai.

red: adhila/tribunnews

Baca Juga

  • Polisi Tunisia Berani Usir Presiden dan Perdana Menterinya
  • Andi Malarangeng Akhirnya Ditahan KPK
  • Biadab, 9 Polisi Perkosa Gadis SMA dengan Ancaman Pistol
  • Sekjen FUI : Biarkan Prostitusi, Lebih Baik Ahok Mundur Saja

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8814

0 79

Kamis, 24/10/2013 12:35:57 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 31

Wakil Ketua Umum DDII KH Abdul Wahid Alwy

Jakarta (SI Online) – Walau jabatannya terus diprotes warga Kelurahan Lenteng Agung (LA), Jakarta Selatan, Lurah Susan Jasmine tetap berupaya mendekatkan diri dengan warganya. Di antaranya, pada Idul Adha yang baru lalu, ia pun ikut ‘’berkurban” 1 ekor sapi limosin dan 1 ekor kambing buat warga LA.

“Sapi yang untuk Kelurahan Lenteng Agung itu berupa amanah dari Yayasan Denny JA melalui saya sebagai Lurah Lenteng Agung,” ujar Susan sebagaimana dikutip detikcom, Rabu (16/10/2013). Denny JA, menurut kader Ulama-Intelektual Indonesia Budi Handrianto dalam bukunya 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia (Hujjah Press, 2007), termasuk salah satu tokoh pengasong liberalisme keagamaan di Tanah Air. Denny yang pernah dikritik tajam pemikirannya oleh Pembina Dewan Dakwah Allahyarham HA Sumargono, menyatakan antara lain kaum liberal perlu merumuskan sendiri doktrin teologis Islam liberal.

Lurah Susan juga ikut serta dalam Jakarta Night Religius Festival di malam takbiran Idul Adha, Senin (14/10). Saat itu, ia mengerahkan 33 orang warganya, mengarak dan menabuh bedug dari Bundaran HI ke Monas.

“Rombongan aku 33 orang ada 4 bedug. Kita sama wakil lurah, kasie kesmas, dan Pak RT 02/04. Kita keluarin semuanya, all out, anak-anaknya, truk dan hiasan bedug,” ujar Susan yang tampil dengan gamis dan kerudung saat merayakan malam takbiran itu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, selama ini selalu membela Lurah Susan. Bahkan meskipun hasil lelang jabatan camat dan lurah di DKI Jakarta 60% tidak tepat, ia tetap bergeming dengan kebijakan yang memunculkan fenomena Lurah Susan itu.

Tak mau ketinggalan dengan bawahannya, Ahok juga menampilkan pendekatannya kepada warga Muslim. Melalui website pribadinya www.ahok.org, Wagub membeberkan gajinya, yang sebagian dipotong untuk pos pengeluaran Zakat, Infaq dan Sedekah sebesar 2,5 persen dari penghasilan setelah dipotong pajak penghasilan.

Di web itu terpampang bukti tanda terima Intensif Pemungutan Pajak Daerah sejak bulan Oktober hingga 2012. Di mana dari pendapatannya Ahok mendapat potongan sebesar Rp 1.460.412 untuk Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS).

Potongan untuk ZIS itu sudah berjalan selama tiga bulan. Selain potongan ZIS, ada juga potongan Kesra, Simpanan Wajib Koperasi, Pinjaman Koperasi, Asuransi JS+potongan Korpri dan potongan lain-lain. Selain ZIS, semuanya potongan kosong.

Contohnya pada bulan Oktober, penerimaan Ahok adalah Rp 68.725.280. Kemudian dipotong PPH 21, 5 persen sebesar Rp 10.308.729. Ditambah potongan ZIS Rp 1.460.412, maka penerimaan bersih Ahok menjadi Rp 56.956.076. Jumlah yang sama juga diterima Ahok untuk bulan November.

Sedangkan untuk bulan Desember, penerimaan Ahok Rp 68.001.856. Kemudian dipotong PPH 21, 5 persen sebesar Rp 10.200.278. Ditambah potong ZIS Rp 1.445.040, maka penerimaan bersih Ahok menjadi Rp 56.356.538.

