Home Cari

afrika tengah mujahidin - Hasil Pencarian

Jika Anda merasa hasil pencarian kurang akurat, coba deh cari dengan kata kunci yang berbeda :)

Afrika Tengah Mujahidin


We provide another result for Afrika Tengah Mujahidin at other webs or blogs around the world. This page powered by Google, Yahoo and Bing. You can search anything or different keyword using our powerful Search Form below:


Article Afrika Tengah Mujahidin on other source:

0 127
ar-pembantaian bangui

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Penyerangan terhadap umat Islam di Republik Afrika Tengah atau Central African Republic (CAR) oleh ekstrimis Kristen telah menyebabkan berjatuhannya ribuan korban jiwa, sementara ribuan lainnya terpaksa mengungsi. Pembantaian keji terhadap kaum Muslimin ini telah menjadi sorotan dunia, khususnya dunia Islam, tak terkecuali Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA).

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis Shahamat pada Sabtu (22/2/2014), Mujahidin IIA menyampaikan keprihatinan atas apa yang dialami oleh saudara-saudara Muslimnya di CAR dan mengecam keras pembantaian yang terjadi.

“Genosida kaum Muslimin telah terjadi di tangan-tangan para penjahat Kristen selama tiga bulan terakhir di Republik Afrika Tengah,” menurut pernyataan itu.

“Foto-foto mengerikan yang disebarkan oleh jaringan media jelas-jelas menunjukkan bagaimana gerombolan kriminal para kriminal yang bersifat kebinatangan tanpa ampun membunuh kaum Muslimin di jalan-jalan, desa-desa, pasar-pasar dan bahkan tempat-tempat shalat dan pusat-pusat keagamaan sebelum kemudian jasad mereka dibakar!” tambah pernyataan itu.

Mujahidin IIA menyayangkan negara-negara dan organisasi kemanusiaan internasional yang menganggap diri mereka sebagai “juara” dan “pelindung” manusia dan kemanusiaan tetapi hanya duduk diam melihat pembantaian Muslim di CAR. Dan diamnya mereka memungkinkan penindasan Muslim CAR terus berlanjut, yang bukan hanya mengancam keberadaan Muslim tetapi juga merusak kehidupan damai antara warga Muslim dan Kristen di negara tersebut.

Selain mengecam keras pembantaian Muslim di CAR, IIA juga menyeru bangsa Muslim, PBB, Komite HAM Internasional dan bahkan para petinggi Kristen di Vatikan untuk melakukan langkah untuk menghentikan pembantaian yang terjadi.

“Oleh karena itu IIA, selain menganggap pembebasan kaum Muslimin yang tertindas di Republik Afrika tengah ini menjadi kewajiban (yang bersifat) kemanusiaan dan etis di seluruh dunia dan khususnya kewajiban Syari’ah umat Muslim, mengecam dengan keras pembantaian tanpa ampun di tangan para milisi yang haus darah itu, juga menyeru kepada Konferensi Islam (OKI), Organisasi PBB, Komite Hak Asasi Manusia Internasional, Uni Afrika dan para petinggi agama Kristen di Vatikan untuk mengambil langkah dalam mencegam pembunuhan massa Muslim di CAR dan untuk memenuhi kewajiban kemanusiaan dan etis mereka dalam hal ini.” (siraaj/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/02/22/mujahidin-iia-mengecam-pembantaian-muslim-di-republik-afrika-tengah1.html

0 61
AR-AQAP

YAMAN (Arrahmah.com) – Sebuah video yang dirilis oleh Al-Qaeda di Semenanjung Arab atau Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) pada akhir Maret telah menarik perhatian di media. Video yang berjudul The First Heavy Rain itu menampilkan dua pemimpin AQAP, beserta mujahidin yang meloloskan diri dari penjara Yaman pada bulan Februari 2014.

Syaikh Nasir Al-Wuhayshi, yang merupakan amir AQAP, terlihat tengah berbicara dalam sebuah pertemuan yang dihadiri lebih dari 100 orang. “Saudara-saudaraku, saat ini para salibis masih mempunyai banyak rencana, jadi kita harus ingat bahwa kita selalu melawan musuh terbesar, para pemimpin kafir, dan kita harus menggulingkan para pemimpin itu, kita juga harus menghancurkan salib, dan pembawa salib terbesar adalah Amerika.” tegasnya.

Syaikh Ibrahim Ar-Rubaish, seorang warga Saudi yang pernah ditahan di Guantanamo dan sekarang berperan sebagai pejabat tinggi syariah di AQAP, juga berbicara dalam video tersebut. Syaikh Ibrahim bersyukur atas kebebasan baru yang didapatkan oleh sejumlah mujahidin, termasuk yang terlihat dalam video itu, tetapi dia menyesalkan fakta bahwa ada beberapa mujahidin yang masih dipenjarakan di Guantanamo dan di tempat lainnya.

Video tersebut telah memicu minat media karena menunjukkan kekuatan AQAP di Yaman. Syaikh Nasir adalah orang yang diburu dan dia masuk dalam daftar mujahid yang paling dicari oleh Amerika dan dijadikan target potensial untuk serangan drone salibis. Namun, dia merasa cukup nyaman di negara asalnya untuk memimpin pertemuan para mujahidin yang merupakan pengikutnya.

Syaikh Nasir dulunya menjabat sebagai pembantu Syaikh Usamah bin Ladin dan setelah peristiwa yang penuh berkah 9/11 dia berlindung di Afghanistan. Kemudian dia berangkat ke Iran, tempat di mana dia ditahan, beberapa saat setelah Pertempuran Tora Bora. Akhirnya dia dipindahkan ke penjara Yaman, tetapi dia berhasil meloloskan diri dari penjara pada tahun 2006.

Al-Qaeda telah lama berusaha untuk mengobarkan jihad di negara-negara Muslim yang dianggap berpotensi untuk menjadi ladang jihad. Yaman dan Arab Saudi termasuk dalam daftar pertama negara yang menjadi target dalam operasi Al-Qaeda ini. Namun, gerakan “kontraterorisme” sengit di Arab Saudi yang dimulai pada tahun 2003 menghalangi upaya awal Al-Qaeda di Semenanjung Arab. Pada awalnya, Al-Qaeda juga bersusah payah untuk mendirikan sebuah jama’ah jihad skala penuh di Yaman. Namun pelarian yang lolos dari penjara seperti Syaikh Nasir dan tahanan Guantanamo yang baru kembali seperti Syaikh Rubaish telah mengisi posisi kepemimpinan Al-Qaeda di Semenanjung Arab dan memberikan kontribusi untuk kebangkitan Al-Qaeda.

Pada awal tahun 2009, Syaikh Nasir bersama mujahidin mengumumkan kebangkitan kembali AQAP, dan berbai’at kepada pemimpin senior Al-Qaeda Syaikh Aiman Az-Zhawahiri yang sebelumnya telah mengangkat Syaikh Nasir sebagai pimpinan tertinggi Al-Qaeda di Semenanjung Arab.

Pada musim panas 2013, Syaikh Aiman mengangkat Syaikh Nasir ke posisi amir Al-Qaeda. Penunjukan Syaikh Nasir untuk peran amir itu bersamaan dengan ancaman skala besar agar Amerika menutup kedutaannya di seluruh dunia. AS mengetahui ancaman ini ketika intelijen mendapatkan video komunikasi Syaikh Aiman, melalui sistem berbasis internet yang kompleks, bersama dengan lebih dari 20 anak buahnya, termasuk Syaikh Nasir.

Amir Al-Qaeda bertindak sebagai fungsi inti dalam kelompok tersebut. Peran itu sebelumnya dipegang oleh mujahid senior Asia Selatan. Menurut dokumen rahasia yang dirampas dari kediaman Syaikh Usamah, tugas yang dilakukan oleh amir Al-Qaeda termasuk mengkoordinasikan kegiatan militer dan media, serta berkomunikasi dengan daerah-daerah atau cabang-cabang Al-Qaeda, serta dengan sekutu seperti Taliban Afghanistan dan Pakistan.

Dalam video terbaru lainnya, Syaikh Abu Sulaiman Al-Muhajir, seorang petinggi dewan syariah di Jabhah Nusrah, menjelaskan bahwa Al-Qaeda juga memiliki pemimpin yang mengawasi organisasi di berbagai lokasi geografis, atau wilayah. Jabhah Nusrah adalah cabang resmi Al-Qaeda di Suriah.

“Al-Qaeda menyusun rencana dan strategi berdasarkan apa yang kita sebut Al-Qalim, atau lokasi,” kata Syaikh Sulaiman dalam video itu. Dan seorang pemimpin, yang telah berbai’at kepada Syaikh Aiman Az-Zhawahiri, dipilih untuk mengawasi masing-masing lokasi tersebut. Selain itu, Syaikh Sulaiman juga menjelaskan bahwa Al-Qaeda menunjuk pemimpin lain yang mengawasi semua lokasi tersebut, dan posisi ini disebut Mas’ul Al-Qalim.

Peran kepemimpinan Mas’ul Al-Qalim ini dijelaskan oleh Syaikh Sulaiman diisi oleh orang lain selain amir Al-Qaeda, menurut pejabat intelijen AS. Baik amir maupun Masul Al-Qalim, keduanya memiliki wakil untuk mendukung pekerjaan mereka.

Peran tersebut, dan apa yang mereka katakan tentang betapa sebenarnya Al-Qaeda terorganisir, umumnya tidak tercermin dalam wacana publik. Biasanya mereka berpendapat bahwa otak dari Al-Qaeda di Asia Selatan dan keberadaannya berbeda dari cabang Al-Qaeda di tempat lain. Syaikh Nasir berperan sebagai salah seorang pemimpin paling senior Al-Qaeda dari Yaman. Dan perannya adalah menjadi bagian dari struktur yang dipimpin langsung oleh Syaikh Aiman, wakil lainnya, dan didukung oleh para anggota dewan. Para pemimpin ini tidak hanya berada di Asia Selatan, tetapi juga di tempat lainnya.

Pengaruh dia di jaringan Al-Qaeda dapat dibuktikan dengan berbagai cara. Menurut akun Twitter Wiki Baghdady, yang dianggap merupakan akun dari Daulah Islam Irak dan Syam atau Islamic State of Iraq and the Sham (ISIS), Syaikh Nasir adalah figur yang diminta tolong mengatasi pertikaian antara ISIS dan Jabhah Nusrah. Syaikh Nasir dikabarkan menolak amir ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi, ketika diminta untuk bergabung di ‘kekhalifahan’ yang baru. Syaikh Nasir juga menyarankan Al-Qaeda di Maghrib Islam atau Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM), cabang lain dari Al-Qaeda, untuk menerapkan hukum syariah di wilayah yang berada di bawah kendali AQIM. Pada awalnya AQIM tidak mematuhi saran ini, tapi kemudian dalam beberapa bulan terakhir AQIM merilis pernyataan dan menganjurkan pendekatan yang dijelaskan oleh Syaikh Nasir tersebut.

Di bawah arahan Syaikh Nasir, AQAP membantu Asy-Syaabaab, cabang Al-Qaeda di Somalia, serta Mujahidin Jamaah Ahli Sunnah Liddawati Wal Jihad Nigeria atau yang lebih dikenal dengan sebutan Boko Haram di Nigeria. Kelompok ini juga membantu membangun jaringan Muhammad Jamal, yang didirikan oleh mantan bawahan Syaikh Aiman. Muhammad Jamal mencatat dalam surat-suratnya kepada Syaikh Aiman bahwa dia menerima pendanaan dan dukungan lainnya dari AQAP, yang juga membantu menyalurkan mujahidin ke kamp-kamp Jamal di Mesir dan Libya.

AQAP telah memperluas jangkauannya jauh melampaui perbatasan Yaman. Pada bulan Januari, sebuah laporan yang diterbitkan oleh US Senate Select Committee on Intelligence mencatat bahwa AQAP dan cabang-cabang lain Al-Qaeda telah melakukan pelatihan, membangun jaringan komunikasi, dan memfasilitasi perjalanan mujahidin seluruh Afrika Utara dari tempat persembunyian mereka di bagian timur Libya.

Sementara itu Syaikh Nasir dikenal karena perannya sebagai pemimpin Al-Qaeda di Yaman, perannya di Al-Qaeda menjadikan dia seorang yang berpengaruh di seluruh jaringan internasional Al-Qaeda.

(banan/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/21/amir-al-qaeda-yaman-memperingatkan-as-dalam-video-pertemuan-antar-mujahidin.html

0 38
video aqim1

(Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-Andalus, sayap media mujahidin Al-Qaeda In Islamic Maghrib (AQIM), pada hari Sabtu, 1 Rabi’u Tsani 1435 H bertepatan dengan 1 Februari 2014 M merilis video terbaru mereka. Video berdurasi 11 menit 47 detik itu berjudul “dan saling memberi wasiat dengan kebenaran: Kampanye Dakwah di wilayah Sahara terbesar”. Al-Fajr Media Center kemudian mempublikasikan video tersebut secara resmi di situs-situs jihad internasional.

Video terbaru AQIM itu mendokumentasikan kegiatan dakwah mujahidin AQIM di wilayah gurun terbesar di benua Afrika, Sahara. Konvoi dakwah mujahidin AQIM menempuh perjalanan di sepanjang dan selebar gurun Sahara di wilayah Afrika Barat dan Afrika Utara, mendatangi suku-suku Arab dan Bar-bar, dan mengajarkan syariat Islam kepada mereka.

Salah seorang juru dakwah mujahidin AQIM, Syaikh Abdullah Walad Hasan Asy-Syinqithi hafizhahullah, mendatangi masyarakat salah satu suku di gurun Sahara dan menyampaikan taushiyah di tengah mereka. Dalam nasehatnya, juru dakwah itu menjelaskan realita perpecahan dan perselisihan kaum muslimin. Kewajiban mujahidin dan setiap muslim adalah menyatukan kaum muslimin di atas agama Allah. Juru dakwah itu juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kebohongan-kebohongan dan berita-berita palsu yang dipublikasikan oleh pasukan salibis Perancis dan sekutu-sekutunya guna mencitrakan mujahidin secara buruk. Mujahidin mengunjungi masyarakat dan beramah tamah dengan mereka sehingga mereka melihat mujahidin apa adanya tidak seperti kampanye pencitraan buruk oleh pasukan salibis Perancis dan sekutu-sekutunya.