Di pentas dunia, sama seperti ulah Lurah Susan, penyanyi porno Rihanna berpose dengan berkerudung dan terusan (jumpsuit) hitam. Foto di halaman Masjid Besar Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab, itu ia unggah pada Jumat, 18 Oktober lalu, di media sosial Instagram. Banyak peselancar dunia maya yang mengecam penyanyi Umbrella itu. Ia dinilai tidak menghormati rumah ibadah.

Politisasi Agama

Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Jakarta, Hendardi, dalam tulisannya berjudul Demokrasi dan Politisasi Agama di Kompas (3/7/2009), menyatakan, politisasi agama tampak dalam seputar kesalehan personal kandidat, performa pakaian para istri kandidat, maupun pilihan agama dan orientasi keberagamaan seorang kandidat pesta demokrasi.

Politisasi agama, tulis Hendardi, bekerja dengan mengeksploitasi hal-hal yang merupakan identitas dan domain personal ke arena publik. Eksploitasi itu untuk dua kepentingan: menundukkan lawan atau untuk menghimpun dukungan baru.

Jika politisasi diperagakan untuk menundukkan lawan politik, bisa diduga pemicu politisasi dari seberang seorang kandidat. Sementara jika dimaksudkan untuk menghimpun dukungan baru dan memperluas konstituensi, politisasi agama sengaja didesain oleh diri sendiri.

Fenomena semacam itu, menurut Koordinator FSAI Yogyakarta Azis Anwar Fachrudin (Suara Karya, 05/07/2013), membawa sejumlah imbas negatif.

Pertama, fetisisme agama. Fetisisme adalah fenomena budaya populer. Ia menggunakan berbagai pesona dan daya pikat (charm) untuk memengaruhi bahkan mengendalikan orang-orang atau massa.

Kedua, dekonstruksi nilai kesucian dari simbol itu. Simbol yang menjadi tameng kesucian untuk mengiba rasa simpati justru membuat publik muak. Simbol yang suci itu bisa mengalami desakralisasi. Dekonstruksi nilai kesucian itu tak ubahnya sama dengan ketika simbol-simbol religi memasuki ruang komodifikasi agama, terutama saat bertepatan dengan momen-momen tertentu (Ramadhan, Idul Fitri, Natal, dan lain-lain).

Ketiga, banalitas agama. Politisasi simbol agama telah menciptakan suatu konsekuensi kultural. Yakni, terbaurnya ‘budaya luhur’ dengan ‘budaya rendah’. Akibatnya, agama menjadi sesuatu yang murah.

Bagai Debu

Fenomena politisasi Islam seperti ditunjukkan Lurah Susan, Wagub Ahok, dan Rihanna, menurut Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia KH Abdul Wahid Alwy, merupakan salah satu masalah cukup serius yang berkaitan dengan aqidah; Yaitu, menimbulkan misleading (salah paham) status seputar kedudukan amal baik yang dilakukan oleh orang kafir.

‘’Masalah ini sering kali muncul dalam pengajian-pengajian di berbagai tempat. Masalah ini, harus dicermati dengan baik karena kalau tidak, akan sangat membahayakan umat, apalagi bagi mereka yang kemampuan keislamannya masih dalam proses kematangan,” tutur Ustadz Alwy.

Ia merasa miris, karena ada penceramah yang berpendapat, siapapun orangnya, apapun agamanya, termasuk juga di dalamnya orang tidak beragama, kalau dia berbuat amal baik pasti mendapat amal baik di akhirat dari Allah SWT, dan orang itu berhak mendapatkan surga.

Pendapat ini biasanya dilontarkan oleh orang yang menamakan dirinya pembaharu yang mengagung-ngagungkan otak belaka. Padahal kalau diurut ke belakang, bahwa apa yang diungkapkan itu sama sekali bukan hal yang baru tapi sudah diungkapkan oleh filosof Yunani yang bernama Socrates yang selalu mengagungkan otak manusia diatas segala-galanya.