Juru dakwah mujahidin AQIM juga mengunjungi masyarakat di pasar. Di tengah masyarakat yang berkumpul di pasar, juru dakwah itu mengingatkan kaum muslimin bahwa kemuliaan seseorang diukur dengan ketakwaannya. Tidak ada kelebihan bangsa Arab atas non-Arab, atau sebuah kelompok atas kelompok lainnya, atau sebuah suku atas suku lainnya, kecuali dengan takwa. Untuk itu kepentingan umat harus diutamakan dari kepentingan kelompok dan suku.

Juru dakwah itu mengingatkan bahwa persatuan suku-suku akan membawa manfaat yang sangat besar. Dengan persatuan, suku-suku dapat melaksanakan proyek-proyek besar seperti penggalian sumur, pembangunan madrasah, pengajian ilmiah dan lain sebagainya. Dengan persatuan kaum muslimin, musuh-musuh Islam tidak akan mampu mengalahkan dan menjajah umat Islam. Persatuan umat Islam menuntut adanya sikap saling membantu dan menolong sesama kaum muslimin. Maka kewajiban umat Islam adalah melindungi agama, nyawa, harta dan kehormatan kaum muslimin lainnya yang tertindas. Persoalan terbesar kaum muslimin menurut beliau adalah tidak diterapkannya syariat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal yang sangat menggetarkan dari video itu adalah ketika juru dakwah mujahidin membacakan bait-bait syair tentang kepahlawanan Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah di medan jihad dan belasungkawa atas kesyahidan beliau. Beberapa orang kakek nampak meneteskan air mata karena terharu dengan syair tersebut. Usai pembacaan syair, masyarakat tampak menunjukkan kegembiraan mereka. Seorang penduduk bahkan mengatakan kepada mujahidin, “Manhaj Syaikh Usamah adalah manhaj yang kami warisi dari nenek moyang kami.” Perkataan laki-laki itu disambut uraian tawa dan senyum semua orang yang hadir.

Link download

Kwalitas tinggi

118.29 MB
http://archive.org/download/QAFLT-1/QAFLT1.divx

Kwalitas sedang
64.17 MB
http://archive.org/download/QAFLT-1/QAFLT2.mp4

Kwalitas mobile
32.75 MB
http://archive.org/download/QAFLT-1/QAFLT4.3gp

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Source: http://www.arrahmah.com/video/video-kegiatan-dakwah-mujahidin-aqim-di-wilayah-gurun-sahara.html

    0 37
    video aqim1

    (Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-Andalus, sayap media mujahidin Al-Qaeda In Islamic Maghrib (AQIM), pada hari Sabtu, 1 Rabi’u Tsani 1435 H bertepatan dengan 1 Februari 2014 M merilis video terbaru mereka. Video berdurasi 11 menit 47 detik itu berjudul “dan saling memberi wasiat dengan kebenaran: Kampanye Dakwah di wilayah gurun terbesar Sahara”. Al-Fajr Media Center kemudian mempublikasikan video tersebut secara resmi di situs-situs jihad internasional.

    Video terbaru AQIM itu mendokumentasikan kegiatan dakwah mujahidin AQIM di wilayah gurun terbesar di benua Afrika, Sahara. Konvoi dakwah mujahidin AQIM menempuh perjalanan di sepanjang dan selebar gurun Sahara di wilayah Afrika Barat dan Afrika Utara, mendatangi suku-suku Arab dan Bar-bar, dan mengajarkan syariat Islam kepada mereka.

    Salah seorang juru dakwah mujahidin AQIM, Syaikh Abdullah Walad Hasan Asy-Syinqithi hafizhahullah, mendatangi masyarakat salah satu suku di gurun Sahara dan menyampaikan taushiyah di tengah mereka. Dalam nasehatnya, juru dakwah itu menjelaskan realita perpecahan dan perselisihan kaum muslimin. Kewajiban mujahidin dan setiap muslim adalah menyatukan kaum muslimin di atas agama Allah. Juru dakwah itu juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kebohongan-kebohongan dan berita-berita palsu yang dipublikasikan oleh pasukan salibis Perancis dan sekutu-sekutunya guna mencitrakan mujahidin secara buruk. Mujahidin mengunjungi masyarakat dan beramah tamah dengan mereka sehingga mereka melihat mujahidin apa adanya tidak seperti kampanye pencitraan buruk oleh pasukan salibis Perancis dan sekutu-sekutunya.

    Juru dakwah mujahidin AQIM juga mengunjungi masyarakat di pasar. Di tengah masyarakat yang berkumpul di pasar, juru dakwah itu mengingatkan kaum muslimin bahwa kemuliaan seseorang diukur dengan ketakwaannya. Tidak ada kelebihan bangsa Arab atas non-Arab, atau sebuah kelompok atas kelompok lainnya, atau sebuah suku atas suku lainnya, kecuali dengan takwa. Untuk itu kepentingan umat harus diutamakan dari kepentingan kelompok dan suku.

    Juru dakwah itu mengingatkan bahwa persatuan suku-suku akan membawa manfaat yang sangat besar. Dengan persatuan, suku-suku dapat melaksanakan proyek-proyek besar seperti penggalian sumur, pembangunan madrasah, pengajian ilmiah dan lain sebagainya. Dengan persatuan kaum muslimin, musuh-musuh Islam tidak akan mampu mengalahkan dan menjajah umat Islam. Persatuan umat Islam menuntut adanya sikap saling membantu dan menolong sesama kaum muslimin. Maka kewajiban umat Islam adalah melindungi agama, nyawa, harta dan kehormatan kaum muslimin lainnya yang tertindas. Persoalan terbesar kaum muslimin menurut beliau adalah tidak diterapkannya syariat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Hal yang sangat menggetarkan dari video itu adalah ketika juru dakwah mujahidin membacakan bait-bait syair tentang kepahlawanan Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah di medan jihad dan belasungkawa atas kesyahidan beliau. Beberapa orang kakek nampak meneteskan air mata karena terharu dengan syair tersebut. Usai pembacaan syair, masyarakat tampak menunjukkan kegembiraan mereka. Seorang penduduk bahkan mengatakan kepada mujahidin, “Manhaj Syaikh Usamah adalah manhaj yang kami warisi dari nenek moyang kami.” Perkataan laki-laki itu disambut uraian tawa dan senyum semua orang yang hadir.

    (muhib al majdi/arrahmah.com)

    Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/02/09/subhanallah-mujahidin-aqim-merilis-video-kegiatan-dakwah-di-wilayah-sahara.html

      0 46
      artileri asy-syabaab

      KISMAYO (Arrahmah.com) – Mujahidin Asy-Syabaab menyerang pangkalan militer pasukan salibis Kenya dalam bandara Kismayo pada hari Kamis, 24 Muharram 1435 H/28 November 2013 M. Berikut ini pernyataan resmi mujahidin Asy-Syabaab terkait dengan serangan-serangan tersebut.

      Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

      Laporan harian untuk hari Kamis, 24 Muharram 1435 H

      Segala puji bagi Allah semata, Yang memuliakan tentara-Nya, memenangkan hamba-Nya dan sendirian mengalahkan golongan-golongan musuh-Nya. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi yang tiada seorang nabi pun sepeninggalnya. Amma ba’du.

      Beberapa berita terpisah:

      1. Menyerang pangkalan-pangkalan militer pasukan salibis Uni Afrika di kawasan Shalahuddin, propinsi Islam Shabelle Bawah.

      2. Menyerang posko pasukan rezim murtad Somalia di kota Jauhar, propinsi Islam Shabelle Tengah dengan lemparan granat.

      3. Menyerang pangkalan pasukan salibis Kenya dalam bandara kota Kismayo, propinsi Islam Juba

      Ya Allah, Yang menurunkan kitab suci, menjalankan awan, dan mengalahkan golongan-golongan musuh, kalahkanlah pasukan salibis dan tentara-tentara murtad yang berkoalisi dengan mereka.

      Ya Allah, jadikanlah mereka dan peralatan perang mereka sebagai harta rampasan perang bagi mujahidin.Ya Allah, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka.

      Ya Allah, Engkaulah penguat kami dan Engkaulah penolong kami. Dengan bantuan-Mu semata kami bergerak dan berperang.

      Allahu akbar

      Kemuliaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan kaum beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak memahaminya.

      Yayasan Media Al-Kataib
      Gerakan Mujahidin Asy-Syabaab

      Ahad, 19 Shafar 1435 H
      22 Desember 2013 M

      Sumber: Shada Al-Jihad Media Center

      Global Islamic

      (muhib al majdi/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/jihad/laporan-jihad-somalia-mujahidin-serang-pangkalan-pasukan-salibis-kenya-di-kismayo.html

      0 64
      al-shabaab

      BARAWE (Arrahmah.com) – Sebagai bentuk salah satu pelayanan terhadap rakyat Somalia, Mujahidin Asy-Syabaab membeton jembatan umum di kota Barawe pada Rabu (30/10/2013), menurut laporan jihad harian Asy-Syabaab yang dirilis pada Desember 2013. Pada hari itu juga Mujahidin menyerang pangkalan militer pasukan salibis Uni Afrika dan pasukan rezim sekuler Somalia di kota Mahdawe dan Senkader. Berikut terjemahan laporannya:

      ****

      Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

      Laporan harian untuk hari Rabu, 25 Dzulhijah 1434 H

      Segala puji bagi Allah semata, Yang memuliakan tentara-Nya, memenangkan hamba-Nya dan sendirian mengalahkan golongan-golongan musuh-Nya.Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi yang tiada seorang nabi pun sepeninggalnya. Amma ba’du.

      Beberapa berita terpisah:

      1. Menyerang pangkalan militer pasukan rezim murtad Somalia di wilayah Senkader, provinsi Islam Shabelle Bawah.

      2. Menyerang pangkalan militer pasukan salibis Uni Afrika dan pasukan rezim murtad Somalia di kota Mahdawe, provinsi Islam Shabelle Tengah.

      3. Melakukan pembetonan terhadap jembatan di kota Barawe, provinsi Islam Shabelle Bawah.

      Ya Allah, Yang menurunkan kitab suci, menjalankan awan, mengalahkan golongan-golongan musuh, kalahkanlah pasukan salibis dan tentara-tentara murtad yang berkoalisi dengan mereka.

      Ya Allah, jadikanlah mereka dan peralatan perang mereka harta rampasan perang bagi mujahidin.

      Ya Allah, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka.

      Ya Allah, Engkaulah penguat kami dan Engkaulah penolong kami.

      Dengan bantuan-Mu semata kami bergerak dan berperang.

      Allahu Akbar

      Kemuliaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan kaum beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak memahaminya.

      Yayasan Media Al-Kataib Gerakan Mujahidin Asy-Syabaab

      Selasa, 7 Shafar 1435 H 10 Desember 2013 M

      (siraaj/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/jihad/laporan-jihad-asy-syabaab-mujahidin-memperbaiki-jembatan-di-kota-barawe.html

      0 58
      uni afrika

      JAUHAR (Arrahmah.com) – Mujahidin Asy-Syabaab menyerang pangkalan-pangkalan militer pasukan salibis Uni Afrika dan pasukan rezim murtad Somalia di tiga provinsi berbeda pada Selasa (22/10/2013), berdasarkan laporan jihad harian Asy-Syabaab yang dirilis pada Desember 2013. Berikut terjemahan laporannya:

      ****

      Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

      Laporan harian untuk hari Selasa, 17 Dzulhijah 1434 H

      Segala puji bagi Allah semata, Yang memuliakan tentara-Nya, memenangkan hamba-Nya dan sendirian mengalahkan golongan-golongan musuh-Nya. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi yang tiada seorang nabi pun sepeninggalnya. Amma ba’du.

      Beberapa berita terpisah:

      1. Membombardir dengan mortar dan menyerang pangkalan-pangkalan militer pasukan salibis Uni Afrika dan pasukan rezim murtad Somalia di kota Jauhar, provinsi Islam Shabelle Tengah.

      2. Membunuh seorang tentara rezim murtad Somalia di kota Kismayo, provinsi Islam Jubam.

      3. Menyerang markas-markas militer pasukan rezim murtad Somalia di kota Baledweine, provinsi Islam Hiraan.

      4. Menyerang pangkalan-pangkalan militer pasukan salibis Kenya dan pasukan rezim murtad Somalia di desa Qauqani, provinsi Islam Juba.

      Ya Allah, Yang menurunkan kitab suci, menjalankan awan, mengalahkan golongan-golongan musuh, kalahkanlah pasukan salibis dan tentara-tentara murtad yang berkoalisi dengan mereka.

      Ya Allah, jadikanlah mereka dan peralatan perang mereka harta rampasan perang bagi mujahidin.

      Ya Allah, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka.

      Ya Allah, Engkaulah penguat kami dan Engkaulah penolong kami. Dengan bantuan-Mu semata kami bergerak dan berperang.

      Allahu Akbar

      Kemuliaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan kaum beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak memahaminya.

      Yayasan Media Al-Kataib Gerakan Mujahidin Asy-Syabaab

      Sabtu, 4 Shafar 1435 H 7 Desember 2013 M

      Sumber: Shada Al-Jihad Media Center Global Islamic Media Front

      (siraaj/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/jihad/asy-syabaab-menyerang-pangkalan-militer-pasukan-salibis-uni-afrika-di-tiga-provinsi-berbeda.html

      0 79
      Ali Hasan Al-Halabi, tokoh murjiah yang diandalkan BNPT untuk men-deradikalisasikan kelompok Islam di Indonesia.