Cara pandang seperti ini, apalagi kalau itu berkaitan dengan aqidah, sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ajaran Islam memang tidak melarang manusia menggunakan otaknya didalam memahami agama. Akan tetapi, bagi orang yang beriman, otak itu tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri, ia harus dibimbing dengan wahyu, sehingga dengan cara itu seseorang insya Allah akan terbebas dari hawa nafsunya.

Kemudian juga, semata-semata otak saja yang dijadikan pegangan, maka itu pun akan mendatangkan ketidakpastian dan kebingungan manusia itu sendiri, didalam menentukan otak siapa yang layak dijadikan panduan. Apakah otaknya orang Inggris, Amerika, orang Afrika dan lain sebagainya.

Oleh karena itu sebagai orang yang beriman, tidak ada pilihan lain, kecuali dalam memahami sesuatu yang berkaitan dengan masalah aqidah, hendaknya kembali kepada wahyu dari Allah ta’ala dan Sunah Rasulullah SAW.

Berkenan dengan masalah di atas, Al-Qur’an dengan jelas, tegas dan tuntas menjawabnya diantaranya dalam surat al-furqan ayat 23, Allah Ta’ala menegaskan, ”Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (orang kafir), lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.”

Selanjutnya dalam surat An-Nur ayat 39, Allah Ta’ala juga menegaskan, “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun . . . .”

Begitu juga dalam surat Ibrahim ayat 18, Allah ta’ala mengabarkan bahwa orang-orang kafir kepada tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

Alwy juga prihatin, bersamaan dengan itu tampak juga adanya kesengajaan dari mereka menafsirkan ayat al-Qur’an dengan tidak menggunakan metedologi baku sebagaimana yang dilakukan para salafussaleh. Misalnya dalam menafsirkan surat al-Baqarah ayat 62 mengenai kedudukan alam Yahudi, Nasrani, dan Shobi’i akan mendapat pahala dari Allah sejauh mereka beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal shaleh.

Pendapat ini jelas tidak dipertanggungjawabkan karena dalam memahami satu ayat di dalam al-Qur’an harus merujuk kepada ayat yang lain. Misalnya saja, dalam surat al-baqarah ayat 62, kata beriman harus dirujuk ke ayat lain, tidak bisa menggunakan ayat itu semata-mata tanpa melihat ayat lain.

Adapun rujukan ayat tentang orang beriman ayatnya bertebaran di banyak surah di dalam al-Qur’an. Di antaranya di dalam surat al-anfal ayat 2 s/d 4, Allah menegaskan ciri-ciri orang yang beriman. Pertama, apabila disebut nama Allah Ta’ala bergetar hatinya; Kedua, apabila dibacakan ayat-ayat Allah Ta’ala bertambahlah imannya. Ketiga, melaksanakan shalat. Keempat, menafkahkan hartanya dijalan Allah Ta’ala.Pertanyaannya adalah apakah orang seperti Susan, Ahok, Rihanna dan yang lainnya bergetar hatinya ketika nama Allah di sebut? Bertambahkah iman mereka ketika dibacakan al-Qur’an? Sholatkah mereka?

Jawabannya bisa merujuk kepada pernyataan Wagub Ahok. “Jadi jangan ngomong agamalah, capek sudah saya ngomong agama. Jadi kita kerja sajalah. Silakan cap saya ini sekuler, kafir nomor satu, paling bejat. Ini saya udah kafir, sekuler lagi. Saya sudah muak bercerita soal agama, soal akhlak, kita buktikan perbuatan sekarang,” kata Ahok dalam sebuah Seminar di RS Husada Jakarta (news.liputan6.com, 19/2/2013).

Saat itu ia tampak emosi menanggapi interupsi seorang peserta seminar agar akhlak para pejabat DKI lebih diperhatikan lagi.

“Kalau saya ke gereja tiap minggu, itu urusan saya. Saya takut karena ada surga. Saya juga tidak tahu ada atau tidak surga itu, ya saya percaya saja,” pungkas Ahok, kali ini sembari tertawa.