      Oleh : Muhammad Abdullah (Pemerhati isu-isu jihad Islam)

      (Arrahmah.com) – BNPT mendatangkan tiga ulama Timur Tengah dalam rangkaian program deradikalisasi terhadap para narapidana “terorisme” di Indonesia. Ketiga ulama tersebut adalah Ali Hasan Al-Halabi (ulama kelompok salafi Yordania, dikenal luas sebagai tokoh Murjiah kontemporer), dr. Najih Ibrahim (mantan pendiri dan pimpinan Jama’ah Islamiyah Mesir, pernah mendekam 25 tahun penjara di era diktator sekuler Husni Mubarak) dan Hisyam An-Najjar (sumber situs Salafi Mesir menyatakan dia ulama kelompok salafi dan caleg partai Salafi An-Nur dari provinsi Alexandria, namun penerjemah BNPT menyatakan ia adalah mantan jubir resmi Jama’ah Islamiyah Mesir).

      Para ulama BNPT berada di Indonesia dari 8-14 Desember 2013, ketiganya melakukan dialog dengan napi “terorisme” di LP Cipinang dan Nusakambangan, menggelar konferensi Internasional di UI Depok dan melakukan wawancara media dengan Metro TV.
      Ada beberapa hal yang perlu dicatat dari kegiatan “deradikalisasi” ketiga ulama Timteng tersebut di Indonesia.

      Ali Hasan Al-Halabi (ulama kelompok salafi Yordania, dikenal luas sebagai tokoh Murjiah kontemporer)

      Pertama, kehadiran ketiganya di Indonesia adalah atas inisiatif dan undangan BNPT. Maka tujuan ketiganya, walau mereka menegaskan semata-mata datang karena rasa cinta dan menginginkan kebaikan bagi para napi “terorisme” dan kaum Muslimin Indonesia, tak bisa dilepaskan dari agenda dan program-program BNPT. Islam mengajarkan kita untuk menilai seseorang dari zhahirnya. Jika seseorang datang kepada kita di atas kendaraan perang musuh, sudah wajar bahkan seharusnya bagi kita untuk waspada, curiga dan menilai secara lahiriahnya.

      Kedua, ketiga ulama tersebut berbicara tentang dua tema sentral; takfir (pengkafiran) dan tafjir (peledakan). Mereka berkelit bahwa mereka tidak sedang memposisikan para napi “terorisme” sebagai para teroris yang serampangan mengkafirkan kaum muslimin. Mereka berdalih bahwa takfir dan tafjir pada saat ini merupakan perkara yg menjadi gejala umum, bukan saja di Indonesia, namun juga di Mesir, Tunisia, Libya, Yordania, Aljazair dan lain-lain. Setiap hari atau setiap pekan ada penyerangan terhadap tentara dan polisi serta perusakan gereja di Mesir.

      Frame berfikir mereka tersebut jelas-jelas versi Barat dan kelompok anti Islam. Selain juga sangat bertentangan dengan fakta di lapangan, terlebih di Mesir sendiri. Ketiga ulama tersebut masih terkungkung oleh frame Barat dan anti-Islam yang mendefinisikan terorisme sebagai “gerakan yang mengangkat senjata utk membela kaum Muslimin, tanah air kaum Muslimin dan menegakkan syariat Islam.”

      Kasus napi “terorisme” di Indonesia misalnya, sangat beragam latar belakang dan faktanya. Contoh, sebagiannya adalah kasus jihad membela kaum Muslimin dari serangan Nasrani di Poso dan Ambon. Dalam Islam itu adalah jihad membela diri yang disyariatkan. Sebagiannya adalah kasus latihan “militer” di Aceh, dalam Islam terhitung I’dad yang juga diperintahkan Allah Ta’ala. Sebagian lainnya adalah juru dakwah yang mendakwahkan tauhid dan penegakan syariat. Sebagian lainnya adalah kasus anggota POLRI yang terlibat kasus jual beli senjata untuk mengisi kantong pribadi. Dan ada kasus-kasus lainnya yg beragam latar dan faktanya.

      dr. Najih Ibrahim (mantan pendiri dan pimpinan Jama'ah Islamiyah Mesir, pernah mendekam 25 tahun penjara di era diktator sekuler Husni Mubarak)

      dr. Najih Ibrahim (mantan pendiri dan pimpinan Jama’ah Islamiyah Mesir, pernah mendekam 25 tahun penjara di era diktator sekuler Husni Mubarak)

      Memukul rata semua kasus sebagai “terorisme” dan dikait-kaitkan dengan takfir dan tafjir jelas tidak akan dilakukan oleh ulama yang obyektif, jujur, amanah dan paham realita.

      Sangat wajar jika kemudian umat Islam mempertanyakan kepada ketiga ulama tersebut; Kenapa Anda tidak membicarakan penyerangan dan kebiadaban milisi Nasrani terhadap kaum Muslimin di Poso dan Maluku? Kenapa Anda tidak membicarakan hukum syariat dalam masalah latihan “militer”? Kenapa Anda tidak membicarakan latihan militer orang-orang Nasrani dan Syiah di Indonesia? Kenapa pula Anda tidak membicarakan kegigihan rezim Indonesia sejak dulu sampai sekarang dalam memerangi usaha penegakan syariat? Dan banyak pertanyaan lainnya yang sangat layak ditanyakan kepada ketiga ulama tersebut.

      Setidaknya ketiganya berbicara hanya menurut data dan informasi sepihak dari pihak pengundang, BNPTN yg jelas2 sangat anti Islam.

      Ketiga, tentang definisi terorisme dan sosok teroris. Pasca serangan 9/11 para pengamat, illmuwan dan warga negara Barat semakin banyak yang memahami bahwa kebencian kaum Muslimin dan peperangan kaum Muslimin (mujahidin atau biasa dituding “teroris”) terhadap Amerika, Israel, Inggris, Perancis dan Barat bukanlah karena faktor mereka sebagai warga negara Barat. Namun disebabkan kezaliman-kezaliaman dan serangan-serangan Barat sendiri terhadap kaum Muslimin. Utamanya sekali di Palestina, Irak dan Afghanistan.

      Kebiadaban penjajah Yahudi yang menduduki Palestina dengan dukungan Inggris dan restu negara-negara adidaya dunia seperti Amerika, Perancis dan Rusia lewat PBB pada 1948 sampai saat ini. Pembantaian penjajah Yahudi terhadap jutaan kaum Muslimin Palestina, pengusiran penjajah Yahudi terhadap jutaan kaum Muslimin Palestina, agresi militer penjajah Yahudi ke Jalur Gaza, penistaan penjajah Yahudi terhadap kesucian Masjidil Aqsha di kota Al-Quds, penggusuran rumah-rumah warga Muslim Palestina dan penghancuran lahan pertanian mereka oleh penjajah Yahudi di Tepi Barat, blokade ekonomi penjajah yahudi terhadap lebih dari satu juta warga Muslim dan seterusnya adalah kejahatan-kejahatan terorisme.

      Setiap hari seluruh dunia melihat dan mendengar langsung semua kejahatan terorisme penjajah Yahudi di Palestina tersebut. Negara-negara Asia dan Afrika dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 telah mengutuk keras penjajah Yahudi tsb sbg imperialis keji. Misi kemanusiaan kapal Mavi Marmara yang berusaha menembus blokade penjajah Yahudi terhadap Gaza ternyata beranggotakan banyak warga negara Barat sendiri. Itu bukti tak terbantahkan bahwa penjajah Yahudi adalah teroris sejati, gembong teroris, tidak berperi kemanusiaan dan tidak berperi keadilan, serta penjajahan yang harus dihentikan kejahatannya; tidak saja menurut ajaran agama Islam, namun juga menurut akal sehat dan hati nurani banyak warga Barat non-Muslim sendiri.

      Bukankah lebih tepat apabila ketiga ulama Timteng tersebut mendatangi pemerintah penjajah Yahudi, beramar ma’ruf nahi mungkar kepada mereka. Dan menasehati mereka untuk menghentikan penjajahan, teror, pembantaian, pengusiran, perampokan dan blokade mereka terhadap penduduk muslim Palestina? Bukankah penjajah Yahudi itu lebih berbahaya terhadap kaum Muslimin dan lebih dekat jaraknya dgn negara asal ketiga ulama Timteng tersebut? Bukankah penjajah Yahudi “Israel” hanya berjarak puluhan kilometer saja dari Mesir dan Yordan? Ataukah gajah di pelupuk mata tidak nampak, kuman di seberang lautan justru kelihatan? Siapa sebenarnya teroris, yang lebih dekat, lebih berbahaya dan lebih wajib dihentikan tindakan terorismenya? Butuh kejujuran dan keberanian memang untuk menjawabnya.

      Kempat, sudah sama-sama diketahui bahwa sejak awal diproklamasikannya negara penjahah Yahudi di Palestina, Amerika Serikat adalah negara pengayom dan pelindung setianya. Amerika menggelontorkan bantuan ekonomi, politik dan militer dalam jumlah yang fantastis kepada negara penjajah Yahudi. Negara penjajah Yahudi adalah anak emas dan sekutu utama AS dan Barat di Timteng, itu sudah berita yang diketahui seluruh dunia. Para pemimpin Amerika dan Barat sendiri yang menegaskannya. Dan hal itu dibuktikan lewat kebijakan lapangan AS dan Barat dari dahulu sampai sekarang. Semua rancangan resolusi DK PBB untuk menjatuhkan sanksi kepada penjajah Yahudi dimentahkan oleh veto AS dan sekutunya. Tegasnya, negara penjajah Yahudi adalah teroris kakap yang aman dan nyaman melakukan terorisme karena dilindungi oleh negara-negara penjajah dan teroris super kakap, AS dan Barat.

      Kita layak mengajukan pertanyaan serupa kepada ketiga ulama timteng tersebut; Bukankah lebih tepat apabila ketiga ulama Tiimteng tersebut mendatangi pemerintah penjajah AS dan Barat, beramar ma’ruf nahi mungkar kepada mereka, dan menasehati mereka untuk menghentikan dukungan, bantuan dan perlindungan mereka kepada negara penjajah teroris Yahudi?

      Kelima, ketiga ulama timteng tersebut sering berbicara tentang Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Mereka memaparkan seorang wanita pelacur yang diampuni Allah dan masuk surga karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Sebaliknya seorang wanita masuk neraka karena mengurung seekor kucing tanpa memberinya makan sampai kucing itu mati kelaparan.

      Adalah benar Islam adalah rahmatan lil-alamin. Kedua hadits itu juga shahih, tercantum dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim. Pertanyaannya kemudian adalah, sikap pemerintah Mesir yang menanda tangani dan mengakui kedaulatan negara penjajah Yahudi lewat perjanjian Camp David; apakah itu bisa disebut sikap menyayangi jutaan kaum Muslimin Palestina yang dijajah, dibantai, diusir dan diteror oleh negara penjajah teroris Yahudi? Hubungan diplomatik pemerintah Mesir dan pemerintah Yordania secara resmi dengan pemerintah negara penjajah teroris Yahudi; apakah itu bisa disebut sikap menyayangi jutaan kaum Muslimin Palestina yang dijajah, dibantai, diusir dan diteror oleh negara penjajah teroris Yahudi? Dari sekian banyak negara Arab, hanya Mesir dan Yordania yg memiliki Dubes di Tel Aviv dan penjajah teroris Yahudi memiliki Dubes di Kairo dan Amman. Padahal ulama Al-azhar, ulama Palestina dan dunia Islam sejak 1930an telah memfatwakan haram bagi umat Islam palestina menjual tanahnya kepada Yahudi, sampai taraf hukum murtad bagi yang menjual tanah apalagi mengakui hak Yahudi untuk menjajah Palestina.

      Sikap pemerintah Mesir yang membangun tembok beton utk mengisolasi Jalur Gaza dan menghancurkan lebih dari 80 % terowongan di perbatasan Mesir – Jalur Gaza yang selama ini menjadi satu-satunya jalur masuknya sembako dan obat kepada lebih dari satu juta kaum muslimin Jalur Gaza, apakah itu bisa disebut sikap menyayangi jutaan kaum Muslimin Palestina yang dijajah, dibantai, diusir dan diteror oleh negara penjajah teroris Yahudi?

      Ketika pemerintah Mesir dan Yordania bersahabat dengan pemerintah penjajah teroris Yahudi; ; apakah itu bisa disebut sikap menyayangi jutaan kaum Muslimin Palestina yang dijajah, dibantai, diusir dan diteror oleh negara penjajah teroris Yahudi?

      Bukankah lebih tepat apabila ketiga ulama Timteng tersebut mendatangi pemerintah Mesir dan Yordania sendiri, beramar ma’ruf nahi mungkar kepada mereka dan menasehati mereka untuk menghentikan pengkhianatan dan kebiadaban mereka terhadap penduduk Muslim Palestina?

      Keenam, ulama Timteng tersebut mengaitkan motif kedatangannya dengan peristiwa penyerangan terhadap polisi/tentara Mesir dan perusakan gereja yang terjadi hampir tiap pekan di Mesir.

      Sungguh ajaib frame berfikir dan berargumen mereka; menyalahkan reaksi tanpa mau melihat aksi, menyalahkan rakyat yang dizalimi tanpa mencegah penguasa sekuler yang menzalimi.

      Sudah umum diketahui bahwa di Mesir kelompok Jama’ah Jihad pada 1990 an melakukan konfrontasi dengan polisi dan tentara Mesir yang menjadi alat kekuasaan rezim sekuler husni mubarak. Langkah itu berubah total sejak Jama’ah Jihad oleh Amirnya Syaikh Aiman Az-Zawahiri melakukan fusi dgn kelompok Syaikh Usamah bin Ladin pada 1998, sehingga terbentuk kelompok Tandzhim Qa’idatul Jihad yang lebih populer dengan nama singkat Al-Qaeda. Al-Qaeda menahbiskan diri sebagai gerakan jihad global, dengan langkah utama memerangi penjajah salibis Yahudi, AS dan sekutunya yang menjajah Palestina, Afghanistan dan Irak. Sejak itu tidak ada lagi operasi serangan mujahidin Mesir yg menargetkan polisi dan tentara Mesir.