Kemudian juga dalam ayat lain, misalnya dalam surat al-hujurat ayat 15, Allah Ta’ala juga menegaskan ciri-ciri orang yang beriman, yaitu yang beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasulnya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan merka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah Ta’ala, mereka itulah orang-orang yang benar-benar orang yang beriman.

Pertanyaannya lagi, apakah orang non-Islam itu beriman kepada Nabi Muhammad SAW? Dari dalil-dalil di atas dapatlah dipastikan, bahwa pendapat yang mengatakan amal baik orang kafir itu ada nilainya kelak kemudian hari di sisi Allah SWT, jelas bertentangan dengan dalil Al-Qur’an, dan di saat yang sama akan membahayakan aqidah umat Islam. ‘’Untuk itu, berhati-hatilah,” imbau KH Abdul Wahid Alwy.

Rep: nurbowo

Baca Juga

  • Hukum Makan Sesajen
  • Cara Menghilangkan Rasa Takut

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8812

0 161

Setelah beredarnya video mesum pelajar SMP di Jakarta Pusat baru-baru ini, pendidikan seks kembali marak diwacanakan, salah satunya oleh Wakil Gubernur Jakarta Ahok. “Saya rasa pendidikan seks di sekolah penting. Ini untuk mencegah berbagai perilaku asusila di kalangan pelajar,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/10).

Benarkah dengan pendidikan seks masalah rusaknya susila pelajar terselesaikan? Lantas apa solusi tuntasnya? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan mediaumat.com Joko Prasetyo dengan Jubir Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Iffah Ainur Rahmah. Berikut petikannya.

Benarkah solusi terkait video porno yang dibuat siswa-siswi SMP tersebut adalah dengan pendidikan seks?

Jelas tidak bisa. Ini masalah yang kompleks. Bukan hanya soal minimnya pengetahuan remaja terhadap dampak buruk seks bebas atau karena tidak fahamnya remaja bagaimana menjaga organ seksual sementara mereka di usia atau fase keingintahuan yang besar dan ingin mencoba-coba hal baru.

Remaja kita hari ini hidup terkungkung sistem rusak. Pendidikan keluarga tidak menanamkan pondasi iman yang kuat dan menuntun penemuan jatidiri sebagai hamba Allah.

Mereka juga menjadi korban kurikulum sekolah yang sekuler dan liberal dan tidak membangun kepribadian luhur.

Di luar keluarga dan sekolah mereka digempur dengan berbagai pemikiran dan konten porno yang merangsang naluri seksual mereka.

Apalagi pendidikan seks yang ditawarkan saat ini adalah program yang disebut dengan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) ala UNAIDS. Materi dan metode penyampaiannya sangat liberal. Hanya fokus pada membekali remaja agar perilaku seksualnya ‘aman’ dan ‘sehat’ yakni terhindar dari risiko kehamilan dan bahaya penyakit menular seksual.

Alih-alih membuat remaja berhati-hati agar tidak melakukan seks bebas, malah membuat mereka merasa aman-aman saja melakukannya karena bisa menghindari risiko.

Mengapa?

Karena dalam KRR tersebut tidak ada sedikit pun peringatan bahwa pelaku seks bebas tidak akan pernah aman dari azab Allah. Buktinya? Setelah beberapa tahun dimasukkan dalam kurikulum berbagai sekolah menengah, justru peningkatan perilaku seks bebas di kalangan remaja yang terjadi. Apakah program ini yang juga akan diaruskan untuk dilakukan orang tua di rumah?! Pendidikan seks ini tidak mendidik tapi malah menyesatkan!

Bagaimana pandangan Islam tentang pendidikan seks?

‘Pendidikan seks’ dalam Islam diberikan sebagai bagian tak terpisahkan dari penanaman akidah, ibadah dan akhlak.

Asasnya adalah memahamkan siapa jatidiri dan apa tujuan hidup serta bagaimana meraih tujuan hidup manusia. Materinya akan menjelaskan tentang perkembangan organ reproduksi yang akan/sedang dialami remaja ketika mengalami pubertas, apa konsekuensinya dan bagaimana seharusnya bersikap. Juga memahamkan tentang adanya fitrah manusia berupa naluri seksual (gharizah nau’) berikut karakteristiknya, apa saja yang bisa merangsang munculnya naluri tersebut, bagaimana mengendalikannya, bagaimana pemenuhan yang benar dan yang salah berikut konsekuensinya.

Dalam kitab-kitab fiqih para ulama menjelaskan bahwa orang tua bertanggung jawab menjelaskan panduan Islam dalam mengatur pemenuhan naluri seksual secara benar.

Seperti apa?

Sejak dini anak-anak dibiasakan malu menampakkan auratnya apalagi organ seksualnya di hadapan orang lain, menanamkan maskulinitas dan feminitas masing-masing anak agar tidak merangsang terjadinya penyimpangan, memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan, mengajarkan minta ijin masuk ke kamar orang dewasa, mengenalkan mahram, menjaga pandangan, melarang khalwat dan ikhtilat, mengenalkan tanda-tanda dewasa (ihtilam dan haidl) berikut konsekuensinya dan seterusnya.

Demikianlah bila orangtua menjalankan amanahnya untuk mendidik putera-puterinya sesuai tuntunan syariat Islam, tidak lagi diperlukan program pendidikan seks. Dan tidak benar kalau ada orang tua yang menganggap tabu membicarakan naluri seksual ini dengan anak. Yang tabu adalah menyampaikannya dengan vulgar yang justru merangsang munculnya naluri tersebut sebagaimana nampak pada program KRR saat ini.

Bagaimana Islam mengatasi maraknya video mesum pelajar?

Harus dihapus semua ide, pemikiran,kurikulum dan kebijakan negara yang liberal dan sekuler. Untuk mengatasi tuntas masalah ini, Islam mencegah terjadinya pemenuhan naluri seksual yang salah dengan meminimalisir keberadaan hal-hal yang bisa merangsang bergejolaknya naluri seksual pada diri manusia, kecuali di dalam kehidupan khusus (kehidupan pernikahan). Harus dilakukan bersama-sama baik oleh sistem (dalam kebijakan negara) maupun diusahakan oleh individunya.

Apa yang harus dilakukan negara?

Pertama, negara melarang beredarnya rangsangan naluri seksual tersebut di kehidupan umum secara mutlak. Seperti keberadaan VCD porno, majalah porno, internet porno, tontonan erotis di televisi atau di jalan-jalan.

Kedua, negara memberlakukan aturan interaksi laki-laki perempuan yang menjaga kehormatan, mencegah terjadinya interaksi yang ‘saling merangsang’ antara laki-laki dan perempuan, dengan tetap memungkinkan terjadinya interaksi yang bersifat ta’awun atau kerjasama dalam rangka memenuhi kebutuhan masing-masing untuk kemaslahatan bersama di tengah-tengah masyarakat.

Kalau individu?

Pertama, individu termasuk remaja harus mencegah dirinya dari melakukan hal-hal yang akan membangkitkan naluri seksualnya di luar lembaga pernikahan.

Seorang remaja yang ingin mengendalikan gejolak naluri seksualnya maka dia harus menghindarkan diri dari hal-hal yang membangkitkannya seperti kencan dan pacaran, nonton atau membaca tontonan-tontonan/bacaan porno, bersama-sama dengan teman se-gank membuat pesta seks, ataupun sekedar melamun dan berfantasi tentang hal-hal cabul dan merangsang birahi.

Semua hal yang bisa membangkitkan dan membuat naluri seksualnya bergejolak (baik berupa realita ataukah pemikiran yang dihadirkan tadi) harus betul-betul dia jauhi.

Kedua, untuk membantu seorang remaja melakukannya, maka remaja tersebut harus mencurahkan energinya, menyibukkan hari-harinya dan mengaktifkan pemikirannya pada hal-hal yang positif dan bisa mengalihkannya dari pikiran kosong.