      Saat militer Mesir dengan dukungan Barat, Yahudi, sekuler dan Kristen Koptik melakukan kudeta yang menggulingkan Presiden Muhammad Mursi, terjadilah demonstrasi besar-besaran menentang kudeta militer. Massa demonstran adalah rakyat sipil Mesir yang mendukung presiden Mursi. Secara biadab tentara dan polisi Mesir membubarkan demonstasi damai tersebut dengan kekerasan senjata. Militer Mesir menembak mati lebih dari 1000 demonstran sipil di Rabiah Square, Nahdah Square, Alexandria dan berbagai wilayah lainnya. Militer mesir membunuh ratusan massa demonstran yang menunaikan shalat subuh di Rabiah Square, mayoritas mereka adalah wanita, anak-anak dan orang tua. Militer menyerbu rumah sakit lapangan, membakar jenazah para demonstran dan membunuh mereka yang cedera untuk menghilangkan bukti-bukti kejahatannya. Militer Mesir melakukan operasi militer di Kairo dan Sinai. Rumah-rumah penduduk dan masjid-masjid di Sinai ancur dirudal oleh helikopter tempur Mesir.

      Seluruh dunia menyaksikan hal itu, karena media massa dan media elektronik Mesir dan Internasional meliputnya. Tak heran apabila junta militer Mesir lantas memberangus kebebasan pers dan menyampaikan pendapat. Stasiun TV Al-Jazeera cabang Mesir dan TV-TV Ikhwanul muslimin dibredel dan ditutup dengan cara kekerasan. Ikhwanul Muslimin dinyatakan organisasi terlarang, pemimpin-pemimpinnya ditangkap dan diadili dengan tuduhan penggerak terorisme, demonstrasi anti kudeta militer dianggap kejahatan terorisme dan jam malam diberlakukan.

      Meski militer dan polisi Mesir ganas melibas gerakan demonstrasi damai, Ikhwanul Muslimin tetap menempuh jalur damai. Jama’ah Anshar Baitil Maqdis, kelompok jihad di Sinai, yang merespon kebiadaban junta militer tersebut dengan gerakan jihad. Itupun dengan menargetkan petinggi-petinggi junta militer yaitu mentri dalam negeri, markas intelijen perang di Sinai dan Ismailiyah. Setiap kali melakukan operasi jihad, mereka selalu merilis pernyataan resmi tertulis atau video.

      Di luar itu, serangan dan perusakan bisa diduga adalah operasi intelijen junta militer Mesir sendiri. Perusakan gereja misalnya, pihak gereja Koptik yang jujur pun telah menyampaikan bahwa pelakunya bukan orang Islam atau massa demonstran anti kudeta militer.

      Atau pelakunya adalah intelijen penjajah Yahudi, kelompok nasionalis sekuler atau Kristen Koptik sendiri untuk mendapatkan simpati dan liputan Barat. Hal seperti itu bukan hal asing bagi Yahudi dan Kristen Koptik yang licik.

      Sungguh aneh, ulama Timteng itu meributkan serangan terhada polisi/tentara atau perusakan gereja, padahal sangat mungkin pelakunya bukan umat Islam Mesir sendiri. Sungguh ajaib, mereka ramai membahas hal itu sampai di Indonesia, sementara mereka tidak membahas kebiadaban dan kejahatan junta militer yang tidak berperi kemanusiaan terhadap kaum Muslimin yang notabenenya warga negara Mesir sendiri.

      Sekali lagi, kita sangat layak bertanya kepada para ulama Timteng tersebut. Bukankah lebih tepat apabila ulama Timteng tersebut mendatangi pemerintah Mesir sendiri, beramar ma’ruf nahi mungkar kepada mereka dan menasehati mereka untuk menghentikan pengkhianatan dan kebiadaban mereka terhadap penduduk muslim Mesir? Siapa yang sebenarnya teroris; junta militer Mesir yg membantai ratusan warga Muslim Mesir tak berdosa ataukah Mujahidin Anshar Baitil Maqdis yang menyerang pejabat junta militer demi membela ratusan kaum Muslimin jelata yang dibantai secara biadab? Jika tidak ada api, mungkinkah ada asap? Jika junta militer Mesir tidak membantai ratusan Muslim Mesir yang tak berdosa, bukankah Anshar Baitil Maqdis akan fokus melawan penjajah teroris Yahudi saja?

      Banyak pertanyaan lain yang bisa kita ajukan kepada ketiga ulama Timteng tersebut, namun setidaknya pertanyaan-pertanyaan di atas bisa menjadi renungan bagi kaum Muslimin secara umum. Kita tidak hendak mendiskreditkan ulama, namun kita harus bersikap kritis dan obyektif. Selain itu, ulama dituntut untuk bersikap jujur, amanah, tulus dan obyektif. Wallahu a’lam bi shawab. (arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/jihad/catatan-pemikiran-ulama-deradikalisasi-bnpt-timur.html

      0 43

      ” Kerjasama dengan rekan-rekan dari lembaga penegak hukum adalah sangat penting , ” kata Putin dalam sebuah wawancara dengan Associated Press dan Channel Rusia Satu televisi bulan lalu . ” Kami memiliki pengaturan yang relevan dengan AS – . FBI dan layanan khusus lainnya , dan mitra Eropa “

      Departemen Luar Negeri AS akan mengirim jumlah yang tidak diungkapkan agen Keamanan Diplomatik ke Sochi untuk membantu menjamin keamanan ribuan atlet Amerika dan sponsor perusahaan , kedutaan di Moskow mengatakan .

      ” Dengan persetujuan host- bangsa , kami menyebarkan petugas penghubung lapangan di tempat-tempat yang ditunjuk untuk berhubungan dengan keamanan tempat dan Team USA , ” kata kedutaan dalam sebuah pernyataan e-mail , tanpa lebih spesifik .

      Google Translate for Business:Translator ToolkitWebsite TranslatorGlobal Market Finder

      Moskow (voa-islam.com) Sekalipun, nyaris terjadi perang antara Rusia-Amerka Serikat, akibat pembelotan pejabat CIA ke Rusia, Edward Snowden yang membocorkan seluruh rahasia kebijakan dari NSA (National Security Agency), tetapi sekarang Putin beralih ke Barack Obama untuk membantu melindungi “Olimpiade Musim Dingin” termahal dari serangan Mujahidin .

      Putin dan Obama sepakat meningkatkan kerjasama keamanan, guna melindungi Olimpiade Musim Dingin, sesudah dua bersaudara etnik Chechnya meledakkan bom di Boston Marathon yang menimbulkan banyak korban. Kerjasama dibidang keamanan ini, berlangsung berkat terjadinya pendekatan yang sangat penting, karena kedua negara merasa menghadapi ancaman keamana nasional mereka.

      Perdana Menteri Inggris Cameron juga sepakat memulihkan hubungan antara intelijen Inggris M16 dan KGB yang dibekukan sejak tahun 2006, akibat terjadinya pembunuhan di London, seorang pembangkang Rusia Alexander Litvinenko.

      “Kerjasama dengan lembaga keamanan, intelijen, dan penegak hukum sangat penting,” kata Putin dalam sebuah wawancara dengan Associated Press dan Channel Rusia Satu televisi bulan lalu. ” Kami memiliki pengaturan yang relevan dengan AS. FBI dan CIA akan menjadi mitra Eropa dan Rusia, menghadapi ancaman teroris”, tambah Putin.

      Departemen Luar Negeri AS akan mengirim sejumlah agen CIA dan Pasukan Khusus, Marinir, sekalipun tidak diungkapkan jumlah ke Sochi untuk membantu menjamin keamanan ribuan atlet Amerika”, unglkap pejabat Kedutaan Amerika di Moskow.

      “Dengan persetujuan Presiden Barack Obama dan Putin, maka akan menyebarkan agen-agen penghubung lapangan di tempat-tempat yang ditunjuk untuk berhubungan dengan keamanan dengan Team USA,” kata pejabat kedutaan Amerika di Moskow.

      Amerika dan Rusia terus menjajagi kerjasama politik dan militer, mengahadapi perubahan situasi regional atau global, terutama semakin meningkatnya pengaruh Gerakan Islam secara global.

      Amerika akan meningkatkan kerjasamanya dengan Moskow, sesudah Amerika menarik pasukannya dari Afghanistan, dan ini pasti akan membawa dampak yang sangat serius bagi keamanan global, terutama bagi kepentingan Amerika di seluruh dunia.

      Nampaknya, Amerika dan Rusia, memerlukan kerjasama dibidang intelijen dan keamanan di seluruh dunia, guna mengantisipasi ancaman dari para teroris (Mujahidin) yang sekarang beroperasi di seluruh kawasan, terutama Timur Tengah, Asia Tengah, dan Afrika.

      Serangan terhadap Mall Westgate di ibukota Kenya, Nairobi yang mengakibatkan tewasnya ratusan pengunjung Mall oleh pejuang al-Shabab, menghentakan para pejabat keamanan di Washington dan Tel Aviv. Putin telah memprediksi ancaman dari para pejuang Chechya yang pernah menyadera para penungjung Gedung Bioskop di Moskow, dan menewaskan banyak korban.

      Baru-baru ini, Amerika bahkan melakukan penyadapan terhadap lebih 7 juta warga Perancis, Jerman, dan Inggris, semuanya guna menghadapi ancaman terorisme. Kematian Duta Besar Amerika di Libya oleh serangan pejuang Muslim di Libya, bahkan mengakibatkan Menteri Luar Negeri Amerika Hallary Clinton, harus rela meninggalkan jabatannhya, dan digantikan oleh John Kerry.

      Amerika dan Rusia bersepakat dengan penyelesaian politik di Suriah, dan tidak mau melakukan tindakan militer terhadap Bashar al-Assad, karena melemahkan kekuatan militer Bashar al-Assad, itu berarti hanya akan memberikan kesempatan kepada kelompok Jabhah al-Nusrah yang sangat ditakuti oleh Amerika, dan dampaknya bagi kepentingan nasional Israel, sangat teracam dengan perubahan di Suriah.

      Karena itu, Amerika rela berpisah dengan sekutu setianya, yaitu Arab Saudi, akibat Amerika ingkar janji dan tidak melakukan tindakan militer terhadap Suriah. Karena Barack Obama sadar, bahwa melakukan serangan militer ke Suriah akan memberikan kemenangan bagi Mujahidin di Suriah. Ini merupakan tindakan bunuh diri.

      Penyelesaian politik, bagaimana Amerka Serikat bersama Rusia yang menjadi “stakeholder”, membagi Suriah bagi kepentingan dua negara itu, dan bagiamana mensiasati agar pemerintahan baru di Suriah, tidak jatuh kepada kelompok fundamentalis, tetapi yang tetap bersekutu dengan Amerika dan Rusia, serta tidak membahayakan bagi keamanan Zionis-Israel di masa depan.

      Jadi, sekarang terjadi perubahan situasi politik global, di mana antara Amerika dan Rusia, nampaknya terjadi re-aprocahmen (pendekatan baru), mengantisipasi pengaruh kekuatan Islam garis keras, dan bangkitnya kekuatan kelompok Jihadis di seluruh kawasan. Wallahu’alam.

      Promosikan produk anda voa-islam.com hanya Rp 20.000/hari atau Rp 500.000/bulan

      Share this post..

      Source: http://www.voa-islam.com/news/opini/2013/10/29/27353/kerjasama-presiden-putin-dan-barack-obama-memerangi-mujahidin/

      0 56

      MOGADISHU (Arrahmah.com) – Mujahidin Asy-Syabaab meresmikan sebuah rumah sakit umum baru di distrik Adam Yepal, provinsi Islam Shabelle Tengah pada Sabtu, 8 Dzulqa’dah 1434 H/14 September 2013 M. Kegiatan itu merupakan wujud pelayanan sosial dari kantor bidang kesehatan mujahidin Asy-Syabaab bagi penduduk Somalia.

      Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

      Laporan harian untuk hari Sabtu, 8 Dzulqa’dah 1434 H

      Segala puji bagi Allah semata, Yang memuliakan tentara-Nya, memenangkan hamba-Nya dan sendirian mengalahkan golongan-golongan musuh-Nya. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi yang tiada seorang nabi pun sepeninggalnya. Amma ba’du.

      Beberapa berita terpisah:

      1. Kantor Bidang Kesehatan Mujahidin Asy-Syabaab membuka rumah sakit umum di kota Adam Yepal, provinsi Islam Shabelle Tengah.

      2. Membakar narkoba dalam jumlah sangat banyak di kota Barderi, provinsi Islam Gedo.

      3. Wakil kepala pemerintahan rezim murtad Somalia di distrik Tortoro menyerahkan diri kepada mujahidin di privinsi Islam Shabelle Bawah.

      4. Membunuh seorang tentara rezim murtad Somalia di kota Afjae, provinsi Islam Shabelle Bawah.

      5. Membunuh seorang tentara rezim murtad Somalia di kawasan Harowa, Mogadishu utara.

      6. Menyerang posko pasukan rezim murtad Somalia di kawasan Wardegli, ibukota Mogadishu dengan lemparan granat.

      7. Menyerang pangkalan pasukan salibis Uni Afrika di kota Merka, provinsi Islam Shabelle Bawah.

      8. Menyerang pangkalan pasukan salibis Uni Afrika di kota Lafole, provinsi Islam Shabelle Bawah.

      9. Menyerang posko pemeriksaan militer rezim murtad Somalia di kawasan Elasa, provinsi Islam Shabelle Bawah dengan lemparan granat.

      10. Menyerang posko pasukan rezim murtad Somalia di kota Merka, provinsi Islam Shabelle Bawah dengan lemparan granat.

      11. Menyerang posko pasukan rezim murtad Somalia di kawasan Harowa, Mogadishu utara.

      Ya Allah, Yang menurunkan kitab suci, menjalankan awan, mengalahkan golongan-golongan musuh, kalahkanlah pasukan salibis dan tentara-tentara murtad yang berkoalisi dengan mereka.

      Ya Allah, jadikanlah mereka dan peralatan perang mereka harta rampasan perang bagi mujahidin.

      Ya Allah, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka.

      Ya Allah, Engkaulah penguat kami dan Engkaulah penolong kami. Dengan bantuan-Mu semata kami bergerak dan berperang.

      Allahu akbar

      Kemuliaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan kaum beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak memahaminya.

      Yayasan Media Al-Kataib

      Gerakan Mujahidin Asy-Syabaab

      Rabu, 26 Dzulqa’dah 1434 H

      2 Oktober 2013 M

      Sumber: Shada Al-Jihad Media Center

      Global Islamic Media Front

      (muhibalmajdi/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/jihad/asy-syabaab-membuka-rumah-sakit-provinsi-shabelle.html

      0 32

      MOGADISHU (Arrahmah.com) – Sebuah laporan PBB menyebutkan kemungkinan serangan mujahidin Asy-Syabaab Somalia terhadap kantor PBB di ibukota Somalia, Mogadishu. Serangan itu diperkirakan mengikuti kesuksesan serangan mujahidin Asy-Syabaab terhadap pusat bisnis Yahudi Mall West Gate di ibukota Kenya, Nairobi, dilansir Foreign Policy pada Sabtu (19/10/2013).

      Kantor PBB di ibukota Mogadishu berada dalam lokasi dengan pengamanan ekstra ketat dari pasukan penjajah salibis Uni Afrika dan pasukan rezim sekuler Somalia. Kantor PBB di Mogadishu selama ini menjadi markas para perwira militer AS dan Barat mengendalikan operasi perang melawan “teroris” mujahidin Asy-Syabaab.

      Meski berada dalam wilayah dengan pengamanan ekstra ketat, mujahidin Asy-Syabaab pernah sukses menembusnya dan melakukan serangan mematikan pada 19 Juni 2013 lalu. Serangan bom mobil disusul serangan ke bagian dalam kantor PBB itu melibatkan sejumlah mujahidin Asy-Syabaab dan menewaskan belasan perwira militer AS, Barat dan Uni Afrika.

      Los Angeles Times mengutip dari para pejabat PBB yang mengatakan pada Senin (7/10/2013) bahwa analis keamanan mereka telah menerima informasi bahwa tahun ini salah seorang komandan lapangan mujahidin Asy-Syabaab, Abdul Qadir Mohammed Abdul Qadir alias Ikrima telah memerintahkan serangan terhadap dua kantor PBB di Mogadishu.

      Laporan PBB menyebutkan saat dua tahun lalu mujahidin Asy-Syabaab mengundurkan diri dari kota-kota dan melakukan perang gerilya, dunia internasional mengira kekuatan Asy-Syabaab telah melemah. Namun kini terbukti mujahidin Asy-Syabaab lebih kuat dan lebih berbahaya dari waktu-waktu sebelumnya.

      Laporn PBB mengindikasikan mujahidin Asy-Syabaab akan mudah menyerang kantor PBB di Mogadishu setelah mereka sukses menyerang kepentingan-kepentingan ekonomi Barat di Nairobi yang memiliki pengamanan lebih ketat daripada Mogadishu.

      Sekjen PBB Ban Ki-moon telah meminta kiriman tambahan ribuan pasukan “bayaran” ke Mogadishu untuk menjaga keamanan para staf PBB.

      Pakar masalah Somalia pada Komisi Atlantik, J. Pieter Pham, mengomentari bahwa pengiriman tambahan pasukan akan menciptakan keamanan untuk jangka waktu pendek. Setelahnya kondisi akan kembali seperti sedia kala dan mujahidin Asy-Syabaab akan mengendalikan keadaan.

      Pam menggaris bawahi akar masalahnya pada dukungan PBB terhadap pemerintahan Hasan Shaikh Mohammud yang tidak memiliki legitimasi politik di kalangan mayoritas rakyat Somalia. Para pejabat dan tokoh yang mendirikan pemeritahan Somalia saat ini tidak memegang kendali apapun di tengah masyarakat.

      Secara de jure pemerintahan resmi Somalia yang diakui oleh dunia internasional dijalankan oleh Presiden Hasan Shaikh Mohammud. Secara de facto pemerintahannya hanya berkuasa di beberapa kilometer wilayah ibukota Mogadishu. Ia berkuasa dengan dukungan pasukan salibis Uni Afrika dan Barat. Sementara itu sebagian besar wilayah di Somalia dan pemerintahannya dijalankan oleh mujahidin Asy-Syabaab. (muhibalmajdi/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/news/2013/10/23/takut-serangan-mujahidin-asy-syabaab-pbb-tambahan-pasukan-somalia.html

      0 54

      AZAWAD (Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-Andalus, sayap media mujahidin Al-Qaeda in Islamic Maghrib (AQIM) pada pekan kedua September 2013 merilis video operasi jihad mereka. Video itu berdurasi 51 menit dan diberi judul “Perang Syaikh Abdul Hamid Abu Zaid”.

      Video itu mendokumentasikan operasi-operasi jihad mujahidin AQIM melawan invasi salibis pasukan Perancis dan sekutu-sekutu sekulernya di kawasan Afrika Barat. Secara khusus operasi jihad AQIM di Mali Utara dan Aljazair merupakan bagian terbesar dari operasi jihad yang didokumentasikan dalam video itu.

      Video diawali dengan pemaparan kondisi wilayah Azawad, Mali Utara selama masa pemerintahan mujahidin Anshar ad-Dien. Penerapan syariat Islam di wilayah Gao, Konna, Timbuktu, dan wilayah Azawad lainnya telah sukses menghadirkan keamanan dan keadilan di tengah masyarakat Mali Utara.

      Hal itu mengundang kekhawatiran Perancis, Barat dan rezim-rezim sekuler di Afrika Barat. Penerapan syariat ditengarai berpotensi besar membuat sistem demokrasi sekuler, barang dagangan Barat, tidak akan laku di dunia Islam. Selain itu, pemerintahan mujahidin mengancam kelangsungan perampokan kekayaan alam Afrika Barat oleh Perancis dan Barat yang bersekongkol dengan rezim-rezim boneka sekuler setempat.

      Dengan dalih memerangi teroris Al-Qaeda dan jaringannya, Perancis, Amerika dan rezim-rezim sekuler Afrika Barat melakukan invasi militer ke wilayah Azawad, Mali Utara yang berada dalam kontrol mujahidin Anshar ad-Dien. Pesawat pengangkut personil AS mengangkut pasukan salibis Perancis, mendarat di bandara Bamako, ibukota Mali. Dari sanalah pasukan Perancis bersama pasukan rezim sekuler Mali, dan kemudian disusul pasukan negara-negara sekuler Afrika Barat lainnya, menggempur kota-kota di Azawad yang dikuasai mujahidin Islam.

      Respon “positif” mujahidin

      Reaksi mujahidin sangat mengejutkan pasukan salibis Perancis dan sekutu-sekutunya. Serangan pertama pasukan salibis Perancis dan Mali dipatahkan oleh mujahidin Anshar ad-Dien dan AQIM. Dua dua helikopter tempur Perancis ditembak jatuh oleh mujahidin, pilotnya tewas dan 60 tentara rezim sekuler Mali tewas dalam pertempuran langsung pertama tersebut.

      Tindakan pengecut pasukan salibis Perancis dan sekutunya

      Ketrampilan tempur mujahidin AQIM dan Anshar ad-Dien sangat mengejutkan pasukan salibis Perancis dan sekutunya. Sebagai pelampiasan kemarahan atas kekalahan memalukan yang mereka alami pada pertempuran “ronde” pertama, helicopter-helicopter tempur Perancis membombardir secara massif terhadap rumah-rumah penduduk dan masjid-masjid di kota Konna, Mali Utara.

      Helikopter-helikopter tempur Perancis kemudian membombardir secara massif rumah-rumah penduduk, masjid-masjid dan sekolah-sekolah agama di kota Gao, Mali Utara. Pasukan rezim sekuler Mali melakukan perampokan harta, pemerkosaan wanita, pembakaran rumah dan sekolah, dan pembunuhan massal terhadap warga muslim suku Arab dan Tuarek, penduduk asli Azawad yang merasakan indahnya hidup di bawah naungan syariat Islam.

      Perang gerilya di wilayah gurun Sahara

      Agar tidak jatuh korban lebih banyak di pihak penduduk sipil, Mujahidin AQIM dan Anshar ad-Dien bergerak mundur dari desa-desa dan kota-kota utama di negeri Azawad ke wilayah padang pasir Sahara Barat. Mereka melancarkan perang gerilya jangka panjang terhadap pasukan salibis Perancis dan sekutunya.

      Video itu kemudian memperlihatkan sejumlah dokumentasi operasi jihad mujahidin AQIM sejak dicanangkannya taktik perang gerilya gurun pasir.

      1. Suasana i’dad (training militer) di kamp militer mujahidin AQIM Brigade Muwaqqi’un bid Dima’ (orang-orang yang menanda tangani dengan darah)

      2. Roket-roket mujahidin AQIM mennghantam markas-markas pasukan salibis Perancis dan sekutunya di Mali Utara.

      muwaqi'in 4

      3.ranjau-ranjau mujahidin AQIM menghancurkan kendaraan militer pasukan salibis Perancis dan sekutunya. Di antaranya ranjau AQIM menghancurkan tank pasukan salibis Perancis di utara Gao pada 15 Ramadhan 1434 H.

      muwaqi'un 3

      4. Mujahidin AQIM Brigade Muwaqqi’un bid Dima’ melakukan serangan dan penculikan terhadap para pekerja asing di perusahaan gas Ain Armenaz, Aljazair.

      muwaqi' 2
      Operasi-operasi jihad mujahidin AQIM terus berlanjut di wilayah gurun Sahara Barat yang meliputi wilayah Mauritania, Mali, Aljazair, Tunisia dan Libya.

      Puncak dari operasi itu adalah serangan regu bom syahid mujahidin AQIM Brigade Al-Muwaqqi’un bid Dima’ terhadap kamp militer Agadier, Niger. kamp militer itu berdekatan dengan pusat pengolahan Uranium Perancis di Niger. Niger adalah salah satu sekutu utama Perancis yang turut mengirimkan pasukannya untuk memerangi mujahidin di Mali Utara.

      muwaqi' 6

      (muhibalmajdi/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/jihad/sepenggal-kisah-jihad-aqim-menghadang-invasi-salibis-perancis-sekutunya-afrika-barat.html

      0 58

      AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) – Para pejabat AS mengatakan 100 sampai 500 mujahidin asing tiba di Suriah setiap bulan untuk bergabung dengan pejuang oposisi dari faksi-faksi mujahidin Islam. Mereka datang dari seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, Perancis, Inggris dan Belanda, serta negara-negara di Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia.

      Para pejabat AS yang berbicara dalam kondisi anomitas karena membahas masalah intelijen tersebut mengatakan bahwa Suriah saat ini telah menjadi titik fokus global untuk pejuang Islam yang ingin mengobarkan perang suci (Jihad-Red), jauh melebihi Afghanistan, Pakistan dan Yaman.

      Mereka mengatakan bahwa saat ini para pejabat intelijen AS semakin khawatir bahwa Al-Qaidah dan kelompok-kelompok pejuang Islam lain bisa mengukir surga di Suriah yang akan menawarkan jenis perlindungan yang pernah mereka nikmati di barat laut Pakistan.

      Tujuan utama dari para mujahidin asing tersebut adalah dua kelompok afiliasi Al-Qaidah, Jabhat Al-Nusrah dan Negara Islam Irak dan Suriah sementara satu lagi adalah brigade kuat pejuang Islam yang memiliki pandangan sama dengan keduanya, Ahrar Al-Shaam.

      Kelompok Jabhat Al-Nusrah hanya memiliki beberapa ribu mujahidin, tetapi koalisi kedua dari unit-unit Islam, Ahrar Al-Sham, telah menerjunkan brigade dengan sekitar 10.000 pejuang yang “sangat bersimpati kepada pandangan dunia Al-Qaidah,” pejabat kedua AS mengatakan.

      Para Analis mengatakan bahwa pendiri kelompok Ahrar Al-Sham adalah tahanan politik Suriah yang berasal kelompok Islam yang telah ditahan selama bertahun-tahun tapi dibebaskan oleh pemerintah Bashar Al-Assad sebagai bagian dari amnesti tahun 2011.

      Kelompok yang paling keras, Negara Islam Irak dan Suriah, kecil dan tidak populer, para pejabat AS mengatakan.

      Semua mengatakan, Al-Qaidah dan sekutu-sekutu ideologisnya membuat jumlah sekitar 35 persen dari gerakan pejuang oposisi Suriah, kata seorang pejabat intelijen AS. Pihak oposisi yang memerangi rezim Bashar Al-Assad diyakini mencakup sekitar 100.000 pejuang dalam semua kesatuan baik yang berpandangan sekuler maupun Islami. (an/stripes)

      Promosikan produk anda voa-islam.com hanya Rp 20.000/hari atau Rp 500.000/bulan

      Share this post..

      Source: http://www.voa-islam.com/news/world-world/2013/10/10/27133/pejabat-as-tiap-bulan-100-hingga-500-mujahidin-asing-dari-seluruh-dunia-tiba-di-suriah/

      0 14
      Tentara UNDOF yang disandera oleh Jabhah Nushrah

      QUNAITIRAH (Arrahmah.com) – Murasil Al-Manarah Al-Baidha’ melaporkan mujahidin Jabhah Nushrah bekerja sama dengan kelompok-kelompok jihad lokal di propinsi Qunaitirah, Suriah selatan melakukan operasi gabungan pada hari Rabu (27/8/2014). Mujahidin menggempur posko militer Rawadhi, kota Qunaitirah lama dan jalur penyeberangan Qunaitirah yang memisahkan antara dataran tinggi Jaulan [Golan] yang dikontrol oleh rezim Suriah dan dataran tinggi Jaulan yang dijajah oleh “Israel”.

      Melalui pertempuran sengit, mujahidin berhasil menguasai kota Qunaitirah lama dan jalur penyeberangan Qunaitirah. Dalam peristiwa tersebut Jabhah Nushrah juga menyandera 45 tentara UNDOF (United Nations Disengagement Observer Force). UNDOF adalah pasukan PBB yang dibentuk pada 31 Mei 1974, dengan tugas mengawasi proses gencatan senjata dataran tinggi Golan antara penjajah “Israel” dan rezim Nushairiyah Suriah.