Ikut dalam organisasi siswa intra sekolah, kegiatan kerohanian, kegiatan ekstra kurikuler, memacu diri untuk selalu berprestasi, aktif dalam kegiatan keremajaan di masyarakat, olah raga dan berbagai aktivitas semisal bisa menjadi pilihan remaja menghabiskan waktunya, ketimbang hanya kongkow-kongkow di pinggir jalan, ngeceng di mall, nonton BF, ndugem atau clubbing di diskotik-diskotik yang memang sarat dengan nuansa ‘rangsangan seksual’.

Ketiga, perbanyak puasa. Islam menganjurkan bagi seseorang yang belum sanggup menikah dan berkeinginan mengendalikan gejolak naluri seksualnya, untuk berpuasa. Puasa ini dilakukan dalam kerangka meningkatkan self controll atau kemampuan mengendalikan diri yang dimiliki seseorang karena dorongan ketaqwaan yang dimilikinya.[]

Source: http://hizbut-tahrir.or.id/2013/10/24/jubir-muslimah-hti-pendidikan-seks-bukan-solusi-cegah-video-mesum-pelajar/

0 104

Home Berita Nasional

Kamis, 24/10/2013 05:58:38 | syaiful falah | Dibaca : 37

KH. Muhyidin Junaedi (kanan) di kantor MUI pusat

Jakarta (SI Online) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat bidang luar negeri, KH. Muhyidin Junaidi mendukung penuh langkah Sultan Hasanah Bolkiah atas keputusannya yang telah memberlakukan syariat Islam dinegerinya, Brunei Darussalam. Pada Selasa (22/10/2013) lalu, Sultan Brunei mengumumkan berlakunya hukum syariat Islam bagi setiap tindak pidana di negerinya.

“Bravo dan dukungan sepenuhnya kepada Sultan Brunei dan kerajaannya atas dekrit pemberlakuan syariat Islam. Ini sebuah langkah berani, cerdas dan impresive,” ujar kyai Muhyidin melalui pesannya yang diterima Suara Islam Online, Rabu (23/10/2013).

Kyai Muhyidin mengatakan pemberlakuan syariat Islam memang sudah menjadi tugas kepala negara dan seharusnya sejak lama diberlakukan hukum tersebut.

“Sultan sesuai dengan tupoksinya punya tugas utama adalah menerapkan syariah Allah. Ia punya kekuasaan absolut mengendalikan negara, termasuk pengelolaan sumber daya alam sesuai syariah,” kata ketua MUI.

Ketua MUI berharap langkah Sultan Brunei ini bisa mempengaruhi Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia untuk melakukan hal yang sama.

“Semoga kebijakan itu akan berdampak positif bagi Indonesia yang heterogen. Minimal ada langkah terencana, terukur dan tertata rapi di level tokoh ormas dan politik,” pesan kyai Muhyidin.

red: syaiful falah

Baca Juga

  • Aneh, Ketua MUI Mengaku Belum Dapat Laporan Pembongkaran Masjid Amir Hamzah di TIM
  • Ketua Fraksi Demokrat: Setahun Jokowi-Ahok, 1000 Rumah Terbakar dalam Satu Lokasi
  • Uwais Al Qarni Menggendong Ibunya Naik Haji
  • Sekjen FUI Ajak Masyarakat Bekasi Dukung Capres Syariah
  • Madonna Mengaku Pelajari Alquran

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8809

0 93

Home Berita Internasional

Selasa, 22/10/2013 18:45:08 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 52

Sultan Hasanal Bolkiah (ist)

SI Online – Brunei Darussalam akan memberlakukan hukum hudud. Jenis sanksi yang akan diterapkan itu adalah hukum rajam bagi pezina dan potong tangan bagi pencuri.

Pemberlakuan sanksi ini adalah sebagai upaya Brunei Darussalam untuk memperkenalkan salah satu jenis hukum syariah Islam. Adalah Sultan Hassanal Bolkiah yang menyampaikan hal itu hari ini. “Kita sudah menggarap hukum syariah bertahun-tahun dan kini hukum itu sudah dimasukkan dalam lembaran negara,” kata Sultan Bolkiah, seperti tertulis di laman Bangkok Post, Selasa (22/10/2013)

Seusai melalui fase-fase sosialisasi, Sultan Bolkiah mengatakan, “Hukum syariah Islam akan berlaku pada enam bulan ke depan.”