      Dataran tinggi Golan sendiri jatuh ke tangan pasukan “Israel” pada perang Yom Kippur 1973 secara gratis, karena pengkhianatan rezim Nushairiyah yang menarik mundur pasukan Suriah dari dataran tinggi Golan tanpa menembakkan sebutir peluru pun kepada pasukan “Israel”. Atas pengkhianatan tersebut, Hafizh Assad akhirnya naik ke tampuk kekuasaan tertinggi Suriah atas dukungan “Israel’ dan Barat.

      Jabhah Nushrah dalam pernyataan resminya pada hari Sabtu (30/8/2014) menjelaskan alasan penyanderaan 45 tentara UNDOF.

      “Maka sebagai reaksi atas kejahatan-kejahatan PBB tersebut dan konspirasi PBB terhadap negeri Syam dan penduduk Syam, Jabhah Nushrah menyandera 45 tentara Pasukan Pengawas PBB untuk Penyelesaian Konflik Bersenjata (UNDOF), pasukan yang dipaksakan oleh PBB terhadap penduduk Syam sejak tahun 1974, untuk menjamin keamanan dan mengamankan perbatasan negara zionis “Israel” yang menjajah negeri kaum muslimin.

      Sementara pada saat yang bersamaan, Pasukan UNDOF berpura-pura tidak mengetahui sama sekali darah kaum muslimin yang ditumpahkan setiap hari di wilayah perbatasan yang berseberangan dengan wilayah perbatasan zionis “Israel” tersebut. Bahkan Pasukan UNDOF berkomplot dengan pasukan Nushairiyah, dan berulang kali memberikan kemudahan ruang kepada pasukan Nushairiyah untuk bergerak dan beroperasi menyerang kaum muslimin yang tertindas, melalui apa yang mereka namakan “kawasan netral”.”

      Berikut ini terjemahan pernyataan resmi Jabhah Nushrah terkait penyanderaan 45 tentara UNDOF, sebagaimana dirilis oleh Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’.

      Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

      Penjelasan tentang penyanderaan 45 tentara Pasukan PBB untuk Pengawas Penyelesaian Konflik Bersenjata (UNDOF)

      Segala puji bagi Allah Yang telah memerintahkan kepada kita untuk memutuskan perkara diantara manusia secara adil, dan mensyariatkan kepada kita perlawanan yang semisal terhadap agresi. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada rasul yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, nabi kita Muhammad, keluarganya dan seluruh sahabatnya yang baik lagi suci. Amma ba’du.

      Telah berlangsung lebih dari tiga tahun jihad penduduk negeri Syam yang diberkahi melawan rezim Nushairiyah yang menyerang nyawa dan harta kaum muslimin negeri Syam. Selama masa jihad tersebut, penduduk Syam telah dan masih terus mempersembahkan pengorbanan-pengorbanan besar, untuk melawan agresi biadab rezim Nushairiyah; meskipun sedikit sekali penolong, dan pihak Timur maupun Barat menelantarkan penduduk Syam. Cukuplah Allah sebagai penolong kita dan Dialah sebaik-baik pelindung.

      Selama lebih dari tiga tahun berlangsungnya jihad, PBB berlagak seolah-olah mendukung revolusi dan perlawanan penduduk Syam terhadap rezim kriminal Nushairiyah. Meskipun begitu selama masa tersebut penduduk Syam tidak mendapatkan dari PBB selain pernyataan-pernyataan ompong dan kalimat-kalimat kosong. PBB berpura-pura tidak tahu sepenuhnya terhadap kebiadaban-kebiadaban dan pembantaian demi pembantaian yang telah dan masih terus dilakukan oleh rezim kriminal Nushairiyah terhadap kaum muslimin penduduk negeri Syam yang tak bersenjata, dari kalangan anak-anak, wanita dan orang tua.

      Senjata kimia yang dipergunakan oleh rezim Nushairiyah tidak sedikit pun menggerakkan keputusan-keputusan PBB. Demikian pula bom-bom barel kematian yang membantai ribuan penduduk yang tak berdosa, foto-foto dan video-video penyiksaan keji dalam penjara-penjara rezim, puluhan pembantaian massal terhadap anak-anak dan wanita, jutaan warga yang terusir dan mengungsi tanpa mendapatkan tempat berteduh dan makanan; semua hal itu sedikit pun tidak menggerakkan PBB mengeluarkan satu pun keputusan yang membawa manfaat, yang bisa menghentikan kejahatan demi kejahatan rezim kriminal Nushairiyah terhadap penduduk negeri Syam.

      Sebaliknya, PBB justru secara sepakat mengambil sejumlah keputusan terhadap mujahidin yang menghadang kejahatan-kejahatan rezim Nushairiyah Suriah dengan nyawa, harta dan segala hal yang mereka miliki. PBB menerapkan sejumlah hukuman terhadap Jabhah Nushrah. Lalu PBB menempatkan Jabhah Nushrah dalam daftar kelompok teroris. PBB tidak menghukum Jabhah Nushrah melainkan karena Jabhah Nushrah berjihad melawan kebiadaban rezim agresor Nushairiyah, Jabhah Nushrah melawan pasukan rezim Nushairiyah dan milisi-milisi loyalisnya, dan Jabhah Nushrah membebaskan rakyat Syam dan bumi Syam dari kamp-kamp militer, posko-posko militer dan penjara-penjara rezim Nushairiyah. Maka barangsiapa membela rakyat yang dizalimi dan melindungi rakyat yang tak berdosa, dalam pandangan PBB adalah para teroris: “Sungguh buruk sekali vonis yang mereka jatuhkan.”

      Bahkan baru-baru ini PBB memasukkan Jabhah Nushrah dalam pasal ketujuh, yang merupakan langkah operasional PBB untuk melakukan intervensi militer secara langsung dan mengaborsi jihad penduduk negeri Syam. PBB mulai melakukan persiapan-persiapan operasional dan menggalang aliansi internasional untuk menyerang penduduk negeri Syam dan mengaborsi proyek islami [penegakan daulah Islamiyah dan penerapan syariat Islam, edt] yang sedang diperjuangkan oleh mujahidin dan menjadi harapan seluruh kaum muslimin.

      Semua langkah itu dilakukan PBB untuk memantapkan kekuasaan rezim kriminal Nushairiyah yang sampai saat ini bercokol dan melakukan tragedi pembantaian baru terhadap penduduk negeri Syam untuk mencerai-beraikan usaha-usaha dan pengorbanan-pengorbanan yang telah dicurahkan oleh penduduk Syam, bahkan oleh seluruh umat Islam, selama tiga tahun lebih ini.

      Sepanjang sejarah kontemporer, kami tidak melihat pasal ketujuh diterapkan PBB kecuali terhadap kaum muslimin. Kejahatan pembantaian terhadap umat Islam di Republik Afrika Tengah dan Burma [Rohingnya] telah didengar dan disaksikan oleh seluruh penduduk dunia, namun PBB sedikit pun tidak bergerak. Bombardir zionis “Israel” terhadap Gaza dan pembantaian-pembantaian mereka terhadap rakyat Gaza masih terus berlanjut, namun kita sedikit pun tidak mendengar pasal ketujuh [diterapkan oleh PBB terhadap "Israel", edt]!

      Kebiadaban dan kejahatan rezim Nushairiyah Suriah dan sekutunya seperti milisi Syiah “Hizbu Iran” dan lain-lain terjadi setiap hari, menurut pengakuan PBB sendiri dan organisasi-organisasi internasional lainnya, namun sedikit pun kita tidak mendengar pasal ketujuh!

      Hal itu agar kaum muslimin mengetahui bahwa keputusan-keputusan internasional seperti itu tidak diterapkan kecuali untuk melawan kaum muslimin dan melawan jihad kaum muslimin, agar kaum muslimin tetap lemah, hina dan mengekor kepada kekuatan negara-negara besar yang merampok kekayaan alam mereka dan mengatur kehidupan mereka menurut kemauan negara-negara besar tersebut.

      Maka sebagai reaksi atas kejahatan-kejahatan PBB tersebut dan konspirasi PBB terhadap negeri Syam dan penduduk Syam, Jabhah Nushrah menyandera 45 tentara Pasukan Pengawas PBB untuk Penyelesaian Konflik Bersenjata (UNDOF), pasukan yang dipaksakan oleh PBB terhadap penduduk Syam sejak tahun 1974, untuk menjamin keamanan dan mengamankan perbatasan negara zionis “Israel” yang menjajah negeri kaum muslimin.

      Sementara pada saat yang bersamaan, Pasukan UNDOF berpura-pura tidak mengetahui sama sekali darah kaum muslimin yang ditumpahkan setiap hari di wilayah perbatasan yang berseberangan dengan wilayah perbatasan zionis “Israel” tersebut. Bahkan Pasukan UNDOF berkomplot dengan pasukan Nushairiyah, dan berulang kali memberikan kemudahan ruang kepada pasukan Nushairiyah untuk bergerak dan beroperasi menyerang kaum muslimin yang tertindas, melalui apa yang mereka namakan “kawasan netral”.

      Kami menegaskan bahwa para tentara Pasukan UNDOF yang disandera berada di tempat yang aman, dalam kondisi kesehatan yang sangat baik, dan kepada mereka diberikan layanan makanan dan medis yang mereka butuhkan. Sebab agama kami, Islam, memerintahkan kepada kami untuk memperlakukan para tawanan secara baik. Allah Ta’ala berfirman:

      وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا * إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

      Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.

      Sesungguhnya kami memberi makanan kepada kalian hanyalah untuk mengharapkan wajah Allah. Kami tidak menghendaki balasan dari kalian dan tidak pula ucapan terima kasih. (QS. Al-Insan [76]: 8-9)

      Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabatnya

      Tentara UNDOF yang disandera oleh Jabhah Nushrah

      Tentara UNDOF yang disandera oleh Jabhah Nushrah

      Kartu identitas ke-45 tentara UNDOF yang disandera oleh Jabhah Nushrah

      Kartu identitas ke-45 tentara UNDOF yang disandera oleh Jabhah Nushrah

      Allah Maha Menguasai urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya

      Jabhah Nushrah

      Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’

      Janganlah melupakan kami dalam doa kebaikan kalian

      Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam

      Sabtu, 4 Dzulaq’dah 1435 H / 30 Agustus 2014 M

      (muhib al majdi/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/jihad/inilah-alasan-jabhah-nushrah-menyandera-45-tentara-pbb-di-dataran-tinggi-golan.html

      Category: berita

      0 44
      Mobil milik anggota parlemen Somalia, Isaak Mohamed Rinoco yang tewas dalam serangan bom yang ditanam di mobilnya.  Peristiwa terjadi di distrik Hamaerweyne, Mogadishu. (Foto : Reuters)

      MOGADISHU (Arrahmah.com) – Mujahidin Asy-Syabaab kembali menargetkan anggota parlemen Somalia pada Selasa (22/4/2014), sehari setelah ledakan bom mobil membunuh anggota parlemen lainnya dan bersumpah akan terus menargetkan politisi.

      Asy-Syabaab mengatakan kepada Reuters bahwa mereka ingin mengirimkan pesan kepada presiden yang didukung oleh Barat, Hassan Sheikh Mohamud, yang sedang mengadakan konferensi keamanan selama tiga hari di ibukota.

      “Ini membuktikan bahwa mereka tidak dapat dan tidak akan pernah melakukan apa-apa mengenai keamanan. Pembunuhan yang lebih serius tengah dirancang,” ujar juru bicara militer Asy-syabaab, Syeikh Abdiasis Abu Musab seperti dilansir Al Arabiya.

      Somalia merupakan negara yang berada dalam kekacauan selama dua dekade. Mujahidin Asy-Syabaab hadir untuk menggulingkan pemerintahan lemah yang didukung Barat dan pro-demokrasi, dan berupaya menggantinya dengan sistem Islam.

      Asy-syabaab mengatakan pembunuhan pada Senin dengan menggunakan bom mobil dimaksudkan untuk menghukum politisi yang mendukung invasi orang-orang Kristen ke Somalia, merujuk pada dukungan Mogadishu untuk menerima bantuan dari pemerintah Barat dan Uni Afrika yang mengirim pasukan untuk melawan Asy-syabaab. (haninmazaya/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/23/lagi-anggota-parlemen-somalia-tewas-dalam-serangan.html

      0 70
      AR-AQAP

      YAMAN (Arrahmah.com) – Sebuah video yang dirilis oleh Al-Qaeda di Semenanjung Arab atau Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) pada akhir Maret telah menarik perhatian di media. Video yang berjudul The First Heavy Rain itu menampilkan dua pemimpin AQAP, beserta mujahidin yang meloloskan diri dari penjara Yaman pada bulan Februari 2014.

      Syaikh Nasir Al-Wuhayshi, yang merupakan amir AQAP, terlihat tengah berbicara dalam sebuah pertemuan yang dihadiri lebih dari 100 orang. “Saudara-saudaraku, saat ini para salibis masih mempunyai banyak rencana, jadi kita harus ingat bahwa kita selalu melawan musuh terbesar, para pemimpin kafir, dan kita harus menggulingkan para pemimpin itu, kita juga harus menghancurkan salib, dan pembawa salib terbesar adalah Amerika.” tegasnya.

      Syaikh Ibrahim Ar-Rubaish, seorang warga Saudi yang pernah ditahan di Guantanamo dan sekarang berperan sebagai pejabat tinggi syariah di AQAP, juga berbicara dalam video tersebut. Syaikh Ibrahim bersyukur atas kebebasan baru yang didapatkan oleh sejumlah mujahidin, termasuk yang terlihat dalam video itu, tetapi dia menyesalkan fakta bahwa ada beberapa mujahidin yang masih dipenjarakan di Guantanamo dan di tempat lainnya.

      Video tersebut telah memicu minat media karena menunjukkan kekuatan AQAP di Yaman. Syaikh Nasir adalah orang yang diburu dan dia masuk dalam daftar mujahid yang paling dicari oleh Amerika dan dijadikan target potensial untuk serangan drone salibis. Namun, dia merasa cukup nyaman di negara asalnya untuk memimpin pertemuan para mujahidin yang merupakan pengikutnya.

      Syaikh Nasir dulunya menjabat sebagai pembantu Syaikh Usamah bin Ladin dan setelah peristiwa yang penuh berkah 9/11 dia berlindung di Afghanistan. Kemudian dia berangkat ke Iran, tempat di mana dia ditahan, beberapa saat setelah Pertempuran Tora Bora. Akhirnya dia dipindahkan ke penjara Yaman, tetapi dia berhasil meloloskan diri dari penjara pada tahun 2006.

      Al-Qaeda telah lama berusaha untuk mengobarkan jihad di negara-negara Muslim yang dianggap berpotensi untuk menjadi ladang jihad. Yaman dan Arab Saudi termasuk dalam daftar pertama negara yang menjadi target dalam operasi Al-Qaeda ini. Namun, gerakan “kontraterorisme” sengit di Arab Saudi yang dimulai pada tahun 2003 menghalangi upaya awal Al-Qaeda di Semenanjung Arab. Pada awalnya, Al-Qaeda juga bersusah payah untuk mendirikan sebuah jama’ah jihad skala penuh di Yaman. Namun pelarian yang lolos dari penjara seperti Syaikh Nasir dan tahanan Guantanamo yang baru kembali seperti Syaikh Rubaish telah mengisi posisi kepemimpinan Al-Qaeda di Semenanjung Arab dan memberikan kontribusi untuk kebangkitan Al-Qaeda.

      Pada awal tahun 2009, Syaikh Nasir bersama mujahidin mengumumkan kebangkitan kembali AQAP, dan berbai’at kepada pemimpin senior Al-Qaeda Syaikh Aiman Az-Zhawahiri yang sebelumnya telah mengangkat Syaikh Nasir sebagai pimpinan tertinggi Al-Qaeda di Semenanjung Arab.

      Pada musim panas 2013, Syaikh Aiman mengangkat Syaikh Nasir ke posisi amir Al-Qaeda. Penunjukan Syaikh Nasir untuk peran amir itu bersamaan dengan ancaman skala besar agar Amerika menutup kedutaannya di seluruh dunia. AS mengetahui ancaman ini ketika intelijen mendapatkan video komunikasi Syaikh Aiman, melalui sistem berbasis internet yang kompleks, bersama dengan lebih dari 20 anak buahnya, termasuk Syaikh Nasir.

      Amir Al-Qaeda bertindak sebagai fungsi inti dalam kelompok tersebut. Peran itu sebelumnya dipegang oleh mujahid senior Asia Selatan. Menurut dokumen rahasia yang dirampas dari kediaman Syaikh Usamah, tugas yang dilakukan oleh amir Al-Qaeda termasuk mengkoordinasikan kegiatan militer dan media, serta berkomunikasi dengan daerah-daerah atau cabang-cabang Al-Qaeda, serta dengan sekutu seperti Taliban Afghanistan dan Pakistan.

      Dalam video terbaru lainnya, Syaikh Abu Sulaiman Al-Muhajir, seorang petinggi dewan syariah di Jabhah Nusrah, menjelaskan bahwa Al-Qaeda juga memiliki pemimpin yang mengawasi organisasi di berbagai lokasi geografis, atau wilayah. Jabhah Nusrah adalah cabang resmi Al-Qaeda di Suriah.

      “Al-Qaeda menyusun rencana dan strategi berdasarkan apa yang kita sebut Al-Qalim, atau lokasi,” kata Syaikh Sulaiman dalam video itu. Dan seorang pemimpin, yang telah berbai’at kepada Syaikh Aiman Az-Zhawahiri, dipilih untuk mengawasi masing-masing lokasi tersebut. Selain itu, Syaikh Sulaiman juga menjelaskan bahwa Al-Qaeda menunjuk pemimpin lain yang mengawasi semua lokasi tersebut, dan posisi ini disebut Mas’ul Al-Qalim.

      Peran kepemimpinan Mas’ul Al-Qalim ini dijelaskan oleh Syaikh Sulaiman diisi oleh orang lain selain amir Al-Qaeda, menurut pejabat intelijen AS. Baik amir maupun Masul Al-Qalim, keduanya memiliki wakil untuk mendukung pekerjaan mereka.

      Peran tersebut, dan apa yang mereka katakan tentang betapa sebenarnya Al-Qaeda terorganisir, umumnya tidak tercermin dalam wacana publik. Biasanya mereka berpendapat bahwa otak dari Al-Qaeda di Asia Selatan dan keberadaannya berbeda dari cabang Al-Qaeda di tempat lain. Syaikh Nasir berperan sebagai salah seorang pemimpin paling senior Al-Qaeda dari Yaman. Dan perannya adalah menjadi bagian dari struktur yang dipimpin langsung oleh Syaikh Aiman, wakil lainnya, dan didukung oleh para anggota dewan. Para pemimpin ini tidak hanya berada di Asia Selatan, tetapi juga di tempat lainnya.

      Pengaruh dia di jaringan Al-Qaeda dapat dibuktikan dengan berbagai cara. Menurut akun Twitter Wiki Baghdady, yang dianggap merupakan akun dari Daulah Islam Irak dan Syam atau Islamic State of Iraq and the Sham (ISIS), Syaikh Nasir adalah figur yang diminta tolong mengatasi pertikaian antara ISIS dan Jabhah Nusrah. Syaikh Nasir dikabarkan menolak amir ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi, ketika diminta untuk bergabung di ‘kekhalifahan’ yang baru. Syaikh Nasir juga menyarankan Al-Qaeda di Maghrib Islam atau Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM), cabang lain dari Al-Qaeda, untuk menerapkan hukum syariah di wilayah yang berada di bawah kendali AQIM. Pada awalnya AQIM tidak mematuhi saran ini, tapi kemudian dalam beberapa bulan terakhir AQIM merilis pernyataan dan menganjurkan pendekatan yang dijelaskan oleh Syaikh Nasir tersebut.

      Di bawah arahan Syaikh Nasir, AQAP membantu Asy-Syaabaab, cabang Al-Qaeda di Somalia, serta Mujahidin Jamaah Ahli Sunnah Liddawati Wal Jihad Nigeria atau yang lebih dikenal dengan sebutan Boko Haram di Nigeria. Kelompok ini juga membantu membangun jaringan Muhammad Jamal, yang didirikan oleh mantan bawahan Syaikh Aiman. Muhammad Jamal mencatat dalam surat-suratnya kepada Syaikh Aiman bahwa dia menerima pendanaan dan dukungan lainnya dari AQAP, yang juga membantu menyalurkan mujahidin ke kamp-kamp Jamal di Mesir dan Libya.

      AQAP telah memperluas jangkauannya jauh melampaui perbatasan Yaman. Pada bulan Januari, sebuah laporan yang diterbitkan oleh US Senate Select Committee on Intelligence mencatat bahwa AQAP dan cabang-cabang lain Al-Qaeda telah melakukan pelatihan, membangun jaringan komunikasi, dan memfasilitasi perjalanan mujahidin seluruh Afrika Utara dari tempat persembunyian mereka di bagian timur Libya.

      Sementara itu Syaikh Nasir dikenal karena perannya sebagai pemimpin Al-Qaeda di Yaman, perannya di Al-Qaeda menjadikan dia seorang yang berpengaruh di seluruh jaringan internasional Al-Qaeda.

      (banan/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/21/amir-al-qaeda-yaman-memperingatkan-as-dalam-video-pertemuan-antar-mujahid.html

      0 70
      Menteri Luar Negeri AS dan Aljazair.  (Foto : Reuters)

      ALGIERS (Arrahmah.com) – Amerika Serikat dan Aljazair pada Kamis (3/4/2014) berjanji akan bekerja sama untuk memerangi “terorisme” saat Menteri Luar Negeri AS, John Kerry melakukan kunjungan untuk pertama kalinya ke negara Afrika utara.

      “Aljazair telah membayar mahal untuk banyak korban ‘terorisme’, tidak akan pernah tunduk di depan bencana ini,” ujar Menteri Luar Negeri Aljazair, Ramtane Lamamra pada pembukaan pembicaraan strategis antara kedua negara, seperti dilaporkan AFP.

      Serangan demi serangan telah terjadi di wilayah Sahel-Sahara sejak 2011 setelah penggulingan diktator Libya, Moammar Qaddafi, mendorong intervensi militer oleh Perancis dan Aljazair ke negara tetangga Mali pada bulan Januari tahun lalu setelah Mujahidin Al Qaeda menguasai utara negara itu.

      Pergerakan Mujahidin juga terjadi di Niger, Tunisia dan Aljazair.

      Lamamra mengklaim bahwa negaranya berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua mitranya untuk berdiri “di jalan bahaya ini dan untuk membasmi momok ini”.

      Kerry tiba di Aljazair pada Rabu (2/4) malam di tengah keamanan yang ketat. Ini adalah kunjungan pertamanya sejak menjabat menjadi menteri luar negeri AS pada bulan Februari 2013. (haninmazaya/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/04/as-dan-aljazair-bekerjasama-dalam-perang-melawan-teror.html

      0 22
      Majalah Inspire edisi 12

      Al-Qaeda di Semenanjung Arab atau Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) telah merilis edisi ke-12 majalah jihad, Inspire.

      Sampul majalah berbahasa Inggris itu bertema Shattered: A Story About Change. Sebuah Kisah Tentang Perubahan ini menggambarkan bahwa serangan 9/11 merupakan “titik balik” dalam sejarah Amerika. Penulis, Abu Abdullah Murabitun, menyampaikan sebuah narasi yang menggambarkan AS sebagai kekaisaran yang runtuh.

      Majalah Inspire edisi 12

      Dalam catatan yang lebih serius, majalah ini mencurahkan bagian yang panjang untuk Open Source Jihad. Seperti dalam edisi terakhir Inspire, AQAP berusaha untuk memotivasi dan mendidik calon mujahidin yang tidak memiliki kemampuan untuk menerima pelatihan yang lebih formal.

      Dalam edisi ini, AQAP juga menunjukkan kepada mujahidin bagaimana cara merencanakan serangan bom mobil sendiri.

      Pada rubrik History & Strategy (Sejarah & Strategi) halaman 10-12 majalah jihad ini memuat sebuah tulisan berjudul Iman Defeats Arrogance (Iman mengalahkan keangkuhan) karya Syaikh Ayman Az-Zhawahiri. Arrahmah.com menyajikan terjemahan ulasan Syaikh Ayman yang sangat bermanfaat tersebut dalam dua bagian, berikut bagian pertamanya.

      Iman Mengalahkan Keangkuhan
      Oleh: Dr Ayman Az-Zhawahiri

      Dengan nama Allah. Segala puji bagi Allah dan semoga damai dan rahmat atas Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya, serta orang-orang yang mengikuti mereka. Wahai saudara-saudara kaum Muslimin di manapun kalian berada, Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Amma Ba’du:

      Dua belas tahun telah berlalu sejak Pertempuran New York, Washington dan Pennsylvania yang diberkahi dan karena keangkuhan Amerika menyerang Afghanistan; sebuah keangkuhan Amerika yang menyebabkan ambruknya kebanggaan Amerika dan tebongkarnya kelemahan tentara salib. Sebuah keangkuhan yang melibatkan Amerika di Afghanistan dan Irak, dan akhirnya melarikan diri dari kedua kekalahkan [di sana].

      Kekhawatiran presiden AS, rezim dan kongresnya tidak lagi tentang memenangkan perang tetapi lebih kepada bertahan hidup dan melarikan diri dari Irak dan Afghanistan. Banteng dungu, Bush, menyeret Amerika ke Irak dan Afghanistan. Ketika dia gagal dan dikalahkan, pasukan yang berkuasa di Amerika datang dengan seorang presiden licik yang menyesatkan umat Islam dan kaum yang tertindas. Mereka datang dengan presiden murtad yang ayahnya adalah seorang Muslim asal Afrika. “Mungkin dia akan berhasil mengakhiri bencana.” Dia mengatakan dalam kampanye pemilihannya bahwa perang di Irak adalah perang karena pilihan, dan bahwa dia akan meninggalkannya untuk fokus pada perang terpaksa di Afghanistan. Jadi dia meninggalkan Irak, dan sekarang dia meninggalkan Afghanistan, dan dia tidak memiliki pilihan selain menyatakan kekalahan. Dia tak punya apa-apa yang bisa dibanggakan di depan kongres yang lebih baik dari men

      AR-IMAN

      Mereka sepakat untuk tidak menutupi kemunduran Amerika. Tapi sebuah kegagalan bersejarah itu mengerikan bila tidak ditutupi, dan cukup buruk tanpa disimpangkan.

      Dalam rangka menyelamatkan apa yang tersisa dari harga dirinya, dia mengatakan bahwa dia menang atas Al-Qaeda, dia akan mengalahkan mereka dengan drone-drone mata-mata. Kapankah ada pesawat yang membawa kemenangan untuk para tentara yang melarikan diri? Jika pesawatnya memadai, pesawat-pesawat itu akan cukup dalam pemboman biadab Vietnam-mu [Amerika], dimana kau meninggalkannya, kalah, setelah kau membakarnya [jatuh] ke tanah dengan pesawat-pesawatmu. Dan ketika api jihad berkobar di Amerika, dia berdiri tersandung: “Pusat Al-Qaeda dihancurkan dan telah menyebar ke dalam kelompok regional yang dapat menimbulkan bahaya yang signifikan.” Dia membuat lelucon dirinya sendiri sebelum sejarah. Dia kemudian mengatakan bahwa insiden Boston memiliki pertanyaan yang perlu dijawab. Dan jika dia jujur dia akan berkata, “Insiden Boston menimbulkan pertanyaan-pertanyaan, kita tengah lari dari menjawab [pertanyaan-pertanyaan itu].