Sultan Hassanal Bolkiah meminta penerapan hukum syariah Islam sejak 1996. Selama ini, Kesultanan Brunei yang sudah ada sejak enam abad silam menerapkan dua sistem hukum antara syariah dan hukum peninggalan penjajah Inggris. Penjajahan Inggris berakhir pada 1984. Hukum syariah Islam lazimnya berlaku saat perkara-perkara tertentu seperti sengketa perkawinan.

Di Brunei Darussalam, aturan yang sesuai syariah Islam juga berlaku semisal tiap Jumat. Segala kegiatan masyarakat, seperti bisnis, wajib tutup selama dua jam bertepatan dengan waktu sembahyang Jumat.

Hingga kini, dari 400.000 penduduk Brunei Darussalam, 70 persennya adalah kelompok etnis Melayu beragama Islam. Lalu, 15 persen lainnya adalah keturunan China. Adapun sisanya adalah penduduk asli.

red: abu faza/dbs

Baca Juga

  • Tradisi Makan Bersama Usai Shalat Ied di Masjid Darussalam Bekasi
  • Menjawab Hujatan Penginjil: Muhammad Saw Bukan Nabi karena Butuh Doa Shalawat?
  • Mahfud Siap Potong Tangan dan Leher Jika Terbukti Terima Suap
  • Musim Hujan Datang, Ahok : Jakarta tidak akan Dilanda Banjir Parah Lagi

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8792

0 69

Home Berita Nasional

Selasa, 22/10/2013 17:37:55 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 28

Calon Kapolri Komjen Pol Sutarman (foto: viva.co.id)

Jakarta (SI Online) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menetapkan Komisaris Jenderal Pol Sutarman sebagai Kepala Kepolisian RI (Kapolri) baru pada Sidang Paripurna DPR di Gedung Nusantara II di Jakarta, Selasa (22/10/2013).

“Berdasarkan keputusan rapat, Komisi III DPR melalui pandangan fraksi-fraksi secara musyawarah dan mufakat menyetujui untuk mengangkat Komisaris Jenderal Polisi Sutarman sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia,” kata Ketua Komisi III DPR Pieter C. Zulkifli, seperti dikutip Antara.

Dalam sidang paripurna itu, Pieter menjelaskan rangkaian kegiatan uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan Komisi III terhadap Komjen Pol Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri, salah satunya kunjungan ke kediaman pribadi Calon Kapolri pada 9 Oktober.

Kemudian, ia mengatakan, pada 10 Oktober, Komisi III DPR membuat pengumuman mengenai rencana uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri kepada masyarakat luas melalui surat kabar nasional untuk mendapatkan masukan, kritikan, dan dukungan terhadap calon Kapolri.

Selanjutnya, kata dia, pada 16 Oktober, Komisi III DPR mengadakan rapat dengar pendapat dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) guna memperoleh informasi terkait dengan rekam jejak calon Kapolri dari segi finansial dan karier.

“Pada 17 Oktober, Komisi III melakukan fit and proper test terhadap Calon Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Sutarman. Setelah itu, Komisi III melakukan rapat untuk pengambilan keputusan tentang persetujuan terhadap calon Kapolri,” ujarnya.

Setelah ditetapkan oleh DPR, Komjen Pol Sutarman akan segera dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sutarman menggantikan pendahulunya Jenderal Pol Timur Pradopo.

red: shodiq ramadhan

Baca Juga

  • Mantan Sutradara Film Fitna Naik Haji
  • Ahok akan Persenjatai Satpol PP
  • Sah, Komisi III DPR Setuju Sutarman jadi Kapolri
  • Tak Punya Malu, AS Keluarkan Daftar Nama ‘Teroris’

Source: http://www.suara-islam.com/read/index/8789