      Insiden Boston membuktikan kepada Amerika sejauh mana kebohongan dan penipuan mereka pada diri mereka sendiri. Ini membuktikan keangkuhan mereka untuk menerima kebenaran yang sejelas sinar matahari: Fakta bahwa mereka bukan menghadapi individu, organisasi atau kelompok, tetapi mereka menghadapi sebuah Ummat yang melawan yang telah berbaris seterusnya untuk berjihad membela jiwa, kehormatan, kemuliaan dan tempat-tempat suci mereka.

      Apa yang rezim Amerika tolak adalah mengakui bahwa Al-Qaeda merupakan sebuah pesan sebelum menjadi sebuah organisasi. Sebuah pesan yang telah menyebar dan menyampaikan dengan Rahmat Allah, dan kaum Muslimin telah mendekapnya. Pesannya sederhana dan mudah dipahami : “Wahai kaum Muslimin, jika kalian ingin hidup bebas, mulia dan terhormat, kalian harus mempertahankan kemuliaan ini.”

      Amerika bukan sebuah kekuatan legendaris, Amerika hanya kumpulan pria seperti yang lainnya. Mereka bisa dikalahkan, dihukum dan bisa dengan mudah terlihat gagal. Dan di sinilah, kekuatan yang menganggap dirinya sendiri sebagai kekuatan yang paling kuat dalam sejarah telah terpukul di rumahnya sendiri. Telah dikalahkan di Irak dan kemudian di Afghanistan di tangan-tangan sederhana Mujahidin yang membawa AK dan pisau.

      Ini merupakan kekalahan teknologi di tangan-tangan keimanan, kekalahan sebuah kerajaan di tangan-tangan keyakinan. Ini adalah kekalahan nilai-nilai kapitalisme tentara salib Barat di tangan-tangan Islam, Tauhid, Taqwa dan ‘Iffah.

      (banan/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/news/2014/04/02/syaikh-ayman-az-zhawahiri-iman-mengalahkan-keangkuhan-1.html

      0 85

      Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov setelah Konferensi Jenewa 2 dalam sebuah wawancara dengan saluran TV “NTV” mengatakan, “Adalah penting bahwa proses politik disertai dengan menggabungkan kekuatan yang sehat, yang berpikir tentang tanah air mereka, dan bukan tentang pendirian Khilafah di Timur Tengah dan Afrika Utara. Untuk menyatukan mereka dan membantu mereka dengan berbagai cara untuk memerangi ancaman teroris. Ini adalah tujuan bagi seluruh wilayah dan bagi dunia”.

      Pada tanggal 22 Januari 2014 , Lavrov mengatakan sebagai berikut, “Jika pada tahap pertama dari proses negosiasi, pihak-pihak yang terlibat dapat bekerja sama untuk berbicara dalam mendukung pembentukan negara Suriah, yang mendukung pelestarian multi- etnis, multi – pengakuan tersebut, mempertahankan sifat sekulernya, saya kira dengan sendirinya hal itu akan menjadi sinyal penting” .

      Pada tanggal 14 Desember 2013 dalam sebuah wawancara dengan Vesti 24, Sergey Lavrov mengatakan bahwa “ada kondisi-kondisi dimana semua pembela tanah air Suriah harus memahami apa yang lebih penting : untuk memerangi mereka yang ingin Suriah menjadi Negara Khilafah atau untuk bersatu dan mengembalikan gambaran tanah air mereka yang terkenal itu selama berabad-abad – yakni, negara multi – pengakuan, multi – etnis, dan negara sekuler di mana semua orang hidup dengan nyaman”. Pada akhirnya menteri mencatat bahwa “masalah ini pasti akan menjadi salah satu isu pokok pada Konferensi Jenewa “.

      Semua laporan dari Kementerian Luar Negeri Rusia mengindikasikan hal berikut :

      1. Rusia dan negara-negara Barat lainnya menyadari bahwa telah datang waktunya bagi perubahan geopolitik global di Timur Tengah dan tidak menyembunyikan fakta bahwa ada kemungkinan akan berdirinya Khilafah di Suriah! Barat dan sekutunya melakukan yang terbaik untuk menunda hari ketika keadilan Islam akan kembali ke negeri Islam dan bagi umat Islam era kebohongan, pengkhianatan dan tirani penguasa boneka akan berakhir. Musuh-musuh Islam dan kaum Muslim memahami bahwa dengan berdirinya Khilafah, umat Islam akan memiliki seorang amir yang mempersatukan umat Islam dan mengembalikannya kejayaannya. Karena itu, Rusia dan Amerika Serikat berpegang pada kemungkinan di Jenewa 2, dengan mencegah pendirian Khilafah, untuk memenangkan apa yang disebut sebagai oposisi sekuler dan yang kontras dengan para pejuang mujahidin, dan kemudian menemukan alternatif untuk pembunuh Bashar, sambil mencoba untuk melestarikan rezim sekuler di Suriah.

      2. Pernyataan Lavrov itu menunjukkan bahwa Rusia memiliki keprihatinan besar atas perubahan geopolitik dengan berdirinya Khilafah, karena terkait dengan risiko perdagangan minyak dan gas. Selain itu, Rusia merasa kelemahan ideologis sebelum munculnya negara Islam yang akan datang, sehingga memimpin propaganda anti Islam seperti melalui media dan Departemen Luar Negeri. Sejarah menunjukkan bahwa akibat dari penerapan penuh Islam, Khilafah berhasil menyebarkan ideologi dan menyatukan masyarakat dan budaya secara keseluruhan, sehingga membuat mereka menjadi Ummat Islam yang satu. Mengingat fakta bahwa di Rusia saja ada lebih dari 20 juta muslim, pemerintah takut penyebaran Islam yang cepat tidak hanya terjadi di Timur Tengah tetapi juga di antara negara-negara bekas Soviet.

      3. Menteri Luar Negeri Rusia tidak menyembunyikan tujuan itu dan tidak mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia ingin menghentikan pembunuhan warga sipil di Suriah, dan secara terbuka menyatakan bahwa tujuan utama dari Konperensi Jenewa 2 adalah untuk menyatukan kelompok oposisi sekuler dan rezim Bashar untuk menghadapi kelompok yang berjuang untuk penegakkan Islam. Dengan demikian, Lavrov terus mendukung sang Penjagal Bashar yang membantai orang tua dan anak-anak dan secara terbuka menyatakan bahwa masalah ini lebih mengkhawatirkan Rusia dari apa pun di Suriah.

      4. Menteri Luar Negeri Rusia mendapat informasi tentang awal dari sebuah konfrontasi bersenjata di Suriah, bahwa adalah Bashar yang terus membunuh orang tua, anak-anak dan kaum perempuan yang memprotes pemerintahan tiraninya. Lavrov tahu bahwa pembunuhan warga sipil yang sedang berlangsung menyebabkan perlawanan bersenjata dan perjuangan melawan rezim Bashar dari rakyat Suriah sendiri dan para pejuang Mujahidin pendukungnya dari berbagai negara di dunia. Lavrov juga memahami bahwa rakyat Suriah ingin mengubah rezim sekuler menjadi Khilafah setelah terjadinya kekejaman Bashar dan kemunafikan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Rusia, yang berbicara tentang penyelamatan nyawa hanya berkontribusi terhadap pembunuhan warga sipil. Namun, meskipun semua ini terjadi, Lavrov mencap teroris mereka yang ingin melindungi Suriah dan berjuang untuk pendirian Khilafah, sedangkan; padahal Bashar lah yang dengan menggunakan senjata Rusia yang merupakan teroris utama di Suriah yang membunuh orang tua, anak-anak dan kaum perempuan.

      Semua ini menunjukkan bagaimana negara-negara kafir khawatir atas kepentingan mereka, dengan mengklaim sebagai munafik tentang kepentingan rakyat Suriah dan bagaimana mereka bersatu untuk melawan pendirian Khilafah di masa datang.

      Lavrov seharusnya tahu bahwa Suriah memiliki sejarah panjang yang selama seabad dalam menerapkan sekularisme tetapi memiliki sejarah panjang dalam menerapkan Islam! Adalah kaum Muslim dari Ash – Sham yang memuliakan negeri ini, tapi bukan keluarga Assad yang terkutuk dan segera insya Allah meskipun semua ada rencana jahat dari musuh-musuh, Ash – Sham akan menjadi tempat lahirnya Khilafah Rashidah yang kedua.

      Kaum Muslim Suriah mengubah pandangan mereka terhadap agama mereka dan melihat keselamatan mereka tidak dalam penggulingan Bashar, namun dalam pelaksanaan agama mereka. Dengan mengingat kata-kata Umar (ra) “dalam Islam terdapat kemuliaan dan kebahagiaan”, kaum Muslim bekerja untuk mengenyahkan sistem kapitalis dan membangun Islam dalam bentuknya yang penuh. Muslim Ash – Sham tidak akan menerima bahwa gaya hidup dan budaya Barat mereka yang fasik dan rendah dengan sistem sekuler lah yang mencoba untuk memaksakan kepada mereka. Itulah sebabnya mengapa Lavrov maupun Kerry tidak dapat mengalihkan umat Islam Al – Sham dari jalan untuk menegakkan kebenaran!

      Allah سبحانه وتعالى berfirman :

      يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

      “Mereka berkehendak memadamkan cahaya agama Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS At – Taubah 9:32)
      Hari ini kita menyaksikan bagaimana Rusia bersama dengan negara-negara barat lainnya ingin menolak fakta bahwa janji-janji Allah سبحانه وتعالى :

      وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

      “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (QS An- Nur, 24:55)

      Insya Allah سبحانه وتعالى , Jenewa 2 adalah upaya terakhir dari era tirani, yang jatuh sesuai dengan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

      Akan ada masa kenabian di tengah kalian selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya (menghilangkannya) bila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada masa khilafah atas manhaj Nubuwwah selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya bila Allah berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada zaman kerajaan yang menggigit (ada kezaliman) selama yang Allah kehendaki, kemudian Dia akan mengangkatnya bila Dia berkehendak. Kemudian akan ada kerajaan (tirani) sepanjang dikehendaki Allah kemudian Allah mengangkatnya bila Dia berkehendak. Kemudian akan ada masa Khilafah di atas manhaj Nubuwwah” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan Al-Tayaalisi].

      Khilafah akan memerintah rakyat sesuai dengan Sunnah Nabi dan menyebarkan Islam di negara-negara tetangga. Penduduk Surga dan Bumi akan senang dengan hal ini, Surga akan mencurahkan banyak air, dan bumi akan mengeluarkan semua manfaatnya.
      Ya, Allah! Kami memohon kepada Engkau, Ya Yang Maha Esa, Hukumlah! Sesungguhnya Penjagal Bashar dan orang-orang yang membantunya untuk membunuh kaum Muslim Al – Sham layak mendapatkan hukuman Engkau. Turunkanlah kepadanya dan teman-temannya bencana di dunia ini. Kami memohoan kepada Engkau, bantulah orang-orang yang tertindas, Ya Allah Yang Maha Adil dan Bijaksana hancurkanlah rencana-rencana Barat dalam plot-plot jahat mereka terhadap revolusi Al – Sham yang Engkau berkahi. Ya Allah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat! Kami memohon kepada Engkau untuk mempercepat jatuhnya tiraninya dan mengembalikan Khilafah Rashidah yang kedua yang mengembalikan kejayaan umat! Amin .

      Kantor Media Hizbut Tahrir Rusia
      Selasa, 27 Rabii ‘ al – Awwal 1435 H
      28/01/2014

      REF : 1435 H/03

      Source: http://hizbut-tahrir.or.id/2014/02/11/ht-rusia-rusia-dan-seluruh-dunia-mencoba-mencegah-pendirian-khilafah/

      0 106
      Fighters pose for a picture during a parade to announce the formation of the "Abou Obayda Ibn Al-Jarah", part of the "Haroun Al Rachid" Brigade in Jobar, Damascus

      LONDON (Arrahmah.com) – Antara 3.300 sampai 11.000 pejuang asing dari lebih dari 70 negara di seluruh dunia termasuk Eropa, telah bergabung dengan kelompok Mujahidin yang memerangi rezim Assad dan berjuang untuk mendirikan Daulah Islam di tanah Syam yang diberkahi.

      Laporan tersebut dirilis oleh kelompok peneliti yang berbasis di London pada Selasa (17/12/2013), seperti dilaporkan Al Arabiya.

      Setelah pasukan rezim Nushairiyah menekan aksi unjuk rasa damai rakyat Suriah yang menentang kediktatoran penguasa pada 2011 lalu dengan kekuatan penuh, perlawanan bersenjata pun pecah dan berlangsung hingga hari ini.

      “Kami memperkirakan bahwa dari akhir 2011 hingga 10 Desember 2013, antara 3.300 sampai 11.000 orang telah pergi ke Suriah untuk memerangi pemerintah Assad,” ujar Pusat Studi Radikalisasi Internasional (ICSR), sebuah kemitraan dari lima universitas yang berbasis di King College London.

      “Angka ini termasuk mereka yang saat ini masih hadir di Suriah serta mereka yang telah kembali ke rumah, telah ditangkap atau terbunuh.”

      ICSR mengatakan mereka menggunakan 1.500 sumber, termasuk laporan media, perkiraan pemerintah, statemen kelompok Jihad dan media sosial untuk mengumpulkan data.

      Laporan menunjukkan bahwa pejuang dari negara-negara Arab dan Eropa mewakili 80 persen dari angka-angka tersebut, namun pejuang dari Asia Tenggara, Amerika Utara, Afrika, Balkan dan negara-negara bekas Uni Soviet juga berpartisipasi.

      ICSR menambahkan bahwa sebagian besar dari mereka bergabung ke dalam kelompok Jabhah Nushrah dan Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS).

      Eropa Barat dengan kontingen terbesar dari Perancis dan Inggris, mewakili hingga 18 perse dari pejuang asing di Suriah. Sampai dengan 70 persen berasal dari Timur Tengah.

      Perkiraan ini lebih besar tiga kali lipat dari yang dikeluarkan pada bulan April tahun ini oleh kelompok peneliti lainnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

      Source: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/18/laporan-icsr-ribuan-pejuang-asing-banjiri-suriah.html